
"Kami sudah selesai semuanya. Syukurlah makanan di sini tidak ada bahan kimia lainnya," jawab Winda.
"Lebih baik kalian berdua harus monitoring dapur. Aku tidak ingin ada orang lain masuk kecuali chef ataupun pelayan lainnya," perintah Frank dengan jelas.
"Baik Tuan," balas Winda.
Kali ini Frank memang sengaja membuat pengamanan secara ketat. Sebab Jamaludin atau Benjamin belum tertangkap. Ia tidak mau acara tersebut hancur seketika.karena mereka berdua memiliki otak licik dan ingin merusak suasana.
Tepat jam 07.00 malam para tamu undangan sudah datang. Suasana di sana masih sepi. Para pengawal dari Blue Dragon sudah membaur menjadi satu. Untungnya sebelum acara itu Frank maupun Aska sudah melatihnya terlebih dahulu. Di saat ada yang bertanya mereka harus mengakui. Kalau mereka adalah klien dari Azka maupun Frank.
Di tempat lain Aska dan Maria sudah bersiap-siap untuk masuk ke ballroom. Ketika memasuki ballroom, Aska dan Maria berpapasan dengan Jono. Di sinilah Jono menatap wajah Aska penuh dengan kebencian. Jono memegang pisau dan langsung mendekati Aska. Dalam hitungan detik, Max mendekati Jono lalu merebut pisau itu dan menyimpannya. Sebelum kakinya melangkah masuk ke dalam Aska berkata, "Jangan pernah menjadi keributan di tempat umum. Jika nanti penyakitmu itu kambuh. Semua orang akan tahu dan sudah tidak bisa menjadi rahasia kamu dan papamu sebenarnya."
Jono tidak memperdulikan soal itu. Ia segera menarik baju Aska sambil mengancam, "Kamu nggak berhak menjadi ahli waris sesungguhnya di Wicaksono Group. Kamu adalah seorang gelandangan yang ditemukan oleh Adrian dan Christina untuk mengakui ahli waris itu."
"Oh begitu ya... Ya ya ya kamu benar. Aku memang ditemukan di kebun buah milik Pak Broto. Kamu tahu kebun buah itu sebenarnya milik siapa? Dan kamu tahu siapa Pak Broto sebenarnya? Kebun buah itu adalah milik Tuan Damian. dan Pak Broto adalah kaki tangan Tuan Damian dan Tuan Frank. Yang di mana dia yang melindungiku dari serangan ayahmu dan pamanmu yang memiliki rencana busuk," jelas Aska.
__ADS_1
"Kamu itu terlalu menghalu. Yang namanya gelandangan tetap saja gelandangan. Kamu nggak pantas untuk menjadi ahli waris dan pemegang perusahaan ini," bentak Jono yang tidak terima dengan penjelasan Aska.
"Kalau begitu kamu tidak pantas juga menjadi ahli waris di sini. Kamu sendiri mengidap penyakit yang di mana orang itu tidak mengetahuinya. Mereka mengenalmu sebagai pribadi yang ramah. Tapi mereka tidak tahu kalau penyakitmu kambuh akan merusak segalanya. Terserah kamu mau memamerkan penyakitmu itu sekarang juga tidak apa-apa. Kalau seluruh orang melihatmu mengamuk tiba-tiba. Bisa jadi mereka mengasumsikan kalau kamu mengidap penyakit keterbelakangan mental. Aku tidak ingin menanggung itu semuanya.karena aku dan kamu tidak memiliki hubungan darah apapun. Apakah kamu paham soal itu Jono?" tanya Aska sambil tersenyum sinis.
"Hei kamu... Jangan sekali-sekali melangkahkan kakimu masuk ke dalam!" seru Jono yang tidak terima dengan hinaan Aska.
Beberapa saat kemudian datang para pengawal untuk mengawal Aska masuk. Sebelum masuk ke dalam ballroom memberitahukan kepada pengawal untuk datang ke sini. Ketika mendekat Aska meminta mereka untuk tidak berbuat apa-apa. Akhirnya Aska masuk ke dalam dan membiarkan Jono di luar.
