Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Jujur.


__ADS_3

Jamaludin dan Benjamin tidak menyadari kalau markas sudah di gerebek oleh pihak kepolisian dan juga Frank. Mereka sangat menikmati indahnya pantai yang berada di negara Spanyol. Namun mereka tetap tenang dan berhura-hura dengan banyak wanita yang sudah dimintanya. Di sisi lain para pengawal tidak akan menghubunginya lagi. Para pengawal itu sudah mendekam dalam penjara. Untung saja Aska memang menyelidiki satu persatu para pengawal tersebut. Ternyata mereka adalah residivis kejahatan yang pernah atau bahkan sering dilakukannya di kota Paris. Tidak hanya di kota Paris saja, Jamaludin mengambil mereka dari berbagai negara untuk dipekerjakan sebagai anggota pengawal Black Crossover.


Teringat akan peresmian ahli waris Wicaksono Group, Benjamin dan Jamaluddin memutuskan untuk pulang ke Paris. Mereka bersiap-siap untuk terbang ke negaranya. Dengan rasa puas dan bahagia mereka akan melancarkan serangan buat Aska. Namun mereka tidak menyadarinya. Seluruh para mafia yang sudah dihubungi langsung memutuskan kontak dan tidak ingin berhubungan lagi. Mereka sudah mendapatkan ancaman dari Aska dan mencari aman agar polisi tidak menangkapnya.


Kembali lagi ke Paris. Aska yang mengetahui kalau Maria sedang hamil muda membiarkannya tidur hingga siang. Aska sendiri tidak mempermasalahkannya. Sebab ia sudah diberitahukan oleh nenek Stefani dan Christina agar sang istri membiarkan istirahat dengan nyaman. Mereka juga cerita kalau wanita sedang hamil tidurnya tidak teratur. Aska akhirnya menuruti keinginan mereka dan berharap calon anak dan istrinya sehat.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Aska melihat Maria yang sudah bangun. Ia selalu mendekati Maria sambil berkata, “Hari ini sangat cerah sekali ya.”


“Semalam ke mana saja?” tanya Maria sambil memandang wajah Aska.


Aska tersenyum lalu duduk di hadapan Maria. Pria muda itu memegang tangan Maria sambil menjawab, “Semalam aku bersama ayah di taman belakang. Lalu aku meminta izin kepada ayah masuk ke kamar Julia.”


“Kenapa ingin masuk ke sana? Bukankah Julia akan kembali lagi ke sini?” tanya Maria.


“Julia tidak akan pernah kembali lagi ke sini. Julia akan dihukum seberat-beratnya. Banyak kejahatan yang sudah dilakukannya. Aku meminta Pak Rendy agar membukakan pintu kamar Julia. Entah kenapa hatiku ada yang menuntun untuk mencari beberapa dokumen. Setelah aku mendapatkan beberapa dokumen itu. Aku membuka dan membaca dokumen tersebut. Sungguh aku saat itu benar-benar kaget. Ternyata Julia telah membunuh kakek dan nenek dari pihak ayah. Saat itulah aku memberitahukan kepada ayah. Malam itu aku langsung pergi ke kantor kepolisian untuk menjenguk Julia. Aku ingin mengetahui Apa motif sebenarnya?” jelas Aska.


Mata Maria pun membulat sempurna. Ia tidak menyangka kalau selama ini Julia telah menghancurkan tiga keluarga sekaligus. Jujur Maria merasakan kalau Julia sedari dulu memang janggal orangnya.


“Maafkan Aku. Aku telah menuduhmu secara diam-diam,” ucap Maria yang semalam hatinya gelisah karena takut Aska berselingkuh.


“Tidak apa-apa. Aku juga tidak bilang sama kamu kemana pergiku semalam. Lagian semalam kamu tertidur pulas sekali. Jadi aku tidak bisa membangunkan kamu. Aku tahu kamu curiga padaku. Karena aku pergi malam-malam,” jelas Aska yang mengerti perasaan Maria.


“Wanita mana yang tidak curiga jika suaminya tiba-tiba saja pergi pada malam hari. Semua wanita akan curiga dan berspekulasi suaminya selingkuh,” ujar Maria.

__ADS_1


“Lebih bagus begitu dong. Jadi wajar jika wanita memiliki pikiran seperti itu. Aku juga tidak marah sama kamu,” ucap Aska.


“Aku sangat berterima kasih mendapatkan suami yang sabar sepertimu. Aku ingin kita selamanya begini,” pinta Maria. “Oh ya... Kata Winda semalam ada penggerebekan di markas Jamaludin. Apakah Paman Frank dan kepolisian bisa menangkap Jamaludin?”


“Jamaludin, Jono dan Benjamin tidak berada di markas tersebut. Mereka sedang berada di rumah masing-masing. Aku nggak tahu tempatnya di mana. Tapi mereka sudah mengamankan barang bukti yang banyak. Ada senjata yang canggih di markas tersebut. Ditambah lagi dengan obat-obatan terlarang dan organ tubuh manusia. Yang tidak kalah mengejutkannya adalah Paman Frank menemukan banyak mayat yang sudah diawetkan. Beberapa jam setelah penggerebekan itu pihak kepolisian sudah menyelidiki mayat-mayat tersebut. Alhasil mereka adalah warga sipil biasa. Identitasnya juga belum bisa ditemukan. aku sempat berpikir kalau mereka adalah warga yang hilang dalam beberapa minggu terakhir ini,” jawab Aska yang menjelaskan seperti apa kejadiannya.


