Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Pergi Ke Butik.


__ADS_3

"Ajaklah Maria ke Jakarta. Dia sedang mengidam makan ketoprak," jawab Christina yang membuat Maria tersipu malu.


"Apakah itu benar kalau kamu ingin sekali makan ketoprak?" tanya Aska sambil tersenyum manis.


"Itu benar Bang. Aku ingin sekali makan ketoprak yang berada di depan kantor Aska Food," jawab Maria.


"Ya sudah kalau begitu. Nanti kita akan makan ketoprak bersama," ucap Aska.


Christina hanya menggelengkan kepalanya melihat sang menantunya malu-malu. Ia hanya berbicara kepada Christina. Namun ia malu mengatakan kepada Aska kalau ingin makan ketoprak. 


Sebenarnya Aska tidak keberatan sekali Jika Maria makan ketoprak. Masalahnya sekarang Maria tidak bercerita kepada dirinya. Setelah mendapatkan permintaan Maria, Aska tersenyum meledeknya. Hingga membuat Maria bertambah malu.


Siang itu adalah siang yang menggembirakan buat mereka. Para pelayan sudah menuliskan tentang keluhan-keluhan yang berada di rumah itu.


Sebelum kedatangan Julia palsu, Damian menerapkan kenyamanan bagi para pelayan. Jika tidak ada pekerjaan, mereka diizinkan untuk beristirahat. Bahkan mereka boleh membuat kue sesuka pun.


Setelah kedatangan Julia palsu, banyak sekali larangan-larangan yang diterapkannya. Mereka terkekang oleh Julia. Bayangkan mereka diperas tenaganya tanpa harus istirahat. Damian yang membaca pesan-pesan itu menjadi sedih. Ia tidak tahu kalau selama ini Julia melakukan kesalahan besar. 


Damian memanggil Aska dan Adrian untuk pergi ke ruangan kerjanya. Lalu mereka berkumpul di sana.


"Aku memang sengaja memanggil kalian. Aku meminta kalian untuk menghukum Julia seberat-beratnya. Di kertas ini banyak keluhan-keluhan dari pelayan. Aku harap kalian mengerti," ucap Damian.


"Sudahlah pa. Kami dari pihak kepolisian sudah menghitung hukuman terberat yang akan dijalankan oleh Julia. Bisa dikatakan Julia mendapatkan hukuman seumur hidup atau mati. Karena untuk saat ini pihak kepolisian masih mencari informasi tentang kejahatan yang masih tersembunyi," sahut Adrian.


"Maksud Ayah bagaimana?" tanya Aska.


"Pihak penyelidik masih mencari informasi itu. Mereka yakin masih banyak kejahatan yang disembunyikan. Menurut laporan hari ini, sudah lima puluh orang yang lapor kepada pihak kepolisian. Mereka merasa dirugikan oleh Julia. Begitu juga dengan Jamaludin. Mereka sama-sama tukang tipu. Papa tenang saja…tidak usah terlalu mengkhawatirkan soal hukuman mereka," jawab Adrian yang membuat Aska paham. 


"Apakah mereka bisa kabur dari penjara?" tanya Aska.


"Mau kabur gimana? Nggak ada celah untuk bersembunyi. Mereka diberikan sel khusus. Oleh karena itu mereka dijaga ketat oleh pihak kepolisian," jawab Adrian. 


"Berarti susah juga ya untuk kabur dari sana? Syukurlah kalau begitu. Kalau mereka kabur aku nggak habis pikir," ucap Aska. 


Sore yang cerah. Acara masih berlanjut hingga malam. Aska yang sudah berganti baju dengan rapi mendekati Maria. Lalu Aska berbisik, "Ikut aku yuk."

__ADS_1


"Mau ke mana Bang?" tanya Maria. 


"Sudah ikut saja," jawab Aska yang meninggalkan Maria. 


"Bang tunggu," seru Maria. 


"Aku tunggu di depan rumah," balas Aska yang berhenti sambil tersenyum menatap Maria.


Maria menganggukkan kepalanya lalu mencari keberadaan Christina. Di sana Maria meminta izin untuk keluar sebentar bersama Aska. Christina pun mengizinkan Maria untuk keluar. Setelah mendapatkan izin, Maria menuju ke depan rumah. Alangkah kagetnya Aska sudah berada di mobilnya.


