Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Masa Lalu Adrian.


__ADS_3

"Tidak ada yah. Paman selalu berkata jujur. Dia bukan seorang pembohong besar," jawab Aska.


"Memang benar pamanmu itu tidak pernah berbohong sedikitpun. Dia adalah seorang pebisnis yang sangat sukses karena kejujurannya," puji Adrian kepada sang kakak. 


"Kembali ke topik dulu. Siapa wanita yang telah ayah perk*sa itu? Kok aku jadi penasaran hingga saat ini," tanya Aska. 


"Ibumu yang ayah perk*sa saat itu," jawab Adrian dengan jujur yang membuat Aska matanya membulat sempurna. 


"Apa-apaan ini? Bukankah pasangan suami istri itu boleh melakukannya tanpa harus pemaksaan seperti itu," tanya Aska. 


"Maksudku bukan begitu ceritanya Aska. Ayah memang sengaja melakukannya. Ibumu saat itu sedang dijebak oleh seseorang. Makanya ibumu saat itu mabuk berat dan salah masuk kamar. Yang lebih parahnya lagi setelah ayah keluar dari toilet. Ibumu sudah tidak memakai baju lagi. Jadi kamu nggak bisa nyalain ayah seperti itu. Salahkan saja pada ibumu. Kenapa ibumu sendiri yang masuk ke dalam kamar seorang pria?" tanya Adrian balik.


"Oalah begitu ceritanya.Hingga akhirnya kalian jatuh cinta seperti itu ya? Kenapa bisa kalian tidak dibuat novel lalu dibuat film dan mendapatkan royalti?" tanya Aska.


"Seperti itulah kisah ayah sebenarnya. Kamu sudah merasakan, siapa ayah sebenarnya? Ayah akan berusaha menjadi seseorang yang baik untuk kamu. Ayah cinta sama kamu dan ibumu. Meskipun pada awalnya menghancurkan masa depan ibumu. Tapi setelah kejadian itu, ayah tidak pernah meninggalkannya sedetikpun. Ayah terus memantau perkembangan ibumu. Ketika dia sedang kuliah di Harvard university. Bahkan sampai kehilangan kamu pun ayah masih memantau keadaan ibumu. Itulah kenapa ayah benar-benar jatuh cinta kepada ibumu dengan tulus. Begitu juga dengan sebaliknya," jelas Adrian yang membuat Aska tertegun.


Siapa sangka di atas bumi Adrian menceritakan kisah hidupnya kepada sang putra. Padahal Adrian sendiri orangnya sangat tertutup. Namun Adrian sudah berprinsip kalau Aska harus tahu semuanya. Bagaimana menjalani lika-liku percintaan yang rumit ini. Ditambah lagi dengan dirinya adalah seorang aparat penegak hukum di kota Paris.


Aska sangat mengagumi sosok Adrian tersebut. Diam namun berwibawa dan suka memberontak. Ditambah lagi Adrian adalah seorang pria dengan penuh ketegasan.


Sesampainya di kota Paris, mereka turun dan langsung pergi ke kantornya. Di dalam perjalanan Adrian menghubungi seseorang untuk berdiskusi. Setelah sampai mereka akan mengadakan meeting penting. Hal ini bertujuan untuk menyusun acara untuk pengesahan ahli waris. Semakin cepat membuat Jamaludin tidak akan bisa masuk ke dalam sana.

__ADS_1


Adrian juga mengumpulkan banyaknya bukti yang akan diserahkan ke sang jenderal. Selain itu juga, Adrian sudah mengetahui Di mana letak markas Black Crossover sebenarnya. Jadi bisa dipastikan dalam waktu dekat, pihak kepolisian dengan dibantu oleh Frank menyerang dan membumihanguskan markas tersebut. 


Jakarta Indonesia. 


Pak Broto dan Pak Ahmad sudah berangkat ke Paris. Di kebun hanya ada Bu Siti dan Mala. Namun Bu Siti harus bersiap-siap jika ada panggilan mendatang. 


Tanpa kita duga, Bu Siti adalah agen rahasia yang dikirimkan oleh Adrian. Bu Siti jatuh cinta kepada Pak Broto. Begitu juga dengan sebaliknya. Mereka akhirnya menikah dan mengurus kebun di sini. 


Melihat Mala, Bu Siti merasa kasihan. Gadis baru beranjak dewasa sudah dibuat mainan oleh pamannya sendiri. Oleh karena itu Bu Siti dan Pak Broto sengaja mengangkatnya sebagai keponakan. 


"Ibu," panggil Mala yang sedang mengiris bawang. 


