Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Hampir Lupa.


__ADS_3

"Jika kamu ingin melakukannya, kamu bisa memintanya kemari ya untuk mengadakan rapat pemegang saham," ucap Christina.


"Bisakah aku memintanya beberapa hari ke depan?" tanya Aska.


"Fokuslah pada pernikahanmu itu. Pernikahanmu akan dilaksanakan beberapa hari ke depan," jawab Christina yang mengingatkan hari pernikahan Aska.


Aska tertunduk lesu sambil melihat wajah sang ibu. Lalu dirinya memberikan badannya dan meninggalkan mereka. Setelah itu Aska keluar dari ruangan CEO dan menuju ke ruangannya sendiri. Di sana Aska tidak sengaja melihat Romeo. Lalu Aska mendekatinya, "Apakah aku salah jika meminta rapat pemegang saham selama beberapa hari ke depan?"


Plakkkkkk!


Tangan Romeo mendarat tepat di pundak Aska. Pria bule itu sangat kesal dengan ucapan Tuan mudanya. Bisa-bisanya hari pernikahannya semakin mendekat malah meminta rapat pemegang saham diadakan. Lalu Romeo terhadap wajah Aska sambil berkata, "Hari pernikahanmu semakin dekat. Janganlah kamu melakukan hal yang aneh-aneh seperti ini. Apakah kamu tidak kasihan dengan Maria dan keluarganya itu?"


Aska teringat janji pada ibu Tanti dan Pak Budi. Dirinya akan menikahi Sang Putri agar tidak menjadi malu dan mendapat cibiran dari masyarakat luas. Mengingat profesi calon mertua adalah guru, Aska tidak tega melihat mereka mendapatkan sanksi sosial hanya karena batal pernikahannya Maria.


"Makanya Kenapa Ibu sangat marah sekali. Ternyata beberapa hari lagi pernikahanku," Aska tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kasihan Maria dia harus menanggung malu karena ulah Haryadi," Romeo mengingatkan bekas pacar Maria yang sudah membuat luka kepada kedua orang tuanya itu.


"Kamu serius, Benjamin kabur dari sini?" tanya Aska sambil memasukkan kedua tangannya di dalam kantong celana.


"Serius. Aku baru sadar kalau Benjamin itu adalah seorang penipu ulung di Italia. Bahkan dirinya juga dikejar-kejar oleh mafioso untuk membayar hutangnya yang sudah berjibun itu. Jadi wajarlah kalau Benjamin dikejar-kejar sama mereka," jawab Romeo.


"Bagaimana dengan Haryadi?" tanya Aska.


"Tenanglah. Haryadi sedang diburu dengan pihak kepolisian. Tadi pagi aku sudah membuat laporan. Cepat atau lambat Haryadi akan mendekam dalam penjara," aku Romeo.


"Memang apa sih pekerjaan Haryadi kok bisa-bisanya membuat Maria menderita seperti itu?" tanya Aska yang penasaran sekali dengan Haryadi.

__ADS_1


"Haryadi Memiliki pekerjaan yang tidak jelas sama sekali. Kalau dari pengakuan anak-anak lainnya Haryadi itu memiliki pekerjaan sebagai simpanan tante-tante. Selain itu Haryadi adalah membuka usaha rental sewa mobil. Yang jadi pertanyaannya adalah usahanya itu benar apa tidak? Itulah yang membuat aku ragu akan hal itu," jawab Romeo dengan jujur.


"Sudah aku tebak ternyata. Lama-lama aku juga menjadi ilfil dengan Haryadi. Aku sendiri juga tidak menyukainya. Apalagi hari Haryadi memiliki sifat kasar terhadap Maria," ucap Aska.


"Aku pernah bertanya pada beberapa mantan kekasihnya itu. Kalau dia memiliki sifat perangai yang kasar. Beberapa dari mereka sudah pernah menjadi korbannya. Mereka sering dipukul oleh Haryadi hanya masalah kecil saja. Itulah kenapa sampai saat ini Haryadi tidak pernah menikah," beber Romeo yang memiliki sebuah fakta dari Haryadi.


"Ditambah dia juga meneror anggota keluarga lainnya dari pacarnya terdahulu dan membuat bukti-bukti palsu. Bukti-bukti tersebut hanyalah editan. Bukti-bukti itu sengaja diberikan kepada keluarganya itu. Kamu tahu kan ujung-ujungnya bagaimana?" tambah Romeo.


"Kalau begitu ya sudahlah. Untung kamu sudah bertindak cepat di saat Hariyadi kabur. Apakah masih ada kroni-kroninya Benjamin di perusahaan ini maupun di luar?" tanya Aska.


