
"Iya itu benar. Tapi Aska sore tadi menemuinya," jawab Adrian.
"Sampai saat ini aku nggak percaya kalau kakakmu itu masih hidup. Sebelum terjadi pernikahan, kita melihat sendiri bagaimana mobilnya hancur dan ringsek setelah kejadian tabrakan laka di Prancis. Jika masih hidup kemungkinan itu nol," jelas Christina.
"Kalau aku pikir sih iya. Makanya itu Aku ingin mengajak Aska menemui Frank. Siapa tahu aku bisa menyatukan perusahaan Agard Company sama Aska Food," ucap Adrian.
"Ya mudah-mudahan Frank bisa ditemukan," ujar Christina sambil berdoa.
"Tidak tahu. Diriku aja masih ragu ketika Azka bercerita itu. Nanti aku suruh Romeo mencari Max dan menceritakan Ada apa sebenarnya terjadi? Jika dia masih hidup Kenapa nggak mencariku? Ini memang sulit dimengerti," balas Adrian. "Sudah malam. Sebaiknya kita beristirahat terlebih dahulu. Bukankah perusahaan besok tutup selama 3 hari. Kita akan memberikan mereka cuti bersama?"
"Kita akan sibuk mengkoordinir semuanya. Semoga sampai hari H-nya tidak terjadi apa-apa. Kalau gitu kita masuk," ajak Christina.
Di tempat lain Frank bersama Max sedang menikmati malam yang indah. Tidak menyangka kedua pria berbeda generasi itu pun tersenyum kembali. Mereka tidak menyangka akan bertemu Aska dalam waktu bersamaan.
"Sepertinya kamu sangat akrab sekali dengan Aska. Dengan cara kalian ngomong, kalian itu adalah seorang sahabat," ucap Frank.
"Memang kami adalah seorang sahabat. Aska adalah pria yang sangat menyenangkan. Banyak sekali perkataan-perkataan Aska yang menghibur. Jika para pegawai buah berkumpul. Ada selalu membuat jokes-jokes yang sangat lucu sekali membuat semua orang tertawa. Pertama kali aku mengenalnya. Aku melihat sosok Tuan berada di dalam Aska. Saat itu aku telusuri semua identitas yang dimiliki Aska tidak ada. Semakin hari wajahnya dan tingkahnya seperti Tuan," jelas Max.
"Syukurlah. Semuanya sudah terbuka jelas. Aku berharap bisa bergabung dengan mereka dan menghancurkan Jamaludin sama Julia. Jujur saja kedua orang itu harus mati di tanganku. Gara-gara mereka Kedua orang tuaku meninggal dalam pembunuhan yang sangat keji yang dilakukan oleh mereka," ungkap Frank yang membuat Max terkejut.
Max pun paham dan menganggukkan kepalanya. Ia tidak segan-segan menghibur Frank ketika bersedih.Max pun sangat menyayangi Frank seperti ayahnya sendiri.
Dua hari kemudian. Tepat jam 03.00 pagi, Aska yang masih tertidur pulas dikejutkan oleh suara Adrian. Mau tidak mau Aska harus bangun dan melihat Adrian sudah menatapnya.
__ADS_1
"Kenapa ayah berteriak seperti itu? Bukankah pagi ini akan ada sebuah acara?" tanya Aska.
"Aku nggak berteriak. Aku hanya menyuruhmu bangun lalu membersihkan tubuhmu itu. Kenapa juga kamu tidur sangat malam sekali?" kesal Adrian.
"Jangan kesal. Aku sedang bertukar pesan sama Maria," jelas Aska yang beranjak berdiri dan masuk ke dalam toilet.
Adrian hanya menggelengkan kepalanya. Bisa-bisanya Aska masih santai di waktu hari pernikahannya itu. Harusnya Aska menjadi heboh sendirian ataupun stress. Entah kenapa semakin hari Adrian melihat sosok Frank di dalam tubuh Aska.
"Ini sangat lucu sekali. Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana Frank berada di dalam tubuh Putraku sendiri. Padahal Christina tidak begitu kenal akrab sama Frank. Setelah pernikahan ini aku akan mencarinya," batin Adrian.
Setelah itu Christina masuk bersama salah satu pelayan membawakan baju formal Aska. Kemudian Christina mencari keberadaan Aska. Namun dirinya tidak menemukannya.
"Aska masih berada di dalam toilet. Anak kita memang benar-benar membuat suasana menjadi runyam," kesal Adrian.
