
"Masa kamu enggak tahu apa yang aku maksud?' tanya Aska yang menahan tawanya.
"Ceritakanlah apa maksud kamu? Kenapa aku harus bersiap menghadapi kamu yang sedang khilaf?" tanya Maria yang tidak mengerti.
"Aku tidak menjelaskan sekarang. Jika aku menjelaskan semuanya sekarang. Kemungkinan besar kita tidak akan bisa sarapan," jawab Aska yang melepaskan bajunya dan melemparkan ke arah sembarangan lalu masuk ke toilet.
Maria pun tersenyum manis dan meraih ponselnya. Ia menatap koper milik Aska dan berdiri. Sembari menunggu Aska mandi, Maria mulai membuka koper itu dan mempersiapkan baju untuk Aska.
Di dalam toilet Aska tersenyum manis. Ia serasa memiliki hobi baru untuk menggoda sang istri. Jujur Aska mulai memiliki perasaan kepada Maria. Namun ia akan menyembunyikan perasaannya terlebih dahulu.
Di dalam kamar lain, Adrian sudah terbangun dari tadi. Ia menatap wajah sang istri Christina yang sangat cantik sekali ketika tertidur pulas. Ia tidak menyangka bisa kembali lagi ke istrinya.
Lalu Adrian teringat akan perkataan Frank. Entah kenapa dirinya sangat penasaran sekali. Memang ia sangat penasaran. Dulu memang Frank mengalami kecelakaan parah. Bahkan dirinya mendengar sendiri dari dokter kalau sang kakak tidak akan selamat dari maut.
Adrian saat ini masih mempertanyakan teka-teki itu. Ada apa sebenarnya ini?
Dengan cepat Adrian meraih ponselnya. Ia membuka email dari Frank. Yang dimana isinya penjelasan sang kakak. Jujur saja sang kakak tidak bisa leluasa bercerita. Frank dan dirinya sedang diincar oleh Jamaludin.
Tiba-tiba saja Christina bangun lalu menatap wajah sang suami yang sedang gelisah. Ia memegang lengan kekarnya sambil bertanya, "Ada apa?'
Hampir saja Adrian terbawa arus selesai membaca email tersebut. Ia menatap wajah sang istri.
"Aku tidak apa-apa," jawab Adrian yang terpaksa tersenyum manis.
Melihat sang suami tersenyum manis, Christina tahu kalau Adrian tidak baik-baik saja. Ia mendekati dan memeluk Adrian dan merasakan sesuatu.
"Ada apa?' tanya Christina.
"Aku semalam bertemu dengan Frank. Apa yang dikatakan oleh Aska benar. Kalau Frank sialan itu masih hidup," jawab Adrian.
__ADS_1
"Benarkah itu?" tanya Christina lagi yang seakan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Adrian.
"Ya... aku melihatnya secara jelas dan memukulnya," jawab Adrian yang menatap wajah Christina berubah.
"Jadi selama ini Frank bersembunyi di negara China," jawab Adrian yang membuat Christina tersenyum manis. "Tapi ada kabar buruk buat kita semuanya."
"Kabar buruk apa? Jangan bilang kalau Jamaludin sedang mengincar keluargaku," ucap Christina yang tidak rela kalau keluarganya sedang diincar oleh Jamaludin.
"Iya itu benar. Kamu kok tahu kalau Jamal melakukannya?" tanya Adrian sedang menatap manik coklat itu dengan sendu.
"Iya aku tahu semuanya. Sebelum papa bercerita aku mendapatkan banyak petunjuk kalau keluargaku hancur berantakan karena Jamal. Papa sering menyendiri dan ketakutan di dalam kamarnya," jawab Christina.
"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja," ujar Adrian. "Begitu juga dengan keluarga kecil kita. Jujur aku belum sempat cerita kepada Aska."
"Ceritakanlah fakta yang sebenarnya. Biar Aska mengetahuinya. Aska juga berhak tahu soal keluarganya yang hancur berantakan seperti ini," pinta Christina yang membuat Adrian menganggukan kepalanya.
Memang benar apa yang dikatakan oleh Christina. Aska wajib tahu soal keluarganya itu. Namun Adrian belum siap menceritakan semuanya.
"Terus tentang penembakan di acara pernikahan Aska?' tanya Christina.
