
“Jadi selama ini ibu tidak mengetahui beberapa kepala divisi sedang melakukan kejahatan. Mereka sengaja dibayar oleh seseorang untuk menghancurkan perusahaan Aska Food,” jelas Maria yang membuat Christina semakin gusar.
“Seseorang itu adalah Benjamin. Dia adalah kaki tangan Jamaludin. Sebelum kamu mendirikan perusahaan itu, Jamaludin sudah mengetahuinya. Bahkan Jamaludin sendiri mendapatkan informasi itu dari Julia. Bukankah Aska sudah menceritakan tentang keberadaan Julia palsu yang berada di samping Tuan Damian?” tanya Frank yang memberitahukan sebenarnya.
Christina menghembuskan nafasnya dengan kasar. Bagaimana bisa dirinya kecolongan untuk semua ini. Jujur, Christina memang sengaja membangun perusahaan itu diam-diam. Tujuan utama membangun perusahaan itu demi mencari anaknya.
“Berarti selama ini di rumahku ada mata-mata ternyata?” tanya Christina kepada Frank.
“Itu benar. Julia telah menyingkirkan ibumu dari rumah itu. Sejak kamu sekolah di kota Berlin. Rumahmu banyak sekali perubahan. Tuan Damian saat itu tidak mengetahui pergantian Julia asli ke Julia palsu,” jawab Frank.
“Bagaimana caranya Julia palsu bisa menyingkirkan nenek Julia?” tanya Maria yang semakin penasaran dengan kasus itu.
“Caranya adalah saat itu Tuan Damian sedang melakukan perjalanan bisnis ke Los Angeles. Yang di mana waktu itu Tuan Damian melakukan perjalanan kurang lebih dua mingguan,” jelas Frank.
“Sebentar... Kok aku di sini ada yang janggal ya paman? Aska pernah memperlihatkan wajah asli Julia palsu kepadaku. Apakah Julia palsu itu pergi oplas demi menyamai wajah dari nenek Julia?” tanya Maria yang masih bingung dengan pernyataan Frank.
“Itu benar. Sebelum melakukan operasi plastik, Julia palsu itu mengundurkan diri dari Wicaksono Group. Setelah itu Julia palsu pergi ke negara Korea Selatan untuk melakukan operasi plastik yang mirip sekali dengan Julia asli. Sangking miripnya semua orang tidak bisa membedakan mana Julia asli maupun palsu. Hanya waktu sebulan luka operasi itu selesai. Julia palsu pulang ke Paris dan menemui Jamaludin. Ketika bertemu dengan Jamaludin, Julia palsu itu mendapatkan sebuah tugas. Yang di mana tugas itu adalah untuk memata-matai seluruh kegiatan Kamu dan Tuan Damian,” jelas Frank. “Itulah kenapa aku mengetahui semuanya. Karena aku menerjunkan beberapa mata-mata masuk ke dalam kelompok organisasi hitam yang telah didirikan oleh Jamaludin.”
“Ternyata Jamaludin sangat kejam sekali. Aku nggak habis pikir kenapa ini bisa menimpa pada Nyonya Christina dan keluarganya,” ucap Helen yang kesal kepada Jamaludin.
“Itu benar. Meskipun aku terbaring lemah di rumah sakit. Aku selalu mendapatkan berita dari mata-mataku. Di sana mereka merangkum semua kegiatan Jamaludin dan memberikan informasi itu kepadaku. Maafkan aku Christina. Aku harus memberitahukan semua rahasiaku ini kepadamu. Aku harap kamu mengerti, Apa yang sebenarnya terjadi dalam keluargamu itu,” beber Frank.
“Aku sangat terpukul sekali dengan informasimu itu. Selama ini aku tidak paham dengan keluargaku sendiri. Mungkin aku terlalu egois untuk mementingkan kehidupanku sendiri. Seharusnya aku lebih peka demi melindungi keluargaku,” ucap Christina.
“Bukan kamu nggak peka. Kamu memang dipersiapkan oleh Tuan Damian untuk menjadi ahli waris di Wicaksono Group. Kamu memang sengaja disuruh belajar lebih giat lagi. Kelak kamu akan mendapatkan perusahaan itu. Tapi di usiamu yang masih belia, kamu memilih menikah dengan Adrian. Setelah itu huru-hara terjadi dalam keluargamu. Ketika kamu mengandung, Jamaludin sudah mengetahuinya dan menunggu detik-detik kelahiran putramu itu. Di saat menunggu dia membuat sebuah rencana besar. Rencana besar itu lalu dijalankan sampai saat ini. Yang bisa meredam adalah putramu sendiri, Adrian dan aku. Aku memang sengaja bersembunyi untuk waktu yang tepat. Cepat atau lambat akan terjadi serangan besar-besaran ke Jamaludin. Pihak aparat di sana sudah tidak sanggup lagi menghadang kejahatan Jamaludin. Makanya kamu dan Maria harus bisa memegang senjata. Sewaktu-waktu Jamaludin menyerang kalian. Kalian bisa menghajarnya. Itulah kenapa Aska dan Adrian meminta kalian untuk belajar menembak,” sambung Frank.
__ADS_1
Beberapa informasi terkuak di telinga Christina. Satu kata di dalam hatinya sedih. Kenapa keluarganya bisa hancur seperti ini? Apa motif yang dilakukan oleh Jamaludin?
