
"Ibu mana yang membiarkan putranya mempermainkan pernikahan? Sebagai ibu aku adalah seorang wanita. Yang di mana hati wanita itu rapuh. Wanita itu harus dilindungi dan dijaga selamanya. Aku berharap Aska tidak mempermainkan pernikahan ini," jawab Christina.
"Kamu benar. Sebagai pria sejati tidak akan pernah mau mempermainkan pernikahan. Itulah kenapa aku tidak akan pernah mau berselingkuh dari perempuan lain. Namun dulu keadaan kita berbeda. Banyak teman kantorku yang mengatakan kalau aku berselingkuh dengan wanita lain. Memang setiap acara apapun aku tidak pernah mengajakmu kesana. Karena hubungan kita saat itu kurang baik. Tapi aku masih tetap mencintaimu seperti yang lalu," jelas Adrian yang benar-benar setia pada Christina.
"Maafkan Aku. Yang berlalu sudahlah berlalu. Kita tidak akan membahas lagi soal masa lalu. Jam sudah menunjukkan mau masuk senja. Aku ingin kamu bersiap-siap agar acaranya lancar," ucap Kristina yang memperingatkan Adrian agar bersiap-siap.
Adrian akhirnya mempersiapkan dirinya untuk menyambut acara ahli waris. Adrian menyuruh Christina untuk mengecek keadaan Damian dan Stefani. Christina pun menurutinya. Ia keluar dari kamar dan masuk ke dalam kamar utama. Yang dimana kamar itu dihuni oleh Damian dan Stefani. Alangkah terkejutnya melihat mereka berdua yang sedang bermesra-mesraan. Ternyata mereka sedang membuat contoh agar anak cucunya bisa mengikuti kisah cintanya yang tulus ini.
"Ya Tuhan... Kalian membuatku iri saja," ucap Christina dengan tulus.
Stefanie dan Damian terkekeh mendengarnya. Lalu mereka memisahkan dirinya dan memandang wajah Christina.
"Sungguh aku tidak ingin memamerkan kemesraan kami. Kami memang sengaja mengajarkan kalian untuk hidup bahagia," ujar Stefani.
"Kalian sangat romantis sekali. Apakah kalian sudah bersiap-siap untuk menyambut acara nanti malam?" tanya Christina.
"Jantung kami seperti copot dari tempatnya. Jujur Papa ingin acara nanti malam berjalan dengan lancar. Tapi sepertinya Jamaludin akan menyerang kita," jawab Damian.
"Tenanglah. Jamaludin tidak akan menyerang acara tersebut. Sebab yang hadir di sana adalah para hakim yang mengesahkan ahli waris sesungguhnya, tim pengacara dari Frank ditambah pasukan khusus yang telah disiapkan. Pasukan khusus itu akan berbaur menjadi satu sebagai pengunjung," ucap Christina.
"Beberapa hari ini aku mendapatkan teror dari Jamaludin. Jamaludin mengatakan kalau surat yang aku pegang itu tidak sah. Nanti malam dia akan datang dan meminta putranya untuk menjadi ahli waris sesungguhnya di Wicaksono Group," jelas Damian.
"Tenang saja kek," sahut Aska yang datang bersama Maria.
__ADS_1
"Tenang bagaimana? Aku mendapatkan mimpi seperti itu," tanya Damian balik.
"Mimpi itu adalah bunga tidur. Yang di mana bunga tidur akan selalu menghiasi manusia ketika tidur. Jadi bunga tidur itu tidak akan pernah terjadi. Aku sebagai penerima kunci ahli waris tetap memasang waspada dengan ketat. Selain itu juga aku sudah mempersiapkan potongan-potongan video. Yang di mana Jamaludin melakukan kejahatan yang fatal. Nanti kita akan lihat Bagaimana kejadian sesungguhnya," jawab Aska.
Damian akhirnya menganggukkan kepalanya. Ada rasa lega sedikit di dalam hatinya. Ia berharap masalah itu akan berlangsung dengan damai.
"Setelah kamu mendapatkan ahli waris. Kamu harus memberikannya ke putramu. Jika kamu memiliki seorang putra. Dia kamu tidak memiliki seorang putra. Maka berikanlah kepada putrimu itu. Jika kamu memiliki tiga orang anak. Maka Wicaksono group dibagi menjadi tiga. Sebab anak-anakmu berhak untuk mendapatkannya," jelas Damian yang memperingatkan Aska untuk membagi perusahaannya kelak.
