
"Max," ucap Romeo sambil menatap wajah Max.
"Iya ini aku kawan," sahut Max sambil mendekat dan merentangkan kedua tangannya untuk untuk memeluk Romeo.
"Apakah aku bermimpi?" tanya Romeo sambil membalas pelukan dari Max.
"Tidak. Kamu tidak pernah bermimpi sama sekali. Ini nyata," jawab Max sambil memukul punggung Romeo tiga kali.
"Gimana kabarmu?" tanya Romeo sambil melepaskan Max.
"Aku selalu baik. Aku kira kamu sudah meninggal," jawab Max.
"Kapan-kapan aku ceritakan kisah kelamku itu," ujar Romeo. "Kamu ke sini membawa Blue Dragon?"
"Ya aku membawanya. Aku mendapatkan tugas dari Tuan Frank untuk mengawal ketat pernikahan keponakannya itu," jawab Max yang membuat Romeo terkejut.
"Aku nggak bisa lama-lama menyambutmu. Tugasku adalah sebagai mata-mata dalam pernikahan tuan muda Aska. Jika aku di sini terus. Aku nggak bisa memastikan adapun Yusuf atau nggak di dalam ruangan ballroom tersebut," sahut Romeo.
"Tidak apa-apa. Aku akan menyuruh mereka untuk menyebar di dalam maupun di luar ruangan. Tuan friend ingin memastikan bahwa pernikahan ini akan berjalan dengan meriah tanpa ada kendala apapun," ujar Max.
Romeo menganggukkan kepalanya tanda setuju. Romeo bersyukur akan adanya bala bantuan yang datang untuk mengawal pernikahan ini hingga selesai.
Setelah itu Romeo masuk ke ruangan ballroom untuk mengecek keadaan. Lalu Max membagi dua kelompok. Satu kelompok terdiri dari dua puluh lima orang. Masing-masing Max membaginya dua tempat. Setelah Max mengatur posisi mereka masing-masing. Max akhirnya menunggu Frank datang.
__ADS_1
Selang berapa menit mobil mewah bercat hitam metalik datang. Sang pemilik bernama Frank langsung keluar dan mencari ruangan ballroom. Namun tidak sengaja Frank melihat ada satu orang memakai baju serba hitam.
Orang itu sedang menghubungi seseorang. Terdengar jelas orang itu berkata, sudah menyusupkan satu orang di dalam untuk membunuh Aska. Dengan cepat Frank mendekatinya sambil melihat di sekelilingnya. Untung saja prank dan orang itu terjebak dalam lorong yang buntu.
Dengan gayanya yang slengean, Frank menyapa orang itu. Lalu Frank memukulnya tepat bagian ulu hati. Pukulan Frank sangat pelan sekali. Namun berhasil membuat orang itu pingsan.
Selesai mengamankan orang itu, Frank menghubungi salah satu pengawalnya untuk membawa orang itu. Kemudian ia menghubungi Max untuk mencari keberadaan orang yang ingin membunuh Aska. Max pun membaca situasi yang sangat ramai sekali. Banyak sekali para kolega dari Aska Food yang datang.
Max dengan sigap mencari keberadaan orang tersebut. Dengan gaya santainya dan tidak terjadi apa-apa, Max menyuruh Romeo untuk berjaga-jaga. Romeo pun paham dengan istilah berjaga-jaga itu. Romeo akhirnya berkeliling di tengah. Sedangkan Max berkeliling di pinggiran ruangan tersebut.
Suasana pesta semakin meriah ketika ingin lempar bunga. Seluruh para perempuan yang jomblo mulai berkumpul di depan panggung. Aska mengajak Maria naik ke panggung dengan membawa sebuket bunga mawar putih. Di atas panggung MC pun mengawali acara tersebut dengan pantun yang lucu. Semua tamu undangan tertawa dibuatnya. Memang acara pernikahan Aska sangat lucu dan kocak.
Sesampainya di panggung MC itu pun menyambut kedatangan Maria dan Aska. Maria melihat para wanita yang masih jomblo berdoa dengan tulus. Isi doanya adalah berikanlah satu pasangan buat mereka masing-masing. Lalu Mario bersama Aska membelakangi mereka. Sebelum melempar bunga, sepasang suami istri itu pun saling menatap terlebih dahulu. Kemudian Aska memegang tangan sang istri dan menunggu aba-aba dari MC.
