Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Teka-teki Orang Tua Aska.


__ADS_3

"Tuan Adrian adalah suami sahnya Nyonya Christina. Sampai sekarang tuan Adrian masih hidup," jawab Pak Broto.


"Maksudnya apa?" tanya Maria.


"Kisah Nyonya Christina dan Tuan Adrian sangat sulit untuk dijelaskan. Bila tiba waktunya, aku akan bekerja sama dengan tuan besar untuk memberitahukan sesungguhnya kepada Tuan muda. Kalau sekarang aku tidak bisa menjelaskannya," jawab Pak Broto.


"Yang dikatakan Tuan Broto benar nona. kami belum dapat apa-apa dari Tuhan besar untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan keluarganya. Ditambah lagi tuan muda sangat stres menghadapi Minah. Semakin hari Minah semakin gila dan mulai mendoktrin kepala Aska agar bisa menjadi seorang pembunuh," tambah Bu Siti yang membuat Maria dan Romeo terkejut.


"Lalu, apakah Tuan Muda terpengaruh?" tanya Romeo.


"Tuan muda tidak terpengaruh sama sekali. Sebaliknya, tuan muda memberikan nasehat untuk Minah. Tapi Minah malah memaki tuan muda dan berkata yang menyakitkan. Kejadian itu selalu berulang hingga membuat hati tuan muda sakit. Jika sudah sakit selalu datang ke kami untuk curhat. Itulah kenapa tuan muda hidupnya sangat menyedihkan sekali. Andaikan saja Tuan Adrian dan Nyonya Christina tidak bercerai. Jika tidak bercerai kehidupan Tuan Muda akan sangat bahagia sekali. Bahkan tuan muda mendapatkan curahan kasih sayang seperti anak-anak lainnya," jelas Pak Broto.


"Itulah kenapa saat aku melihatnya pertama kali dari kejauhan. Wajah tuan muda jarang sekali tersenyum maupun tertawa. Tuan muda selalu murung ketika keluar dari rumah. Yang lebih parahnya lagi tuan muda tidak pernah merasakan nikmatnya hidup. Itulah pengintaianku ketika kamu memberikan aku tugas berat seperti itu," tambah Romeo.


"Apakah itu benar?" tanya Maria.


"Ya itu benar," jawab Romeo.


Di dalam sana Aska semakin menatap wajah Christina yang penuh dengan tanda tanya. Jika dirinya adalah putra kandungnya, mengapa sang ibu meninggalkan di desa? Apa salah dirinya? Kenapa ia dititipkan sama Minah yang notabenenya perempuan jahat?


Pertanyaan demi pertanyaan semakin bergulir di dalam otaknya. Dirinya tidak mengerti mengapa ini terjadi? Lalu matanya menatap wajah sang ibu sedang bersedih. Aska mulai berdiri dan mendekati Christina.


Pria bertubuh kurus itu meneliti wajah sang ibu. Diam-diam Aska merasakan ada sesuatu di dalam diri Christina. Ia ingin bertanya lebih lanjut namun dirinya memilih untuk diam.


"Jika anda ibuku, coba sebutkan tanggal lahirku?" tanya Aska yang membuat Christina menatap wajahnya.


"Kamu dilahirkan pada tanggal tujuh belas Agustus tahun seribu sembilan ratus sembilan delapan," jawab Christina sambil berdiri lalu menatap wajah sang putra. "Dan kamu lahir tepat jam delapan pagi."


Aska menyungginkan senyumnya yang manis dan merentangkan kedua tangannya. Ia berjalan dan memeluk Christina sambil berkata, "Terima kasih telah melahirkan aku ke dunia ini. Meskipun kita terpisah jauh. Aska tidak pernah marah kepada ibu. Aska tahu ibu pasti ada masalah berat."


Christina terkejut melihat Aska yang memeluknya dengan erat. Namun dalam hatinya sangat senang dan bersyukur bisa bertemu dengan sang putra. Ia akhirnya membalas pelukan Aska dengan erat.


Saat Aska memeluknya, Christina mulai meneteskan air matanya. Ia tidak menyangka sama sekali bisa memeluk erat Sang putra.


"Suatu Hari nanti Ibu akan cerita semuanya, Kenapa kamu terpisah dengan ibu? Ibu tidak akan cerita hari ini. Karena Ibu tidak mau melihatmu semakin bingung. Tapi percayalah kalau Ibu sangat menyayangimu dan mencintaimu. Mulai hari ini pulanglah ke apartemen ibu. Kita akan tinggal di sana bersama. Soal pekerjaan lepaskanlah semua. Ibu tidak mau melihat kamu bekerja kasar lagi. Jadi ikutlah ibu selamanya."

