Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Pertemuan Antara Julia Asli Dengan Julia Palsu.


__ADS_3

"Ternyata kamu polos juga ya. Kamu tahu suara aneh itu apa?" tanya Aska sambil meledek Maria.


Maria wajahnya kembali memerah. Ia baru sadar kalau sang suami ternyata suka meledek. Di sini Maria sangat bersyukur sekali. Karena tidak memiliki suami yang dingin dan irit bicara.


Aska meraih ponselnya di atas nakas. Lalu ia menghubungi seseorang agar mencari hotel yang bagus. Maria tercengang apa yang dikatakan oleh Aska. Tidak disangka Aska akhirnya memutuskan untuk melakukan siang pertama.


Setelah melakukan panggilan, Aska mematikan ponselnya dan menatap wajah Maria. Sambil tersenyum Aska berkata, "Bersiap-siaplah. Kita akan menghabiskan waktu sehari semalam di hotel. Aku yakin mereka akan mencari kita."


"Maksud Abang apa? Kok aku tidak mengerti ya," tanya Maria yang sengaja mengerjai Aska.


"Kita akan melakukan siang pertama. Aku memadu kasih bersamamu di kamar hotel yang indah. Asal kamu tahu, kalau aku sedang dendam kepada tuan Adrian. Manggil-manggil malah sedang memadu kasih bersama istrinya itu," kesal Aska.


Maria menahan tawanya karena Aska sangat marah. Memang sifat apa yang satu ini tidak boleh dibuat mainan. Jujur Aska sangat kesal.


Dalam hitungan menit ponsel Aska berdering. Aska mengangkat telepon itu dan mengatakan terima kasih. Lalu Aska menatap wajah Maria sambil berkata, "Ayo kita pergi ke hotel. Orangku sudah mereservasi tempat yang indah"


Maria hanya menganggukkan kepalanya. Setelah itu mereka keluar dari ruangan sambil memegang tangan Aska. Aska menuju ke satu ruangan. Yang di mana ruangan itu menyimpan kunci mobil.


Di sana Aska meminta kunci mobil kesayangannya. Tanpa diduga Maria, Aska sekarang sudah jago menyetir. Hal ini dikarenakan Aska belajar dari ayahnya dan Luke. Memang niat Aska ingin menyetir mobil. Ia tidak mau Maria yang menjadi sopir pribadinya.


"Ayo kita pergi dari sini!" ajak Aska sambil menarik tangan Maria lalu menuju ke area parkir.


Sesampainya di sana Aska melihat mobil kesayangannya itu. Maria terkejut dan menatap wajah Aska.


"Ini mobil siapa?" tanya Maria yang khawatir dengan Aska.


"Ini mobilku sendiri. Aku mau minta ayah untuk memberikannya satu saja. Karena aku tidak bisa kemana-mana jika tidak memakai mobil," jawab Aska yang membuka kunci mobil tersebut.


Meskipun mobilnya bukan mobil sport. Aska menerima mobil Adrian yang dipakai sehari-harinya. Mobil itu sudah canggih dan memiliki sistem keamanan yang ketat. Mengapa Adrian memberikan mobil itu? Karena mobil itu ada satu alat yang diselipkan di body mobil. Diam-diam mobil itu bisa dilacak keberadaannya.


"Abang bisa menyetir mobil itu?" tanya Maria yang bingung dengan Aska.

__ADS_1


"Aku bisa menyetirnya.karena di sini aku banyak belajar hal-hal yang baru," Aska membuka pintu mobil dan menyuruh Maria masuk. "Masuklah ke dalam. Nanti kalau sampai hotel akan aku ceritakan semuanya."


Maria tersenyum dan masuk ke dalam mobil. Aska menutup mobil itu lalu mencari keberadaan musuh di sekitarnya.


Untunglah tidak ada tanda-tanda orang yang ingin membuat onar di depan. Setelah itu Aska memutari mobilnya dan masuk. Beberapa menit kemudian Aska menancapkan gasnya lalu menuju hotel.


Rumah sakit mewah.


Seorang wanita berusia senja mendatangi rumah sakit. Meskipun usianya sudah kepala enam, wanita itu sangat gagah dan bisa berjalan dengan baik.


Di sampingnya ada seorang asisten yang cantik. Diperkirakan asisten tersebut berusia tiga puluh dua tahun. Otaknya sangat cerdas dan bisa menghandle pekerjaan milik yang bosnya sendiri.


