Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Tetap Stay di Paris.


__ADS_3

Bagaimana caranya Aku merayu ayah untuk menuruti keinginanku? Apakah ayah mau atau tidak. Jujur lama-lama Aku muak sekali dengan Jamaludin. Sepertinya aku harus kerja sama dengan paman Frank. Aku harap Paman Frank mau mendukungku untuk ini semuanya.


Plakkk!


Sebuah tangan kekar mendarat sempurna di pundak Aska. Aska tidak terkejut karena memperhatikan orang-orang yang berada di lobi. Kemudian Adrian mengajak Azka ke ruangan pribadinya. Di sana Azka disambut oleh Luke. 


“Selamat datang tuan muda Aska,” sapa Luke. 


“Terima kasih,” sahut Aska dengan ramah. 


“Kalau begitu duduklah dengan tenang. Saya akan mempersiapkan makan malam untuk anda,” suruh Luke sambil mempersilahkan Aska duduk. 


Aska hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum sambil duduk. Lalu Aska mengambil ponselnya dan menghubungi Maria. Panggilan pertama Maria tidak mengangkatnya. Panggilan kedua Maria langsung mengangkatnya. Kemudian Aska melaporkan kalau dirinya sudah berada di Paris. Maria mengucapkan syukur karena sang suami masuk ke dalam kota Paris tidak ada kendala apapun. 


Beberapa saat kemudian Adrian masuk ke dalam sambil membawa berkas-berkas. Lalu Adrian menatap wajah Aska sambil bertanya, “Sepertinya di dalam otakmu itu ada yang disembunyikan?”


Aska terkejut karena sang ayah bisa membaca isi otaknya. Aska memilih diam dan tidak banyak bicara sedikitpun. Namun sang ayah tetap mendesaknya untuk berbicara.


“Apakah kamu sedang memiliki rencana brilian?” tanya Adrian yang tersenyum manis sambil memancing Aska untuk berbicara.

__ADS_1


“Apakah kau harus mengatakannya kepada ayah? Aku takut ayah tidak akan mengizinkan aku untuk melakukannya,” jawab Aska dengan jujur. 


“Kalau kamu tidak mengatakannya, bagaimana bisa aku menyetujuinya? Kamu cerita dulu ke ayah. Setuju nggak setuju nanti ayah akan mempertimbangkannya,” jawab Adrian yang mulai bijak.


“Bagaimana kalau aku menyerang markas Jamaludin? Aku sudah muak sekali. Jujur hidupku seperti dibayang-bayangi oleh Jamaludin. Semakin hari aku tidak bisa menikmati hidupku dengan tenang. Cepat atau lambat aku akan memiliki banyak anak. Aku tidak akan membiarkan keluargaku berantakan. Sudah cukup keluarga kita saja yang berantakan yah,” jawab Aska. 


“Kamu benar. Pikiranmu sama pikiran ayah adalah sama. Ayah juga berpikiran seperti itu. Ayah tidak akan membiarkan keluargamu hancur berantakan seperti keluarga ayah. Tapi masalahnya jangan langsung menyerang Jamaludin. Kita harus membuat rencana brilian untuk menyerang mereka. Nanti ayah akan menghubungi atasan untuk membicarakan kasus ini. Semakin hari Jamaludin semakin kurang ajar. Setelah aku tinggal dia selalu membuat keonaran. Banyak sekali pengaduan dari masyarakat karena Jamaludin. Atasanku sendiri tidak bisa melakukannya. Besok pagi rencananya kita akan pergi untuk mengambil dokumen itu. Semoga saja kita bisa mengambilnya dalam waktu sebentar saja. Apakah orang itu memberikan petunjuk agar kita bisa mengambilnya dengan mudah?” tanya Adrian lagi. 


“Sudah Yah. Lebih cepat lebih baik. Siangnya ke mana yah? “ tanya Aska yang sangat penasaran sekali dengan Adrian. 


“Lebih baik kita ke kantor dan membicarakan masalah ini. Sorenya kita bertemu dengan pengacara pamanmu itu. Malamnya kita harus pergi dari sini. Aku akan meminta Luke untuk menghapus jejakmu,” jelas Adrian yang membuat Aska patuh.


“Bukannya begitu. Kamu tidak bisa menyerangnya begitu saja. Kita pulang ke Singapura untuk membuat strategi. Jika dokumen itu berkaitan dengan Wicaksono Group. Kita bisa meminta izin untuk memakainya. Setelah strategi tersusun rapi, kita bisa menyerangnya habis-habisan. Ayah juga akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian di kota Paris. Bahkan beberapa jenderal pun ayah akan membawanya,” jelas Adrian.


