Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Meeting Yang Membosankan.


__ADS_3

Tepat jam 10.00 pagi. Mereka bersiap-siap menuju ke ruangan meeting. Saat berjalan Aska merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Ia mencium ada kejanggalan di acara meeting itu.


Tanpa disadari oleh Christina, Sang putra dengan santainya berjalan menuju ke ruangan meeting. Ia memang sengaja memancing orang-orang yang berada di sana. Sesampainya di sana beberapa orang dewan direksi menatap Aska dan merendahkannya.


"Kamu siapa? Kamu memakai pakaian yang tidak seharusnya dipakai dalam perusahaan ini! Lebih baik kamu keluar dari sini! Kamu nggak pantas masuk ke sini!" tegas salah satu anggota dewan direksi itu.


"Kenapa tidak pantas aku masuk ke sini? Memangnya aku memakai pakaian seperti ini tidak boleh masuk ke dalam?" tanya Aska.


"Ini menandakan kalau aku sedang protes ke kalian semua. Kalau kalian adalah anggota dewan direksi yang bodoh," ucap Aska yang masuk ke dalam sambil melihat suasana ruangan di sana sangat tegang.


Memang di usianya yang ke dua puluh dua tahun, Aska memiliki jiwa yang labil. Ia memang sengaja masuk ke dalam dan memeriksa keadaan ruangan tersebut.


Beberapa saat kemudian ada seorang wanita yang usianya kira-kira tiga puluh lima tahun mendekatinya. Wanita itu menyapa Aska dengan sopan.


"Selamat datang tuan muda," sapa wanita itu.


"Ibu mengenal saya?" tanya Aska.


"Ya... Saya mengenal anda. Anda adalah pemegang saham terbesar di perusahaan ini. Nama anda adalah Aska Wicaksono putra dari Nyonya Christina," jawab wanita itu.


"Siapa nama anda?" tanya Aska dengan sopan.


"Nama saya adalah Mira Hadikusumo. Panggil nama depan saya yaitu Mira," jawab Mira nama wanita itu. "Saya di sini tugasnya untuk mengatur jalannya rapat pertemuan dewan direksi," jawab Mira.

__ADS_1


"Baiklah. Nanti kalau butuh saya panggil Anda," ucap Aska yang menarik kursinya lalu menghempaskan bokongnya.


Mira langsung pergi meninggalkan Aska. Kesan pertama yang didapatkan oleh Mira adalah sifat dinginnya Aska keluar. Namun Mira tidak mempermasalahkan akan hal itu. Karena Mira sendiri sering bertemu dengan orang-orang seperti Aska.


Lima menit telah berlalu. Seluruh orang sudah berkumpul di satu ruangan. Untung saja Aska ditemani oleh Romeo. Aska langsung mendapatkan para peserta yang ikut rapat dewan direksi. Sebelum acara dimulai Aska melihat nama peserta itu. Lalu ia menemukan nama pak Gilang di dalam rapat itu.


"Kenapa ada orang itu di sini? Bukankah orang itu tidak akan ikut rapat ini?" tanya Aska dalam hati.


Setelah itu rapat dimulai. Awalnya rapat itu sangat menyenangkan sekali bagi Aska. Namun ujung-ujungnya dewan direksi satu persatu menyerang Christina. Dengan tenangnya Aska hanya tersenyum sinis kepada mereka.


Suasana di sana yang semula dingin menjadi panas. Mereka saling tuduh dan melemparkan bola panas ke Christina. Aska memandang Romeo hanya bisa tertawa terkekeh.


"Lihatlah mereka! Mereka saling melempar bola panas ke ibuku. Ini sangat lucu sekali. Ingin rasanya aku tertawa dan mengejek mereka," kesal Aska.


"Kamu punya wewenang tinggi lho di sini. Kamu bisa memecat semuanya dan mengganti yang baru. Tapi sebelumnya kamu harus mencari kandidat kandidatnya untuk mengganti mereka. Jangan sampai kamu mengecatnya tapi belum ada kandidatnya. Nanti siapa yang akan jadi dewan direksi?" tanya Romeo.


