Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Meminta Izin Menyelidiki Julia.


__ADS_3

"Dia siapa?" tanya Aska kepada Maria.


"Dia adalah saudaraku. Wanita inilah yang membuat keluargaku hancur seperti ini.Hingga Aku kehilangan kedua adikku karena berenang di kali dan dibiarkan tenggelam begitu saja. Sampai saat ini aku masih dendam sama itu orang," jawab Maria dengan jujur yang merasakan hatinya sakit karena Ambar telah menuduhnya yang tidak tidak.


"Yang dikatakan Maria itu benar. Aku tidak menyangka kalau Ambar selalu membuat kegaduhan dengan kami. Kami selalu berbuat baik kepada Ambar. Namun nyatanya Ambar selalu membuat masalah," jelas Bu Tanti. 


Christina menatap wajah Aska seperti ragu akan menikahi Maria. Lalu wanita paruh baya itu pun segera menarik tangan Aska keluar, "Ayo ikut ibu sekarang juga."


Kemudian Aska mengikuti Christina keluar. Sesampainya di luar Azka menatap wajah sang Ibu sambil bertanya, "Ada apa Bu?" 


"Apakah kamu ragu menikahi Maria hanya karena gosip murahan seperti itu?" tanya Christina yang menatap wajah Aska.


"Aku bingung Bu," jawab Aska dengan tegas.


"Kenapa kamu bingung dengan keputusanmu itu?" tanya Christina


"Jujur aku benar-benar bingung," jawab Aska yang tidak bisa menjawab.


"Baiklah ibu akan ceritakan bagaimana keseharian Maria. Maria adalah wanita yang sangat baik sekali. Maria tidak pernah mengecewakan keluarganya dan sangat patuh kepada orang tuanya. Selain itu juga aku sudah menganggapnya sebagai putriku sendiri. Di sisi lain Maria sering membantuku untuk mengatasi depresi Ibu ketika kehilangan kamu. Jujur saja kalau tidak ada Maria kemungkinan besar Ibu sudah bunuh diri. Yang dikatakan Ambar itu salah besar. Hampir setiap hari Maria menemaniku di penthouse. Maria tidak pernah pergi ke klub sama sekali. Ia lebih memilih untuk tidur ketimbang ke klub malam. Jangan pernah ragu atas keputusanmu itu sendiri," jelas Christina.

__ADS_1


"Baiklah Ma…aku setuju atas keputusan itu. Akan aku angkat Maria sebagai istriku sendiri. Aku tidak memperdulikan masa lalunya," ucap Aska yang sudah tidak ragu lagi meminang Maria untuk menjadi istrinya.


"Kalau begitu lakukanlah. Jangan kecewakan Bu Tanti dan Pak Budi. Mereka adalah keluarga yang baik-baik. Meskipun hidup mereka di bawah kita. Mereka juga tidak silau dengan kekayaan kita. Itulah kenapa Ibu ingin menjadikan Maria sebagai salah satu anggota keluarga ini. Ibu harap kamu tidak akan mengecewakan harapan mereka," pinta Christina sambil memegang tangan Aska. "Jika Ambar memberikan bukti, ibu akan memberikan sebuah bukti yang di mana Maria bersama ibu selama dua puluh empat jam."


"Kalau ibu merestui aku menikahi Maria. Aku akan menikahinya. Jika Ibu tidak merestuinya. Maka aku tidak akan menikahinya. Aku hanya meminta restumu untuk kebahagiaan kami," pinta Aska dengan lembut.


"Pokoknya kamu jangan dengerin Ambar. Kamu harus percaya Ibu. Karena ibu sering bersama Maria meskipun tengah malam," ujar Christina yang meminta Aska percaya kepadanya.


Akhirnya Aska menganggukkan kepalanya dan percaya kepada Maria. Lalu Maria tersenyum sambil memukul pundak Sang putra. Jujur ia sangat menyayangi Maria dan juga Aska. Christina juga menambahkan kalau Maria ikut dengan kaki tangannya mencari keberadaan Aska. Sungguh terharu Aska saat ini. Ternyata selama ini Aska banyak yang mencarinya.


