Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Apakah Aska Food Akan Bangkrut?


__ADS_3

“Ya aku sudah menemukannya.”


Max terkejut apa yang telah ditemukan itu sambil membaca semuanya tentang Helena.


“Apa itu Max?”


Tanya Frank yang sangat penasaran sekali.


“Dia memiliki dua putra. Dia sangat menyayangi putranya itu. Jadi, apa yang harus kamu lakukan?”


Max berdoa agar Frank tidak melakukan hal-hal yang gila.


“Jika dia memiliki dua putra. Kita harus menyanderanya. Aku yakin Helena akan menangisi kedua putranya itu.”


Sahut Frank yang membuat Aska terkejut.


“Apakah kalian akan menyiksanya?”


Tanya Aska.


“Kami tidak menyiksanya. Kami hanya menyanderanya. Agar Helena datang kepadaku dan menceritakan semuanya. Kenapa dia menjadi kaki tangan Benjamin?” jawab Frank yang tidak ingin menyakiti anak kecil.


“Syukurlah. Aku sangka paman akan menyakiti anak kecil.”


Sahut Aska yang lega terhadap Frank.


“Di dalam kamus hatiku, Meskipun aku seorang mafia Aku tidak akan pernah menyakiti anak kecil. Karena anak kecil adalah anak yang tidak berdosa sama sekali. Kamu tahu kisah ayahmu bagaimana? Yang sudah dikecil sudah ditinggalkan oleh nenek kakekmu.”


Jelas Frank.


“Aku masih mengingatnya. Dan itu sangat menyakitkan sekali. semuanya itu gara-gara wanita ular.”


Aska masih mengingat cerita dari Adrian yang sangat menyedihkan itu.

__ADS_1


“Ayo kita berangkat saja. Aku yakin Helena akan terkejut dan ketakutan.”


Sementara di Aska Food, Helena mendapatkan surat dari seseorang. Ia membaca surat itu sambil tersenyum manis. Namun ia tidak menyadarinya. Kalau hari ini ada rapat pemegang saham secara diam-diam. Rapat ini sengaja dilaksanakan oleh Aska dan juga Frank. Melalui kaki tangannya, mereka sengaja melakukan pertemuan antar pemegang saham secara mendadak.


Sebelum itu, Frank mengetahui kalau Helena adalah musuh dalam selimut. Bahkan Helena sendiri sudah memiliki hubungan lebih dekat dengan Pak Gilang.


Namun, Frank tidak menyadari akan hal itu. Ia berpacaran dengan Helena tanpa bermaksud untuk mencurigai. Setelah mengetahui siapa Helena itu? Frank semakin membencinya.


Lalu bagaimana kronologi putusnya Frank dengan Helena? Hal ini disebabkan oleh Helena berselingkuh dengan orang lain. Frank mendapatkan informasi itu dari mata-matanya. Dua bulan sebelum putus, Frank merasakan Helena berubah sangat drastis sekali. Padahal mereka sudah berkomitmen untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.


Menyesal, sungguh menyesal. Bukan berarti Frank sakit hati karena putus cinta. Itu tidak. Hal ini dikarenakan Frank benar-benar tertipu olehnya. Ditambah lagi kabar dari Benjamin. Sungguh dirinya sangat menyesal memacari Helena.


Sesampainya di lobi, mereka tidak disambut oleh siapa-siapa. Aska sendiri memintanya agar tidak ada penyambutan spesial. Aska ke sini hanya untuk memeriksa pekerjaan Helena dan juga lainnya. Di saat berjalan menuju ke aula rapat, Aska merasakan ada sesuatu yang aneh dalam perusahaan ini. Jujur sudah hampir empat bulan Aska meninggalkannya. Aska mencium aroma yang tidak sedap dari beberapa orang yang sudah dikantonginya itu.


Mata tajam seperti elang yang dimiliki oleh Frank maupun Aska membuat semua orang ketakutan. Dahulu masuk di sini, Aska sering dimaki-maki oleh para karyawan di sana. Katanya, Aska cocok menjadi tukang kuli angkat-angkat barang. Memang dulu Aska sering melakukannya. Namun dirinya Tidak malu sama sekali. Justru itu ia menjadi sangat bahagia sekali. Ia banyak mengenal orang dengan karakter yang unik. Selain itu juga Aska bisa merasakan kesusahan orang kecil.


“Sepertinya ada yang tidak beres di sini paman.”