Saat berada di pintu kamar, ada seorang pria berusia kurang lebih lima puluh tiga tahun. Pria itu mendekat sambil memeluk wanita tersebut.


"Bagaimana kabar ibu hari ini?" tanya pria itu.


"Kabar Ibu baik-baik saja," jawab wanita itu. "Bagaimana kabarmu Frank?"


"Di mana Aska?" tanya wanita itu.


"Setahuku Aska bersama istrinya menuju ke hotel mewah," jawab Frank.


"Biarkan saja. Sudah waktunya mereka melakukan malam pertama," ucap wanita itu sambil tersenyum manis.


"Baiklah. Aku tidak akan mengganggunya. Cepat atau lambat aku akan memiliki cucu dari Aska," ujar Frank yang membuat wanita itu tertawa lepas.


"Ternyata usiamu sudah tua juga ya. Cepatlah menikah. Kelak suatu hari nanti kamu bisa memiliki seorang putra. Agar kamu bisa mengurusi perusahaanmu itu," pinta wanita itu.


"Baiklah," sahut Frank sambil menggandeng tangan wanita itu. "Ayo bu masuk."


Mereka masuk ke dalam tanpa ditemani asisten. Frank mengajak wanita itu untuk mendekati Julia. Di sana Julia tidak tertidur sama sekali. Namun Julia sedang meratapi nasibnya ke depan. Andaikan dirinya bisa berjalan, ia akan mencari keberadaan Damian. Ia ingin hidup bersama pria pujaannya itu.

__ADS_1


"Di mana Damian? Jujur aku sangat merindukannya," tanya Julia berkali-kali.


Julia semakin frustasi karena Damian tidak pernah ke rumah sakit. Soal kecelakaan itu Damian sudah mengetahuinya. Namun pria berumur senja itu tidak respect sama sekali. Hal itu dikarenakan Damian sudah mengetahui siapa yang berada di rumahnya?


Saat berada di Karawang, Aska sengaja membuka kedok Julia itu di hadapan Damian dan Pak Broto. Kedua pria itu sangat terkejut sekali. Berpuluh-puluh tahun bersama akhirnya terbuka juga.


Damian tahu sifat asli Julia. Yang di mana Julia memiliki sifat ramah tamah dan lembut ke setiap orang.


Namun Damian tidak menyadari sifat tersebut. Bisa ditebak sebab Damian sendiri tidak terlalu memperdulikannya. Aska sengaja membuka rahasia ini di hadapan sang kakek. Ia juga memberitahukan kalau Julia palsu ini terlibat akan hancurnya keluarga Wicaksono. Sungguh sakit hati sang kakek.


Untung saja Aska mengatakan kalau nenek aslinya masih hidup. Sang kakek bersyukur sekali karena mendengar kabar itu. Namun untuk bertemu masih belum bisa. Frank masih merahasiakan keberadaannya. Cepat atau lambat, Frank akan membuat pertemuan. Yang di mana pertemuan itu dihadiri oleh pihak keluarga Wicaksono.


Wanita itu sangat geram sekali. Karena Julia memanggil nama suaminya tanpa merasa bersalah. Ingin rasanya wanita itu memukulinya bertubi-tubi. Namun ia menurunkan niatnya.


"Hei Julia," seru wanita itu.


Otomatis Julia kaget dan menatap wajah wanita itu. Jujur saat ini Julia diam mematung. Bagaimana tidak? Sang nyonya besar Wicaksono berada di hadapannya. Jantungnya mulai berdetak kencang dan tubuhnya melemas seketika. Harusnya sang nyonya besar Wicaksono sudah meninggal. Namun sang Nyonya masih bisa hidup dan berdiri dengan gagah.


"Julia," panggil wanita itu.


"Ibu tidak perlu memanggil Julia. Panggil saja dengan namanya Diana," saran Frank agar sang Ibu angkatnya itu tidak memanggil nama Julia.


"Ah.... Kamu benar juga," ucap wanita itu yang ternyata adalah Julia asli.


"Dia sudah memakai namaku," kesal wanita itu sambil mengepalkan tangannya.


Walau sudah tua, Julia asli memiliki tenaga yang super. Yang di mana usia senja masih berlatih bela diri dan ilmu pernafasan. Setelah itu Julia asli memperkenalkan nama baptisnya yaitu Stefani.


"Perkenalkan namaku Stefani," ucap Stefani nama wanita itu yang ternyata nenek dari Aska.


"A-Apa?" tanya Julia.

__ADS_1


__ADS_2