Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Haryadi Kabur Dari Penjara.


__ADS_3

Yang dikatakan oleh Christina itu benar. Hanya dengan melihat saja Christina tahu kalau Sang putra memang tidak begitu menyukai fashion. Jujur bagi Aska itu tidak memperdulikannya. Ia juga tidak mempermasalahkan soal harga baju yang dipakai oleh seseorang.


"Jujur, aku tidak peduli dengan baju yang dipakai kalian. Maupun harganya murah atau mahal di mataku kalian sangat cantik sekali. Sorry Maria, kamu adalah wanita cantik nomor dua di hatiku. Nomor satunya adalah ibuku sendiri. Aku harap kamu tidak cemburu dengan itu," ucap Aska yang membuat Maria tersenyum bahagia.


"Aku harap kamu tidak memiliki yang lain lagi. Jika sampai kau memilikinya, aku gantung Kamu di apartemen ini," ucap Christina yang membuat Aska menelan salivanya dengan susah payah.


"Ya tidaklah Bu. Aku akan mencoba setia di dalam hatiku ini. Kalau begitu Ibu bisa memegang perkataanku ini," ujar Aska.


"Kalau begitu ayo kita berangkat!" ajak Christina.


Mereka akhirnya keluar dari penthouse tersebut. Lalu mereka menuju ke butik yang sudah ditunjuk oleh Maria. 


Di tempat lain Benjamin bersama Sony berada di kantor kepolisian. Mereka sengaja mengeluarkan Hariadi dari sana. Setelah itu mereka membawa Haryadi ke suatu tempat untuk membuat sebuah rencana menghancurkan pesta mewah Maria.


Di tempat inilah mereka bertemu. Di sisi lain Benjamin juga akan melibatkan Minah sebagai eksekutornya. Wanita tua itu ternyata memiliki otak yang sangat licik sekali. Akan tetapi Benjamin jarang memakainya.


"Kenapa kalian melepaskan aku dari penjara?" tanya Hariadi sambil memandang wajah Benjamin dan Sony yang menyeramkan itu.


"Jawaban yang sangat bagus sekali. Kamu tahu kan jika kekasihmu itu akan menikahi Aska," jawab Benjamin yang sudah mendapatkan informasi dari seseorang.


"Apakah itu benar? Aku harus menikahinya. Karena Maria memiliki hutang sebesar tiga miliar kepadaku," ucap Haryadi yang tidak rela melihat Maria menikahi Aska.


"Hutang atau cinta yang kamu maksud itu? Jelas-jelas aku sudah menyelidiki kalian. Maria tidak memiliki utang apapun kepada kamu. Jika kamu mengatakan seperti itu, kamu hanya berhalusinasi untuk mendapatkan seluruh aset yang dimiliki Maria. Benarkah itu?" tanya Benjamin yang menebak apa isi hati Haryadi.


"Aku tidak peduli akan hal itu. Jujur aku tidak mau mengungkit rasa cinta itu kepada Maria. Di sisi lain aku terpaksa menikahinya karena ada sesuatu hal di antara keluargaku dan keluarganya dia," jawab Haryadi.


"Maksud kamu apa? Aku tidak mengerti apa maksud kamu itu?" Tanya Benjamin yang membungkukkan badannya sambil menatap wajah Haryadi seperti ditindas oleh seseorang.


"Kakakku menyuruhku menikahi Maria hanya demi balas dendam. Aku memang disuruh menikahinya dan membuatnya menderita. Jika sudah menderita lalu membuatnya gila aku boleh pergi meninggalkannya sendiri," jelas Haryadi yang membuat Sony masih bingung.

__ADS_1


"Jelaskan padaku apa yang telah terjadi antara kamu dan keluargamu itu bersama keluarga Maria? Aku ingin kamu menjelaskannya secara mendetail," perintah Benjamin sekali lagi. 


"Okelah kalau begitu. Dulu kakakku sangat menyukai nenek Maria. Tapi nenekku menolaknya karena kakak tidak memiliki apa-apa. Kedua orang tuanya nenek Maria tidak mau menerima kakekku yang miskin itu. Setelah itu mereka juga terus memaki-maki keluarga kakek. Padahal kakekku adalah pria pekerja keras. Di situlah dendam dimulai. Kakek mulai memasukkan orang-orangnya untuk menghancurkan keluarga besar Maria. Namun kakak tidak bisa melakukannya. Karena kekuatan sanggup menggapai keluarga nenek Maria yang sombong itu. Setelah itu keturunan kakek memang sengaja untuk menyakiti keturunan-keturunan milik nenek Maria. Sekarang tugasku adalah menghancurkan keluarga Maria," jelas Haryadi. 


Kedua pria yang berbeda usia itu pun akhirnya paham. Lalu mereka saling memandang dan menatap wajah Haryadi. Benjamin akhirnya memutuskan untuk memberikan saran agar Maria juga ikutan hancur.


"Apakah kamu mau ikut dengan rencanaku kali ini?" Tanya Benjamin dengan serius.


"Rencana apa itu?" tanya Haryadi yang malas bekerja sama dengan Benjamin.


"Kamu tahu kalau aku sangat membenci gadis itu. Gara-gara gadis itu Aku tidak memiliki saham satu persen apapun di sana," jawab penjamin yang tiba-tiba saja membuat Hariadi tertarik untuk bekerja sama.


