
"Bukankah seharusnya pemilik perusahaan harus memegang kendali sistem keamanan tersebut?" tanya Aska yang mengambil pulpen di meja Adrian.
"Apakah kamu juga akan menguasai hal itu?" tanya Adrian balik.
"Aku sudah menguasai tentang sistem teknologi ketika usiaku lima belas tahun. Aku sengaja meminjam laptop Pak Broto untuk mempelajari informasi teknologi sendirian," jawab Aska yang menulis sesuatu untuk Adrian.
"Bagaimana bisa Putraku seperti ini?" tanya Adrian sambil mengusap wajahnya.
"Aku kan orangnya kepo. Pengen tahu segalanya. Makanya aku mulai belajar dari yang kecil hingga besar," jawab Aska yang menaruh pulpen itu di atas meja. "Kalau begitu aku berkomitmen ingin pulang ke penthouse."
"Istirahatlah. Jangan ke mana-mana," pesan Christina.
"Oke siap," sahut Aska.
"Jangan pergi ke rumah Maria! Biarkan Maria istirahat dan menikmati anaknya Bu Tanti," pesan Christina lagi.
"Maksudnya apa? Maria kan anaknya Bu Tanti?" tanya Aska yang tidak paham maksud Christina.
"Sebentar lagi kamu akan mengambil Maria dari pelukan Bu Tanti," sambar Adrian.
Aska menganggukkan kepalanya dan membenarkan apa yang dikatakan oleh Adrian. Lalu Adrian memijit keningnya karena melihat kepolosan Sang putra. Bagaimana bisa Aska tidak tahu kalau Maria akan menjadi istrinya?
"Baiklah. Aku pulang," pamit Aska yang meninggalkan ruangan tersebut.
Paris Prancis.
Julia itu yang sedang santai di kursi goyangnya terkejut atas kedatangan Alejandro. Pria berdarah Italia itu pun memasang mimik wajah pucat pasi. Alejandro tidak berani menatap wajah Julia. Dengan terpaksa dirinya menyapa sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Selamat malam nyonya," sapa Alejandro.
"Malam. Ada berita apa di sana?" tanya Julia yang sedang memegang ponselnya.
"Maaf nyonya. Ada berita buruk di saat rapat dewan direksi berlangsung. Aska dan Adrian hadir dalam rapat itu. Mereka membawa dampak buruk bagi para anggota kita. Jika ini diteruskan kemungkinan besar akan menjadi momok bagi kita. Aska dengan tegasnya bisa menampik pernyataan dari dewan direksi tersebut," jawab Alejandro dalam posisi yang sama.
"Apa yang kamu bilang! Bukankah Aska tidak boleh masuk ke dalam karena tidak memiliki saham di perusahaan tersebut?" tanya Julia yang sudah merasa geram oleh Aska.
"Setelah saya telusuri. Aska memiliki saham sebesar delapan puluh persen. Yang di mana Adrian sengaja membeli saham tersebut atas nama Aska," jawab Alejandro.
"Apa-apaan ini? Dari mana ia mendapatkan uang sebanyak itu? Aku merasa curiga atas keberadaan Adrian itu?" tanya Julia yang sangat penasaran sekali dengan Adrian.
"Yang kita tahu Adrian adalah seorang petugas khusus dalam membersihkan para mafia di negeri ini. Tapi ada yang menarik dari Adrian. Semenjak kuliah Adrian sudah mulai berbisnis. Dia memiliki perusahaan rahasia yang didirikan bersama sang kakak yaitu Frank. Maka dari itu Adrian sangat cerdik sekali di dunia bisnis," jelas Alejandro.
"Cih… aku sangka Adrian adalah seorang pria miskin," ejek Julia yang tidak terima dengan kekayaan Adrian.
Julia sangat kesal sekali mendengar pernyataan dari Alejandro. Ia tidak pernah menyangka jika Christina menikahi Adrian. Kenapa dari dulu Kulia tidak melarang pernikahan itu? Kalau ia melarangnya, bisa jadi kedudukan sebagai sang wakil ketua mafia di Black Crossover akan terganggu. Julia menjadi gusar setelah mendengar kabar itu.
