Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Ada Apa Dengan Maria?


__ADS_3

"Setiap hari aku ada waktu. Karena aku adalah seorang pengangguran," jawab Pak Broto sambil bercanda.


Beberapa hari terakhir, Aska sangat tenang dan damai. Iya mulai belajar seluk beluk tentang perusahaannya itu. Lalu Christina mengajarinya dengan sabar. Selain Christina, Maria dan Romeo tidak lupa juga turut membantu Aska.


Bagaimana kabar tentang kakeknya? Sang kakek sangat bangga kepada Aska. Demian berharap Aska cepat menerima apa yang diajarkan oleh mereka. Karena sebentar lagi Damian meminta Aska untuk pindah ke Perancis.


Namun Aska menolaknya. Penyebabnya adalah Aska sangat mencintai negaranya sendiri. Di sisi lain negara Prancis tidak cocok dengan hidupnya. Dirinya sangat tidak menyukai cuaca bersalju.


Lalu, Bagaimana dengan sang nenek? Sepertinya sang nenek tidak menyukai Aska. Wanita paruh baya itu pun jarang sekali menyapa Aska. Namun ada tidak memperdulikan soal itu. Asal sang kakek dan ibunya bahagia.


"Ibu," panggil Aska. "Ibu mau ke kantor?"


"Iya, ibu ada meeting penting dengan perusahaan asal Singapura. Kemungkinan besar ibu akan menggabungkan perusahaan dengan perusahaan sana," jawab Christina.


"Bolehkah aku ikut Bu?" tanya Aska yang merasakan perasaan tidak enak.


"Apakah kamu berani bertemu dengan orang-orang penting seperti itu?" tanya Christina yang tersenyum lembut.


"Jangankan orang penting. Makhluk astral pun aku berani bertemu," jawab Aska yang membuat sang Ibu tertawa.


"Berarti kamu berani semuanya? Syukurlah kalau begitu. Sebentar ibu akan memilihkan baju untukmu," sahut Christina langsung pergi dari hadapan Aska.


"Tiba-tiba saja perasaanku tidak enak sama sekali. Ada apakah ini?" batin Aska.


Sesampainya di kamar, Christina memilih baju kasual untuk Aska. Ia lebih memilih celana bahan berwarna hitam dan kemeja berwarna hijau tosca. Setelah itu Christina mengambil jas hitam dan dasi. Setelah itu Christina menaruhnya di atas ranjang.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Aska masuk ke dalam kamar. Kemudian Christina keluar dari kamar lalu menyiapkan bahan-bahan meetingnya. Ada rasa membuncah di dalam hatinya. Karena Aska sudah mau turun tangan. Pelan-pelan Christina akan membantunya untuk mengenal bisnis.


Tinggal satu yang Christina belum terpenuhi. Yaitu bertemu dengan mantan suaminya itu. Ia berharap Adrian akan pulang ke sini untuk membantu memecahkan masalah.dirinya tidak mau berlarut-larut agar masalah itu cepat selesai.


Setelah selesai memakai baju casual, Aska melihat dirinya berada di kaca. Aska tidak menyangka baju yang dipilih sang Ibu sangat cocok sekali. Ia melihat wajahnya yang tampak putih bersih. Memang dari sananya Aska sudah memiliki kulit putih.


Kemudian Aska memutuskan untuk keluar dari kamar. Ia segera mendekati sang ibu dan melihatnya. Tanpa sengaja sang ibu melirik Aska yang sangat tampan sekali. Wanita paruh baya itu pun tidak pernah menyangka kalau memiliki seorang putra bak artis Korea Selatan.


Dagunya yang lancip, matanya seperti elang, hidungnya yang mancung, senyumnya yang menawan membuat semua orang jatuh hati. Tak sengaja Christina menjadi sangat kepo terhadap kehidupan Sang putra. Tanpa basa-basi lagi, Christina bertanya sesuatu, "Aska, bolehkah ibu bertanya?"


"Tanya apa Ibu?" tanya Aska balik.


"Apakah kamu sudah memiliki seorang kekasih?" tanya Christina yang membuat Aska terdiam.


"Ah... Sebenarnya Aska sudah putus dari seseorang Bu. Dia anaknya Pak RT. Pak RT-nya sih suka sama Aska. Tapi sang cewek tidak mau sama sekali. Malahan sang cewek memilih mengejar juragan jengkol di kampung," jawab Aska dengan jujur.