"Baik kek. Memangnya Kakek mau ke mana menyuruhku membagi perusahaan itu untuk anak-anakku?" tanya Aska.
"Kakek akan tinggal di desa setelah ini. Kakek ingin menghabiskan waktu bersama nenekmu. Kamu dan Christina harus sering-sering mengunjungi kakek di desa," jawab Damian yang ingin menghabiskan waktu bersama Stefani.
"Itu benar Aska. Kami akan menghabiskan waktu dengan cara bercocok tanam. Di sana kami memiliki kebun mawar yang sangat indah. Syukurlah selama aku menghilang kebun mawar itu dipegang oleh Frank. Jadi kebun mawar itu sekarang bertambah besar," jelas Stefani.
"Apa itu benar nek? Aku ingin pergi ke sana," tanya Maria dengan mata berbinar sambil mengelus perutnya.
"Itu benar Nek. Seumur-umur Aku ingin melihat mawar yang sedang ditanam di kebun," ucap Maria.
"Okelah setelah masalah beres kita akan kesana untuk melihat mawar. Sepertinya kamu sangat bahagia sekali sore ini," ledek Aska.
"Itu tandanya bagimu sedang memberikan energi baik. Semoga kalian sehat hingga nanti waktunya. Kapan kita berangkat?" tanya Stefani.
"Sebentar lagi. Adrian sedang mengecek mobil yang akan digunakan oleh kita," jawab Christina.
__ADS_1
Dengan cepat Aska menghilang dari pandangan mereka. Aska menuju ke garasi dan membantu mengecek kelayakan mobil. Namun sebelum melakukannya, Aska melihat Adrian yang berwajah pucat. Akhirnya Aska mendekatinya lalu bertanya, "Ada apa ayah?"
"Seluruh mobil di sini remnya blong semua. Aku tahu siapa yang melakukannya," jawab Adrian.
"Maksud ayah Julia?" tanya Aska.
"Aku baru saja menanyakan Julia ke kepala penjara. Katanya Julia tidak mungkin keluar dari penjara," jawab Adrian.
"Lebih baik kita pesan saja heli. Kita tidak akan mungkin memakai mobil itu. Aku tahu yang melakukannya adalah Jamaludin. Kemungkinan besar Jamaludin sudah mendengar tentang penobatan ahli waris nanti malam. Ketika kita keluar dari rumah. Mobil akan dipacu dengan kecepatan sedang. Dan analisisku menyatakan cepat atau lambat akan ada truk menghalangi jalan kita. Lalu kita tidak bisa mengerem dan begitulah akhirnya. Aku sudah mempelajari ini dari lalu lintas kecelakaan belakangan," jelas Aska yang membuat Adrian menganggukkan kepalanya.
"Kamu benar. Kita tidak akan mungkin memakai mobil itu. Dengan terpaksa aku akan meminjam heli dari kantorku," ujar Adrian.
Terpaksa Adrian mengambil keputusan dengan cepat. Untung Adrian sudah mengecek mobil itu. Makanya sedari malam Aska merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Mau tidak mau Aska menyetujui permintaan Adrian.
"Kalau begitu ayah benar. Kita bisa mendaratkan heli itu di belakang rumah," ucap Aska yang membenarkan Adrian.
Selang sejam dari kejadian mobil itu, heli akhirnya mendarat sempurna di taman belakang. Dengan cepat Aska bersama lainnya memasuki heli tersebut.
Sedangkan rumah itu dijaga oleh beberapa anggota Blue Dragon. Yang di mana Pak Ahmad memegang kendali keamanan rumah itu. Untung saja Frank sengaja membawa mereka untuk diajak kerjasama.
Setelah menaiki heli Pak Ahmad datang dan melambaikan tangannya. Dengan senyumnya yang merekah, Pak Ahmad berdoa agar acaranya berjalan dengan lancar.
Di ballroom Frank bersama Roni, Max, Romeo dan Pak Broto mengecek keamanan untuk kedua kalinya. Winda bersama Sheila mengecek makanannya. Diam-diam mereka berdua memiliki satu alat. Yang di mana alat itu bisa mengontrol kadar racun dalam makanan.
__ADS_1
Jika makanan itu mengandung racun, alat itu bisa mendeteksi dengan jelas. Maka dari itu mereka tidak perlu susah-susah untuk mengecek satu persatu.
"Apakah kalian sudah selesai?" tanya Frank.