Semua orang yang berada di sana langsung diam dan memandang Aska. Mereka terkejut atas kedatangan orang baru. Apalagi orang itu tidak memakai pakaian formal. Malahan memakai pakaian seperti orang berandalan.


Mereka hanyalah melihat penampilan Aska saja. Mereka tidak tahu kalau Aska adalah sang ahli waris pemilik perusahaan ini. Mereka langsung mengusir Aska dari dewan direksi. Menurut mereka Aska seorang pengganggu.


"Kamu tidak berhak di sini! Kamu harus keluar dari sini! Kamu tahu kan di sini itu bukan tempatnya anak brandal sepertimu!" teriak Pak Gilang dari belakang.


"Cih... Mengusir sang pemilik apakah itu pantas?" tanya Aska sambil melipat kedua tangannya di dada dan beranjak dari posisinya.

__ADS_1


"Siapa yang kamu bilang? Pemilik di sini adalah nyonya Christina?" sahut seseorang yang berada di samping pak Gilang.


"Sepertinya aku salah masuk ke sini ya," sindir Aska sambil melemparkan senyuman mematikan buat mereka.


Para peserta di sana ribut dan mengusir Aska. Namun Aska bergeming tidak akan pernah pergi dari ruangan itu. Keadaan semakin membara dan cukup panas. Seluruh orang meminta moderator untuk mengusir Aska.


Akan tetapi Romeo terlebih dahulu mendekati sang moderator. Romeo meminta mic kepada Mira. Lalu Mira memberikannya kepada Romeo dan meninggalkannya sementara waktu.


"Selamat siang bagi peserta rapat dewan direksi yang terhormat. Aku Romeo asisten dari Nyonya Christina. Aku jarang sekali mengeluarkan suara di sini. Kenapa kalian pada ribut-ribut? Apakah kalian adalah anak kecil yang sedang memperebutkan permen? Cepat jawab!" tegas Romeo dengan nada menekan.


Seluruh para peserta langsung terdiam dan menatap Romeo. Mereka takut jika Romeo mulai melakukan aksinya. Yang kita tahu adalah Romeo seorang asisten yang memiliki sifat kejam yang tidak bisa ditolerir. Yang di mana sifat kejam itu bisa membuat seluruh karyawan takut kepadanya.


"Aku peringatkan kepada kalian! Jangan sekali-kali melihat orang pada penampilannya! Kalian harus tahu itu! Ditambah lagi kalian adalah anggota dewan direksi yang sangat dihormati dan menjadi acuan untuk membangun perusahaan ini. Bukannya saling lempar melempar bola panas ke Nyonya Christina? Kalian harus berguna buat perusahaan ini. Bukan untuk menghancurkan perusahaan ini," protes Romeo sambil menyindir para peserta.


"Memang benar kenyataan. Kalau Nyonya Christina tidak bisa membangun perusahaan ini. Jika terus-terusan begini perusahaan ini bisa bangkrut. Beberapa bulan terakhir pemasukan perusahaan ini semakin menurun," seru Pak Hadi selaku perwakilan karyawan.


Aska mendekati Romeo lalu berdiri tegak dan pandangan lurus ke depan. Posisi itu menandakan kalau Aska sudah tidak bisa dianggap bercanda. Pria muda itu meminta mic kepada Romeo. Lalu Romeo memberikannya dan berdiri di samping Aska.


"Apa yang anda katakan Pak Hadi?" tanya Aska.


"Saya ingin perubahan dan perombakan besar-besaran terutama pada CEO dan asistennya," jawab Pak Hadi.


"Kenapa harus diganti? Bukankah Nyonya Christina adalah seorang CEO yang baik kepada karyawannya?" tanya Aska dengan mengintimidasi Pak Hadi dan lainnya.

__ADS_1


"Anda siapa anak muda? Kamu sudah terlalu ikut campur. Seharusnya kamu tidak perlu masuk ke dalam ruangan ini," ejek Pak Hadi yang membuat Aska semakin maju untuk beradu argumen.


"Sebenarnya aku malas untuk mengatakan siapa diriku ke kalian. Jika kalian ingin tahu siapa aku dengarkan baik-baik!" perintah Aska.


__ADS_2