Maria yang melihat Max hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jujur mereka berdua kebingungan pada sikap Aska. Aska beruntung malam ini Max tidak menggeram atau marah sama sekali. Tapi Jono memaksa untuk masuk ke dalam. Dengan perintah Frank, Max akhirnya mengizinkan Jono masuk.
Suasana malam ini sangat ramai. Mereka berkumpul saling membicarakan tentang bisnis. Tak lupa juga mereka membicarakan tentang Julia. Ada salah satu wanita yang di mana membicarakan tentang Julia.
Sebelum acara dimulai Aska dan Maria disembunyikan oleh Frank di suatu tempat. Di sana Frank juga berjaga agar tidak kecolongan. Ketika acara dimulai, salah satu MC mengatakan bahwa acara malam ini sangat spesial sekali. Hal itu membuat para kolega dan tamu undangan sangat penasaran. Acara puncaknya adalah penobatan Aska sebagai ahli waris dan kemunculan Julia asli di atas panggung.
Namun Aska meminta Frank untuk menggabungkan kedua acara puncak itu menjadi satu. Hal ini menandakan kalau Aska sangat menyayangi nenek aslinya.
__ADS_1
Penemu undangan dan kolega bertanya-tanya. Ada apakah ini? Apakah Julia membuat ulah lagi? Mereka berharap Julia tidak akan membuat peraturan yang aneh seperti dulu. Banyak para kolega yang mundur karena peraturan Julia. Mereka segan jika mendekati Damian untuk bekerja sama. Begitu juga dengan Jamaludin yang sudah mulai memporak-porandakan peraturan perusahaan.
Jujur Aska sangat geram ketika mengetahui semuanya. Akhirnya Aska dan Adrian dibantu oleh Frank mengganti dengan peraturan lama. Di samping itu juga Aska membuat peraturan yang dikhususkan untuk para karyawan. Di sana karyawan akan mendapatkan hak istimewanya. Adrian dan Frank pun menyetujui semuanya. Akan tetapi Aska tidak mau menjadi seorang CEO. Melainkan dirinya menjadi pemegang saham utama Wicaksono Group.
Lalu siapa yang memegang jabatan CEO? Aska sudah memilih sang Ibu menjadi ketua CEO. Dengan cara itulah Aska bisa bersantai dan tidak terlalu mengurusi perusahaan.
Disisi lain ia masih mencoba untuk mengurus Aska Food. Meskipun Aska Food sudah membaik, Aska masih saja membetulkan semua sistem yang berada di sana. Begitu juga dengan para karyawannya. Aska sendiri sudah mengantongi beberapa orang yang ingin merusak Aska Food. Aska akan membuang orang-orang tersebut agar tidak merusak semuanya.
Setelah berjalannya waktu, acara puncak pun terjadi. Kedua MC itu naik ke atas panggung dan membicarakan tentang ahli waris dan Julia.Jujur mereka sangat segan jika berhadapan dengan Julia. Setahu mereka Julia memiliki sifat ramah tamah terhadap semua orang. Bahkan setiap acara Julia tidak luput dari bahan bercandaan. Namun Julia tidak pernah marah sama sekali. Dirinya malah tersenyum dan tertawa mendengar anak-anak muda bercanda.
Selang lima menit kemudian kedua MC itu membacakan asal muasalnya terbentuk Wicaksono Group. Jujur seluruh kolega dan para tamu undangan sangat serius sekali mendengarnya. Mereka sangat beruntung mendapatkan sejarah dari Wicaksono Group. Selesai pembacaan para MC segera memasuki acara puncak.
Salah satu MC memanggil Aska dan Julia. Mereka naik ke atas panggung. Ketika naik di atas panggung, Aska menggenggam erat tangan sang nenek. Dengan senyum sumringahnya sang nenek tidak habis-habisnya melemparkan senyum kepada para tamu undangan.
Orang yang hadir di sana sangat terkejut melihat Julia yang tersenyum. Mereka tidak menyangka kalau Julia benar-benar kembali ke awalnya. Mereka seakan tersihir atas kebaikan Julia. Ada sebagian juga mereka berpikir kalau itu Julia memakai topeng.
__ADS_1
Ketika para MC mengatakan tentang puncak acaranya. Ada seorang pria paruh baya masuk dan berteriak,
JANGAN DITERUSKAN!!!