
Di saat Roni menatap tajam Romeo, Aska tidak sengaja melihatnya. Ia mengurutkan keningnya sambil bertanya-tanya dalam hati. Lalu Aska membiarkan Roni menatap Romeo dengan tajam seperti itu. Ia tidak mempedulikan mereka berdua.
Ada dua pengawal dengan wajah putih mendekati Pak Broto. Dua pengawal itu membukukan badannya sambil memberi hormat, "Selamat siang tuan."
"Siang," jawab Pak Broto sambil menatap wajah mereka.
"Begini Tuan... Minah mengamuk lagi. Buah-buah yang sudah dipanen dilempar-lemparkan. Kami sudah tidak bisa menghalaunya. Karena Minah memiliki jiwa iblis," ucap salah satu pengawal itu.
Mendengar Minah mengamuk, Aska tidak tinggal diam. pria bertubuh kurus itu langsung berdiri dan melepaskan jaketnya. Ia menatap tajam kedua pengawal itu sambil bertanya, "Ada apa sebenarnya di sini? Kenapa kalian tidak cerita tentang Minah?"
"Itu bukan hal yang penting buat kamu," jawab Pak Broto.
"Penting Pak. Kalau mengamuk begitu bisa menghancurkan segalanya. Tadi para pengawal bilang, Minah mengamuk melemparkan buah-buahan yang sudah dipanen. Bukannya buah-buahan itu akan dikirim ke perusahaan maupun pasar? Kalaupun dilempar-lempar seperti itu, buah-buahan itu akan menjadi rusak dan kualitasnya menurun," ucap Aska.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Romeo.
"Aku akan mengirimkan Minah ke rumah sakit jiwa. Aku ingin wanita tua itu diperiksa oleh Apakah ada riwayat otak yang sedang terguncang? Tiap hari pekerjaannya marah-marah tidak jelas. Aku sendiri sudah muak dengan perlakuannya itu," jawab Aska mengambil keputusan dengan cepat.
Mereka mengangguk paham dan menyetujui permintaan Aska. Memang benar apa yang dikatakan oleh Aska. Hampir setiap hari Minah selalu marah tidak jelas. Bahkan Minah sering membuat gaduh di kampung itu.
__ADS_1
Meskipun Pak Broto tidak cerita, Aska sering mendapatkan laporan dari Romeo. Ia tidak habis pikir dengan Minah. Setelah kepergiannya Aska berharap Minah sudah tidak mengamuk lagi dan memberikan kedamaian di kampung itu. Akan tetapi para pengawal melaporkan kalau Minah semakin parah.
"Tangkap Minah sekarang! Berikan kepada rumah sakit jiwa. Aku ingin Mina hidup berada di sana agar tidak mengganggu kepentingan orang lain di sini!" perintah Aska.
Kedua pengawal itu mengganggu dan berpamitan untuk menangkap Minah. Kemudian apa memandang Pak Broto sambil meminta maaf. Namun Pak Broto menolak permintaan maaf itu. Karena selama di sini Aska tidak pernah merepotkannya. Malahan Aska sering membantu dirinya jika sedang repot.
"Meskipun Pak Broto tidak cerita, aku sudah mendapatkan banyak laporan dari para pengawal. Minah selalu membuat ulah di sini. Bahkan Minah bertambah parah. Aku nggak habis pikir, kenapa wanita tua itu membuat masalah dan tidak membuat perdamaian sedikitpun," ucap Aska yang dibenarkan oleh Bu Siti.
"Maafkan aku karena tidak lapor kepadamu. Aku sangka kamu tidak mengurusi hal-hal seperti itu. Tapi kamu sudah mengurusi masalah kecil itu hingga mendetail. Kami juga nggak habis pikir. Setelah kepergianmu dari sini kami juga berharap tidak akan ada lagi keributan seperti ini. Jujur ini semakin parah dan sering berteriak-teriak ke tetangga sambil memakimu. Di dalam hatiku masih bertanya-tanya. Ada apa dengan jiwa Minah sebenarnya? Padahal kalau dilihat sehat-sehat saja," jelas Bu Siti.
