
“Apanya yang luar biasa sayangku?”tanya Aska.
“Pokoknya Abang hebat saja,” ucap Maria yang menatap wajah Aska.
“Aish...neng ini,” ujar Aska yang membuat Maria tersenyum.“Abang belum hebat.Abang masih banyak belajar.”
“Bagaimana kabar Abang di sini?Apakah Abang baik-baik saja?”tanya Maria lagi.
“Kabarku baik-baik saja.Saya makan sesuai dengan saran Anda.Tidurku juga sesuai dengan saran kamu.Dan di sini saya sering digodain sama bule Perancis.Mereka ingin mengantri menjadi kekasihku,” jawab Aska.
"Apa!"pekik Maria yang tidak terima jika sang suami memiliki kekasih baru.
“Katanya aku tampan sekali,” ucap Aska dengan jujur.
Maria menggelengkan kepalanya sambil berkata, “Mana tuh bule?Enak saja lakik saya mau diambil?Sudah tahu Aska memiliki seorang istri!”
“Kamu jangan marah seperti itu.Lagian yang kamu dengar adalah palsu.Aku selama ini tinggal di apartemen milik ayah.Dan apartemen itu milik keluarga Wicaksono Group.Bisa dibilang tempat itu sangat private.Malahan di sana ayah memberikan beberapa unit apartemen buat para penjaga.Bisa dikatakan amanlah.Ditambah lagi di area sana memang tidak boleh ada orang yang masuk ke dalam,” jelas Aska.
"Apa!"kesal Maria yang membuat Aska tertawa terbahak-bahak.“Jadi Abang bikin orang buat aku?”
Seketika Aska berhenti tertawa.Lalu Aska melihat wajah Maria yang kesal, “He em... Aku memang sengaja mengerjai kamu.”
“Abang jahat banget!”seru Maria yang membuang wajahnya ke sembarang arah.
“Kuberitahu lagi sebuah fakta yang sebenarnya.Aku di sini tinggal bersama ayah.Kalau ada yang datang itu pasti pengawal ayah dan Blue Dragon.Mereka membawakan beberapa bahan makanan,” jelas Aska.“Mereka adalah pria.Bukan perempuan.”
Maria menganggukan kepalanya.Ia paham dengan apa yang dibicarakan oleh Aska.Maria percaya apa yang dikatakan oleh Aska.
“Percayalah... kami adalah pria yang setia,” ucap Aska dengan jujur.
__ADS_1
“Setia itu setiap tikungan ada ya bang,” celetuk Maria yang tersenyum.
“Memangnya Eneng mau diduain ya?”tanya Aska yang mengambil ponselnya di kantong celana.
“Engga bang.Cinta Abang buat neng saja.Abang enggak boleh membagi cinta ke siapapun,” jawab Maria yang meminta Aska untuk setia.
“Ya... sek eneng” ucap Aska yang membaca pesan dari Adrian sambil tersenyum licik.“Masuk ke dalam perangkap ternyata.”
“Maksud Abang gimana?”tanya Maria.
“Nanti malam Abang pergi ke Milan.Abang ingin menemui seseorang di sana,” pinta Aska.
“Sama siapa bang?Saya baru saja datang.Kok Abang pergi sih?”tanya Maria yang sedikit kecewa.
“Tunggu beberapa hari lagi.Aku akan melakukan belah duren bersama kamu,” jawab Aska.
“Bukan masalah itu Abang.Abang pergi sama siapa?”tanya Maria.
Dengan berat hati Maria menganggukan kepalanya.Saya terpaksa melepaskan Aska agar bisa bebas terlebih dahulu.Namun Aska paham dengan apa yang dirasakan oleh sang istri.Ia langsung menarik tubuh mungil Maria sambil mengelus-elus punggungnya.
“Maafkan aku sayang.Aku harus melaksanakan tugas dari ayah untuk menjebak Jamaludin.Aku akan bergabung dengan mafia paling kejam di benua biru ini.Jika saya tidak bergerak cepat, Jamaludin akan merebut semuanya.Jika itu terjadi saya tidak bisa membayangkan, bagaimana nasib karyawannya kelak.Ia juga tahu selama Jamaludin konflik di Manager HRD, Jamaludin sudah memotong beberapa kebijakan kesejahteraan karyawan.Katanya ini sangat boros sekali.Namun uang yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membiayai kebijakan tersebut, malah dipakai sendiri.Makanya Aska sangat geram sekali.Ia tidak ingin Jamaludin maupun Jono yang mengambil perusahaan tersebut.