Selama ini keluarganya sudah sangat baik sekali kepada Jamaluddin. Sangking baiknya Jamaludin merusaknya dan menghancurkan keluarga yang penuh dengan kedamaian.
“Jadi masalah dari keluarga ini adalah berawal dari Jamaludin. Aku harus berlatih menembak. Aku tidak akan membiarkan suamiku kesusahan melawan Jamaludin. Saatnya wanita tangguh akan beraksi dan menghabisi orang itu,” kesal Maria sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Ternyata nona Maria sangat mencintai Tuan Aska,” celetuk Helen.
Tiba-tiba saja wajahnya memerah dan langsung menunduk. Maria sangat malu sekali ingin membela Aska dari Jamaludin. Ia menggelengkan kepalanya sambil menetralisir keadaan.
“Memang. Tapi dia malu mengatakannya,” ucap Christina sambil tersenyum simpul.
Frank dan Helen tertawa karena wajah Maria sangat lucu sekali. Beruntung Aska ada yang menyayanginya. Ditambah lagi Maria mau menerima Aska apa adanya.
“Ibu tenang saja. Masalah ini akan selesai. Abang Aska dan ayah Adrian sedang berusaha mencari celah melawan Jamaludin,” Maria membantu Christina menguatkan hatinya.
“Latihannya bisa setiap hari. Helen akan mengajarkan kalian untuk pelajaran menembak. Selebihnya kalian fokus dalam satu hal itu saja. Semangatlah ketiga wanita tangguh ku. Jangan pernah menyerah sedikitpun. Kelak masalah ini akan selesai. Kebenaran akan ditegakkan. Semua orang pasti akan mengetahuinya. Siapa itu Jamaludin dan kejahatannya. Terutama di negara Prancis dan Eropa,” jelas Frank.
“Lalu bagaimana dengan papa?” tanya Christina.
“Tuan Damian sudah aman. Beliau sudah sembunyi di kebun Pak Broto. Pak Broto adalah kaki tanganku juga. Dialah orang pertama yang mengetahui kejahatan Jamaludin. Selain itu juga Pak Broto bekerja sama dengan Tuan Damian hanya demi mengorek kejahatan Jamaludin. Setelah mendapatkan informasi dari Jamaludin, Pak Broto memberikan pekerjaan untuk melindungi Aska dari Minah. Selain itu juga Pak Broto disuruh mengurus kebun milik Tuan Damian. Itulah cerita Pak Broto sebenarnya,” tambah Frank yang membuat Christina tenang.
“Terbuka jelas akhirnya. Aku akan mencoba untuk tenang dan merebut apa yang kumiliki sekarang,” sahut Christina yang mendapatkan acungan jempol dari Frank.
“Lalu di mana mamaku?” tanya Christina lagi.
__ADS_1
“Tenang saja. Aku sudah melindunginya dengan cara memberikan lima puluh orang pengawalku. Nyonya Julia asli sekarang berada di tanganku. Takkan ada lagi yang mengusik kedamaian Nyonya Julia. Sebentar lagi Nyonya Julia akan hadir di publik,” jawab Frank.
“Kamu diam-diam memiliki rencana besar ya? Kamu juga licik sebenarnya,” protes Christina.
Frank pun tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Christina. Ia tidak akan menceritakan semua rencana itu ke Christina. Sedari dulu Frank dan Christina sangat akrab sekali. Sangking akrabnya Adrian terkadang ingin melemparkan Frank ke planet lain.
“Maaf, Aku tidak akan menceritakan rencana ini ke kamu. Cepat atau lambat kamu akan mengetahui rencana ini di depan kedua matamu itu. Jadi kamu duduk manis sambil melihat rencanaku berjalan ya,” kata Frank yang membuat Christina menjadi malas menanggapinya lagi.
Karawang Indonesia.
“Di mana Abang Romeo?” tanya Mala sambil membawa beberapa berkas-berkas menuju ke Pak Broto.
Mata Pak Broto membulat sempurna. Tiba-tiba saja Mala menanyakan keberadaan Romeo. Pak Broto melambaikan tangannya agar Mala mendekat.
“Kamu kenapa menanyakan Romeo?” tanya Pak Broto.
Mala menundukkan wajahnya sambil mendekati Pak Broto. Ia baru sadar kalau di ruangannya itu ada Pak Broto. Setelah itu Mala menaruh dokumen itu di atas meja.
“Tidak Pak. Saya sedang lagi janjinya Abang Romeo,” jelas Mala.
“Janji apa yang kamu maksud?” tanya Pak Broto.
“Janji yang di mana?” jawab Mala yang menggantung.
“Romeo sedang ada pekerjaan. Entah kapan dirinya pulang. Kalau kamu ada janji simpan saja terlebih dahulu,” pesan pak Broto.
__ADS_1
“Bukan begitu pak. Saya ingin mengembalikan bunga pernikahan dari nona Maria ke Abang Romeo. Soalnya saya disuruh menyimpannya. Sampai sekarang Abang Romeo tidak mengambil bunga itu,” ucap Mala dengan jujur.
Pak Broto menahan tawanya karena jawaban Mala. Pak Broto tahu apa yang dimaksud perkataan Romeo. Hingga akhirnya pak Broto memutuskan untuk keluar dan mencari Bu Siti. Agar tidak meledakkan tawanya di hadapan Mala.