"Maksud kamu apa?" tanya Haryadi kembali. 


"Aku memang membeli saham milik Aska food internasional sebesar enam puluh persen. Namun Maria menolaknya karena saham itu adalah milik putra sang pemilik. Mau tidak mau aku terus memaksanya. Tapi Maria tidak memberikannya sama sekali meskipun aku membayarnya dengan mahal," jelas Benjamin. 


"Kenapa kamu ingin membelinya sebanyak itu? Apakah kamu ingin mengakuisi perusahaan tersebut atas nama kamu?" tanya Hariadi.


"Seharusnya Maria bisa kenapa tidak menjualnya kepadamu?" tanya Sony. 


"Aku pun tidak tahu soal itu. Dengan terpaksa aku gigit jari untuk mencari ide lain agar saham itu jatuh ke tanganku," jawab Benjamin. 


"Kenapa kamu tidak bermain saham di pasar saham? Seharusnya kamu bisa menghembuskan kabar yang tak sedap dari Aska Food agar pemilik saham tersebut menjualnya dengan harga murah. Di situlah kamu bisa membelinya," saran Sony untuk Benjamin. 


"Aku sudah melakukannya dengan berbagai cara untuk menghancurkan Aska melalui bursa saham. Tapi pria gila itulah yang membuat aku hancur di sana," Benjamin kesal pada seseorang pria yang bekerja di sana.


"Maksud kamu siapa? Apakah itu Romeo orang Spanyol yang menjadi kaki tangan Christina?" tanya Sony. 


"Ya… aku memang menyebutnya orang gila. Gara-gara kegilaannya itu Romeo bisa membawa Aska Food menjadi besar. Apalagi dia suka berkolaborasi dengan Maria dan Christina. Jujur aku tidak bisa menandinginya karena kecerdikan Romeo," jawab Benjamin.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita bekerja sama? Aku sangat tertarik sekali pada Aska food," tanya Haryadi yang memiliki otak licik.


"Itu sangat bagus sekali. Jika kita bekerja sama, kita bisa menghancurkan Aska Food dengan permanen," jawab Sony yang ingin menghancurkan Aska Food sedari dulu.


"Bagaimana caranya?" tanya Haryadi.


"Jangan sekarang. Sepertinya kamu harus konsentrasi untuk menghancurkan pernikahan Maria dan Aska. Jika semuanya sukses kamu akan mendapatkan reward dariku," jawab Benjamin.


"Dengan cara apakah Haryadi bisa menghancurkan pernikahan mereka?" tanya Sony.


"Aku akan memanggil seseorang untuk membuat video. Di video itu Maria akan menjadi seorang wanita kupu-kupu malam. Kamu tahu kan apa maksudku?" tanya Benjamin.


"Ya aku tahu maksudmu. Kalau begitu aku setuju dengan hal itu. Siapa yang akan membuat video seperti itu?" tanya Sony.


"Nggak usah kita buat video itu. Kita bisa mengambilnya di internet lalu pada para pemainnya bisa diedit. Setelah itu kamu bisa menyetelnya di layar besar dan perlihatkanlah ke setiap orang. Bahwa Maria itu bukanlah wanita baik-baik. Melainkan wanita yang sangat buruk sekali. Aku tahu seluruh keluarganya dan para tamu undangan mencibirnya habis-habisan," jawab Benjamin dengan penuh senyum kemenangan.


"Aku setuju soal itu. Sepertinya aku yang akan menjadi video tersebut," sahut Sony yang membuat Benjamin mendelikkan matanya.


Plakkkkkk!


Sebuah pukulan keras yang mengenai tangan kekar Sony. Bagaimana tidak Benjamin hafal betul dengan kebiasaan Sony tersebut? Bisa-bisanya Sony mencari video tersebut dengan penuh bahagia. 


"Kenapa Tuan memukulku? Apakah ada yang salah dengan ideku ini?" tanya Sony yang tidak paham dengan Benjamin.


"Kamu sendiri yang nggak paham denganku. Kalau soal begituan kamu selalu menjadi nomor satu. Kalau begitu carilah yang bagus sekalian. Agar mudah diedit dan kelihatan sangat jelas sekali. Aku ingin Mereka melihat video tersebut dan mencibir habis-habisan Maria," Benjamin mendukung saran Sony.


Setelah pertemuan itu mereka bubar dan pergi ke tempat masing-masing. Lalu bagaimana dengan Hariadi? Haryadi tidak kemana-mana. Malah pria itu sengaja diam di rumah Benjamin. Jika dirinya berkeliaran di tempat umum, bisa dipastikan Haryadi akan mendapat sial setengah mati. Cepat atau lambat Romeo akan melihat wajah Haryadi di manapun berada.


Di dalam butik Aska sedang duduk menunggu Maria berganti pakaian. Ia memutuskan untuk meraih ponselnya dan menghubungi Romeo. Sementara Romeo sedang berdiskusi dengan Adrian. Di sana Adrian menyuruh Romeo membangun kembali Blue Dragon. Romeo pun menyetujuinya dan mendapatkan surat perintah dari Adrian. Adrian memberikan waktu selama beberapa hari bulan membangun Blue Dragon dengan struktur organisasi.  

__ADS_1


"Jadi, apakah kamu sanggup membangun Blue Dragon dengan organisasi yang telah aku buat?" Tanya Adrian.


__ADS_2