Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Janggal.


__ADS_3

Seketika Aska keluar dari toilet dengan memakai handbook. Ia mendekati Maria sambil duduk di tepi ranjang.


"Izinkanlah aku menengok adik bayiku" rayu Aska sambil memegang tangan Maria.


Maria memilih terdiam dan menatap Aska. Ia tersenyum manis dan menganggukan kepalanya. Namun, sebelum melakukan hubungan lebih jauh lagi, ponsel Aska berdering.


"Maafkan aku," ucap Aska yang berdiri dan meninggalkan Maria hanya mengambil ponsel.


Aska mulai mendekati nakas lalu meraih ponselnya. Ia melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Ia mengerutkan keningnya sambil berkata, "Fabian."


"Fabian?" tanya Maria. "Ada apa? Bukannya dia adalah dokter gizi di Aska Food?"


"Iya itu benar," jawab Aska yang mengangkat ponselnya sambil menatap wajah Maria. "Halo"


"Halo," sapa Fabian yang berada di seberang sana.


"Lagi apa bro?" tanya Aska yang menghempaskan bokongnya di samping Maria.


"Enggak lagi apa-apa," jawab Fabian. "bisa enggak kita bertemu malam ini?".


"Gimana ya?" tanya Aska pada Maria.


"Ada apa?" tanya Maria balik.


"Fabian ingin bertemu denganku malam ini," jawab Aska yang takut pada Maria.


"Nggak apa-apa. Kita akan menemui Fabian sekarang," jawab Maria yang memberikan izin kepada Aska.


Aska menganggukan kepalanya. Ia berbicara lagi kepada Maria. Ia meminta Fabian untuk menemuinya sejam lagi. Fabian setuju dan mulai bersiap meluncur ke tempat yang akan dijadikan pertemuan.


"Maafkan aku," ucap Aska kepada Maria.


"Tidak apa-apa. AKu tidak marah sama kamu," jawab Maria. "Lebih baik kita temui Fabian terlebih dahulu. Siapa tahu ada yang penting dari Fabian."


"Kamu benar. Kamu tahu kalau orang tua Fabian sampai sekarang belum ketemu?" tanya Aska.


"Apakah itu benar?"


"Ya... itu benar. Apakah kamu tidak melihat warna kulitnya seperti bule?"


"Aku enggak tahu itu. Tapi dilihat dari telapak tangannya, aku perhatikan warnanya agak kemerahan."


"Dia memiliki warna kulit tubuh khas Eropa. Ia asli orang Eropa."


Apa?'


"Iya itu benar."

__ADS_1


"Jadi selama ini?"


"Bisa dikatakan dia bukan orang Indonesia. Aku memang sedari dulu sudah mengenalnya. Memang bentuk tubuhnya seperti ruang Eropa."


"Kok hidupnya seperti kamu sih?"


"Aku enggak tahu. Tapi katanya sih dia disini dirawat oleh Bu Indah dan Pak Gugun."


"Kok aku merasa ada yang janggal?"


"Ya... kamu benar. Aku merasa ada yang janggal dengan Fabian. Setahuku Bu Indah itu asli Karawang."


"Apakah dia adalah korban penculikan?"


"Bisa jadi,. Siapa yang melakukannya?"


"Aku enggak tahu itu. Ya udah pakai baju sana. Kita akan pulang sekarang juga."


Aska segera memakai bajunya dan langsung mengajak Maria keluar namun Aska tidak check out. Melainkan kamar ini adalah kamar priadinya,. Namun sebelum keluar, Aska meminta manager hotel tersebut tidak membereskan kamarnya. Ia akan kembali setelah urusannya bersama Fabian selesai.


Saat berada di dalam mobil, Maria bertanya-tanya, kenapa kamar itu tidak boleh dibersihkan? Aska menjelaskan kalau kamar itu adalah kamar pribadinya. Ia juga mengizinkan Maria datang ke kamar itu kapanpun.


Sedangkan Fabian, Fabian yang menuju ke perjalanan hatinya sangat gelisah sekali. Ia tidak mengerti apa yang dilakukannya sekarang.


Entah kenapa dirinya merasa ada yang mencarinya. Ia sangat terusik sekali. Terkadang juga ia merasakan ada yang memanggilnya. Tapi ia tidak tahu suara siapa itu?


Mereka langsung mereservasi tempat yang berada di taman. Aska memang ingin membuat suasana menjadi terbuka.


