
"Yang pastinya Aku akan melakukan hal yang sama dengan Aska Food. Beberapa hari lagi aku akan terbang ke Indonesia. Aku ingin melihat perusahaanku terlebih dahulu," jawab Aska.
"Lebih baik kamu berangkat sama paman Frank. Dia ingin lebih mengerti soal bisnis. Soal penjagaan biar ayah saja. Ayah juga memiliki hak veto untuk menggunakan Blue Dragon," pinta Adrian.
"Apakah aku akan membuat acara rapat dadakan para pemegang saham?" tanya Aska.
"Tanyakan saja pada pamanmu itu. Kalau kamu mau melakukannya ya sudah. Lebih cepat lebih baik. Sebab banyak sekali orang-orang yang melakukan kelicikan di perusahaan itu. Bagi siapa saja yang berkaitan dengan Benjamin atau Jamaludin, segera kamu keluarkan dari perusahaan dan blacklist semuanya. Kalau bisa hingga ke seluruh dunia!" Perintah Adrian.
Aska hanya menganggukkan kepalanya dan akan melaksanakan perintah Adrian. Namun di sisi lain Adrian akan meminta Frank untuk menjadi penasehat Aska. Tak lama Christina bersama lainnya datang ke sini. Maria ingin melihat Bu Tanti dan Pak Budi langsung mendekatinya. Maria memeluk Bu Tanti sambil bertanya, "Bagaimana kabar ibu sekarang?"
"Ibu sedang tidak baik-baik saja. Banyak masalah di Jakarta. Rumah kecilmu itu sekarang menjadi rebutan. Bapakmu dituduh sebagai pemakan seluruh aset yang dimiliki oleh kakekmu," jelas Bu Tanti.
"Ibu tenang saja. Beberapa hari kedepan aku akan pergi ke Jakarta. Banyak sekali yang harus diurus dan dibenarkan. Tak lupa juga Aku akan mencoba membantu mengurus rumah kecil Maria," ucap Aska dengan tulus.
"Kamu sudah terlalu banyak berkorban untuk keluarga ini. Baiklah kalau begitu. Ibu meminta tolong sekali lagi," pinta Bu Tanti yang tidak ingin kehilangan rumah tersebut.
"Baik bu," bales Aska yang berdiri dan meninggalkan ruangan itu.
Melihat Sang putra pergi, Adrian beranjak berdiri. Kedua pria berbeda generasi itu pun langsung menuju ke restoran. Di sanalah mereka akan bertemu Minah terlebih dahulu. Sesampainya di sana mereka sudah melihat Minah bersama Luke. Kemudian mereka mendekati dan duduk di hadapan Minah dan Luke.
"Apakah kamu sudah siap bertemu dengan Benjamin?" tanya Aska.
"Aku sudah siap," jawab Minah dengan penuh percaya diri
__ADS_1
"Apakah kamu sudah memakai rompi anti peluru?" tanya Adrian.
"Apakah itu harus?" tanya Aska balik sambil memandang wajah Adrian.
"Aku tidak mau pinjamin menembak Minah begitu saja. Kamu tahu pamanmu itu," tunjuk Adrian ke Luke. "Sedari awal masuk ke kepolisian hingga sekarang Masih betah menjomblo. Alasannya hanya satu menunggu teman sekolahnya dulu."
"Kok bisa begitu ayah? Ya sudahlah kalau begitu," tanya Aska dengan pasrah.
"Jika saja kejadian itu tidak terjadi. Bisa dipastikan aku mendapatkan cinta Luke dengan tulus," jawab Minah sambil menundukkan wajahnya dan menyembunyikan rasa sesaknya di dada.
Aska baru sadar kalau Minah hidupnya sangat menderita. Ingin rasanya membalas, namun Aska tidak mau. Dalam hatinya Aska sudah memaafkan seluruh kesalahan Minah.
"Kapan kamu akan bertemu dengan Benjamin?" tanya Aska.
Aska pun menganggukkan kepalanya. Iya baru sadar kalau setengah jam kemudian hadir dalam pertemuan itu. Kemudian Adrian mengajak mereka untuk menuju ke suatu tempat.
Di dalam perjalanan Aska masih asik bersama ponselnya itu. Aska mengecek keberadaan Benjamin. Sedangkan Luke menghubungi pengawal Black Knight. Tak lupa Luke meng-share lokasi pertemuannya. Jujur baru kali ini Adrian dan Luke melakukan kesalahan yang fatal. Tapi mau bagaimana lagi. Yang namanya perjanjian tetap perjanjian harus dilaksanakan.