Lalu mereka masuk dan memulai acara seserahan walaupun itu sederhana. Aska tidak mempersiapkan semuanya. Tapi kedua orang tuanya sendiri yang mempersiapkan. Sungguh terharu saat acara berlangsung. Di samping itu juga Aska menerima bekas gurunya itu sebagai mertuanya.


Sebelum mereka pulang, Aska meminta Romeo untuk mencari informasi tentang Ambar. Romeo menganggukkan kepalanya dan mulai bekerja malam ini juga. Romeo tahu kalau hati Aska sedikit hancur. Ia berharap kalau Aska bisa pulih kembali. Yang dikatakan Ambar itu tidak benar. Sebab Romeo sendiri sudah mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Maria.


Pagi yang cerah di kediaman keluarga Wicaksono. Aska sudah bangun terlebih dahulu. Dirinya akan bekerja pagi ini juga. Aska ingin mengeluarkan surat pemecatan untuk Sony. Ia sudah meminta kepada Romeo untuk membuatkan surat itu. Setelah semuanya sudah rapi, Aska memutuskan untuk ke bawah dan mencari keberadaan Christina.  


Tiba-tiba saja Christina sedang menatap layar ponselnya. Lalu Aska mendekatinya dan menyapa sang ibu, "Selamat pagi Bu."


Sekali dua kali Christina tidak menanggapinya. Matanya kosong dan masih terdiam. Dengan cepat Aska meraih ponsel Christina sambil berkata, "Sudahlah… jangan melamun seperti itu. Nanti Aska cium bagaimana?" 

__ADS_1


Seketika Christina tersadar dan menatap wajah sang putra sangat ceria. Wanita paruh baya itu pun menghembuskan nafasnya secara kasar. Entah kenapa Consina memandang wajah Aska sambil menjawab, "Kamu tahu pagi-pagi ini Ibu mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku nenek kamu Julia."


"Maksud ibu apa ya?" tanya Aska yang tidak mengerti apa maksudnya.


"Sebelum kamu turun, Ibu mendengar ponsel berdering. Otomatis ibu mengangkatnya. Ibu lihat nomornya itu adalah nomor Prancis. Ibu sih say hello ternyata orang itu bertanya tentang aku. Apakah kamu adalah Christina?" jawab Christina. 


"Orang-orang yang mengaku nenek Julia? Sepertinya firasatku tidak enak. Lalu yang bersama kakak Damian itu siapa ya?" tanya Aska balik yang membuat Christina semakin bingung.


"Ibu juga nggak tahu siapa aslinya orang itu," jawab Christina dengan jujur. 


"Ini sangat aneh sekali. Mana mungkin nenek Julia ada dua. Kalau dua itu tidak mungkin. Izinkanlah aku menyelidiki nenek Julia. Sepertinya aku mencurigai tentang konspirasi dalam keluarga kita sendiri," jelas Aska yang semakin bingung dengan keluarganya itu. 


Christina hanya mengangguk dan tidak menjawab apapun. Sungguh pagi-pagi ini Christina sangat bingung dan syok tepatnya. Kenapa tiba-tiba saja ada seseorang wanita yang mengaku-ngaku sebagai Julia? Bahkan suaranya sangat lembut sekali. 


Di sinilah Christina sudah tidak sanggup berkata. Dengan terpaksa Christina mengijinkan Aska untuk mencari info tentang Julia. Apakah wanita di telepon itu adalah Julia ibunya? Atau Julia yang berada di samping Damian itu. 


Perasaan Christina sangat peka sekali ketika bertemu dengan Julia. Semenjak SMA Kristina mengetahui kalau Julia tidak pernah selembut seperti masa kecilnya dahulu. Setelah SMA Christina memutuskan untuk keluar dari rumah dan sekolah di Harvard. Hari inilah Christina baru menyadari, kalau yang dimaksud dengan Julia yang berada di samping papanya itu tidak pernah menghubungi sama sekali. Padahal Julia yang asli sering menghubungi walau jaraknya sangat dekat sekali.


"Aska," panggil Christina.

__ADS_1


"Kamu ada waktu nggak buat ibu?" tanya Christina yang mulai hatinya tidak enak sama sekali.


__ADS_2