
“Abang itu adalah sebutan kakak dari bahasa Betawi. Di sini aku sering memanggil para karyawan yang usianya lebih tua dariku,” jawab Aska yang menjelaskan apa itu Abang.
Romeo manggut-manggut sambil tersenyum. Ia merasa terharu karena sang tuannya menganggap dirinya adalah kakak. Romeo mengangkat kepalanya sambil menatap Aska, “Berarti kamu sudah menganggapku kakak?”
“Iya... Aku memang sudah menganggapmu kakak. Kalau begitu ayo kita berangkat! Jangan di sini terus,” jawab Aska.
“Ah... Baiklah kalau begitu. Sepertinya kita sudah terlambat. Semoga saja tidak macet di jalan,” balas Romeo.
Melihat Aska masuk Romeo segera memutari mobil. Ketika ingin membuka pintu dirinya melihat sosok pria berbaju hitam yang sedang menghubungi seseorang. Jantungnya berdetak kencang seakan-akan mau lepas dari tempatnya. Ia tidak menyangka kalau kedatangannya kali ini akan membuat sang ahli waris terancam bahaya.
“Sial... Aku ingin menangkapnya tetapi ada tuan muda. Jika aku menyerangnya tuan muda akan curiga siapa aku sebenarnya,” ucap Romeo dalam hati.
Romeo mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang. Ia ingin meminta pengawalan ketat dari belakang. Kemudian Romeo masuk ke dalam mobil sambil berkeringat dingin. Dirinya mulai menetralkan perasaannya itu. Lalu ia berharap Aska tidak akan mengetahui masalah ini.
“Ada apa bang?” tanya Aska.
“Nggak ada apa-apa,” jawab Romeo sambil menyalakan mobil.
“Bukannya abang tadi mau ke pasar?” tanya Aska.
“Sebenarnya sih... Tapi uangku nggak cukup buat belanja. Terpaksa dari pekerjaan dulu lalu belanja,” jawab Romeo asal.
“Oh jadi gitu. Tapi abang tahu kalau di sini gajiannya seminggu sekali?” tanya Aska.
“Baru tadi dikasih tahu. Tapi untunglah di sini mendapatkan sarapan pagi dan makan siang. Jadi aku bisa mengirit biaya untuk membeli keperluanku,” jawab Romeo yang mulai menancapkan gasnya keluar dari kebun.
“Sistem kerja di sini itu sistemnya kekeluargaan. Meskipun berat tapi kami memanggulnya bersama-sama,” ucap Aska.
__ADS_1
“Kamu sudah berapa lama kerja di sini?” tanya Romeo yang bagus membawa mobil.
“Lama juga ya kamu kerja di sini,” puji Romeo.
“Ya begitu deh. Pengen kerja di luar usia masih kecil. Terpaksa bantu-bantu di sini akhirnya diangkat menjadi seorang pegawai. Lumayanlah uangnya dibuatnya menyambung hidup,” ucap Aska.
“Berarti betah kerja di sini?” tanya Romeo.
“Dibetah-betahin saja. Kalau nggak kerja nggak ada uang. Lagian kalau nggak ada uang nggak bisa makan. Inilah hidupku,” jawab Aska. “Semoga abang mau terima aku menjadi teman apa adanya.”i
“Kamu ngomong apa?” tanya Romeo. “Aku juga sepertimu. Aku bukan lahir dari orang tua yang tergolong kaya. Aku harus bekerja membanting tulang agar bisa menyambung hidup. Apalagi diriku berasal dari desa. Ke Jakarta aku tidak memiliki apa-apa.”
“Semoga saja kita bisa menjadi orang sukses,” ujar Aska.
“Amin,” balas Romeo.
Romeo sungguh terkejut sekali dengan pernyataan Aska. Hatinya teriris bagaikan tersayat pisau. Usia belum menginjak lima belas tahun, sang tuan muda sudah dipaksa bekerja. Seharusnya sang tuan muda mengenyam pendidikan terlebih dahulu.
“Ternyata hidupnya tuan muda sangat sulit sekali di sini. Andai saja Nyonya membawanya ke Perancis, kemungkinan besar hidup tuan muda tidak seperti ini. Jika hidup di Paris kemungkinan besar tuan muda dalam bahaya. Mau tidak mau Nyonya memisahkan diri dari anaknya itu,” udah Romeo dalam hati dengan perasaan sendu.
