Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Cemburu.


__ADS_3

"Baiklah," balas Bu Tanti sambil dipapah oleh Aska.


Aska membantu Bu Tanti duduk di sofa. Selesai membantu Bu Tanti, Aska duduk di samping Bu Tanti. Aska sangat menghormati Bu Tanti dan sangat menyayanginya.


"Ada apa?" tanya Bu Tanti.


"Setelah aku menikah, aku akan membawa Maria ke rumahku. Aku harap Ibu tidak keberatan dengan keputusanku ini," jawab Aska sambil meminta izin membawa Maria ke dalam istananya.


"Bawalah. Ibu ingin berpesan satu saja. Sayangilah dia cintailah dia. Jika kamu sudah bosan janganlah dipukul. Kembalikan Maria kepadaku dengan utuh," pesan Bu Tanti.


"Baik bu. Aku berusaha menjadi seorang pria bertanggung jawab terhadap istri dan anak-anakku," ucap Aska.


"Diberkahilah hidupmu nak," balas Bu Tanti sambil tersenyum manis.


Romeo dan Maria segera mengambil kardus yang berisikan undangan tersebut. Kemudian mereka menaruhnya di depan Aska. Lalu Aska menatap undangan itu sambil berkata, "Ambilah surat undangan yang belum ada namanya. Setelah itu berikan semuanya kepada pengawal untuk dibagikan ke alamat yang dituju."


"Okelah," balas Romeo.


Setelah itu Romeo mengambil beberapa undangan yang tidak ada namanya. Romeo memberikan undangan tersebut ke Aska. Aska langsung menerimanya dan mengambil pulpen di kantong bajunya. Lalu Aska menulis beberapa nama untuk orang-orang terdekat yang berada di kampung.


"Untuk siapa lagi?" tanya Bu Tanti.


"Untuk orang-orang yang berada di kampung yang sudah aku kenal. Jika aku mengundang semuanya," jawab Aska.


"Boleh aja. Tapi ini mendadak. Harusnya kamu bilang seminggu sebelumnya," sahut Maria.


"Kalau begitu berapa orang saja yang aku undang. Pengennya sih sama orang agar merasakan kebahagiaanku," ungkap Aska yang agak kecewa tidak bisa mengundang banyak orang.


"Saran ibu sih. Setelah kalian menikah lebih baik memesan nasi box dan dibagi-bagikan ke seluruh warga desa di sana," usul Bu Tanti.


"Yang dikatakan Ibu ganti benar. Beberapa hari setelah menikah aku akan mengkoordinir catering di perusahaan untuk membuat makanan dan dibagi-bagikan ke masyarakat di sana. Kamu tenang saja nggak usah terlalu dipikirin soal itu. Berikan saja tugas ini kepadaku," tambah Romeo.

__ADS_1


"Baiklah," balas Aska.


Selesai mengurusi undangan mereka berangkat ke kampung. Di dalam perjalanan Aska berharap orang yang diundangnya datang ke pernikahannya. Memang ini sangat mendadak sekali dan membuat mereka akan terkejut.


"Aku harap kamu nggak keberatan soal ini," ucap Maria.


"Aku nggak pernah keberatan soal ini. Yang namanya takdir dijalankan saja. Nggak perlu malu dengan nasib kita selanjutnya. Cepat atau lambat pasti ada serangan demi serangan untuk menghancurkanku. Kamu harus bisa baru menghadapi cobaan ini. Kamu harus bisa menjaga diri agar tidak termakan oleh hoax. Orang-orang itu nantinya akan membuat rumah tetangga kita gonjang-ganjing. Ditambah lagi seluruh orang ingin merebut kursi CEO agar bisa ditempati oleh mereka," pesan Aska kepada Maria.


"Yang dikatakan Aska benar Maria. Jika orang sudah naik di atas sebagai CEO. Pasti ada saja yang ingin menghancurkannya. Aku harap kamu paham soal ini. Mereka juga ingin menghancurkan Aska food," jelas Romeo.


"Aku harus bagaimana sebagai istrimu?" tanya Maria.


"Permintaanku hanya sederhana saja. Doakan aku agar bisa melewati seluruh masalah ini. Aku juga akan berusaha melindungi kamu dan anak-anak kita," jawab Aska yang membuat Romeo terenyuh.


"Baiklah," balas Maria.


