
"Terserah kamu. Aku hanya ingin tahu saja. Jika orang itu mengidap gangguan jiwa tidak akan bisa merawat anak-anaknya," jawab Maria.
"Setelah dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Benjamin pergi meninggalkannya dan tidak mau tahu soal kehidupan Alena. Beberapa tahun kemudian Benjamin sengaja melepaskan Alena dan memberikan seorang bayi mungil. Bayi mungil itu adalah Aska. Kemudian Benjamin menyuruh Alena untuk merawatnya hingga dewasa. Ternyata di balik itu semuanya Alena sudah diprogram untuk membunuh Aska. Hampir setiap hari Alena diberikan doktrin untuk membunuh Aska. Tapi Tuhan sangat sayang pada Aska. Di saat ingin membunuhnya, Aska selalu pergi ke rumah Pak Broto," jelas Romeo.
"Apa yang kamu katakan benar. Dulu aku kecil usia sepuluh tahun. Masih ada bapak yang merawatku. Setelah bapak meninggal otomatis Aku dirawat oleh Alena. Semakin lama kok aku merasakan ada yang janggal dari Alena. Kejanggalannya adalah ngamuk yang nggak penting. Hampir setiap hari rumah itu selalu berantakan. Setiap ada yang lewat pasti mereka lapor kalau Alena habis ngamuk. Dan aku setiap sore selalu mendapatkan perlakuan yang buruk. Alena mengambil pisau dan mengejarku untuk dibunuh. Tapi syukurlah ada yang membisiku untuk pergi ke rumah Pak Broto. Di situlah aku merasakan ada hal yang nyaman di rumah itu," tambah Aska.
"Syukurlah jika kamu sudah mengetahui siapa Minah sebenarnya. Apa rencana kamu selanjutnya?" Tanya Romeo.
"Biarkan saja Alena di dalam rumah sakit jiwa itu. Aku sudah tidak mau lagi bertemu dengannya," jawab Aska sambil memikirkan langkah selanjutnya.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu? Apakah Benjamin akan kembali lagi?" tanya Maria.
"Aku nggak yakin Benjamin bisa balik ke sini. Yang aku dengar polisi dari Italia sudah menghubungi polisi di negara ini. Mau tidak mau nama Benjamin sudah terblokir sebagai turis," jawab Romeo.
"Bisa masuk ke sinilah. Yang aku tahu Benjamin bisa memakai identitas palsu. Tapi wajah dapat dikenali. Kecuali jika Benjamin melakukan operasi plastik.pria itu dengan mudahnya masuk dan mencariku lagi. Aku sangat penasaran sekali dengan Benjamin itu. Siapa bos yang berada di belakangnya? Nggak mungkin kan kalau Benjamin kerja sendiri? Secara Dia adalah seorang pengangguran. Saham yang dimilikinya adalah hasil rampasan dari para kolega milik Wicaksono Group," Aska mulai menjelaskan analisis bagaimana caranya Benjamin masuk.
"Aku setuju sependapat dengan Aska. Kalau nggak memakai identitas palsu yang memakai operasi plastik. Bisa jadi orang itu memakai wajah siapapun yang ada di dunia ini. Perasaanku Benjamin memiliki sifat serakah dan licik. Aku hanya menebak saja," tambah Maria.
Jakarta Indonesia.
"Kapan ada rapat pemegang saham?" Tanya Adrian yang sedang menatap wajah istrinya itu.
"Dua bulan dari sekarang," jawab Christina.
"Berapa saham yang dimiliki oleh Aska di Wicaksono Group?''
"Kurang lebih enam puluh lima persen. Yang lainnya adalah milik orang lain."
__ADS_1
"Jika Aska naik menjadi CEO dari Wicaksono Group. Bisa dipastikan Aska tidak akan bisa bergerak ke manapun. Dirinya tidak memiliki wewenang untuk memecat orang-orang yang ingin menghancurkannya di dalam perusahaan itu."
"Lalu?"
"Aku sedang memikirkan Aska Food. Aku tidak akan memasukkan Aska ke dalam perusahaan Wicaksono Group. Mau nggak mau Aska harus berdiri secara mandiri terlebih dahulu."
"Lho, Memangnya kenapa?"
"Kalau Aska masuk ke dalam Wicaksono Group. Maka kemungkinan besar Aska nggak bisa bergerak untuk melihat kinerja para petinggi Wicaksono. Itulah yang aku maksud. Aku harap kamu mengerti soal ini!"
"Ya aku mengerti sekarang. Aku merasakan ada sesuatu yang sangat aneh sekali dalam Wicaksono Group."