Di tempat lain Benjamin bersama beberapa pengawalnya sedang menunggu Minah. Benjamin melihat jam secara terus-menerus. Hingga akhirnya Benjamin sudah tidak sabar dan ingin menghabisi Minah saat ini juga.
Beberapa menit kemudian, Minah datang dalam keadaan cantik banget bagi model terkenal. Tubuhnya sangat langsing sekali dan bajunya sangat seksi. Namun diam-diam di belakang punggung Minah tersimpan sebuah senjata. Yang di mana senjata itu dibuat untuk menjaga dirinya.
Mengingat masa lalunya, hati Minah menjadi sangat marah sekali. Gara-gara Benjamin hidupnya menjadi hancur berantakan. Melihat wajah mantan suaminya itu, Minah menjadi muak. Mau tidak mau Minah basa-basi agar Benjamin tidak menyerangnya terlebih dahulu.
__ADS_1
Apakah Benjamin tahu kalau Minah sudah berubah? Yang pastinya tidak. Ia tidak akan memperdulikan bagaimana hidup Minah sebenarnya. Saat hidupnya bersama Aska, Minah seakan menjadi robot. Jika tidak mau Minah akan disiksa oleh pengawalnya.
"Halo Benjamin," sapa Minah dengan suara khasnya.
Benjamin yang melihat Minah itu pun langsung terdiam. Bagaimana bisa Minah berubah menjadi orang normal? Bagaimana bisa Minah secantik ini seperti dulu kala? Itulah kenapa Benjamin menjadi kebingungan.
"Ha-halo Minah," sapa Benjamin balik dengan nada tergagap.
Minah hanya tersenyum sambil mengejek Benjamin. Saat melihat Benjamin tergagap, Minah mengangkat tangannya sambil bertepuk beberapa kali.
Benjamin mengerutkan keningnya dan mengenal kode tersebut. Lalu Benjamin menggelengkan kepalanya sambil bertanya, "Apa-apaan kamu Minah! Apakah kamu tergabung dalam anggota Black Knight!"
Beberapa saat kemudian seluruh anggota pasukan khusus Black Knight akhirnya datang. Mereka mengelilingi Benjamin agar tidak kabur. Minah hanya tersenyum sinis dan mengatakan, "Memangnya kamu saja yang boleh bergabung dengan Black Crossover? Sebuah organisasi hitam yang membuat tiga keluarga hancur sekaligus. Aku nggak menyangka kalau kamu ikut-ikutan seperti itu. Bahkan hidupku hancur hanya karena kamu. Andaikan Kalau kamu tidak menculikku. Aku sekarang hidup bahagia dan tinggal bersama suami dan anakku. Aku menjadi istrimu itu hanya terpaksa. Sangking terpaksanya aku harus menuruti keinginanmu. Kamu sudah berani mengancam kedudukan orang tuaku. Selain itu juga kamu membuat mentalku lemah. Sekarang aku ingin kamu akan merasakan akibatnya," jelas Minah yang tidak main-main dengan perkataannya itu.
Benjamin hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Diam-diam Benjamin telah masuk ke dalam perangkapnya sendiri. Haruskah ia marah kepada Minah? Semuanya percuma. Andai saja jika dirinya bisa mengulang waktu. Ia tidak akan mungkin mengajak sang istri bekerja sama. Kemungkinan besar Benjamin akan meminta Minah berada di rumah saja.
Namun nasi sudah menjadi bubur. Melihat kecantikan Minah, Benjamin tidak bisa membunuhnya. Mau tidak mau Benjamin menyerahkan dirinya ke Black Knight. Dengan begitu masalah ini sudah selesai. Aska, Adrian dan Luke sengaja tidak mendekat ke arah Minah. hal itu bisa membuat Benjamin kabur. Melihat Benjamin ditangkap oleh Black Knight, mereka bertiga menjadi lega.
Setelah kejadian ini Aska berharap tidak akan ada lagi kisah hidupnya yang suram. Aska menatap wajah Adrian sambil berkata, "Ayah, semuanya sudah selesai. Benjamin menyerahkan dirinya tanpa ada perlawanan apapun."
"Benjamin menyerahkan dirinya karena nggak bisa kabur kemana-mana. Jika orang yang sudah memiliki catatan hitam dengan Black Knight. Hidupnya sudah diambang kematian. Mau kabur pun nggak bisa sama sekali. Orang-orang yang disuruh turun untuk menemaniku adalah memiliki skill menembak yang cukup baik," sahut Minah yang mengerti dengan perasaan Aska.
"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Adrian.
__ADS_1