Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Bertemu Minah.


__ADS_3

"Kamu sangat berani sekali bertemu dengan Jamaludin dan mengancamnya. Rasanya kamu sangat cocok menjadi seorang pemimpin yang tegas dan wibawa. Sudah seharusnya kamu menjadi sang pemimpin. Ayah akan menggembleng mentalmu secara bertahap. Agar kamu kuat dan tidak mudah diinjak-injak oleh orang lain," jawab Adrian.


Luke langsung menyalakan mobil dan mengajarkan gasnya. Mereka segera kembali ke markas Black Knight. Dalam perjalanan Aska menghubungi seseorang untuk mengikuti Jamaludin.


Hanya beberapa menit saja mereka sampai di tempat. Mereka langsung masuk ke dalam markas itu. Di sana mereka bertemu dengan kakek Lione.


"Bagaimana pertemuanmu dengan Jamaludin?" tanya kakek Lione.


"Aska sudah mengancamnya," jawab Adrian.


"Jujur... Anak muda ini sangat berani sekali. Melawan seorang mafia yang terkenal kejam dan bengis di Prancis. Cepat atau lambat Jamaludin akan mencari bala bantuan untuk membunuhmu," ucap kakek Lione.


"Cih... Pakai bunuh-bunuhan segala. Aku tidak pernah takut! Sedari dulu aku sudah muak mendengarkan ancamannya itu. Sekarang aku harus melawannya. Wicaksono Group akan berada di tangan kakek Damian. Dan Jamaludin tidak akan berani mengganggu keluarga Wicaksono lagi," jelas Aska.


"Bagus. Tunjukkan keberanianmu. Sudah saatnya kamu bangkit dari keterpurukanmu. Kamu harus melawan Jamaludin. Jika tidak melawannya, kamu yang akan menjadi bulan-bulanannya Jamaluddin. Pergilah istirahat!" titah kakek Lione.


Aska langsung meninggalkan ruangan itu. Ia sungguh lelah dan capek menghadapi Jamaludin. Namun otaknya berpikir keras. Bagaimana caranya ia melawan Jamaludin tanpa menyerah?


Sementara di ruangan itu Adrian dan Luke belum beranjak. Kakek Lione menyuruh mereka tetap di sini. Mereka hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Apa rencanamu Adrian?" tanya kakek Lione.


"Rencanaku... Meresmikan Aska sebagai ahli waris sesungguhnya. Aku akan menghubungi pengacara yang sudah ditunjuk oleh kakakku," jawab Adrian.


"Baguslah. Segera laksanakan peresmian itu. Kamu jangan khawatir dengan Jalaludin," perintah kakek Lione.


"Aku tidak terlalu khawatir kek. Masalah besar adalah Jamaluddin telah menjadikan sang putra sebagai senjata utamanya. Kakek tahu kan kalau Jono itu mengalami keterbelakangan mental," ucap Adrian.


Beberapa saat kemudian Aska masuk ke dalam. Ia memiliki ide.yang di mana ide itu akan berguna buat bersama.

__ADS_1


"Kamu belum tidur?" tanya Adrian.


"Bagaimana aku bisa tidur? Jika kalian membicarakan Jamaludin di belakangku," protes Aska.


Kakek Lione menahan tawanya melihat Aska sedang protes. Jujur sang kakek sedang memancing Aska. Namun hal itu tidak dapat dilakukannya.


"Kamu benar. Sebenarnya aku hanya ingin memancing kamu pergi dari sini. Ternyata kamu sudah pergi dari sini. Kamu sangat menurut sekali menjadi orang. Kamu nggak boleh menuruti kemauan orang. Sudah seharusnya kamu mulai membantah perkataan orang. Itulah bos sesungguhnya. Jika menurutinya kamu bisa diperdaya oleh mereka. Jadi kamu harus memiliki mental kuat seperti baja," saran kakek Lione kepada Aska.


"Baik kek," ucap Aska yang menghempaskan bokongnya di sofa single.


"Kapan kalian berencana pulang?" tanya kakek Lione.


"Besok pagi kami akan pulang dan menemui pengacara," jawab Adrian.


"Syukurlah... Semuanya harus menjadi legal dan terpercaya. Jika surat itu sudah berada di negara. Maka ada resmi menjadi ahli waris. Jika kalian tidak menemui pengacara. Jamaludin ragu dengan surat itu. Dia akan membuat surat itu seperti aspal," saran kakek Lione.


Mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju. Mereka akan melanjutkan rencana kedua. Di sisi lain Aska masih bertanya-tanya dalam hati. Apakah Jamaludin akan memakai zona sebagai senjata andalannya?