"Sebelum kamu mencium hal itu. Aku sudah menciumnya. Tapi aku tidak bisa masuk ke sana karena pekerjaanku menyita waktu. Semakin hari aku harus berburu dengan waktu untuk mengamankan mafia yang selalu berbuat ulah. Bahkan aku sering bentrok sama mereka."
Krisna mengangguk paham sambil tersenyum. Memang benar meskipun dirinya berjauhan dengan Adrian, ia selalu mendapatkan berita dari sang papa. Tak lama kemudian Aska datang bersama Maria. Kemudian calon pasangan suami istri itu pun duduk di sofa putih.
"Aku menyuruh Abang untuk lewat tol saja," jawab Aska sambil memandang wajah Christina.
"Bagaimana kabar di kampung?" Tanya Adrian.
"Kabar di kampung sangat baik sekali. Oh iya Bu. Setelah aku menikah. Aku akan datang ke kampung untuk mengadakan syukuran. Aku nggak mau lupa di mana tempat Aku dirawat," jawab Aska.
"Tidak apa-apa. Kamu berhak melakukannya. Karena seluruh warga di sana sangat menyayangimu," jawab Christina.
"Apakah ayah tahu kalau Minah mengidap gangguan jiwa?" tanya Aska.
"Ayah sudah tahu itu. Ayah ingin mengambilmu tapi tidak bisa. Jika kamu sudah tahu ya sudahlah. Ketika ingin mengambilmu masalahnya Benjamin selalu membuat masalah dengan memprovokasi para mafia untuk menyerang daerah ayah," jawab Adrian.
__ADS_1
"Kok hatiku ada yang janggal ya?" tanya Maria dengan ragu.
"Maksud kamu apa Mar?" tanya Christina balik.
"Seharusnya Minah tidak boleh merawat anak kecil ketika gangguan jiwanya mulai tumbuh," jawab Maria.
"Kan sudah dijelaskan tadi. Kalau aku dirawat oleh bapak. Nah bapak itu yang selalu mengajariku dalam segala hal," imbuh Aska.
"Nama aslinya Pak Febian. Dia adalah kaki tangan Benjamin. Sebelum meninggal Pak Febian menghubungiku dan menceritakan keadaanmu," jawab Adrian.
"Kenapa bapak itu meninggal?" tanya Aska.
"Kalau firasat ayah, Pak Febian itu diracun oleh Minah. Soalnya pak Febian itu sayang sama kamu. Di sisi lain Benjamin menyuruh pak Febian dan Minah membunuhmu. Melihat kamu menjadi sosok anak kecil yang menggemaskan Pak Fabian tidak tega membunuhmu. Kemungkinan besar Benjamin menyuruh Minah membunuhnya," jelas Aska yang memiliki firasat tentang kematian Pak Febian.
Mendengar penjelasan sang ayah, Aska tertegun sejenak. Bagaimana bisa orang yang merawatnya meninggal begitu saja? Memang saat itu kondisinya Pak Febian adalah sakit. Aska harus mencari tahu kenapa Pak Febian tiba-tiba saja sakit dan meninggalkannya begitu saja.
"Satu kata buat Minah adalah tega. Aku nggak habis pikir, Kenapa wanita itu sangat tega melakukannya," kesal Aska.
"Memang. Lalu kita harus bagaimana lagi? Untung saja saat itu pak Febian cerita. Aku menghubungi kakekmu untuk melindungimu. Jika tidak kamu akan menjadi korban selanjutnya. Korban keserakahan oleh Minah," jelas Adrian.
"Bener-bener deh Itu orang. Aku nggak habis pikir kenapa orang seperti itu bisa dipekerjakan," ucap Maria.
"Karena Minah masih memiliki kerabat dengan Benjamin. Selain itu juga mereka pernah menikah selama beberapa tahun dan tidak memiliki seorang anak. Di sisi lain Benjamin ingin merusak kehidupan Minah," jawab Adrian yang membuat Aska terdiam.
"Jika masalah ini dibuka, kemungkinan besar banyak sekali yang terseret. Ditambah lagi dengan keluarganya Benjamin," jelas Aska.
"Kamu benar. Kita nggak boleh gegabah soal ini. Jika kita gegabah bisa dipastikan mereka akan menyerang terlebih dahulu sebelum membuat rencana," tambah Adrian.
__ADS_1
"Apakah keluarga Benjamin ada hubungannya dengan kita?" tanya Aska yang mulai curiga dengan silsilah keluarganya itu.