Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Ancaman Pak Gilang.


__ADS_3

"Sepertinya harus dilakukan. Aku ingin melihat para karyawan terlihat santai untuk mengerjakan sesuatu. Kalau terlalu tegang itu tidak baik untuk para karyawan," jawab Aska.


"Lalu para petinggi perusahaan?" tanya Romeo.


"Para petinggi perusahaan juga akan memakai baju semi formal maupun tidak formal. Aku ingin mempererat bawahan dan atasan. Yang aku lihat para petinggi di sini tidak mau tahu bawahannya bagaimana? Seperti yang kita tahu kalau lingkungannya enak dan saling membaur menjadi satu. Seluruh target produksi akan bisa membuat perusahaan menjadi sehat," jawab Aska.


"Ide yang bagus. Apakah kamu akan merombak seluruh para petinggi di perusahaan ini?" fanya Romeo.


"Terpaksa aku melakukannya.banyak para petinggi berindikasi untuk merusak dan menghancurkan perusahaan ini. Aku tidak akan diam saja dan tidur. Jika dibiarkan terus maka mereka menikmati hasil jerih payah dengan merampok seluruh aset perusahaan ini," jelas Aska.


"Aku setuju akan hal itu. Kita pelan-pelan saja melakukannya jangan sampai orang itu terkejut untuk kedua kalinya. Kalau terkejut mereka akan kabur dan meninggalkan perusahaan ini ketika sudah hancur. Aku harus memiliki kekuatan penuh agar mereka tunduk kepadaku dan menyerahkan semua bukti kejahatannya dengan mudah," jelas Aska.


"Hari Sudah siang. Aku sangat lapar sekali. Energiku habis terkuras karena melawan mereka satu persatu. Rasanya aku ingin menghajar mereka semuanya saat itu juga. Tapi kalau mau memakai kekerasan tidak akan selesai. Soalnya mereka adalah orang-orang yang sangat licik dan bisa memutarbalikkan fakta," tambah Aska yang memakai tas itu di punggungnya.


"Terbukti sudah. Jiwa bisnismu ternyata dari Nyonya Christina. Sedangkan jiwa menjebakmu berasal dari tuan Adrian. Kedua orang tuamu sangat klub sekali menyatu di dalam jiwamu itu," ujar Romeo lalu berdiri mendekati Aska.


"Apakah kita akan bertemu dengan Nyonya Christina dan Tuan Adrian terlebih dahulu?" tanya Romeo.


"Iyalah. Kita akan menyetor muka terlebih dahulu. Setelah itu aku akan izin untuk pulang ke rumah dan beristirahat," jawab Aska yang meninggalkan ruangan itu dengan diikuti oleh Romeo.


Mereka keluar dari ruangan itu tepat jam makan siang. Di saat keluar mereka bertemu dengan Pak Gilang dengan wajah muramnya. Lalu Pak Gilang mendekati Aska dan Romeo.


"Bersiaplah kalian. Cepat atau lambat kalian akan mati di tanganku," ancam Pak Gilang.

__ADS_1


"Ancamanmu tidak berguna buatku. Aku memang tidak gentar melawan orang-orang seperti kalian. Cepat atau lambat kamu yang akan berakhir dari dunia ini," ancam Aska balik yang tidak gentar dengan Pak Gilang.


Aska dan Romeo meninggalkan Pak Gilang sendirian. Namun Pak Gilang langsung memaki Aska di dalam hati. Ia tidak mau Aska bertindak lebih jauh. Cepat atau lambat pak Gilang akan melakukan hal yang tidak terduga.


 


Setelah bertemu dengan Pak Gilang, mereka melanjutkan pergi ke ruangan Christina. Kedua pria itu pun menjadi pusat perhatian para wanita. Aska yang memiliki darah Perancis membuat wanita langsung klepek-klepek. Mereka menatap wajah Aska yang sangat tampan sekali untuk hari ini. Beberapa dari wanita itu ingin mendekatinya. Namun Romeo dengan sigap menghalaunya. 


Ketika memasuki lift, para wanita itu seakan tidak rela jika Aska pergi. Lalu wanita itu berharap agar bisa bertemu dengan Aska. Di dalam lift, Aska menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa dirinya menjadi pusat perhatian? Lalu ia menatap wajahmu Romeo sambil bertanya, "Kenapa para karyawati memandangiku seperti itu?" 


"Karena mereka adalah manusia normal. Yang di mana mereka mengagumi ketampananmu itu," jawab Romeo yang membuat Aska mengusap wajahnya berkali-kali. 


