Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Teka-Teki Terjawab Sudah.


__ADS_3

"Tidak apa-apa. Kalau begitu ayo kita berangkat!" ajak Christina dengan semangat.


"Kok tiba-tiba saja berangkat. Aku kan jadi penasaran soal tadi," keluh Aska.


"Oh... Kamu masih penasaran soal itu. Baiklah Ibu katakan sejujurnya. Kata Maria kamu sangat tampan sekali. Kamu mirip dengan aktor Korea yang bernama Kim Soo Hyun," ucap Christina sambil mengulum senyum.


Wajah Aska tiba-tiba saja berubah menjadi merah. Jujur baru kali ini akan mendapatkan pujian yang membuat hatinya bahagia. Yang dikatakan Maria itu benar apa adanya. Jadi Aska tidak heran sedikitpun.


"Maafkan aku Tuan Muda. Aku terlalu bersemangat untuk memuji anda," ucap Maria dengan malu-malu.


"Bisakah kamu tidak memakai bahasa formal seperti ini? Aku bingung karena kita tidak berada di area perkantoran," pinta Aska.


"Baiklah kalau itu mau tuan muda," balas Maria.


Christina memutuskan untuk pergi ke kantor. Ia akan mengerjakan tugas-tugas kantor sebelum meeting dimulai.


Di tempat lain Benjamin sedang duduk dengan santai. Beberapa saat kemudian datang seorang pengawal sambil membungkukkan badannya.


"Selamat pagi tuan," sapa pengawal itu.


"Ada apa?" tanya Benjamin.


"Nyonya besar kemarin berada di Indonesia bersama Tuan besar. Mereka sedang mengunjungi Christina dan Aska," jawab pengawal itu.


"Apa maksudmu?" tanya Benjamin.


"Maksud saya adalah nyonya Julia datang ke Indonesia bersama Tuan Damian," jawab pengawal itu sambil menjelaskan apa maksudnya.


"Bukan itu maksud saya. Yang saya maksud adalah Aska sama Christina sudah bersatu?" tanya Benjamin.


"Iya tuan. Mereka sudah bersatu dan tinggal serumah. Tapi tuan, kedudukan nyonya besar akan terancam," jawab pengawal itu.


"Oh baguslah," puji Benjamin.


"Kalau begitu saya undur diri dulu," pamit pengawal itu.

__ADS_1


Pengawal itu segera meninggalkan Benjamin sendirian. Ia merasa sangat senang untuk menjadi mata-mata keluarga Wicaksono.


Sedangkan Benjamin tersenyum sangat manis sekali. Dirinya langsung menghubungi seseorang agar datang ke sini.


"Baiklah kalau itu mau kamu nyonya besar. Tunggu saja mereka akan menjadi mayat dalam beberapa bulan ke depan. Kamu bisa memiliki semuanya," ucap Benjamin dengan tawa yang mengerikan.


Sesampainya di lobby kantor, Aska sangat bingung sekali. Kantor yang selama ini diincarnya adalah miliknya sendiri.


Seminggu yang lalu, Aska pernah bercita-cita untuk pergi ke kota. Dirinya ingin bekerja di sebuah perusahaan elite. Dirinya sengaja mengincar perusahaan itu untuk menjadi office boy. Lalu ia berdoa agar keinginannya terwujud.


"Apakah ini perusahaan milik ibu?" tanya Aska yang masih berada di dalam mobil.


"Iya... Ini adalah perusahaan pribadi milik ibu. Perusahaan ini juga belum menjadi satu dengan Wicaksono group. Memang ibu sengaja mendirikan perusahaan itu hanya untuk mencarimu. Suatu hari nanti Ibu akan menemukanmu. Tidak sampai beberapa tahun kamu sudah bertemu dengan ibu. Sekarang perusahaan itu akan menjadi milikmu," ucap Christina dengan lembut.


"Kenapa perusahaan itu dinamakan Aska food internasional?" tanya Aska.


"Ibu sengaja memakai nama depanmu. Agar kamu tertarik masuk sini. Selain itu juga Ibu sengaja mengingat namamu itu. Nama perusahaan itu sengaja dipilihkan oleh kakekmu," jawab Christina.


"Kenapa Ibu tidak memilih nama yang lain? Seperti nama-nama dari barat sana?" tanya Aska.