"Kak Maria," panggil Fabian yang baru saja duduk.


"Ada apa?" tanya Maria yang memperhatikan wajah Fabian yang bukan asli dari Indonesia.


Maria semakin meneliti wajah Maria. Ia merasa kalau Fabian ini sangat mirip sekali dengan seseorang. Ia lalu menatap wajah Aska sambil memberikan sebuah kode. Aska paham apa yang dimaksud oleh Maria. Ia mendekatkan dirinya sambil bertanya, "Ada apa?"


"Ada yang ingin aku katakan," jawab Maria.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Aska yang sangat penasaran sekali dengan Maria.


"Dia sangat mirip sekali dengan Paman Luke,' jawab Maria.


Aska sangat terkejut. Ia lalu mengerutkan keningnya. Ia menatap wajah Fabian secara intens dan terkejut. Ia membenarkan apa yang dikatakan oleh Maria.


"Kamu benar. Ia sangat mirip sekali dengan Paman Luke," ucap Aska.


Sedari tadi pasangan suami istri itu hanya berbisik-bisik. Ia ingin tahu apa yang dibicarakannya. Akan tetapi ia sangat sungkan kepada mereka. Bisa saja yang mereka bicarakan adalah hal bersifat pribadi.


"Kamu merasa ada yang janggal dengan wajahmu itu?" tanya Aska.

__ADS_1


"Nah itu dia," jawab Fabian.


"Apa yang janggal?" tanya Maria.


"Wajahku ini sangat tampan sekali," jawab Fabian yang membuat Maria kesal.


Plakkkkkk!


Tangan mungil Maria langsung mendarat tepat di pundak Fabian. Lalu Fabian dan Aska malah tertawa melihat Maria yang kesal. Jujur, sedari dulu Fabian suka sekali menggoda Maria.


"Dari dulu kakak tidak pernah berubah sama sekali?" tanya Fabian. "Sukanya main hantam saja."


"Semuanya dari kamu. Sedari dari dulu kamu tidak pernah berubah sama sekali. Selalu narsis dan bilang tampan,"


jawab Maria yang membuat Aska menggelengkan kepalanya.


"yang ngajarin suami kamu tuh," ledek Fabian ke Aska.


"Dua-duanya narsis setengah mati," kesal Maria.


"katanya hamil kak?" tanya Fabian.


"Iya, sudah tujuh Minggu. Itu semuanya karena bang Aska," jawab Maria.


"Congratulation buat kalian berdua," ucap Fabian yang memberikan selamat kepada mereka.


"terima kasih," balas Maria.


"Ada apa memangnya?" tanya Aska.


"Aku kok merasa ada yang mengikutiku ya," jawab Aska yang merasa aneh dengan Fabian.


"Siapa yang mengikutimu? Anak buah Jamaludin?" tanya Aska yang merasa aneh kepada Fabian.


"Mereka semuanya sudah tidak ada. Seluruh anak buah Jamaludin sudah tertangkap semuanya. Mereka tidak akan pernah tumbuh lagi," sambung Maria.


"Bagaimana dengan Jono?" tanya Fabian.


"Jono juga sudah tidak bisa keluar. Meskipun dia mengidap penyakit autis akut. Dia adalah seorang penipu. Ditambah lagi dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Banyak korban yang telah mati karenanya. Dia juga mafia penjualan organ tubuh manusia," jawab Aska yang menjelaskan kegiatan Jono selama bebas.


"Apa?' pekik Maria.


"itu benar. Aku sudah menyelidikinya semuanya. Semuanya sudah jelas apa yang telah terjadi pada anak dan papa itu. Bisa dikatakan mereka berdua gila kekuasaan. Tujuannya merebut Wicaksono adalah menguasai seluruh aset Wicaksono dan juga jabatan CEO . ia sangat pandai menyuap dewan direksi dan para pemegang saham di perusahaan," jawab Aska.


Fabian dan Maria hanya menganggukan kepalanya. mereka paham apa yang dikatakan oleh Aska. Fabian dan Maria sangat bersyukur sekali kasus yang selama ini membelenggu keluarga Aska telah selesai. Mereka juga berdoa dengan tulus. Tidak adanya lagi kasus seperti itu.


"Aku merasa kalau kamu sangat mirip dengan seseorang," celetuk Aska.

__ADS_1


"Memangnya kamu tahu siapa orang itu?" tanya Fabian.


__ADS_2