Aska Food Internasional.


"Semuanya sudah siap dan mereka pergi ke kampung untuk membagikan undangan ke Pak Broto," jawab Christina.


"Syukurlah Aska masih mengingatnya. Semoga saja mereka mau datang ke pernikahan kita," ucap Adrian.


"Mereka akan terkejut dengan pernyataan Aska yang diam-diam menikah tanpa berpacaran sedikitpun. Memang ini sangat sulit bagi mereka," celetuk Christina.


"Kamu tahu kenapa Putraku tidak mau berpacaran?" tanya Adrian.


"Ya aku tahu itu. Putrakumemang bikin pernah dikecewakan oleh seorang wanita. Wanita itu hanya meminta berlian dan tidak mencintainya. Ketika belum punya apa-apa wanita itu meminta dibelikan ini itu ini itu. Jika tidak wanita itu akan memakinya seperti hewan. Nggak pernah terpikirkan olehku soal itu. Kenapa juga Putraku menjadi sasaran oleh wanita tersebut," jawab Christina.


"Biarkanlah saja. Wanita itu belum tahu siapa Aska sebenarnya. Jika tahu wanita itu akan menyesali perbuatannya.aku juga tidak akan menerima wanita itu untuk menjadi menantuku," ujar Adrian secara blak-blakan.


Karawang Indonesia.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Pak Broto, Romeo mematikan mobilnya di samping mobil Pak Ahmad. Di sana mereka keluar dan melihat beberapa orang sedang berlalu lalang. Rasanya Aska sangat bahagia sekali. Ditambah lagi Aska memegang tangan Maria dan mengajaknya masuk.


"Sepertinya aku pernah ke sini?" tanya Maria sambil mengingat kejadian di masa lalunya.


"Kapan itu?" tanya Aska balik.


"Ketika aku SMP. SD SMP aku berada di sini. SMA aku memilih di Jakarta untuk hidup mandiri. Setelah itu aku kuliah jurusan bisnis dan manajemen selama lima tahun. Bisa dikatakan waktuku habis dengan bersekolah," jawab Maria dengan jujur.


"Bagus itu. Aku sangat menyukai perempuan yang berpendidikan," puji Aska.


"Aku juga tidak menyangka bisa bekerja di Aska Food Internasional. Memang terbilang baru di Indonesia. Tapi perusahaan itu sudah berdiri kokoh di Paris. Makanannya sangat enak sekali dan aku menyukainya," puji Maria.


Aska terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Selama ini Aska tidak tahu kalau Aska Food adalah miliknya. Aska menanggapi ucapan Maria dengan senyum simpulnya. Akan tetapi hatinya sangat bahagia dan bersorak kegirangan.


"Kalau begitu ayo kita masuk. Aku ingin kamu bertemu dengan Pak Broto dan Bu Siti. Merekalah yang merawatku selama ini," pinta Aska kepada Maria.


Maria tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya saja. Saat mereka masuk ada seorang gadis manis menatap wajah Aska dan memeluknya. Gadis itu menangis tersedu-sedu karena tidak mau ditinggalkan oleh Aska.


Maria tidak sengaja melihat calon suaminya dipeluk oleh gadis itu. Ada perasaan kecewa namun Maria harus menahannya terlebih dahulu. Setelah kejadian ini Maria meminta penjelasan kepada Aska.


Romeo yang tidak sengaja melihat adegan itu langsung menarik tangan Maria dan masuk ke dalam. Di sana Romeo menjelaskan tentang gadis itu.


"Aku harap kamu nggak marah sama Aska," ucap Romeo.


"Dia siapa? Kok bisa-bisanya gadis itu memeluk Aska di depanku?" tanya Maria dengan nada datarnya.


"Dia namanya Mala. Semenjak kecil malas selalu bermain dengan Aska. Bisa dikatakan Aska menganggap Mala adalah adiknya. Di balik itu semua atau sengaja menghiburnya agar tidak drop. Jika kamu ingin tahu tentang Mala tanyakan saja pada Aska. Aska pasti cerita soal itu," jawab Romeo.


"Oke aku tidak akan marah sama sekali," ucap Maria.


"Hatimu sakit ya?" tanya Romeo.

__ADS_1


"Wanita mana yang melihat calon istrinya dipeluk seperti itu?" tanya Maria balik.


__ADS_2