Aska Food Internasional.
Melihat Christina sedang sibuk, Maria meminta izin terlebih dahulu. Setelah mendapatkan izin Maria pergi sebentar untuk menemui Winda dan Roni. Wanita itu mengajaknya ke sebuah ruangan kosong. Ia mempersilakan pasangan suami istri itu duduk.
“Bagaimana?” tanya Maria.
“Gawat,” jawab Roni.
__ADS_1
“Ada apa sebenarnya?” tanya Maria lagi.
“Tuan muda Aska ingin dibunuh oleh Minah,” jawab Roni.
“Apakah itu benar? Apa masalahnya sampai-sampai Minah ingin membunuhnya?” tanya Maria dengan menyelidik.
“Minah ketahuan bercumbu dengan pria brondong seusia tuan muda,” jawab Roni yang membuat mata Maria melotot sempurna.
“Lalu?” tanya Maria lagi.
“Tuan muda sangat marah sekali. Tuan muda tidak terima dengan perlakuan Minah. Tapi Minah malah mengusirnya dari rumah. Aku langsung menampungnya padahal rumahku sama rumahnya Minah berdekatan. Yang lebih anehnya lagi setelah mengusir tuan muda, Minah mencari keberadaannya. Kemungkinan besar Minah sudah kehabisan uang. Lalu mengejar tuan muda hingga ke kebun. Seluruh pengawal di sana menutupi keberadaan tuan muda. Tapi sialnya Minah menemukan tuan muda sambil membawa golok. Kemudian tuan muda ketakutan dan berlari ke arah selatan perkebunan. Di situlah tuan muda bertemu dengan Romeo,” jelas Roni yang membuat kedua wanita itu terkejut.
“Makanya kamu ingin cepat-cepat menyuruhku mengatur pertemuan dengan Nyonya Christina. Jadi ini toh masalahnya?” tanya Maria lagi.
“Iya itu benar. Keadaan semakin genting. Aku rasa keadaan Tuan Aska sedang dalam bahaya. Cepat atau lambat tuan Benjamin akan menemukannya. Kamu tahukan Tuan Benjamin itu kayak apa? Dia sangat ambisi sekali menguasai seluruh aset perusahaan utama maupun cabang di seluruh dunia. Kemungkinan besar Tuan Benjamin juga akan menguasai perkebunan itu,” jelas Roni.
“Okelah nanti aku atur pertemuannya. Aku akan menyuruh seseorang untuk membelikan tuan muda baju yang bagus. Agar Nyonya Christina melihat tuan muda tidak lusuh. Jika lusuh Nyonya Christina akan sedih,” ucap Maria. “Lalu sekarang ke mana tuan muda?”
“Tuan muda sedang perjalanan menuju ke pabrik bersama Romeo,” jawab Roni.
“Lalu bagaimana dengan Minah?” tanya Winda yang dari tadi diam saja.
“Minah sudah diamankan dan dimasukkan ke dalam jeruji besi. Menurutku Minah tidak akan lama di dalam penjara itu,” jawab Roni lagi.
“Kenapa?” tanya Maria yang menatapnya curiga.
“Beberapa utusan dari tuan Benjamin sudah tiba di Jakarta beberapa bulan lalu. Aku sudah memandangnya semenjak kedatangan orang tersebut. Cepat atau lambat mereka akan melepaskan Minah dari penjara. Selain itu juga mereka memiliki misi agar bisa menghabisi tuan muda. Begitu juga dengan Romeo. Romeo juga merasakan hal yang sama. Sering sekali Romeo datang ke rumah dan menanyakan keberadaan tuan muda. Karena Romeo sudah mendeteksi para utusan Tuan Benjamin,” jelas Roni.
__ADS_1
“Kita harus membicarakan ini dengan Tuan Damian. Cepat atau lambat Tuan Damian harus datang ke Indonesia. Aku berharap Tuhan besar bisa mengumumkan perusahaan Wicaksono Groups International. Jika tidak Tuan Benjamin akan menemukan tuan muda lalu membunuhnya,” ujar Maria.
“Semoga saja tuan muda dilindungi oleh Tuhan. Nyonya Christina sangat menginginkan kehadiran anaknya untuk memimpin Wicaksono Groups,” ucap Maria dengan lemah.