Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Prahara Dalam Keluarga Wicaksono.


__ADS_3

"Kemarilah anak muda. Duduklah di sini!" seru wanita itu.


Mereka akhirnya duduk di hadapan wanita itu. Romeo masih bingung dengan apa yang dilihatnya itu. Sedangkan Aska mulai mencium aroma yang tidak sedap di keluarganya itu.


"Anak muda... Perkenalkan nama kamu siapa saja? Kamu adalah orang berbahaya apa tidak untuk cucuku ini?" tanya wanita itu dengan tegas.


Mata Romeo membulat sempurna. Bagaimana bisa dirinya dicurigai sebagai orang bahaya di dekat Aska? Wanita itu melihat Maria yang sedang ketakutan. Lalu ia segera menyapa gadis muda itu.


"Gadis muda," sapa wanita itu lagi.


"Iya nyonya," ucap Maria dengan nada bergetar.


"Kamu sangat cocok sekali dengan cucuku ini," sahut wanita itu sambil menatap wajah Maria dan Aska.


Sontak saja Maria sangat terkejut dengan pernyataan wanita itu. Kemudian Maria menunduk dan tidak berani memandang wajah wanita tersebut.


"Maaf nyonya," sela Romeo.


"Ada apa?" tanya wanita itu sambil menatap Romeo dan menyelidikinya.


"Kenapa Nyonya Julia ingin bertemu dengan tuan muda kami Aska secara diam-diam. Bukankah anda bisa menemuinya bersama Tuan Damian? Siapakah anda sebenarnya?" tanya Romeo kembali.


"Aku sudah berpisah dengan Damian kurang lebih tiga puluh dua tahun lamanya," jawab wanita itu yang membuat mereka terkejut.


Setelah mendengar pernyataan itu, Aska mengerutkan keningnya sambil bertanya-tanya. Kenapa wanita ini mengaku-ngaku berpisah dengan Damian selama tiga puluh dua tahun ya? Sebenarnya siapa wanita ini? Dua pertanyaan itu yang sedang berada di dalam otaknya.


Bagaimana dengan tanggapan Romeo dan Maria? Mereka juga memiliki pertanyaan yang sama dengan Aska. Meskipun mereka berdua adalah asisten Christina, mereka sangat hafal betul dengan keluarga Christina. Namun ini sangat aneh sekali bagi mereka.

__ADS_1


Wanita itu sedang memperhatikan mereka yang sedang kebingungan. Sebelum berbicara beberapa pelayan datang sambil membawa beberapa macam menu makanan yang sudah dipesannya.


Para pelayan sedang menata menu makanan tersebut di atas meja. Aska sangat terkejut sekali dengan menu makanan itu. Jujur saja Aska bertanya-tanya dalam hati, kenapa wanita itu tahu makanan favoritnya?


Beberapa saat kemudian pelayan itu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Wanita itu tersenyum sambil berkata, "Aku tahu makanan favorit kamu apa? Kamu adalah penyuka makanan yang sangat sederhana sekali."


"Dari mana anda tahu nyonya? Anda tahu kalau saya ini bukan orang spesial? Saya ini hanya orang biasa," tanya Aska yang membuat si wanita itu tertawa terbahak-bahak.


Bingung.


Satu kata itu bercokol di kepala mereka. Mereka sangat terkejut melihat wanita itu tertawa. wanita itu menghentikan tawanya sambil mengajak mereka makan terlebih dahulu.


Mereka akhirnya menghormati Tuan rumah untuk makan terlebih dahulu. Lalu mereka sangat menikmati makanan tersebut tanpa banyak bicara.


Lima belas menit telah berlalu. Mereka baru saja menyelesaikan makan malamnya itu. Kemudian sang wanita itu menatap lagi Aska yang penuh dengan kasih sayang.


"Baiklah. Aku akan menceritakan sesuatu. Tapi kamu yang nggak tahu namanya dan gadis muda jangan pernah bercerita tentang pertemuan ini kepada siapapun. Jika sampai kalian bercerita, kalian yang akan menjadi bulan-bulananku!" ancam wanita itu.


"Baiklah Romeo. Aku peringatkan, jangan pernah bercerita tentang pertemuan ini kepada orang lain. Jika aku sudah siap maka kalian boleh menceritakan pertemuan ini," ancam wanita itu lagi.


"Baiklah nyonya," balas Romeo.