"Ayo kita turun. Ngapain coba kita di sini terus!" ajak Maria.


"Sepertinya Tuan Aska masih syok dengan keadaan ini," ledek Romeo.


"Enggak juga. Siapa yang syok? Aku masih bingung," ujar Aska yang membuka pintu lalu keluar.


Kedua wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Ternyata mereka baru sadar kalau Aska orangnya suka bercanda.


"Ternyata anakku memiliki sifat guyon seperti ayahnya itu," celetuk Christina yang membuat Romeo menggelengkan kepalanya.


"Ah... Sebenarnya yang memiliki sifat itu adalah nyonya sendiri. Kalau ayahnya sih menurutku sangat menyeramkan," sahut Romeo.


"Oke. Nanti malam aku tugaskan kamu untuk menemui Adrian di Paris sana!" perintah Christina yang membuat Romeo menelan salivanya dengan susah payah.


"Apa itu benar nyonya? Apakah aku tidak bermimpi pagi ini?" tanya Romeo yang membuat hatinya meringis.

__ADS_1


"Sepertinya kamu ada masalah dengan Adrian?" tanya Christina yang sebenarnya tahu masalah sebenarnya.


Jujur saja Romeo sangat terkejut sekali atas permintaan Christina. Diam-diam hatinya meringis karena takut bertemu dengan Adrian. Mau bagaimana lagi? Yang namanya tugas harus dijalankan. Meskipun di sana dirinya menjadi babak belur Romeo akan melakukannya.


"Dalam rangka apa Romeo disuruh ke sana nyonya?" tanya Maria.


"Dalam rangka menemani Aska bertemu dengan ayahnya. Kalau bisa mereka menyeret Adrian di hadapanku!" perintah Christina.


"Kalau saya menolaknya bagaimana nyonya?" Tanya Romeo.


"Mau tidak mau kamu harus pergi ke Spanyol. Saya akan berikan tugas mengerjakan desain interior untuk pembangunan pabrik Aska food internasional!" perintah Christina yang tidak main-main.


" Aish... Malang bener nasibku sudah jatuh kecebur got," kesal Romeo yang membuat Christina tertawa.


Lalu mereka keluar dari mobil sambil melihat Aska yang cemberut. Sedari tadi mereka melakukan pembicaraan yang tidak penting. Namun Romeo langsung merangkulnya.


"Maaf ya, kami terlalu lama untuk berdiskusi," bisik Romeo yang membuat Aska bertanya-tanya.


"Diskusi apa?" Tanya Aska yang penasaran.


"Nanti kami akan memberitahumu," jawab Romeo.


Romeo melepaskan Aska dan merubah wajahnya menjadi dingin. Iya menepuk bahu Aska untuk masuk ke dalam. Akan tetapi Romeo membisiki sesuatu agar Tuan mudanya menjaga sikap. Aska pun paham apa yang dimaksud oleh Romeo. Karena Aska sering membaca novel online tentang CEO. Maka Aska merubah dirinya menjadi calon CEO dingin.


Saat masuk lobi, Aska disambut oleh dua orang wanita. Mereka bertugas sebagai resepsionis di sana. Tanpa disadari oleh Aska, ada seorang wanita yang memanggil namanya.


"Aska," panggil wanita itu sambil membawa pulpen.


Seketika Aska menoleh dan melihat wanita itu. Jujur Aska sangat terkejut sekali melihatnya. Matanya tertuju kepada wanita itu dengan penuh pertanyaan.


"Apakah kamu masih mengenalku?" tanya wanita itu.


Aska menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan wanita itu. Rasa sakit Aska kepada wanita itu sangat mendalam. Ada satu dendam yang bersarang di dalam hatinya. Ia tidak bisa mengatakan itu kepada setiap orang ditemuinya. Namun yang tahu masalah itu adalah sang ibu.


Lantas, bagaimana dengan tanggapan wanita itu? Wanita itu memandang wajah temannya. Ia sangat kesal sekali karena dicuekin oleh Aska.

__ADS_1


"Kenapa kamu kesal seperti itu? Dan Kenapa juga kamu melihatku seperti itu? Apakah aku salah kepadamu? Apakah kamu salah makan tadi? Apakah kamu putus dari juragan jengkol itu? Apakah kamu tidak mendapat kiriman dari juragan jengkol itu?" tanya Lia nama temannya itu.


__ADS_2