Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Tertangkapnya Jamaludin.


__ADS_3

Seorang pria paruh baya itu mendekati panggung lalu naik ke atas panggung. Pria itu langsung merebut mic dan menatap tajam ke arah Aska. Ia menunjukkan sikap arogannya dan juga kesombongannya. Pria itu mulai mengintimidasi Aska dan tertawa mengejek. Seakan dirinya menjadi pemenang dalam pertempuran itu, pria itu menyebarkan aura pembunuhan. 


"Aska… seorang pria miskin yang mengaku sebagai putra dari Christina!" bentak pria itu. 


"Aku memang anak miskin," sahut Aska yang mulai memasang badan. "Tapi aku tidak pernah membuat rencana menghancurkan rumah tangga orang lain. Sudah berapa rumah tangga yang kamu hancurkan Jamaludin?" 


Semuanya tamu undangan tersebut terkejut apa yang dikatakan oleh Aska. Mereka tidak percaya dengan sikap Jamaludin. Mata mereka tertuju ke arah Aska seakan meminta penjelasan. 


"Apa yang kamu katakan? Kamu ingin membuat reputasiku hancur ya? Atau kamu sengaja menyebarkan fitnah di depan mereka. Agar mereka percaya dan mengangkat kamu sebagai ahli waris sesungguhnya di Wicaksono Group?" tanya Jamaludin dengan nada membentak. 


Aska malah tersenyum tengil menanggapi pernyataan Jamaludin. Ia sudah membuat sebuah audio. Yang dimana audio itu berisi tentang kejahatan Jamaludin yang tidak pernah diketahui oleh publik. 


"Sebaiknya kamu akan mendengarkan ini semuanya," jelas Aska yang memberikan kode agar pengawal menanyakan audio itu. 


Beberapa saat kemudian terdengar percakapan Jamaludin dan Julia. Jamaludin menjelaskan rencana ketika Julia asli sengaja diusir dari rumah. Meskipun rekaman itu rekaman lama, Aska sudah memperbaikinya dan memulihkan semuanya. Bahkan suaranya sangat jernih. 


Ketika para tamu undangan dan para kolega Wicaksono Group mendengar, mereka sangat terkejut. Mereka menyangka kalau itu hanya lelucon saja. Tapi nyatanya semua benar. Mereka memandang sendu menatap Julia asli yang banyak tersenyum. Mereka baru mempercayai siapa wanita berusia senja sedang berdiri bersama Aska di sampingnya. 


Setelah Diana atau lebih dikenal Julia menyetujui keinginan Jamaludin, Julia akhirnya menuju ke rumah itu. Kebetulan sekali saat itu Damian sedang melakukan perjalanan dinas ke Malaysia. yang dimana membuat Julia palsu semakin bersemangat mengusir Julia asli. 


Rencana nomor dua adalah Jamaludin menghancurkan rumah tangga Christina. Yang dimana Jamaludin akan memisahkan Aska dari sang ibu ketika masih bayi. Rencana itu dijalankan bersama Julia palsu. Mereka yang masih bertahan langsung menitikkan air matanya. 

__ADS_1


Jujur mereka tidak habis pikir apa yang dilakukan oleh Jamaludin. motifnya adalah ingin menguasai aset Wicaksono Group secara utuh. Namun dalam perjanjian yang sudah tertulis, kedua orang tua Jamaludin sebelum meninggal meminta diberikan dua kantor cabang saja. Mereka tahu kalau Jamaludin memiliki sifat serakah dan ingin menguasai sepenuhnya. 


Setelah selesai penjelasan terhadap kasus ini, para tamu undangan sangat geram sekali. Sekarang mereka baru tahu kalau keluarga Wicaksono sedang tidak baik-baik saja. Mereka ingin menangis dan meluapkan emosinya. Sebab selama ini kebaikan Damian dan Julia asli sering menolong ketika perusahaan mereka sedang down. Saking baiknya mereka sungkan meminta bantuan kepada Damian. 


Salah satu kolega datang dan menaiki panggung. Beliau adalah mantan manajer keuangan sejak Damian menjabat sebagai CEO di sana. Beliau langsung mendekati Julia sambil meminta izin untuk memeluknya. Aska pun menganggukan kepalanya dan mempersilakan untuk memeluknya. 


Pria paruh baya itu langsung memeluk Julia asli dan menangis. Berkat nasihat yang diberikan oleh Julia ia sekarang menjadi seorang pengusaha sukses. 