“Berarti mereka sangat mengerikan?” tanya Maria.


“Memang mereka sangat mengerikan sekali. Aku nggak tahu apa yang terjadi selama ini. Biarlah pihak kepolisian yang akan menanganinya. Semoga saja hidup kita aman dari Jamaludin,” ucap Aska sambil berdoa dengan tulus.


“Sebenarnya aku sangat ketakutan sekali mendengar ceritamu itu. Andai saja kalau salah satu dari keluarga kita yang menjadi korbannya Jamaludin Bagaimana rasanya? Jujur Jamaludin ternyata seorang psikopat,” tambah Maria.


“Kamu nggak usah mikirin yang macam-macam. Jamaludin itu lucu sekali. Bayangkan saja Jamaludin sudah menjual senjata rakitannya ke para mafia dengan harga yang cukup mahal sekali. Ditambah dengan perputaran penjualan obat-obatan terlarang. Terus penjualan organ tubuh manusia yang harganya selangit itu. Bisa dikatakan Jamaludin meraup keuntungan yang sangat besar sekali. Tapi kenapa Jamaludin sangat menginginkan Wicaksono Group? Padahal kalau dihitung-hitung aset yang dimiliki Jamaludin itu sama Wicaksono group lebih besar miliknya,” kesal Aska yang benar-benar ingin menghabisi Jamaludin.


“Itulah yang dinamakan orang serakah dan tamak. Kalau aku menjadi seperti Jamaludin. Aku sudah tidak akan mengotak-atik milik orang lain. Aku akan menjadi orang terkaya di dunia ini,” sahut Maria. 


“Abang,” panggil Maria dengan manja. 


“Ada apa sih?” tanya Aska. 


“Lihatlah tubuhku ini. Semakin lama tubuhku semakin kurus. Tapi perutnya yang tidak akan kurus lagi nanti,” jawab Maria yang merengek dan membuat Aska tertawa.


Sontak saja Aska tertawa terbahak-bahak. Entah kenapa Maria pada pagi ini sangat lucu sekali. Memang benar apa yang dikatakan Maria. Tubuh mungilnya semakin mungil karena tidak mendapatkan asupan gizi. Sebab sampai saat ini Maria merasakan kepalanya pusing dan ingin muntah. 


“Lagian kamu nggak mau makan. Coba kamu makan yang agak banyak,” ledek Aska. 


“Mau makan bagaimana? Beli makanan mahal pun aku nggak makan. Padahal yang aku beli itu adalah steak daging. Setelah mencobanya pertama kali langsung muntah-muntah. Aku harus bagaimana?” tanya Maria yang bersedih.

__ADS_1


“Harusnya kamu bilang sama anak kita dulu. Bilangnya begini, sayang kali ini nurut sama ibu ya... Ibu pengen makan enak. Kamu pasti akan merasakannya. Jangan buat ibu susah. Karena beberapa hari ini ibu tidak makan,” ucap Aska.


“Bener juga. Tapi aku tidak mau mengatakannya. Biarlah rasa ini aku rasakan sendiri,” ujar Maria.


“Ya jangan begitu. Kamu bilang ajak kerjasama aja. Sama seperti kamu mengajak kerjasama beberapa klien terkenal. Hingga anak kita menurut dan tidak membuatmu muntah,” kata Aska yang memberikan solusi yang tepat.


“Baiklah kalau begitu. Aku akan mencobanya. Semoga saja mereka menuruti keinginan ayahnya ini,” kesal Maria. 


“Mereka?” tanya Aska. “Memangnya anak kita kembar?” 


“Entahlah. Tapi pas waktu di USG anak kita satu,” jawab Maria. 


“Baiklah. Aku tidak jadi masalah kalau kita memiliki bayi kembar. Yang penting anak kita sehat dan kuat. Oh ya... Aku ingin tidur dulu. Aku mengantuk sekali,” sahut Aska yang memberikan tubuhnya di tepi ranjang. 


“Dibangunin jam berapa nanti?” tanya Maria. 


“Bangun jam dua siang,” jawab Aska. 


“Lebih baik makan dulu habis itu tidur. Nanti perutnya sakit kalau nggak makan lebih dahulu,” ucap Maria dengan tegas. 


“Sebelum menuju ke rumah. Aku sudah makan bersama Paman Frank dan ayah. Aku benar-benar kenyang dan mataku mulai mengantuk,” kata Aska yang mulai menutup matanya untuk menuju ke alam mimpi. 


Maria yang melihat Aska sudah tertidur hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ia tidak menyangka kalau pria tengil ini adalah suaminya. Ia berjanji akan menjadi istri yang baik buat Aska. Terkadang Maria rindu ketika dirinya masih sendiri. Namun Maria tidak boleh menoleh ke belakang. Aska sudah berpesan kepadanya untuk menutup semua kenangan masa lalu Maria bersama orang-orang yang menyakitinya. 


Di hotel mewah Bu Tanti dan Pak Budi sedang menikmati sarapan pagi. Mereka mendapatkan perlakuan istimewa dari sang pemilik Hotel. Sebab sang pemilik Hotel mengetahui kalau sepasang suami istri paruh baya itu adalah guru Aska. Ketika sedang sarapan Pak Budi mencari keberadaan Maria. Namun Pak Budi tidak menemukannya sama sekali.


“Ke mana Maria?” Tanya Pak Budi sambil matanya mencari keberadaan Maria.

__ADS_1


__ADS_2