"Oh... orang. itu berada di suatu tempat. Aku belum kesana menungggu Aska bangun. Aska juga penasaran dengan orang itu," jawab Adrian. "Kemungkinan aku sama Aska akan pergi ke sana. Kamu jaga Maria ya?"
"Iys aku akan menjaganya. Sepertinya kamu sangat menyukai menantu kamu itu?" tanya Christina yang tersenyum manis sambil membenamkan kepalanya di dada Adrian.
"Ya... Maria memiliki banyak kriteria untuk dijadikan menantu keluarga Wicaksono. Aku sendiri tidak memperdulikan dari kalangan apa? Yang penting sayang sama Aska<" jawab Adrian sambil membelai rambut Christina.
"Maafkan aku. Aska memang memutuskan untuk menjadi pengantin pengganti untuk mempelai pria. Yang dimana sang ca;on mempelai memiliki catatan buruk di kantor kepolisian Dia sangat tempramen sekali dan memukul Maria seenaknya," kesal Christina pada Haryadi.
"Tak apa. Malah lebih baik Aska menikah dengan cepat. Kamu tahukan dunia bisnis seperti apa? banyak tipu muslihat dan saling menjebak satu sama lain. Aku ingin Aska menghindari ketika ada jebakan yang membuatnya hidup hancur. Pasti kamu tahu soal skandal ranjang," ujar Adrian.
__ADS_1
"Ah... iya... rasanya aku sering mendengar banyak skandal seperti itu," sahut Christina.
"Siang nanti kamu enggak usah pulang dulu. Biarkanlah para pengawal mengantarkan keluarganya Maria. AKu tidak mau besan kenapa-kenapa," ujar Adrian.
Christina menganggukan kepalanya tanda paham apa yang dikatakan oleh Adrian. Lalu Christina memutuskan untuk bangun.
"Aku ingin membersihkan tubuhku terlebih dahulu. Kemungkinan Aska sudah bangun dari tadi," kata Christina.
"OIke," sahut Adrian. "Bolehkah aku ikut mandi bersamamu?'
Sontak saja Christina terkejut dengan pernyataan Adrian. Wajah Christina mulai berubah malu. Ia tidak menyangka kalau Adrian akan berbuat mesum seperti itu.
Aska yang selesai membersihkan tubuhnya keluar dengan memakai handuk melingkar di pinggangnya. Kulitnya yang putih kemerahan itu membuat Maria terpesona.
Meski tubuhnya tinggi dan kurus Aska masih memiliki otot kekar. Yang dimana otot kekarnya itu dibentuk ketika menjadi tukang buah.
Mulut Maria menganga seakan tidak percaya. Sering sekali Maria meledek Aska dan menyebutnya sebagai bocah kecil. Jujur saat ini Aska menjelma sebagai pria dewasa. Yang dimana Aska adalah pria penuh kelembutan.
"Kenapa Kak Maria melihat aku seperti itu?" tanya Aska yang bingung dengan Maria. "Apakah kakak sangat terpesona dengan tubuh indahku ini?'
"Ah... tidak... aku tidak terpesona sama kamu," jawab Maria dengan cepat lalu lari ke dalam toilet."
Aska sangat gemas sekali pada istrinya itu. Ia malah tertawa terbahak-bahak dan melihat ke arah pintu toilet. Menurutnya ini sungguh sangat lucu sekali.
Sedangkan Maria, Maria belum melakukan apa-apa. Ia masih menetralkan perasaannya. Ia merujuk kebodohannya. Kenapa bisa ia memandang tubuh Aska yang sangat bagus sekali? Ia menjambak rambutnya untuk menghilangkan rasa panas di dalam hatinya.
"Kenapa aku bodoh sekali? Kenapa aku bisa memandangi bentuk tubuh Aska seperti itu?' tanya Maria dalam hatinya.
"Bukankah dia sekarang menjadi suamiku?" tanya Maria yang masih bingung dengan keadaannya.
__ADS_1
Sebagai perempuan Maria memang normal. Ia memandang tubuh Aska hingga menginginkannya. Akan tetapi Maria sangat malu mengatakannya. Ah... rasanya wajahnya itu ingin disimpan kemana? Jika keluar dari toilet.
Tak lama kemudian Aska memakai bajunya. Ia sangat berterima kasih kepada Maria. Karena telah melayani dirinya. Meskipun hanya menyiapkan baju, Aska tersenyum manis.