"Kalau begitu kedudukanku juga akan diusik oleh Adrian. Aku akan menyuruh orang untuk memburu Adrian dan membunuhnya," ucap Julia yang tidak main-main dengan perkataannya.
"Saya sarankan, jangan pernah mengusik Adrian. Karena sekalinya marah Adrian bisa mengajak Sang putra menghabisi markas besar Black Crossover," saran Alejandro yang tidak ingin dunia berbuat masalah terlebih dahulu.
Mau tidak mau Julia memilih diam yang tidak bergerak sama sekali. Ia akan menyusun rencana untuk menghabisi Aska lalu Adrian. Apakah rencana yang dibuat oleh Julia itu berhasil? Lalu sebaliknya, apakah Adrian dan Aska akan menyerang balik Julia?
Jakarta Indonesia.
Setelah mengajarkan Aska ke apartemen, Romeo memutuskan untuk kembali ke kantor. Romeo tidak memperdulikan Aska. Karena hari ini dan beberapa hari ke depan sang Tuan mudanya sedang cuti.
__ADS_1
Sedangkan Aska sendiri memutuskan untuk mengecek sistem keamanan perusahaan. Dirinya sangat penasaran sekali dengan sistem keamanan perusahaannya itu.
Tangan kekarnya itu menari indah di atas keyboard laptop. Pria itu sangat serius kali memandangi layar laptop tersebut. Sangking seriusnya Aska sudah masuk ke dalam sistem keamanan tersebut. memang keseharian Aska, jika tidak berada di kebun. Aska memutuskan untuk belajar tentang sistem informasi teknologi.
"Skakmat," ucap Aska sambil tersenyum kemenangan.
Lalu Aska meraih ponselnya dan membuka isi pesan dari Romeo. Romeo memang sengaja mengirimkan daftar orang yang sedang memegang sistem keamanan tersebut.
"Mereka sangat bodoh sekali. Dalam beberapa menit saja aku bisa masuk ke sini. Mereka tidak memberikan beberapa lapis untuk pengamanan sistem perusahaan ini. Bagaimana kalau seorang hacker masuk ke sini dan mencuri uang kas perusahaan?" kesal Aska yang ingin memecat para anggota IT perusahaannya.
Setelah itu Aska mengamankan uang perusahaan tersebut terlebih dahulu. Dengan jahilnya Aska menyimpannya di kartu ATM miliknya yang kosong itu. Kemudian dirinya mengirimkan beberapa Malware untuk menghadapi sistem keamanan tersebut. Memang cara inilah Aska bisa membuat mereka menjadi berantakan.
"Aku akan bilang ayah untuk mencari beberapa orang yang mumpuni di bidang ini. Aku tidak bisa mempekerjakan mereka semua. Sekali serang sistem perusahaan ini bisa dibobol oleh hacker ternama di dunia ini. Rasanya ilmu hacker ini sangat berguna juga akhirnya," keluh Aska dan menutup semua akses url-nya.
Kemudian Aska memutuskan untuk bangun dan pergi tidur. Ia akan membiarkan perusahaan itu kalang kabut. Di saat ingin tidur, ponsel Aska berdering. Kemudian Aska mengangkatnya sambil menyapa orang yang berada di seberang sana.
Selang beberapa detik kemudian, sambungan terputus. Pria muda itu mengusap wajahnya dengan kasar. Kenapa dirinya lupa dengan janji seseorang? Dengan terpaksa Aska memberikan lokasi di mana mereka bertemu?
Hanya beberapa menit Aska meninggalkan penthouse. Di saat berjalan ada seorang pria berkebangsaan Prancis mendekatinya. Pria itu merangkul Aska sambil berbisik, "Hey tuan muda… kamu melupakan janjimu untuk bertemu dengan tuanku itu."
Seketika Aska terkejut oleh pria tersebut. Matanya menatap ke arah wajah pria itu. Lalu Aska menyapanya, "Max."
"Kamu masih mengenalku?" tanya Max.
"Ya aku masih mengenalmu," jawab Aska. "Dari mana saja kau ini? Hampir lima tahun kau meninggalkan aku sendirian di kampung."
"Aku ada tugas penting yang harus dikerjakan," jawab Max.
__ADS_1
"Tugas penting apa?" tanya Aska yang melepaskan Max.