"Si Abang ini mau ke mana sih? Dari tadi kok gelagatnya aneh sekali," tanya Maria dalam hati sambil mendekati mobil Aska.


"Ayolah," ajak Aska dengan suara manjanya. 


Maria tersenyum manis sambil masuk ke dalam mobil. Ia menatap wajah Aska sambil bertanya, "Memangnya Abang mau kemana sih?" 


"Abang mau mengajakmu ke suatu tempat. Untuk saat ini kamu enggak boleh tahu dulu," jawab Aska yang menyalakan mobil. 


Lalu Aska melajukan mobilnya menuju ke butik terlebih dahulu. Ia serius fokus memandang ke depan tanpa berkata apa-apa. Begitu juga dengan Maria, meskipun penasaran namun niat untuk bertanya masih diurungkan. 


Maria yang sedang melamun langsung terkejut. Ia melihat tangan Aska yang terulur sambil memegangnya, "Terima kasih." 


Maria segera keluar dan melihat nama butik yang cukup terkenal di kota Paris. Matanya membelalak sempurna lalu menatap Aska, "Kamu mengajakku kesini?" 


"Iya… aku memang mengajakmu kesini," jawab Aska. 


"Disini harganya cukup mahal bang," tolak Maria. 


"Kamu itu. Sekarang kamu adalah istri dari ahli waris dari Wicaksono Group. Aku harap kamu mengikuti mode agar mereka tidak mencibirmu. Masak… istri dari ahli waris bajunya biasa seperti ini?" tanya Aska yang memandang Maria. 


"Enggak begitu kali yang. Abang belum tahu ajha, jika aku berubah menjadi drastis. Semenjak hamil aku malas sekali untuk berdandan. Jadinya aku memilih seperti ini," jawab Maria. 


"Ya… sudah dech… sekali saja. Biarkan aku membelikan kamu baju. Aku kan gajian dari Agard Group," ucap Aska. 


"Seharusnya kamu membelikan baju buat ibu terlebih dahulu. Lalu aku," ujar Maria.

__ADS_1


"Aku sudah membelikan sebuah gaun mewah buat ibu. Lalu sekarang giliran kamu. Aku ingin menjadi suami berbakti kepada istri. Begitu selanjutnya. Kamu harus menjadi istri Haning berbakti kepada suami," pinta Aska kepada Maria. 


"Selalu buat kamu," ucap Maria. 


"Kalau begitu izinkanlah aku membelikan sebuah baju untuk kamu," ajak Aska kepada Maria. 


Mau tidak mau Maria mengikuti Aska masuk ke dalam. Ia memandang sebuah gaun yang berwarna hijau tosca. Betapa bahagianya hatinya melihat baju berwarna itu. Hingga akhirnya Maria mendekati Aska sambil berucap, "Bang." 


"Ada apa neng?" tanya Aska. 


"Aku mau baju yang berwarna hijau tosca saat kita masuk," jawab Maria yang tiba-tiba saja jatuh cinta kepada gaun itu. 


"Baiklah. Kalau kamu suka lebih baik kamu ambil. Jangan pernah kamu ragu," suruh Aska yang tersenyum manis. 


Lima menit kemudian datang seorang pelayan butik mendekati mereka. Pelayan itu menawarkan berbagai model pakaian yang sedang happening banget. 


Tanpa banyak bicara Maria langsung memotong pembicaraan pelayan itu. Maria meminta baju berwarna hijau tosca yang tadi. Pelayan itu langsung mengambilkannya dan memberikannya kepada Maria. 


"Apakah nyonya muda mau ini?" tanya pelayan itu. 


"Ya… aku mau itu," jawab Maria. 


"Berikan gaun itu buat istriku!" perintah Aska. 


"Silakan anda dicoba terlebih dahulu," ucap pelayan itu. 


Akhirnya Aska mengizinkan Maria mencoba baju itu dan menunggunya di ruang tunggu. Sementara di tempat lain Romeo dan Max tersenyum manis. Mereka tidak menyangka kalau Aska mempunyai sisi romantis. 


Flashback On. 


"Ayo ikut aku," ajak Aska kepada Max dan Romeo. 


Mereka menuruti keinginan Aska. Lalu Aska mengajaknya ke sebuah lorong. Yang dimana lorong itu menghubungkan antara taman belakang ke garasi mobil. 


"Kamu mau mengajak kami kemana?" tanya Romeo.

__ADS_1


__ADS_2