
"Nyonya dalam bahaya. Mereka akan menyerang nyonya untuk menjatuhkannya," jawab Romeo lagi.
"Itulah mengapa aku ingin ikut dalam rapat dewan direksi," ucap Aska.
"Baiklah... Kalau itu mau kamu. Kamu harus bersiap-siap terlebih dahulu," sahut Christina yang mengalah pada Aska.
"Mama berangkat terlebih dahulu. Biarkan kami yang akan berangkat agak siangan. Karena kami akan mengumpulkan banyaknya data untuk menyerang mereka kembali," suruh Aska.
"Maksud kamu? Kamu ingin menyerang mereka?" tanya Adrian.
"Iya Pa. Aku memang sengaja hadir dalam meeting dewan direksi hanya untuk melihat, bagaimana suasana dewan direksi mengadakan rapat? Jika mereka berbuat ulah kemungkinan besar akulah orang pertama yang memecatnya dari kursi dewan direksi. Karena aku tidak mau mereka menyerang ibuku. Aku harus memastikannya dengan baik-baik saja. Aku tahu mereka-mereka bekerja sama dengan pihak luar untuk menjatuhkan Aska Food," jelas Aska.
"Kalau begitu baiklah," ucap Adrian.
Di sisi lain Adrian merasakan ada yang tidak beres dengan Aska Food. Lalu Adrian menarik Aska ke ruangan kerja Christina. Di sana mereka berdiskusi dan membicarakan beberapa poin penting untuk kemajuan Aska Food. Beberapa poin itu yang nantinya akan menjadi cikal bakal perusahaan Aska menjadi besar.
Sedangkan Romeo tidak ingin mengganggu mereka berdua. Ia lebih memilih untuk tidak bergabung. Ia lebih memilih untuk membantu Christina mencuci piring.
Beberapa saat kemudian Christina menemukan kotak nasi milik Maria. Wanita itu sangat terkejut sekali dan menatap wajah Romeo. Lalu Romeo menatap tempat nasi itu sambil berkata, "Itu tempat nasi dari Maria. Maria ke sini tapi tidak bertemu dengan Aska. Benar-benar... Maria tiba-tiba saja jatuh cinta pada Aska."
Senyum indah terbit dari bibir Christina. Wanita paruh baya itu pun sangat bersyukur ada yang mau menerima Aska. Ia ingin Maria menemaninya hingga menjadi pria yang sangat sukses sekali.
"Apakah Aska jatuh cinta pada Maria?" tanya Christina.
__ADS_1
"Iya nyonya. Aku sudah menemukan gelagat aneh dari Aska sendiri. Diam-diam Aska memberikan lampu hijau buat meriah untuk mencintainya. Bahkan asbabun membalas cinta Maria dengan tulus. Aku berharap mereka bisa selamanya menjadi pasangan suami istri," jawab Romeo sambil berdoa untuk kebahagiaan Aska dan Maria dengan tulus.
"Amin," balas Christina.
Setelah selesai berdiskusi beberapa poin penting untuk perusahaan, kedua pria berbeda generasi itu keluar dari ruangan tersebut. Mereka membawa beberapa kertas untuk diberikan Christina. Dengan senyum liciknya, Aska berkata, "Ibu... Ini ada beberapa poin penting untuk kemajuan perusahaan. Aku yakin mereka tidak akan setuju dengan beberapa poin penting ini."
"Maksud kamu apa?" tanya Christina.
"Meskipun aku tidak bersekolah tinggi mencapai S1 maupun S2. Aku bisa membuat perusahaan itu menjadi sangat besar sekali. Tapi beberapa dewan direksi yang sudah sering melakukan kecurangan dan bekerja sama dari pihak luar. Kemungkinan mereka tidak akan setuju dengan beberapa poin ini," jelas Aska.
"Kita harus bagaimana?" tanya Christina.
"Bukankah Ibu pemilik perusahaan ini? Ngapain juga ibu takut sama mereka. Mereka lo hanya mengambil keuntungan demi kantong pribadinya masing-masing. Ini kan sangat lucu sekali buat aku," jawab Aska.
"Selama ini aku di perusahaan hanya mengecek dokumen-dokumen saja. Tapi Ibu tidak sadar dengan isi dokumen tersebut. Yang di mana dokumen itu diam-diam mengambil sedikit demi sedikit aset milik Aska Food. Beberapa dokumen itu ternyata isinya sangat merugikan bagi perusahaan. Mereka sangat pintar sekali bermain penyusunan kata yang baik dan elegan. Penyusunan kata inilah ibu yang tidak sadar dan membacanya ulang," jelas Aska yang membuat Romeo terkejut.
