
"Aku tidak tahu jelas soal itu lagi. Kalau bahas soal masalah itu aku tidak paham soal itu. Kalau begitu ya sudahlah," jawab Maria.
"Fix... Kalau begitu semuanya sudah beres. Cepat atau lambat kita akan meeting bersama. Soal rapat pemegang saham, kita tunda terlebih dahulu. Kita nggak bisa melaksanakannya karena terhalang oleh pernikahan Aska. Kalau begitu rapat ini selesai," kata Adrian lalu beranjak berdiri dan meninggalkan mereka.
Paris Prancis.
Pyar!
Pyar!
Pyar!
Sudah puluhan piring dilemparkan begitu saja ke arah tembok.Serpihan-serpihan piring itu berhamburan di lantai. Julia sangat marah lalu ingin membunuh Aska dan Christina. Ia sudah tidak ingin bermurah hati kepada kedua orang itu.
"Pokoknya harus mati! Aku nggak akan biarkan mereka hidup lebih lama lagi! Karena Wicaksono Group adalah milikku selamanya. Kedua orang itu tidak boleh menjadi ahli waris. Aku harus melakukan berbagai cara agar mereka jatuh lalu tidak bisa menikmati apapun dari Wicaksono Groups," dengan nada tingginya Julia memaki-maki mereka.
Beberapa saat kemudian datang Jamaludin dengan wajah penuh amarah. Kali ini pekerjaan dilihat tidak beres sama sekali. Pasalnya orang suruhannya itu pergi meninggalkan Indonesia. Ditambah lagi berita yang didengarnya, orang suruhannya Julia sedang dikejar-kejar oleh interpol Italia. Bagaimana bisa Julia mendapatkan kaki tangan seperti itu?
"Kamu itu bodoh atau apa nenek tua! Sudah kubilang aku nggak mau berhubungan dengan orang-orang seperti itu! Orang-orangmu itu telah merugikan aku! Jadi tanganmu menjadi buronan internasional kepolisian Italia. Harusnya kamu Memiliki seseorang yang paten untuk memata-matai mereka! Bikin susah saja kau itu!" Geram Jamal.
Julia tidak menyangka kalau pinjamin adalah seorang buronan. Ternyata ia baru mengetahuinya, kalau Benjamin itu adalah buronan. Tanpa kecurigaan apapun, Julia sengaja mengangkat Benjamin untuk menjadi mata-mata Aska maupun Christina. Bahkan dirinya tidak terlalu mengenali orang melalui latar belakangnya.
"Jika kamu tidak bisa melakukannya, kamu yang akan menjadi sasarannya!" bentak Jamal.
"Aku tidak tahu kalau Benjamin adalah seorang buronan. Aku tidak mengenalinya secara dalam. Aku terbuai dengan janji manisnya itu," ucap Julia dengan jujur.
__ADS_1
"Kalau begitu ya sudahlah. Aku akan memberikan kamu kesempatan sekali lagi! Jika gagal maka hidupmu yang menjadi korban selanjutnya! Sudah cukup aku nggak mau main-main lagi sama ucapanmu itu!" bentak Jamal sekali lagi.
Julia tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepala saja. ia akan memikirkan cara yang lain untuk menghabisi mereka. Namun sebelum itu dirinya akan menyeleksi dua puluh orang untuk dijadikan mata-mata sesuai dengan bidangnya.
Setelah mendapatkan Maaf Dari Jamal, Julia langsung pergi meninggalkan tempat terlarang itu. Julia dikawal dengan banyaknya pengawal. Mengingat dirinya adalah seorang wanita penting dan memiliki banyak musuh di luar. Ditambah lagi dirinya adalah seorang kaki tangan mafia.
Sementara itu Damian yang berada di rumah berdasarkan ada sesuatu yang janggal. Dengan meminta asistennya untuk menyiapkan jet pribadi. Ia akan ke Indonesia untuk bertemu Adrian tanpa Julia. Beberapa saat kemudian beberapa pengawal langsung mendekatinya. Mereka mempersilakan Damian berjalan terlebih dahulu. Hari ini juga Damian pergi ke Indonesia tanpa memberitahukan siapapun.
Saat perjalanan menuju bandara, Damian mendapatkan sebuah pesan dari seseorang. Ia langsung membuka pesan itu sambil melihat foto-foto orang itu sambil menggendong anak kecil.
Memori yang dimiliki Damian langsung bertebaran di mana-mana. Dirinya mengingat momen-momen itu ketika memiliki seorang bayi perempuan bisa dikatakan cantik sekali. Bagian kecantikannya itu membuat semua orang terbius.