__ADS_1


"Lalu aku makan apa? Jika aku tidak bekerja sama sekali," tanya Aska.


"Jangan jadi pria bodoh. Kamu tahu kan kalau Aska Food itu adalah milikmu. Suatu Hari nanti kamu akan duduk di kursi milik ibu. Jadi mulai saat ini kamu harus ikut ibu," pinta Christina.


"Lalu, bagaimana dengan pakaianku?" tanya Aska.


"Tenang saja. Nanti aku suruh Romeo membelinya," jawab Christina yang melepaskan Aska.


"Romeo?" pekik Aska.


"Iya, dia adalah asistenku."


"Maksud ibu Romeo yang mirip orang bule itu?"


"Iya itu benar."


"Sepertinya hidupku sedang dipermainkan."


"Tidak begitu sayangku. Memangnya Tuhan mempermainkanmu?"


"Sepertinya sih Bu."


"Aska tidak menyangka. Kalau Aska memiliki seorang ibu yang sangat cantik sekali."


"Bagaimana kabar ayahmu? Katanya ayahmu sudah meninggal?"


"Ayah meninggal karena sakit."


"Yang meninggal itu bukan ayahmu. Ayahmu masih hidup sampai sekarang," sela Pak Broto hingga membuat Christina dan Aska terkejut.


"Mantan suamiku sudah meninggal Pak. Saya sudah mendapatkan laporannya dari orang kepercayaan yang telah turun di lapangan," ucap Christina.


"Orang yang meninggal itu bukan suami nyonya. Suami Nyonya masih hidup sampai sekarang. Yang meninggal itu adalah anak buah Tuan Benjamin yang ingin membunuh tuan muda," jawab Romeo.


"Jadi selama ini?" tanya Christina.

__ADS_1


"Ya itu benar. Dia bukan Tuan Adrian alias Tuan Dirman. Maafkan saya nyonya. Karena saya sudah menyembunyikan Tuan Adrian. Saat itu Tuan Adrian hampir dibunuh oleh Tuan Benjamin," jawab Pak Broto.


"Lalu di mana dia?" tanya Christina lagi.


"Tuan Adrian berada di Libanon. Tuan sekarang sedang menjaga keamanan di negara tersebut. Dua bulan lagi tuan sudah pensiun," jawabnya lagi.


"Jadi ayahku adalah?" tanya Aska.


"Ayah tuan muda adalah seorang interpol di negara Prancis sana," jawab Pak Broto dengan serius.


"Apa?" pekik Aska.


"Iya itu benar. Jika tuan muda ingin tahu tanyakan saja pada Nyonya Christina," jawab Bu Siti.


"Kok hidupku jadi begini?" tanya Aska sambil memegang kepalanya.


"Tenang, cepat atau lambat kamu akan mengetahui siapa sebenarnya keluargamu. Mulai sekarang kamu akan ikut dengan ibu," pinta Christina.


Aska hanya menganggukkan kepalanya tanda. Baginya ia akan mencari jawaban atas teka-teki yang dibuat oleh orang tuanya itu.


"Selamat tuan muda. Anda telah kembali ke pelukan keluarga Wicaksono," ucap Bu Siti dengan tulus.


"Sampai sekarang aku belum mengerti. Ada apa sebenarnya tentang diriku ini?" tanya Aska.


"Pelan-pelan saja. Nanti tuan muda akan mendapatkan jawabannya. Sekarang tuan muda harus belajar di kantor," jawab Pak Broto sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya kembali ke perkebunan saja," sahut Aska.


"Kamu nggak boleh kembali lagi ke sana. Biarkan perkebunan itu Pak Broto yang mengolahnya. Kamu akan terima hasil jadinya. Sesekali kamu boleh main ke sana untuk melihat perkebunanmu," ujar Christina yang melihat anaknya kebingungan.


"Iya deh," balas Aska dengan lemah.


"Kalau begitu mari kita makan terlebih dahulu. Oh iya pak Broto Bu Siti... Makanlah bersama kami. Sebelum makan mari kita pesan terlebih dahulu. Terserah kalian mau pesan apa biar yang kami yang bayar," pinta Christina yang membuat suasana menjadi hangat.


"Terima kasih nyonya," balas Pak Broto.

__ADS_1


"Kalau begitu panggil Maria dan Romeo supaya makan bersama," titah Christina.


"Biar aku panggilin saja ibu. Karena abang Romeo adalah temanku," pinta Aska yang mendapat anggukan dari Christina.


__ADS_2