"Aku adalah Julia Simon Perez. Seorang wanita yang berdarah Indonesia dan Spanyol. Aku dilahirkan di Jakarta tujuh puluh lima tahun silam. Aku dibesarkan di negara Belanda selama lima belas tahun. Aku memiliki seorang saudara kembar yang bernama Tiffany. Kami hidup bersama-sama yang dipenuhi dengan kasih sayang. Saat usiaku lima belas tahun, aku sudah dijodohkan dengan Damian Hopkins. Pria itu sekarang menjadi kakek Aska dan ayah dari Christina," ucap wanita itu.


"Jadi anda adalah ibu kandung dari Nyonya Christina. Yang berarti anda adalah nenek kandungku yang asli," sahut Aska yang benar-benar siap mendengarnya.


"Iya. Aku adalah nenek kamu yang asli," jawab wanita itu. "Sekarang kamu panggil namaku dengan panggilan nenek Stefani. Jujur aku tidak ingin memakai nama Julia terlebih dahulu."

__ADS_1


"Sudah aku duga. Selama ini aku sedang mencurigai wanita tua yang di samping kakek Damian," ucap Aska yang membuat Romeo terkejut.


"Ya... Wanita yang berada di samping Damian adalah wanita yang mengaku-ngaku sebagai diriku," jelas Stefani nama wanita itu.


Kedua pria muda itu benar-benar sangat bingung sekali mendengar pernyataan dari nenek Stefani. Romeo yang biasanya tidak mau mengusik keluarga Wicaksono akhirnya menjadi penasaran. Begitu juga dengan Maria, Maria sendiri hanya terdiam dan mencerna apa yang dikatakan oleh Stefani.


"Ya sudah... Aska akan memanggil Nyonya nenek," ujar Aska.


Stefani pun langsung terharu mendapat panggilan spesial dari cucunya itu. Lalu Stefani memutuskan melanjutkan cerita tersebut.


"Aku yakin salah satu dari kalian sudah ada yang berani menyelidiki siapa wanita yang berada di samping suamiku itu," ucap Stefani.


"Ya itu benar. Aku adalah orang yang pertama menyelidiki siapa wanita itu?" sahut Aska dengan jujur.


"Bagus sekali. Aku sangat bahagia sekali, Jika salah satu dari kalian sudah menyelidiki wanita tersebut," jelas Stefani dengan tersenyum getir.


Tidak sengaja Aska melihat senyuman bibir itu berasal dari mulut Stefani. Pria muda itu merasakan ada sesuatu yang membuat wanita berusia senja itu sedih. Tiba-tiba saja tangan Aska refleks memegang tangan Stefani dengan hangat.


"Maafkan aku Nek. Aku sudah lancang mencari informasi itu. Karena selama ini aku merasakan ada sesuatu yang membuatku janggal dengan wanita itu," ucap Aska dengan penuh penyesalan.


Stefani tidak sengaja menangkap mata Aska yang penuh dengan penyesalan. Namun Stefani tersenyum dan menatap Aska sambil berkata, "Jangan pernah menyesal. Apa yang telah kamu lakukan itu? Kamu berhak mengetahui seluk beluk keluarga Wicaksono. Jangan sampai kamu tidak tahu silsilah keluarga besarmu itu. Nenek tahu keluarga ibumu hancur berantakan karena seseorang. Nenek akan menceritakan kenapa kisah ini terjadi? Bahkan cerita ini berkaitan dengan berpisahnya kamu dari kedua orang tuamu."


Romeo sangat terkejut sekali mendengar pernyataan Stefani. Selama ini keluarga Wicaksono ternyata tidak baik-baik saja. Makanya dirinya sempat bingung dengan kelakuan Aska. Kenapa Aska ingin tahu sekali tentang wanita yang berada di samping Damian?


Sementara itu jika ada salah satu orang maupun kerabat yang ingin mengetahuinya. Maka orang itu akan berakhir di dalam penjara. Inilah yang membuat Romeo bertanya-tanya. Sebenarnya siapa yang membuat pernyataan itu? Bukankah keluarga Wicaksono adalah keluarga yang sangat terpandang di dunia ini.


"Sebentar Nek. Aku sela terlebih dahulu," sela Romeo.

__ADS_1


"Katakanlah. Apa yang ada di dalam benakmu itu harus dikeluarkan. Agar tidak menjadi penasaran dalam hidupmu itu," jelas Stefani.


"Sebenarnya aku ingin bertanya. Kenapa setiap orang maupun kerabat yang ada di keluarga Wicaksono tidak memperbolehkan mencari informasi atau membocorkan semua kegiatannya hingga ke publik?" tanya Romeo yang mendapat senyuman manis dari Stefani


__ADS_2