"Aku tidak menyangka kalau wajahku sangat tampan sekali. Aku harus bagaimana untuk menyembunyikan ketampananku itu?" tanya Aska dengan kesal. 


Sontak saja Romeo terkejut dengan pertanyaan Aska. Romeo tidak menyangka kalau Aska sangat kesal sekali karena ketampanannya itu. Ia tidak mungkin memberikan solusi agar sang tuannya itu merubah wajahnya.


"Nggak ada Maria ternyata tempat ini sepi. Aku ingin ke rumahnya," ucap Aska yang menghela nafasnya.


"Bersabarlah. Maria disuruh kedua orang tuanya bersembunyi terlebih dahulu. Sepertinya kamu jatuh cinta pada Maria? Apa yang membuat kamu jatuh cinta pada gadis itu?" tanya Romeo.


Aska tidak menjawab namun tangannya memegang daun pintu. Ia segera membuka pintu itu dan melihat sang Ibu dan sang ayah sedang berdiskusi. Kemudian Aska mendekati sang ibu sambil bertanya, "Ada apa Bu?" 


"Duduklah di sini. Kamu juga Romeo duduklah di sini. Kita harus berdiskusi dengan matang untuk rencana ke depan," jawab Christina sambil menyuruh mereka duduk di hadapannya.

__ADS_1


Mereka akhirnya duduk di hadapan Christina sambil memandang wajah wanita paruh baya itu. Sebelum mengeluarkan suara, Adrian terlebih dahulu mengeluarkan suaranya.


"Kalian sudah terlalu berani melawan mereka. Kalian sudah menantang mereka secara terbuka. Mau tidak mau ayah akan memanggil pasukan yang berada di Perancis untuk menetap di sini. Ayah tidak mau kalian terluka atau mati dengan konyol di tangan mereka. Kalian berdua akan ayah beri masing-masing sepuluh pengawal bayangan. Ke mana-mana kalian harus dikawal oleh mereka. Soal pengawal biarkanlah ayah yang mengurusnya. Percayakanlah pada ayah semuanya," pinta Adrian sambil merubah posisi duduknya. 


"Lalu bagaimana dengan Maria? Sebentar lagi Maria akan menjadi anggota keluarga Wicaksono," tanya Aska. 


"Tenanglah. Ayah sudah mengatur semuanya. Begitu juga dengan keluarganya. Ayah tidak mau keluarganya terseret dalam kasus ini. Apalagi musuh sangat mudah sekali mendapatkan informasi," jelas Adrian. 


"Kalau bisa aku usul. Lebih baik kita tutup saja semua informasi tentang keluarga Maria," usul Aska yang mengambil bantal lalu menaruhnya di pahanya. 


"Ide yang sangat bagus itu. Sepertinya ayah akan mencari seorang pemegang informasi teknologi yang mumpuni. Ayah akan memperkerjakan di dunia bawah tanah," sahut Adrian. 


"Kalau masalah keluarga. Biarkan aku saja yang menutup informasi itu. Aku akan bertanggung jawab penuh atas keluargaku dengan keluarga Maria," saran Aska. 


"Meskipun kamu yang menutup informasi itu. Ayah tetap memperkerjakan satu atau dua orang yang bekerja untuk memegang sistem keamanan. Terutama sistem keamanan di perusahaan ini. Ayah mulai curiga tentang sistem keamanan di sini," kata Adrian sambil meraih air mineral di depan meja. 


Kedua pria itu langsung terkejut mendengar perkataan Adrian. Kenapa mereka tidak terpikirkan akan sistem keamanan tersebut. Lalu mereka memandang wajah Adrian dan meminta penjelasannya.


"Mau dijelaskan bagaimana lagi? Ayah tahu kalian baru sadar tentang sistem keamanan di perusahaan ini," sahut Adrian yang mengerti pikiran mereka.


"Kenapa nggak terpikirkan olehku soal itu. Andai saja aku bisa mengecek soal sistem keamanan itu. Argh!!!!" kesal Aska yang sangat frustasi akan sistem keamanan tersebut.


"Tenang saja. Kamu juga baru sadar akan hal itu. Ayah dan ibu tidak mempermasalahkan kamu soal itu. Semenjak kedatanganmu ke sini. Kamu hanya belajar soal bisnis dan mengelola perusahaan di sini," sahut Adrian. 

__ADS_1


"Itu benar ayah. Aku akan mencoba untuk belajar menelusuri sistem keamanan perusahaan ini," jelas Aska. 


"Apakah kamu sanggup melakukannya?" tanya Adrian.


__ADS_2