Entah kenapa dalam foto ini sangat janggal sekali. Bukan artian ada seseorang di belakangnya. Dalam hatinya Damian bertanya, "Kenapa seseorang mengirimkan foto-foto ini? Bukankah foto-foto ini aku bersama Julia? Saat itu adalah momen-momen emasku meraih segalanya. Ditambah lagi dengan beberapa momen-momen di mana Aku mendapatkan kebahagiaan yang bersinar dengan tenang.
Saat berada di jalan tol, ada sebuah mobil SUV hitam mendekatinya. Mobil itu sengaja bergesekan dengan mobil yang ditumpangi Damian. Setelah itu mobil tersebut langsung menabrakkan dirinya dari samping. Akan tetapi ada sebuah mobil sport mendekati mobil itu dan menabrakkannya dengan kencang. Mobil itu langsung oleng dan menabrak pembatas jalan. Dengan kejamnya mobil sport itu sengaja menabrakkannya hingga jatuh ke bawah.
Sebuah ledakan besar langsung terdengar ke penjuru kota Paris. Orang-orang yang berada di sana mendengarnya dan melihat mobil itu terbakar hebat. Damian masih berada di dalam mobil itu pun terkejut. Untung saja sang sopir menghentikan mobilnya karena tadi ada bahaya. Beberapa saat kemudian sang pemilik mobil sport itu keluar dan mengetuk pintu.
Dengan terpaksa sang sopir langsung kaca mobil itu. Demi yang terlihat jelas orang tersebut. Demian menutup mulutnya sambil berkata,. "Ini tidak mungkin kan?"
Pria itu tersenyum manis lalu berkata, "Aku akan mengawalmu sampai ke bandara. Soal kecelakaan mobil biarkanlah! Beberapa pengawalku yang akan mengurusnya. Silakan Anda berangkat terlebih dahulu."
Setelah mendapatkan perintah dari pria itu, dominan meminta sang supir untuk berangkat ke bandara. Sedangkan pria itu langsung mengikutinya dari belakang. Dengan santainya pria itu menghubungi seseorang yang berada di Jakarta.
Selesai menghubungi orang itu, pria tersebut langsung mengawal Damian ke bandara. Di tempat lain Jamal yang mendengar berita tentang kematian pengawalnya itu langsung murka. Bagaimana tidak seorang pria yang dikirimkan untuk membunuh Damian mati? Beberapa saat kemudian ada seorang wanita yang memakai baju serba mewah. Wanita itu langsung mendekatinya dan memeluk Jamal dengan erat.
__ADS_1
Dengan manisnya wanita itu mengeluarkan suara-suara sialan di telinga Jamal. Namun Jamal menghindari perempuan itu lalu meninggalkannya. Dalam hati, Jamal memaki Damian. Biar bagaimanapun juga Jamal ingin melihat Damian mati.
Malam pun tiba pria yang tadi menyelamatkan Damian bergegas menuju ke apartemennya. Pria itu membuka jaketnya sambil berkata, "ini pasti kelakuannya Jamaludin. Bisa-bisanya sepupunya itu dibunuh! Aku harus melakukan sesuatu agar Tuan Damian selamat. Aku nggak akan membiarkan Tuan Damian mati konyol seperti itu.''
Selang beberapa menit seorang Pria Muda mendekatinya. Pria itu membungkukkan badannya sambil berkata, "Tuan, menurut penyelidikan yang telah aku lakukan ternyata Jamal lah yang melakukannya. Langkah selanjutnya apa Tuan?"
"Siapkan aku jet pribadi! Aku ingin pergi ke Indonesia untuk bertemu dengan adikku!" perintah pria itu.
"Baik Tuan," balas pria muda itu.
Jakarta Indonesia.
Wanita berusia senja itu bersiap-siap untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Kemudian wanita itu mendekati asistennya dan bertanya, "Apakah kamu sibuk hari ini?"
"Tidak nyonya. Aku tidak sibuk," jawab asistennya itu. "Ada apa nyonya?"
"Kalau kita di luar rumah, jangan panggil aku Julia! Panggil aku Stefani," jawab wanita itu sambil menatap sang asisten.
"Ada apa nyonya? Kenapa Anda dipanggil Stefani? Lalu, kenapa aku tidak boleh memanggil Julia?" tanya sama asistennya lagi.
"Pita," panggil wanita itu.
"Iya nyonya," sahut Pita nama wanita itu.
"Kamu tahu kan maksudku apa?" tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
"Ah iya nyonya... Aku hampir lupa. Maafkan aku nyonya," jawab Pita. "Anda mau ke mana nyonya?"