"Ada apa?" tanya Bu Siti. 


Deg. 


Jantung Bu Siti berdetak kencang. Bagaimana bisa gadis polos itu menyukai Romeo. Mala tidak tahu siapa Romeo sebenarnya. Jika ia tahu maka Mala memilih mundur perlahan.


"Kenapa kamu tanyakan Romeo kepada ibu?" tanya Bu Siti. 


"Bukankah Abang Romeo itu adalah temannya Bang Aska?" tanya Mala. 

__ADS_1


"Memang benar apa yang kamu katakan itu. Kemungkinan besar Romeo sedang mengurusi seluruh pekerjaan Aska. Kamu tahu sendiri kan sekarang Aska sudah kembali ke keluarganya. Sebentar lagi Aska akan menduduki jabatan di perusahaan itu," jawab Bu Siti. 


"Tapi seenggaknya, Abang menghubungi aku terlebih dahulu," kesal Mala. 


"Kamu jangan kesel seperti itu. Masalahnya begini, Abang Aska itu sangat sibuk sekali. Mulai dari pagi hingga sebelum tidur. Begitu juga dengan Romeo. Romeo juga sibuk untuk mengurusi semua pekerjaan milik Aska. Jadi wajar kalau Romeo tidak pernah menghubungi kamu. Kamu bersabarlah menjadi orang. Jika jodohmu tidak di Romeo. Siapa tahu nanti ada jodoh yang lebih baik lagi. Soalnya usiamu masih sangat muda. Jadi lebih baik kamu mengerjakan apa yang ada di depan matamu. Pelan-pelan kamu akan mendapatkan seorang yang lebih dari Romeo," tutur Bu Siti dengan lembut kepada Mala. 


"Benar juga apa yang Ibu katakan seperti itu. Rasanya aku ingin giat sekali bekerja. demi mewujudkan cita-citaku untuk kuliah dan mengambil jurusan bisnis dan manajemen. Kelak aku akan bekerja di perusahaan Aska Food atau Wicaksono Group," sahut Mala dengan penuh kegirangan. 


"Memangnya nggak ada perusahaan lain lagi apa?" tanya Bu Siti Yang sengaja membuat Mala mencari perusahaan lain. 


"Sebenarnya banyak perusahaan yang bonafit dan keren. Tapi aku menyukai kedua perusahaan itu. Karena masalah gaji dan fasilitas itu lebih enakan di sana. Mau tidak mau aku harus belajar lebih giat lagi. Uang tabunganku sudah cukup untuk membayar masuk kuliah," jawab Mala. 


"Kenapa kamu tidak memakai jalur beasiswa? Jika kamu memakai jalur beasiswa di situ. Kamu bisa mendapatkan potongan atau tidak membayar sama sekali. Nantinya uang kamu itu bisa membuat modal untuk bertahan hidup. Kamu masih bisa buka usaha sendiri tanpa bantuan kami," ucap Bu Siti. 


"Masalahnya bukan itu aku takut jika nanti jalur beasiswa membuatku tidak nyaman. Apalagi aku adalah anak yang kurang mampu," sela Mala dengan jujur. 


"Kamu berpikiran seperti itu awalnya. Berpikirlah positif. Kamu tujuan ke sana apa? Kalau kamu tujuannya menimba ilmu. Tidak akan ada berani orang yang mengejekmu. Tutup kuping kanan dan kuping kiri. Fokuslah belajar untuk meraih cita-citamu. Kelak suatu saat nanti kamu bisa meraih semuanya. Contohnya Bang Aska. Kamu nggak tahu kegigihannya seperti apa? Memang saat bekerja di sini itu SMP. Dia gigi terus berlatih dan akhirnya mendapatkan apa yang dia mau. Ibu harap kamu bisa melakukannya sendiri," pesan Bu Siti kepada Mala.


"Aku usahakan Bu. Kelak suatu hari nanti, aku akan mendapatkan semuanya dengan baik," ujar Mala.


"Makanya itu. Kamu nggak boleh minder keterusan. Kamu cantik, baik dan kamu juga pintar dan cerdas. Sayang... Kalau otakmu itu hanya ada Romeo seorang. Mending kamu mengambil kegiatan lain. Cobalah kamu searching di internet sana. Siapa tahu nanti kamu bisa masuk ke universitas ternama dengan jalur beasiswa," pesan Bu Siti lagi sambil melihat wajah malah.

__ADS_1


"Baik bu. Terima kasih banyak telah mengingatkan. Suatu hari nanti aku tidak akan lupa dengan Bu Siti dan Pak Broto," ucap Mala dengan tersenyum manis.


__ADS_2