Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Tetaplah Di Sampingku.


__ADS_3

"Mala adalah Juliet ku selanjutnya. Dia adalah gadis manis, polos dan lugu. Ditambah lagi wajahnya sangat imut dan menggemaskan," jawab Romeo sambil tersenyum manis membayangkan Mala sedang tersenyum.


Pak Broto mengambil koran lalu menggulungnya dan memukulkannya ke arah Romeo.


Plakkk...


"Kamu itu! Aku tidak akan mengijinkanmu memacari Mala. Karena kamu adalah Playboy. Enak saja kamu memacari Mala! Nanti kamu buat hatinya patah!" geram Pak Broto.


"Tapi, aku sangat menyukainya. Ingin rasanya aku membawanya ke Pak penghulu untuk mengajaknya menikah," ucap Romeo dengan jujur.


Pak Broto menghilang nafasnya secara kasar. Bisa-bisanya Romeo ingin menjadikan Mala sebagai istrinya. Jujur Pak Broto sendiri tidak akan melepaskan Mala begitu saja. Hal itu dikarenakan Mala tidak mau ikut-ikutan masuk ke dalam dunia hitam.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mengajak Mala menikah. Dia adalah gadis yang sangat polos sekali. Aku nggak mau kamu mengajaknya ke dunia hitam. Jika kamu ingin menikah dengannya, kamu harus keluar dari Blue Dragon untuk menjadi pria normal," jelas Pak Broto.


"Kenapa aku harus keluar dari Blue Dragon?" tanya Romeo yang tidak paham dengan pernyataan Pak Broto.


"Aku tidak mau Mala menjadi seorang gadis yang ikut-ikutan masuk ke dunia mafia. Biarkanlah dia menjadi seorang gadis normal seperti lainnya," jawab Pak Broto yang tidak ingin malah menjadi istri Romeo. "Dia sangat menjunjung tinggi ajaran-ajaran agamanya. Jika tahu kamu adalah seorang pembunuh. Dia akan sangat kecewa sekali dengan pekerjaanmu itu. Itulah kenapa aku melarangmu untuk mempersunting Mala. Biarkanlah Mala mencari jodohnya sendiri.


Berat.


Satu kata itu langsung menghantam hatinya. Romeo tidak menyangka kalau Mala adalah seorang gadis yang taat beragama. Seketika Romeo diam dan mencari cara untuk mendapatkan Mala tanpa harus keluar dari Blue Dragon.


"Kalau kamu ingin benar-benar menikahinya. Lepaskanlah atribut Blue Dragon dari hatimu. Mala tidak mau melihat orang jahat di sampingnya. Aku harap kamu mengerti soal itu. Jika tidak kamu akan mendapatkan kekecewaan pahit. Aku di sini sebagai walinya tidak akan membuat Mala kecewa. Biarkanlah saja malah mencari kekasihnya. Siapa tahu nanti Mala bisa menikahi seorang ustadz yang mampu membimbing untuk menjadi wanita yang lebih baik lagi," jelas Pak Broto yang membuat Romeo nyalinya menciut.


Setelah mendapatkan penjelasan seperti itu, mau tidak mau Romeo mundur perlahan. Dirinya memang sudah berlumur dosa. Yang di mana ia sudah sering membunuh lawan-lawannya dengan kejam. Meskipun sakit hatinya namun Romeo harus tetap tegar. Ke depannya Romeo akan mencari seseorang wanita yang baik buat dirinya.


Malam itu juga Romeo mendapatkan surat kuasa ahli waris dari Damian. Romeo bersama beberapa pengawalnya pergi meninggalkan Karawang untuk menuju bandara. Tepat pergantian hari, mereka menuju ke Singapura dengan aman.

__ADS_1


Singapura.


Pagi yang cerah di kawasan Singapura, Maria yang baru saja bangun dikejutkan oleh tangan jahil Aska. Tangan kekar itu melingkari tubuh mungil Maria dan berdekatan. Maria langsung diam dan tidak bisa bicara. Ingin rasanya ia menghindari Aska. Tapi tangan kekarnya itu menahannya supaya tidak pergi.


"Apakah kita akan di sini?" tanya Maria.


"Ya... Kita akan tetap di sini. Rasanya aku tidur dengan nyenyak. Beberapa hari sebelum menikah aku tidak bisa tidur. Bukan mikirin soal pernikahan. Aku memikirkan sesuatu yang akan terjadi ke depannya. Dan itu sudah mulai kejadian. Aku mohon kamu selalu stay di sampingku. Jangan pergi kemana-mana. Karena musuh sudah menyerang kita," jawab Aska yang meminta Maria untuk tidak pergi.


"Aku tidak akan pergi dari sini. Aku akan stay di sampingmu. Oh ya... Apakah kita akan tinggal di sini untuk sementara waktu?" tanya Maria sambil menatap wajah Aska.


"Belum ada kepastian dari Paman Frank maupun ayah Adrian. Aku harus mendiskusikannya dengan baik. Semoga saja kita bisa lepas dari masalah ini. Aku harap kamu harus bersabar menghadapi ini semuanya," jawab Aska yang memberikan pengertian kepada Maria.