"Sepertinya ada. Aku butuh waktu ekstra untuk mencari tahu di mana mereka bersembunyi. Jujur saja hal ini akan memakan waktu yang banyak. Kamu bersabarlah soal itu," jawab Romeo.


"Semoga masalah ini cepat selesai. Aku tidak menyangka kalau kasus ini sangat besar sekali. Ditambah Benjamin memiliki masalah di jaringan internasional. Semuanya akan repot melakukannya," Aska mulai meninggalkan Romeo dan masuk ke dalam.


Beberapa saat kemudian Romeo kembali ke ruangannya. Ia menghempaskan bokongnya sambil menatap layar komputer yang masih menyala. Beberapa saat kemudian ponsel Romeo berbunyi dan melihat nama yang tertera di layarnya itu, "Sheila. Ada apa ini orang menghubungiku?"


Setelah itu Romeo berdiri lalu menuju ke ruangan Christina. Tanpa mengetuk ataupun bersuara Romeo masuk ke dalam sambil melihat Christina dan Adrian sedang sibuk. Untung saja mereka berdua tidak melakukan hal-hal yang aneh. Karena kebiasaannya adalah masuk ke kantor Christina tanpa harus mengetuk pintu sama sekali.


"Selamat pagi nyonya," sapa Romeo dengan sopan.


"Ada apa? Biasanya kamu langsung ke intinya saja. Kenapa kamu harus mengucapkan selamat pagi?" tanya Christina yang tersenyum melihat Romeo.


Seketika wajah Romeo mendadak pucat. Pria muda itu pun menatap wajah Adrian yang masih serius. Kemudian Romeo berkata, "Saya harus melakukannya karena di dalam sini ada Tuan Adrian."


"Jangan terlalu formal seperti itu kalau berada di ruangan istriku. Anggap saja aku tidak ada," ucap Adrian tanpa harus memandang Romeo. "Ada apa memangnya?"


"Ternyata Sheila masih hidup," jawab Romeo yang membuat Christina terkejut.

__ADS_1


"Apa itu benar? Bukankah Sheila sudah dibunuh oleh Minah?" Tanya Christina.


"Aku juga tidak tahu nyonya. Sekarang Sheila berada di bawah," jawab Romeo. "Apakah aku menyuruhnya dia masuk ke sini?"


"Ya suruhlah ke sini. Hampir lima tahun ini Sheila menghilang," jawab Christina sambil memberikan perintah kepada Romeo.


"Maksud kamu Sheila Margaretha?" tanya Adrian.


"Iya," jawab Christina. "Kamu kok tahu soal Sheila?"


"Kamu mau tahu siapa Sheila sebenarnya?" tanya Adrian kepada Romeo.


"Iya Tuan. Jujur kenapa Tuan Adrian mengenal sosok Sheila Margaretha?" tanya Romeo kembali.


"Aslinya Sheila itu adalah pengawal yang aku terjunkan untuk menjadi mata-mata kalian. Kalau nggak salah masa tugasnya hingga tujuh tahunan. Sebenarnya aku memberikan tugas tidak terbatas. Bisa jadi seumur hidupnya atau suka-suka dia. Yang jadi pertanyaannya kali ini, Kenapa Sheila masih hidup?" jelas Adrian yang menaruh pulpennya dan menatap wajah Romeo.


"Itu benar tuan," balas Romeo.


"Sebelum kita membahas ini semuanya, suruh Sheila naik ke atas. Setelah itu panggil Aska bersama Maria ke sini. Aku ingin membahas ini lebih lanjut agar mereka tidak terkejut!" perintah Adrian.


Romeo mengganggukan kepalanya sambil memberi hormat dan meninggalkan mereka. Dalam hati, Romeo sangat bingung atas kehadiran Sheila. Kalau secara harfiah secara tidak akan mengganggu hubungan Maria dan Aska. Namun Romeo sangat aneh ketika mendapat telepon dari Sheila.


Ketika berada di bawah Romeo menatap wajah kedua resepsionisnya itu sangat malas sekali. Dirinya mencari keberadaan Sheila namun tidak menemukannya.


"Apakah di sini ada orang yang mencariku?" tanya Romeo dengan nada dingin.


"Maaf tuan. Gadis itu telah pergi," jawab Cici yang mulai ketakutan.

__ADS_1


"Kenapa dia bisa pergi? Harusnya kamu menahannya agar tidak pergi dari sini," tanya Romeo sambil menatap wajah Cici yang aneh itu.


__ADS_2