"Ditolak karena tidak memiliki uang sepeserpun. Makanya itu Cici langsung pergi tanpa alasan," jelas Aska yang membuat Christina geleng-geleng kepala.


"Jadi dirimu ternyata dinilai dari uang. Seandainya Cici tahu kalau kamu anaknya konglomerat atau crazy rich Ibu yakin deh Cici balik lagi," ujar Christina.


"Tapi aku nggak mau Bu. Masa aku hanya dimanfaatkan? Sebelum aku putus ada seseorang yang memberitahukan. Kalau Cici itu ternyata pengeluarannya bisa membuat jantung senam setiap hari Bu. Bayangkan saja uang seratus ribu sehari sudah habis. Sedangkan aku uang segitu bisa menjadi seminggu. Nasib orang nggak punya ya gini Bu," kesal Aska.


"Tenanglah. Janganlah kamu marah seperti itu. Ibu juga tidak berharap kalau kekasih kamu itu boros. Sebelum menikah ayahmu memang sengaja tidak memberitahukan jati dirinya. Diam-diam ayahmu mengetes ibu. Begitu juga dengan sebaliknya. Ibu juga mengetes ayah kamu. Jadi pas waktu nikah kami hanya membawa uang sedikit dan baju seadanya. Inilah yang dinamakan hidup sederhana. Apalagi ayahmu adalah seorang polisi di negara Prancis. Itulah kenapa ibu harus menyesuaikan hidup bersama ayahmu," jelas Christina yang membuat Aska mengacungkan jempolnya.


"Aku setuju pendapat ibu. Aku juga tidak ingin mencari wanita yang boros. Yang penting wanita itu sangat sayang kepada ibu dan Aska," ucap Aska dengan jujur.

__ADS_1


"Ibu mohon dalam waktu dekat ini. Janganlah kamu mencari seorang kekasih. Sekarang kamu fokus belajar gih mengenal perusahaan. Setelah itu Kamu kuliah. Nanti aku suruh Romeo untuk mendampingimu mencari tempat yang bagus untuk kuliah. Kamu boleh kuliah di luar negeri. Asalkan kamu harus dikawal beberapa orang. Ibu tidak mau kamu mendapatkan masalah besar," jelas Christina.


"Aku tidak ingin kuliah di luar bu. Aku akan kuliah di dalam saja. Aku akan di sini untuk menjaga ibu. Kira-kira kapan ya, ayah datang ke sini? Aku ingin sekali belajar bela diri," tanya Aska.


"Ayahmu itu sedang sibuk. Kalau datang ke sini aja percuma. Apakah kamu mau ke sana untuk menemuinya secara langsung? Kalau kamu mau, Ibu mau meminjamkan jet pribadi agar bisa ke sana," jawab Christina.


"Ah iya... Baiklah Bu aku akan ke sana. Sekalian menjemput ayah pulang ke sini. Bisa-bisanya ayah meninggalkan ibu," kesal Aska.


"Okelah. Romeo yang akan mendampingimu. Nanti malam kamu harus berangkat. Jika tidak maka ayahmu mengambil tugas besar. Itulah tugas seorang polisi," balas Christina.


Ceklek.


Pintu terbuka.


Tak lama Maria dan Romeo datang menghampiri mereka. Lalu Maria melihat sang Tuan mudanya sangat tampan sekali. Dengan senyuman manisnya, Maria menyenggol lengan Aska, "Tuan muda."


"Eh.... Ada Nona Maria. Ada apa ya?" tanya Aska yang melihat Maria sangat cantik sekali.


"Jangan panggil aku nona. Panggil saja Maria," jawab Maria yang membuat Christina menggelengkan kepalanya.


"Sepertinya kamu suka dengan anakku?" tanya Christina ke Maria.


"Ah tidak," jawab Maria yang menundukkan kepalanya. "Saya sangat mengaguminya karena Tuan Aska sangat tampan sekali."


"Iya deh. Kamu nggak salah kok. Memang benar anakku sangat tampan sekali. Bahkan mirip sekali dengan Kim Soo Hyun," bisik Christina yang membuat Maria menganggukkan kepalanya tanda setuju.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa sih dengan kalian? Tiba-tiba saja kalian membicarakanku. Memangnya aku salah apa?" tanya Aska yang membuat Romeo terkekeh.


__ADS_2