Romeo mendapatkan bunga langsung bengong. Romeo berpikir sejenak, jika mendapatkan bunga pernikahan cepat atau lambat dirinya akan menikah. Namun saat ini dirinya sedang jomblo. Mau tidak mau Romeo mencari seseorang gadis untuk dilamarnya hari itu juga.
Sambil mencari gadis itu, Romeo melihat Max yang tertawa karena bunga berada di tangannya itu. Bukannya mencari solusi, Max malah mulai menertawakannya.
Tiba-tiba saja ada seorang gadis berhijab warna pink sedang lewat. Gadis itu bersedih karena melihat Aska menikah dengan Maria. Hancur sudah hatinya. Apa mau dikata? Dirinya harus merelakan Aska menikahi gadis itu.
Romeo segera menarik gadis itu dan memberikannya sebuket bunga. Tidak segan-segan Romeo berkata dengan tegas, "Cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku selamanya!"
Gadis yang sedang merasakan patah hati itu langsung terdiam dan menerima sebuket bunga itu. Entah kenapa gadis itu hanya menganggukkan kepalanya saja. Lalu Romeo pergi meninggalkan gadis tersebut.
__ADS_1
Tiba-tiba saja gadis itu tersadar dan melihat sedikit bunga mawar itu. Ia tidak menyangka dilamar oleh orang yang tidak dikenal. Dengan perasaan cemas dan was-was gadis itu melihat ke atas. Diam-diam ia berdoa agar kenyataan pria itu terkabul.
Max yang melihat kekonyolan Romeo hanya bisa tertawa. Max diam-diam mendoakan Romeo segera berjodoh dengan gadis itu. Selesai berdoa, Max melanjutkan mencari penyusup itu.
Lempar bunga pun selesai. Seluruh para gadis itu bubar dan kembali ke posisi masing-masing. Romeo sangat frustasi sekali tidak menemukan orang itu. Mau tidak mau Romeo mengambil ponselnya dan menghack CCTV itu.
Tak disangka Romeo melihat CCTV itu tidak menyala. Romeo segera menuju ke pelaminan. Dengan langkah lebarnya, Romeo mendekati Aska sambil berkata, "Pergilah keluar terlebih dahulu dan ajak Maria!"
"Memangnya ada apa bang?" tanya Aska.
"Pokoknya kamu pergi saja dari ruangan ini sebentar. Jika sudah selesai aku panggil kalian ke sini," jawab Romeo yang memerintahkan Aska dengan tegas.
Belum sempat keluar lampu tiba-tiba saja padam. Romeo langsung menyuruh mereka menunduk sebentar. Tak lama setelah itu ada suara letusan pistol yang entah dari mana berasal. Max yang mendengar suara letusan itu mencari keberadaan asal pistol tersebut.
Seketika kamu undangan itu pun sangat panik sekali. Mereka berlari berhamburan keluar. Beberapa saat kemudian Frank melihat sekelebat bayangan keluar ke pintu darurat.
Pria paruh baya itu pun langsung mengejar dan meringkus orang itu. Untung saja Frank menemukan orang itu. Jika tidak orang itu akan berbuat ulah untuk kedua kalinya.
Beberapa saat kemudian pengawal Blue Dragon datang mendekati Frank. Frank langsung memberi perintah untuk membawanya ke markas. Pengawal itu langsung memukul pria itu dalam hitungan detik. Setelah memukulnya pengawal itu membawanya pergi dari ballroom.
Sementara Adrian yang tidak tahu ada penyusup berusaha melindungi sang istri. Adrian sangat terkejut sekali mendengar letusan tembakan itu. Sebelum pemadaman lampu, Adrian sempat mengobrol dengan salah satu kolegannya. Ia tidak memiliki firasat sebelum terjadi penembakan itu.
Di dalam hatinya Adrian sangat marah sekali. Iya akan memburu siapa dalang dibalik penembakannya itu. Akan tetapi Adrian kalah cepat sama sang kakak. Beberapa saat kemudian lampu menyala. Adrian menatap wajah sang istri sambil bertanya, "Kamu tidak apa-apa?"
__ADS_1
"Bagaimana dengan Putraku?" tanya Christina yang panik.