Setelah memasuki hutan belantara, Maria bergidik ngeri.Ia tidak menyangka kalau markas Blue Dragon itu sangat mengerikan.Ia membayangkan bagaimana jika tersesat di dalam hutan ini.Matanya memandang sekelilingnya.Setelah memandang sekelilingnya, Maria menatap wajah Sesama sambil berkata, “Tempatnya lebih menyeramkan seperti ini.Bagaimana kalau aku kabur ya?”
“Ngapain juga si Eneng kabur dari sini?”tanya Aska yang membuka pintu.
“Ya... Abang tahu sendiri.Kalau Eneng sering kabur jauh.Ujung-ujungnya belanja di pusat dunia,” jawab Maria.
“Nggak kabur dulu.Nanti kalau situasi sudah aman, Abang ajak neng keluar dari hutan ini.Kita bisa hidup normal lagi,” jelas Aska.
__ADS_1
“Benarkah itu bang?”tanya Maria.
“Kita hidup di sini hanya beberapa minggu ke depan.Jadinya kita tidak akan lama-lama di sini.Setelah urusan kami selesai, para wanita bisa keluar,” jelas Aska yang membuat Maria paham.“Apakah neng paham?”
“Ya... bang... neng paham.Neng sudah paham dengan penjelasan Abang,” jawab Maria sambil menganggukan kepalanya.
“Kalau neng sudah paham... ayo kita keluar dari sini!”ajak Aska yang keluar dari mobil.
Aska membetulkan sandi dari Maria.Saya tidak menyangka kalau tempat itu sangat mengerikan.Bagaimana bisa di sekelilingnya tidak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam hutan?Bagaimana ini jika ia mencuci baju?Entahlah...ia sangat bingung sekali.
Saat Maria keluar dari mobil, Aska langsung menggandeng tangan Maria.Ia mengajaknya masuk ke dalam.Namun sebelum masuk.Aska melihat tubuh para penjaga yang sangat kekar sekali.Bisa dibilang mereka memiliki tubuh yang besar darinya.Ia hanya menelan ludahnya dengan susah payah.Ia mengajak Maria masuk tanpa basa-basi.
Sebelum masuk ke sini Adrian sudah menyampaikan sesuatu.Kalau masuk ke dalam markas, jangan sapa orang-orang yang berjaga.Bisa dikatakan mereka sangat tidak ramah sekali.Terpaksa Aska memilih untuk diam.
Di dalam ruangan, Aska diterima oleh beberapa pelayan.Mereka menyerang badannya sambil menyapa kedatangan Aska sambil berteriak serempak, “Selamat datang Tuan Aska.”
Aska mulai menentang dingin dan menganggukan kepalanya.Ia menatap para pelayan sambil bertanya, “Di mana kamarku?”
“Mari tuan!Saya antarkan,” ucap salah satu pelayan.
“Baiklah,” balas Aska.
Salah satu pengawal tadi langsung mengisyaratkan di mana kamar Aska.Ia segera mengantarkan mereka ke sampai ke kamarnya.
Ketika berjalan suasana di markas tampak sepi.Namun banyak sekali penjaga yang berdiri menjaga di setiap sudut.Bisa dikatakan tempat ini sangat aman sekali bagi mereka.Jika ada penyusup sekalipun, Aska bisa memastikan dengan cepat tertangkapnya.Tak sengaja pelayan itu berhenti di depan pintu kamar.
“Ini kamar ada tuan,” jawab perlahan sambil membuka pintu kamar tersebut.“Silakan masuk ke dalam.Jika anda membutuhkan sesuatu.Kalian bisa memanggil kami.Di dalam sana ada HT dan juga petunjuk penggunaannya.Maka dari itu Anda bisa menghubungi kami melalui alat itu.”
“Baiklah,” balas Aska."Terima kasih."
__ADS_1
Pelayan itu tidak menjawab hanya mengulas senyum saja.Pelayan itu memutuskan untuk pergi dari sana.Kemudian Aska mengajak Maria masuk ke dalam, “Ayo masuk.”