“Ya aku tahu itu. Aku sudah menerjunkan Dylan dan Robert di sini. Mereka sudah menyusun beberapa orang yang melakukan kegiatan di luar nalar kita.”


Jawab Frank sambil bisik-bisik.


Untung saja saat itu para karyawan pergi makan siang. Bisa dikatakan kedatangan mereka itu tidak diketahui oleh siapapun. Jadi mereka berdua bisa jalan dengan nyaman.


Ketika sampai di aula, Aska melihat beberapa orang yang sudah datang. Mereka adalah para pemegang saham. Tidak sengaja Aska menganalisis keadaan mereka. Namun Frank menepuk bahunya Aska dan berkata, “Tenang saja. Mereka adalah kaki tangan ayahmu dalam dunia bisnis. Di perusahaan ini yang memegang saham itu hanya aku, kamu dan ayahmu. Saham itu memang sengaja diberikan oleh tiga orang. Jujur ibumu adalah orang yang tidak percaya pada orang luar. Dengan terpaksa ibumu menjualnya ke aku, ayahmu dan diberikan kepada kamu sebesar empat puluh delapan persen.”


Jelas Frank.


“Bagaimana kalian bisa membeli saham itu? Apakah kalian memiliki identitas lain?”


Tanya Aska yang mulai curiga kepada Frank.


“Semuanya itu mudah bagiku. Kamu tahu kan Agard Group adalah perusahaan terbesar nomor satu sebelum Wicaksono Group. Aku bisa membeli apapun tanpa harus memakai identitas asli. Aku keluar ke mana pun tanpa harus memakai identitas asli. Karena aku sendiri adalah seseorang yang mampu menjaga privasi. Aku sangat kesal ketika privasiku di otak-atik oleh orang lain. Lebih baik aku keluar tanpa embel-embel nama Frank.”

__ADS_1


Jelas Frank.


“Ya aku tahu itu. Aku tidak menyangka kalau Paman adalah orang terkaya nomor satu di dunia. Ternyata garis keturunanku adalah orang-orang tajir dan terkenal di dunia ini. Dan aku sendiri adalah orang biasa. Yang di mana aku dulu adalah tukang buah.”


Jelas Aska yang menjadi pengingat Masa lalu itu.


“Apa yang kamu lakukan itu berguna buat seluruh manusia? Kamu menjadi petani buah. Lalu kamu minder sebagai tukang buah? Janganlah kamu ngomong gitu. Nggak bagus juga buat kamu. Kalau Paman nggak bekerja, Paman memilih berkebun saja. Ketimbang paman kelayapan yang gak jelas. Coba tanyakan saja pada mereka berdua? Meskipun kaki tangannya Adrian, dia adalah manajer keuangan di Agard Group. Satu lagi adalah seorang humas di perusahaan Wicaksono Group. Mereka adalah muridku ketika kuliah.”


Frank menunjuk kedua orang itu yang sedang mempelajari semua materinya.


Sebelum berangkat, Adrian meminta mereka untuk mempelajari berkas-berkas tersebut. Jujur Adrian tidak bisa hadir dalam rapat penting ini. Jadi bisa dikatakan, merekalah yang akan menjadi penggantinya untuk sementara waktu.


15 menit berlalu. Mereka akhirnya berdiskusi. Keempat orang itu sedang menganalisis seluruh kepala bagian dan ceo-nya. Dalam diskusi santai, mereka berempat menemukan banyak kejanggalan. Mereka tidak bisa tinggal diam. Banyak peraturan-peraturan perusahaan yang sudah diubah oleh Helena.


Diam-diam perusahaan menjadi sangat kacau sekali. Bisa dikatakan ini lebih parah daripada yang kemarin.


“Tuan Frank. Jujur selama aku menjadi kaki tangannya Tuhan Adrian di dunia bisnis ini. Perusahaan ini sangat parah sekali. Kalau begini caranya perusahaan ini bisa bangkrut.”


Ucap Hans kepada Frank.


“Apakah banyak yang korupsi?”


Tanya Aska yang mulai curiga.


“Ya... Mereka korupsi habis-habisan. Di zamannya Ibu Christina, korupsi tidak sebesar ini. Bahkan Ibu Christina langsung menindaklanjuti dan menghabiskan korupsi itu seakar-akarnya.”


Jelas Hans kepada Frank dan Aska.


“Apakah perusahaan ini bisa bangkrut?”


Tanya Aska.


 

__ADS_1


__ADS_2