"Jujur... Aku sangat takut sekali. Mengingat musuh masih menebarkan teror. Aku juga memikirkan nasib kakek Damian. Mudah-mudahan tuan Damian dilindungi sang pencipta," ucap Maria.


"Ada satu fakta yang harus kamu tahu. Ternyata musuh kita itu sangat licik sekali. Diam-diam putranya yang mengidap autis akan dijadikan senjata buat menyerang kita. Aku bingung harus menghadapi orang itu dengan cara apa. Istilahnya adalah maju kena mundur kena. Jadi aku harus memikirkan cara agar bisa menyingkirkan putranya terlebih dahulu," ujar Aska.


"Kamu jangan terlalu mikir dengan berat. Biar aku saja yang memikirkan bagaimana keadaan kedepannya. Aku sendiri masih bingung menyusun rencana yang baik," ucap Aska.


Di kamar hotel Romeo hanya bisa menghela nafasnya berulang kali. Ia masih bingung memikirkan tentang Mala. Di sisi lain Romeo sudah jatuh cinta pada Mala.


"Ternyata berat untuk mendekati Mala. Aku harus bagaimana? Apakah aku harus meminum racun seperti cerita Romeo dan Juliet. Oh tidak... Aku tidak akan melakukannya sama sekali. Nanti saja deh aku memikirkannya. Soalnya musuh sudah bergerak," batin Romeo.


Kemudian Romeo melihat jam di tangan. Saat meraih dokumen itu, Romeo meraih ponselnya dan melihat isi pesan dari Sheila. Isi pesan itu menyebutkan, para pengawal yang diutus Jamaludin telah kembali ke Paris. Senyum merekah terbit dari mulutnya. Pagi itu juga dirinya langsung memutuskan check out dan menuju ke markas.


Markas besar Blue Dragon.


Adrian dan Christina baru saja sampai. Mereka disambut oleh beberapa pengawal yang sedang berjaga. Jujur Christina sangat ketakutan melihat para pengawal bertubuh kekar itu. Menurutnya wajah pengawal itu sangat menyeramkan sekali. Dengan cepat dirinya langsung mendekati Adrian.

__ADS_1


"Aku tahu kamu takut. Tenanglah mereka tidak sejahat yang kamu pikirkan. Mereka adalah para pengawal milik Frank," bisik Adrian yang masuk ke dalam markas itu.


"A-aku memang takut sama mereka. Jujur mereka memiliki tubuh yang sangat besar sekali darimu. Apakah mereka adalah algojo?" tanya Christina yang membuat Adrian menahan tawanya.


"Bukan, mereka bukan algojo. mereka adalah para pengawal yang ditugaskan untuk menjaga tempat ini. Agar tempat ini aman dari serangan musuh," jawab Adrian dengan lembut.


"Di mana anak dan menantuku? Kok aku tidak melihatnya?" tanya Christina lagi.


"Masa kamu nggak tahu. Mereka baru saja menikah dan merasakan indahnya berdua di atas ranjang," jawab Adrian.


Tak lama Frank datang menyambut kedatangan mereka. Dengan wajah tengilnya, Frank merentangkan kedua tangannya sambil mengucapkan, "Selamat datang adik iparku."


Adrian langsung menatap tajam ke arah Frank. Dengan cepat Adrian langsung mendekap wajah Christina. Dengan sikap tegasnya Adrian berkata, "Jangan pernah merayu istriku."


"Cih... Ternyata kamu sangat posesif sekali. Meskipun usiamu sudah tidak muda lagi," ledek Frank sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sialan lu," kesal Adrian.


Christina langsung mengangkat wajahnya dan memandang wajah Adrian lalu berganti dengan Frank. Ia tidak terkejut dengan sifat Frank yang tengil itu.


"Sedari dulu kamu tidak berubah ya Frank. Aku kira setelah kamu pergi lama. Kamu pasti berubah drastis," ucap Christina yang menghentikan tawa Frank


"Sepertinya kamu salah besar. Aku tidak pernah berubah sama sekali. Hanya saja hidupku sekarang sepi," ujar Frank yang mulai mencari simpati kepada Christina.


"Dasar jomblo kelamaan. Aku suruh menikah kamunya nggak mau. Sekarang beralasan dirimu kesepian. Itu adalah sebuah lagu lama darimu," ledek Adrian. "Bahkan kamu kalah dari keponakanmu itu. Diam-diam ketika aku datang ke Jakarta. Keponakanmu sudah merencanakan pernikahan."


Mata Frank mulai sendu. Jujur dirinya memang sial sekali dalam kisah percintaan. Sudah berapa kali Frank merasakan patah hati untuk kesekian kalinya. Entah wajahnya kurang tampan. Atau dirinya saja yang sering mempermainkan wanita. Hingga berakibat Frank jomblo.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa jomblo selama itu? Harusnya kamu sudah menikah dengan pacarmu yang bernama Laura," tanya Christina yang paham dengan kisah cinta Frank.


__ADS_2