"Tidak Bu Siti. Aku pernah menemukan surat tes kejiwaan dari rumah sakit jiwa yang berada di Jakarta. Aku membacanya dan sangat terkejut sekali. Ternyata Minah mengidap gangguan jiwa. Gangguan jiwanya sudah sangat parah sekali. Aku nggak tahu kapan dia mengidap penyakit itu," ucap Aska dengan jujur.
"Apakah itu benar? Kamu kok tahu kalau Minah mengalami gangguan jiwa?" tanya Romeo.
Mereka terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Apa yang dikatakan oleh Aska itu benar. Sebelum Aska mengakui menemukan surat itu. Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Minah. Mereka tidak habis pikir orang gila seperti itu dititipi anak kecil. Bukan anak kecil melainkan bayi yang baru saja dilahirkan.Untung saja Aska dilindungi oleh Tuhan dan tidak terjadi apa-apa. Mau tidak mau apa harus mendapatkan jawabannya.
Hari semakin sore Pak Broto memberikan oleh-oleh buah untuk kedua orang tua Aska. Dirinya sangat beruntung bisa mendapatkan undangan pernikahan Aska. Setelah mendapatkan undangan, Pak Broto dan lainnya mendoakan Aska agar berbahagia selalu.
Kemudian mereka berpamitan untuk kembali ke Jakarta. Orang-orang yang lewat di sana sangat terkejut melihat penampilan Aska bak pangeran. Orang-orang langsung mendekati Aska dan saling bertegur sapa. Memang Sedari dulu Aska adalah orang yang sangat ramah sekali. Saking ramahnya Aska dengan mudah diterima oleh masyarakat di kampung itu.
__ADS_1
Mereka berbincang sedikit dan menanyakan kabar. Setelah menanyakan kabar, Aska mulai berpamitan. Mereka yang melihat Azka menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.mereka tidak sadar kalau selama ini Aska adalah seorang pangeran dari Wicaksono Group.
Di dalam perjalanan menuju Jakarta, Aska memegang tangan Maria sambil berkata, "Maafkan aku karena belum membuka masa laluku."
"Aku nggak jadi masalah soal itu. Biarkanlah masa lalu tetap masa lalu. Aku adalah Maria sengaja berjalan tidak menengok ke belakang. Karena di belakang bukanlah masa depanku. Kita harus berjalan lurus dan meraih cita-cita kita masing-masing. Betul nggak itu?" tanya Maria melemparkan pertanyaan itu ke Romeo.
"Betul itu. Kamu harus menatap ke depan jangan di belakang. Lupakanlah semua yang telah menyakitimu. Untung saja kamu sudah mengambil keputusan dengan tepat," puji Romeo yang duduk bersama sang sopir.
"Keputusan apa?" tanya Aska.
"Kamu Sudah menjebloskan Minah ke dalam rumah sakit jiwa. Aku harap Minah tidak akan bisa lagi keluar dari sana. Mengingat Dia memiliki penyakit jiwa itu sebelum merawat kamu," jawab Romeo yang membuat Aska terkejut.
"Berarti selama ini Abang tahu kalau Minah mengidap gangguan jiwa?" tanya Aska yang mengerutkan keningnya.
"Tahulah. Aku dulu memang disuruh menyelidiki oleh Nyonya Christina tentang Minah. Nama aslinya bukan Minah. Melainkan Alena. Dia adalah mantan istrinya Benjamin. Yang di mana Benjamin sering memberikan obat yang nggak tahu apa fungsinya itu. Hingga Minah sering berhalusinasi. Semenjak saat itu dia mengalami gangguan jiwa karena ketakutan. Aku nggak tahu kenapa Benjamin membuat istrinya itu gila," jelas Romeo.
"Jadi selama ini?" tanya Maria.
"Selama ini apa Nona Maria?" tanya Romeo.
__ADS_1
"Selama ini Aska dirawat oleh orang gila itu," jawab Maria sambil mengerutkan keningnya.
"Apakah aku harus jujur kepadamu?" Tanya Romeo sambil tersenyum meledek Maria.