"Aku nggak marah. Tuh lihat kelakuan Aska bagaimana! Sudah hari H menikah kok malah santai. Inilah yang membuat aku marah. Seharusnya jika sudah waktunya menikah, semua orang akan panik dengan sendirinya," jawab Adrian yang membuat Christina terkekeh.
"Bukannya kamu dulu juga begitu? Asisten kamu itu yang bernama Luke bercerita ketika mau menemuiku di altar. Malahan lukis sibuk mengobrak-abrik kamu sampai bingung," jelaskan Christina yang meninggalkan Adrian sendirian.
Di rumah Bu Tanti, Maria sudah bangun dan menetap kalender. Iya menghembuskan nafasnya secara kasar sambil terdiam. Lalu Bu Tanti mendekatinya sambil bertanya, "Ada apa? Kamu kok diam seperti itu."
"Aku masih ragu dengan keputusanku ini. Apakah keluarganya Aska mau menerimaku yang lahir dari keluarga sederhana ini? Aku nggak mau keluargaku di caci maki oleh semua orang," jawab Maria.
"Berpikirlah positif. Ibu yakin kalau keluarga Aska itu adalah orang baik semuanya. Mereka tidak akan mempermasalahkan kamu. Sebagai timbal baliknya, Kamu harus menjadi istri yang setia dan melayani Aska. Jangan kecewakan Aska. Karena Aska adalah orang yang sangat baik sekali," jelas Bu tante yang memberikan nasehat untuk Maria.
__ADS_1
"Jujur aku malu sekali jika bertemu dengan Aska. Meskipun usianya lebih mudah dariku, Aska sudah menjadi pria dewasa," ucap Maria dengan jujur.
"Jika kamu sudah menikah. Jangan sekali-sekali Kamu memanggil namanya saja. Meskipun usiamu lebih tua darinya. Kamu harus menghormatinya sebagai suami kamu. Panggilah dia dengan sebutan kakak atau Abang atau aa atau mas. Jika kamu memanggilnya memakai nama Aska. Ibu kurang setuju," saran Bu Tanti.
"Kami sudah sepakat untuk memanggil Abang sama neng. Aku akan memanggilnya Abang. Dan Aska akan memanggilku neng. Mungkin dengan kata-kata itulah ikatan pernikahan kami semakin kuat," ujar Maria sambil tersenyum manis.
"Amin," sahut Bu Tanti sambil mendoakan putrinya itu. "Ya sudah... Lebih baik kamu berpakaian saja terlebih dahulu. Setelah itu akan ada MUA datang ke sini untuk mendandanimu. Tepat jam delapan pagi kamu akan melaksanakan upacara pernikahan. Siangnya kalian beristirahat di hotel dan sorenya hingga malam kamu melakukan resepsi."
"Baiklah Bu. Terima kasih atas sarannya," balas Maria sambil tersenyum manis.
Kemudian Maria bersiap-siap memakai baju pengantin. Gadis itu dibantu oleh Winda dan Sheila. Ketika gadis itu berceloteh habis-habisan. Bahkan Winda ngeledek Maria sampai wajahnya memerah.
Selain itu juga Sheila membocorkan tentang kisah malam pertama. Entah dari mana Sheila mendapatkan kisah malam pertama itu? Sedangkan dirinya belum pernah menikah sama sekali. Ditambah lagi sila sangat antusias sekali bercerita, bagaimana caranya belah duren yang aman dan tenang? Memang sila adalah gadis yang sangat kocak sekali. Tapi Maria sering menyebutnya sad girl. Yang di mana sebutan itu membuat Sheila sangat terkenal.
"Kenalin cowok satu saja buat aku. Aku pengen menikah di tahun ini dan tidak ingin menjadi perawan tua," pintas Sheila.
"Bukankah kamu sama Romeo pernah jadian?" tanya Maria.
"Aku nggak pernah jadian sama Romeo. Kamu tahu nggak kalau Romeo itu adalah Playboy kelas kakap. Banyak sekali gadis-gadis yang telah dilukainya itu," jawab Sheila yang membuat Maria dan Winda terkejut.
"Apakah itu benar? Kenapa dia belum bertemu dengan cinta sejatinya itu? Bukankah usianya sudah tua?" tanya Winda.
"Memangnya usianya Romeo berapa? Kok aku jadi penasaran sekali sih," tanya Maria balik.
__ADS_1