"Mam, aku tahu hatimu sangat pedih ketika terusir dari rumah utama. Jika tahu masalah sebenarnya aku akan menampungmu untuk menjadikan seorang ibu," ucap pria itu. 


Aska yang melihat pria itu berkata seperti itu hanya bisa menangis. Ia tidak menyangka bisa memiliki nenek yang sebaik itu. Di bawah Damian sudah merasakan hatinya sesak. 


Pria berumur senja itu baru mengetahui rencana Jamaludin. Andai saja ia mengindahkan peringatan dari sahabatnya itu, masalah ini tidak akan menjadi runyam seperti ini. 


"Maksudnya?" tanya Frank. 


"Sebelum meninggal mereka tidak mengizinkan aku untuk mengangkat Jamaludin sebagai karyawan tetap di Wicaksono Group. Jujur saat itu aku merasa kasihan dan tidak ingin melihatnya menderita. Aku langsung mengangkatnya sebagai wakil manajer keuangan," jelas Damian. "Tapi akhirnya diam-diam Jamaludin merencanakan sesuatu dibelakangku." 


"Papa benar. Aku tidak menyangka kalau semuanya terjadi seperti ini. Aku juga baru mengetahui dari Frank ketika ada rekaman audio itu di markasnya. Jamaludin ingin melihat keluarga Wicaksono hancur bertubi-tubi," jelas Adrian. 


Kembali lagi di atas panggung. 

__ADS_1


Wajah Jamaluddin langsung pucat. Bagaimana tidak kejahatan yang disimpan rapat menjadi terbuka lebar? Seharusnya ia menghapus rekaman itu dan membiarkan semua ini menjadi misteri. Oh.. tidak bisa Jamaluddin, kamu sudah menghancurkan dua keluarga sekaligus. 


"Rupanya kamu mencoba mengelak dari peristiwa ini ya?" tanya Aska yang membuat Jamaludin mulai tergagap. 


"Aku mendapatkan rekaman ini dari markas kamu. Oh ya… bagi para tamu undangan yang pernah melaporkan kejadian keluarganya yang mati tidak wajar ke kepolisian. Dengan tubuh dijahit itu ulah Jamaludin. Jamaluddin sengaja mengambil organ dalam tubuh mereka untuk dijual di pasar gelap," jelas Aska yang membuat mereka bergidik ngeri. 


Sudah banyak sekali catatan hitam yang sudah ditorehkan oleh Jamaludin. Yang ditayangkan di ballroom hanya sebagian kecil. para tamu undangan sangat geram dan berbondong-bondong ingin mendekati panggung. 


Seketika mereka terbawa emosi dan ingin menyerang Jamaludin. Dengan cepat Adrian bersama Frank naik ke atas panggung dengan membawa borgol. Mereka berdua langsung meminta para pengawal untuk berjaga. Hingga akhirnya para tamu undangan langsung mundur. 


Para tamu undangan sudah mengenal siapa Adrian. Mereka dengan senang hati membiarkan Adrian menangkapnya. Lalu mereka tidak sengaja melihat pria yang memiliki rambut panjang sebahu itu. Siapakah dia? Inilah yang menjadi pertanyaan buat mereka. 


Di pintu masuk banyak sekali para aparat sudah berjaga. Mereka sedang menunggu kedatangan jenderal untuk menangkap Jamaludin. Mereka berharap Jamaludin kali ini tidak kabur lagi ke dunia lain. 


Tak lama kemudian sang jenderal yang diutus oleh kepala kepolisian di negara itu datang. Jenderal itu bernama Leonardo. Yang semalam bersama Frank mengungkap kasus beberapa mayat di suatu ruangan itu. 


Dengan seragam lengkap Jenderal Leonardo langsung menangkapnya dengan mudah. Sebelum pergi Aska dengan beraninya membisikan sesuatu ke Jamaludin agar tidak kabur dari sang jenderal. Ia juga memberitahukan kalau seluruh teman-temannya sudah tertangkap dan masuk ke dalam bui. 


Wajah Jamaludin semakin pucat dan tidak bisa berkata apa-apa. Ingin berontak pun Jamaludin tidak bisa. Hingga akhirnya ia tertunduk lesu. 


Saat keluar dari ballroom para pengawal milik Jamaludin sudah diamankan terlebih dahulu. Mereka tidak bisa memberontak sekaligus. Sebab di hotel ini sudah dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

__ADS_1


Bagaimana kabar Jono?


__ADS_2