“Berikan satu alasan kenapa aku nggak boleh menyerangnya sekarang?” tanya Aska lagi.


“Kamu jangan berbuat bodoh seperti itu. Kamu nggak bisa seenaknya melakukan hal itu sendiri. Kalau kamu mau tahu kelicikan Jamaludin, bacalah semua berkas di sini. Biar kamu tahu bagaimana Jamaludin bekerja,” jelas Adrian.


“Jujur kalau aku menundanya terus-menerus. Ini bisa berakibat fatal. Apakah kita harus membiarkan Jamaludin mencari korban lebih banyak lagi? Sedangkan kita tahu Jamaludin sudah melakukan kejahatan lebih parah lagi. Kalau ayah bersikeras menundanya, akan banyak lagi korban yang berjatuhan. Aku sudah tidak mau lagi memaafkan Jamaludin. Ayah tidak perlu memberikan berkas itu. Aku sudah tahu semuanya. Kalau ayah tidak mau, aku akan menghubungi Paman Frank untuk mendukungku!” tegas Azka yang sudah tidak mau lagi menunda penyerangan Adrian.

__ADS_1


Adrian terkejut kalau Aska memiliki sifat keras kepala seperti dirinya. Adrian memang membenarkan akan terjadi penyerangan besar-besaran untuk Jamaludin. Waktu belum ditentukan kapan itu terjadi. Adrian harus menghubungi atasannya terlebih dahulu.


“Jika kamu tahu semuanya. Kamu harus menghubungi Maria dan ibumu. Kamu mau minta izin terlebih dahulu agar mereka mendoakanmu dalam penyerangan ini. Kedua Wanita itu sangat menyayangimu. Maka dari itu kamu harus meminta izin terlebih dahulu,” jelas Adrian.


“Oke... Kita tidak akan pulang sebelum misi ini berhasil. Aku tidak akan kucing-kucingan lagi untuk menyerang Jamaludin. Aku sudah siap berperang ayah,” ucap Aska dengan memantapkan hati untuk berperang melawan Jamaludin.


“Baiklah. Sebulan kita akan di sini. Aku akan meminta Luke untuk mengajarimu beladiri dan juga menembak. Tapi kamu harus kuat untuk menghadapi latihan fisik yang gila ini. Aku tidak mau kamu terlihat lemah di hadapan Jamaludin. Apakah kamu paham soal itu?” tanya Adri an dengan sungguh-sungguh.


Aska menganggukkan kepalanya sambil berkata, “Siap komandan!”


Adrian melemparkan senyum dan menatap putranya itu. Jujur hatinya sangat bahagia ketika sang putra mulai bangkit. Adrian akhirnya mengalah dan memberikan waktu sebulan untuk Azka. Kemudian Aska menyetujui apa yang diminta oleh Adrian.


Sebelum tidur, Aska menghubungi Maria untuk memberitahukan misi ini. Maria terkejut dan tidak menyangka kalau Aska akan melakukan hal gila itu. Ketika dirinya melarang, Aska hanya bilang ini demi kepentingan semua orang. Lalu Azka menceritakan apa yang dilakukan Jamaludin sekarang ini. Maria sangat terkejut hatinya bergetar. Ia seakan tidak rela kalau hampir setiap hari ada korban berjatuhan karena Jamaludin.


Ketika ingin berpisah, Aska meminta Maria untuk belajar menguasai persenjataan. Hal ini hanya untuk berjaga-jaga saja. Agar dirinya bisa melindungi nyawanya ketika ada penyerangan secara mendadak. Maria pun menuruti keinginan Aska. Maria akan meminta Helen untuk mengajarinya menembak.


Hampir dua jam berlalu, Aska pamit untuk pergi tidur. Sementara Adrian masih menyusun acara. Adrian akan menghubungi anggotanya untuk bergabung dalam latihan fisik. Rencana pertama mereka akan mengambil dokumen itu. Rencana kedua Aska akan merebut Wicaksono Group dan memindahkannya ke bangunan baru ini.


Ketika tidur, Aska terbayang-bayang oleh masa lalunya. Masa lalu yang di mana dirinya sangat menderita sekali. Ia teringat perlakuan Minah yang tidak bisa dilupakan. Yang di mana Minah sering menghajarnya tanpa ada satu alasan. 

__ADS_1


__ADS_2