"Menurut peraturan hukum setempat. Jamaludin tidak berhak mengajukan Jono sebagai ahli waris. Dia memiliki keterbelakangan mental cukup parah. Takutnya jika Jono meeting dengan klien besar. Penyakit Jono akan kambuh secara tiba-tiba. Belum lagi bekerja di bawah tekanan. Bagi orang normal seorang CEO itu hidupnya terlalu susah. Otaknya diperas bagaimana memajukan perusahaan tersebut. Belum lagi banyak karyawan yang protes. Jika semuanya itu terjadi, mental Jono semakin tidak waras. Itulah bulunya Jamaludin sebagai seorang papa. Bagaimana bisa mengajukan sang anak untuk menjadi ahli waris," jawab kakek Lione sambil menjelaskan Bagaimana kehidupan Jonas sebenarnya.


"Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak akan mungkin memilih untuk membunuh Jono," tanya Aska. "Apakah aku harus memancingnya? Agar penyakitnya kambuh dan merusak semua properti, waktu pertemuan tersebut."


"Jika semuanya orang tahu. Pasti Jamaludin menahan malu jika anaknya kambuh seperti itu. Jadi itu terserah kalian," jawab kakek Lione.


"Bisakah aku menemui Minah?" tanya Aska.


"Silakan temui saja," jawab kakek Lione sambil menyuruh Aska bertemu dengan Minah. "Luke, panggil Minah ke sini!"


Luke akhirnya berdiri dan meninggalkan ruangan itu. Ia menuju ke lantai atas untuk mencari keberadaan Minah. Sesampainya di sana pria super dingin itu melihat Minah sedang duduk. Ia segera mendekatinya sambil menyapanya, "Minah."

__ADS_1


Minah yang sedang menikmati teh hijau terkejut. Wanita paruh baya itu menoleh dan melihat keberadaan Luke. Ia menaruh cangkir itu di meja.


"Hai tuan Luke," sapa Minah dengan ramah sambil tersenyum manis.


"Kamu memanggilku apa?" tanya Luke.


"Aku memanggilmu karena kamu adalah seorang kepolisian berasal dari Perancis," jawab Minah.


"Jangan memanggilku tuan. Aku ingin kamu bersikap biasa saja seperti dahulu. Oh ya... Tuan muda Aska ingin menemuimu," ucap Luke yang membuat Minah tersenyum.


"Baiklah. Aku akan menemuinya dan meminta maaf. Aku tidak akan menyakitinya lagi," ujar Minah yang tujuan utamanya adalah meminta maaf.


Luke mengganggukan kepalanya sambil mengeluarkan tangan kekarnya itu. Lalu Minah berdiri dan menggenggam tangan kekar Luke. Kemudian mereka turun ke bawah dan menemui Aska.


Sepanjang perjalanan Minah sangat ketakutan sekali. Jujur selama ini dirinya telah menyakiti Aska berkali-kali. Seharusnya Minah tidak melakukannya. Akan tetapi dirinya terpaksa melakukannya.


Sesampainya di ruangan itu, Minah masuk ke dalam dan melihat Aska. Minah langsung menyapa Aska dengan wajah tertunduk lesu.


"Tuan muda Aska," panggil Minah.


Sedangkan Aska yang sedang berbalas pesan mengangkat wajahnya. Ia sangat terkejut sekali dengan wanita di depannya itu. Tubuhnya mulai berubah dan wajahnya semakin cantik. Ia bingung harus berkata apa?


Ya... Minah sekarang sudah banyak berubah. Semenjak di sini Luke menghubungi dokter kesehatan. Yang di mana dokter itu merawat Minah hingga tubuhnya kembali sempurna. Wajahnya juga mulai bersinar seperti dulu. Rambutnya yang kucel berubah menjadi lurus kembali. Aska sangat tertegun melihat penampilan Minah.


"Apakah kamu Ibu Minah yang dulu pernah membuat hidupku berantakan?" Tanya Aska yang tidak percaya dengan penampilan Minah sekarang.


"Ya... Aku adalah Minah yang telah menyakiti hatimu," jawab Minah dengan jujur.


"Ceritakanlah apa yang terjadi denganmu!" Titah Aska sambil mengeluarkan hawa dinginnya.

__ADS_1


Ketika hawa dingin itu keluar, tiba-tiba saja ruangan di sana menjadi dingin. Tidak ada hawa hangat yang berada di sana. Kakek Lione menyuruh Adrian dan Luke untuk keluar dari ruangan itu. Mereka paham dan memberikan ruang untuk Aska berbicara.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Minah.


__ADS_2