Jujur saja Romeo saat ini sangat terkejut sekali. Jadi selama ini ia tidak sadar kalau beberapa dokumen itu dimanipulasi. Wajahnya sangat pucat sekali dan tidak bisa berkata apa-apa. Aska yang paham itu langsung menatap wajah Romeo.
"Kenapa tiba-tiba saja wajah abang menjadi pucat seperti ini?" tanya Aska.
"Maafkan aku... Aku baru mengetahui soal itu. Selama ini aku hanya bertugas untuk menyetujui laporan dari mereka saja," jawab Romeo yang tidak tahu apa-apa soal dokumen-dokumen tersebut.
"Tenang saja bang. Aku tidak menuduh Abang seenaknya. Melainkan Abang tidak tahu soal itu. Jujur saja mereka sangat licik sekali. Karena kelicikannya itu mereka berhasil memanipulasi data-data yang ada. Mau tidak mau aku harus menyingkirkan satu persatu. Mumpung aku adalah seorang pemegang saham di perusahaan ini sangat besar," jelas Aska.
__ADS_1
"Ayah akan melepaskan dua puluh persen saham kepemilikan Aska food yang dipegang olehku. Mau tidak mau kamu harus menerimanya. Jika kamu memiliki saham lebih dari itu. Kemungkinan besar kamu bisa memecat mereka dengan sangat mudah," ucap Adrian.
"Bagaimana dengan para pemegang saham lainnya?" tanya Aska.
"Jangan menghiraukan mereka. Ada lima orang yang memegang saham Aska Food. Mereka itu adalah kamu pasti paham soal itu. Jika ayah bercerita kamu tidak akan percaya. Lebih baik kamu selidiki saja siapa mereka?" jawab Adrian dengan jujur.
"Soal poin-poin penting tadi. Aku harap Ibu memasukkannya dalam agenda rapat meeting dewan direksi. Aku ingin tahu bagaimana reaksi mereka?" tanya Aska sambil tersenyum licik.
"Berikan pada ibu kertas yang berisikan poin-poin yang sudah kamu susun bersama ayahmu!" perintah Christina.
Kemudian Aska memberikan kertas itu ke Christina. Setelah memberikan kertas itu Aska meminta mereka sarapan terlebih dahulu. Sembari sarapan Aska membayangkan jika rapat dewan direksi akan pecah. Aska sangat menyukainya itu. Aska akan memancing mereka untuk melakukan hal-hal yang jujur.
Tempat pukul 07.00, Adrian dan Christina berangkat terlebih dahulu. Sedangkan Aska dan Romeo sibuk mencari beberapa identitas yang ingin membuat perusahaan itu hancur. Mereka memang sangat bagus sekali untuk mencari identitas tersebut. Dengan sabarnya mereka langsung menemukan identitas mereka dalam dua jam saja.
"Beberapa dari mereka memiliki skandal yang sangat parah sekali. Terutama pada ketiga anggota dewan direksi itu. Sudah memiliki istri mereka sering sekali pergi ke klub malam untuk menemui kekasih gelapnya itu. Bagaimana kalau kita sebar saja hingga seluruh dunia tahu?" tanya Romeo yang membuat Aska tertawa terbahak-bahak.
Gara-gara membaca banyaknya skandal, Aska malah tertawa terbahak-bahak. Skandal itu sangat parah sekali. Ditambah lagi skandal tersebut membuat rumah tangga mereka hancur berkeping-keping.
"Kamu kesambet setan di atas gedung tadi?" tanya Romeo yang tidak tanggung-tanggung meledek Aska.
Seketika Aska terdiam dan menatap wajah Romeo. Lalu Aska menjawab pertanyaan Romeo, "Coba saja skandal ini masuk ke dalam ponsel para istri mereka! Aku yakin mereka tidak akan pernah merasakan kebahagiaan dalam rumah tangga. Aku memiliki dua cara untuk menghancurkan mereka. Satu cara yaitu membagikan berita skandal itu ke istri mereka masing-masing. Yang kedua kemungkinan besar akan aku lempar ke dunia maya."
Mata Romeo membulat sempurna. Romeo tidak bisa membayangkan dua cara yang sudah digagas oleh Aska. Romeo langsung mengusap wajahnya sambil memaki Aska, "Sialan lu... Aska. Bukannya mengurangi angka perceraian. Kamu malah menambahnya menjadi sangat banyak sekali."
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Aska yang pura-pura tidak tahu.