Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kejujuran Maria Di Hadapan Christina.


__ADS_3

Setelah sarapan, Aska ditodong oleh Adrian. Mau tidak mau Aska menuruti keinginan sang ayah. Sebelum mengikuti sang ayah, Aska meminta izin kepada Maria dan juga Christina beserta keluarga besar mereka. Kemudian mereka berdua langsung menuju ke area parkir.


"Ada apa Yah?" tanya Aska yang serius.


"Masuk mobil terlebih dahulu!" titah Adrian.


Tanpa menjawab Aska masuk ke dalam. Sebelum masuk ke dalam Adrian sengaja mengecek area tersembunyi agar bisa menemukan orang yang mencurigakan. Namun Adrian tidak menemukan apa-apa. Ia bernafas lega sambil mengucapkan rasa syukur.


Beberapa saat kemudian Romeo mendekati Adrian sambil memberi hormat. Namun Adrian memberikan kode agar Romeo tidak melakukannya.


"Bagaimana? Apakah kamu sudah mensterilkan hotel ini?" tanya Adrian.


"Sudah tuan. Saya sudah mengatur para pengawal berjaga di titik-titik keramaian. Sejauh ini keadaan sangat aman sekali," jawab Romeo dengan jujur.


"Kita nggak akan berlama-lama di tempat Frank. Kita harus memburu waktu agar bisa kembali secepatnya," ucap Adrian yang mendapat anggukan dari Romeo.


Mereka pun akhirnya berangkat ke tempat Frank. Di dalam perjalanan Adrian mendapatkan alamat yang digunakan untuk menyekap orang. Tidak sengaja Adrian membaca alamat itu hingga membuat Aska terbatuk-batuk.


"Uhuk.... Uhuk...."


Mendengar Sang putra sedang batuk, Adrian menoleh ke belakang. Ia mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa memangnya?"


"Apa benar Paman Frank memberikan alamat tersebut?" tanya Aska.


"Ya itu benar. Memang pemain Frank memberikan alamat itu melalui sebuah pesan," jawab Adrian yang beralih menatap Romeo. "Memangnya ada apa?"


"Alamat itu adalah kebun buah milik kakek Damian," jawab Aska yang meraih ponselnya di kantong celananya itu. "Di sinilah aku merasa aneh. Kenapa Paman menaruh orang itu berada di kebun milik kakek Damian?"

__ADS_1


"Entahlah. Ayah nggak tahu soal itu. Markas besarnya berada di Singapura. Kata pamanmu kalau mengajak ke sana itu sangat susah sekali. Makanya pamanmu ingin menginterogasi hingga mendapatkan jawaban yang tepat. Setelah itu langsung diserahkan ke kepolisian. Pamanmu memutuskan untuk tidak membunuh orang di negara ini," jelas Adrian yang membuat Romeo lega.


"Syukurlah," ucap Romeo yang masih berkonsentrasi membawa mobil.


Sementara di hotel Maria sedih melihat kepergian Aska. Ia tidak menyangka kalau di hari pertamanya menikah, Aska hanya pergi untuk beberapa jam. Namun Maria sangat penasaran sekali. Kenapa sang suami pergi meninggalkannya? Melihat sang menantunya sedang sedih, Christina mendekatinya sambil menghiburnya.


"Kamu jangan bersedih seperti itu. Suamimu pergi cuman sebentar saja," ucap Christina yang tersenyum memandang wajah Maria.


"Entah kenapa Aku sangat merindukannya," sahut Maria yang membuat Christina tersenyum bahagia.


"Jujurlah pada ibu. Apakah kamu sangat mencintai Aska?" tanya Christina.


Wajah Maria langsung berubah menjadi merah karena malu. Jantungnya mulai berdetak tidak teratur. Jujur saja Maria bingung mengatakan sejujurnya.


"Bagaimana ya Bu?" tanya Maria dengan lirih.


Maria hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Meskipun tidak bersuara, Christina tahu isi hati Maria. Untung saja Aska ada yang mencintainya. Sambil memegang tangan Maria, Christina teringat pada kejadian yang memalukan semalam.


"Maafkan Ibu ya. Ibu tidak bisa mencegah Cici naik ke pelaminan. Ibu tahu kamu sangat malu sekali," ucap Christina.


"Tidak apa-apa Bu. Aku tidak jadi masalah. Soalnya bang Aska sudah bercerita semuanya," ucap Maria.


"Aku harap kamu jangan sakit hati. Kalian memang ditakdirkan saling menyatu. Jangan pernah berpisah walaupun ada si pengganggu," pesan Christina yang menghibur Maria.


Maria pun tersenyum dan tidak kecewa. Seandainya semalam Aska tidak bercerita. Kemungkinan besar dirinya akan menjadi wanita tersakiti. Wanita mana yang acaranya rusak karena pelakor? Jawabannya tidak ada. Semua wanita menginginkan resepsi itu dengan bahagia.


Sesampainya di Karawang, seluruh orang yang memakai baju serba hitam memberikan hormat kepada Adrian. Dengan cepat Adrian memberikan kode agar tidak melakukan ritual tersebut. Pengawal pun langsung bubar meninggalkan tempat tersebut. Jujur Adrian tidak mau dihormati seperti itu di tempat umum.

__ADS_1


"Apakah ini kebun yang kamu maksud?" tanya Adrian kepada Aska.


"Itu benar yah. Ternyata kebun ini adalah milikku sendiri. Aku tidak menyangka kakek memberikanku secara cuma-cuma," jawab Aska.


"Memang ini adalah milikmu. Saat membeli kebun ini, di sebelah Selatan yang berdekatan dengan sungai. Itu adalah milik ayah. Bisa dikatakan kalau kamu adalah raja buah saat ini. Tiba-tiba saja Ayah memiliki sebuah ide. Nanti setelah pertemuan ini, ayah akan membuat dan merencanakan ide tersebut. Kamu mau ACC atau tidak Itu terserah. Soalnya Ayah tidak yakin kalau seratus persen ide itu berhasil," jawab Adrian yang tersenyum melihat buah mangga sedang berbuah.


"Ayah jangan bilang nggak berhasil bila kita tidak mencobanya terlebih dahulu. Berikan saja ide itu. Aku dan Romeo akan mengelola ide itu. Aku tahu Apa tujuan utama ayah?" sahut Aska.


"Ya itu benar. Jangan gegabah untuk menolak ide dari orang lain. Siapa tahu nanti ide tersebut bisa membuat perusahaan kita menjadi besar," ucap Adrian.


"Apakah kalian tetap di sini?" tanya Romeo yang sedari tadi mendengar kedua orang itu berdiskusi tanpa mengenal tempat dan waktu.


"Diamlah kamu Romeo! Bisa nggak kamu mengganggu kami berdua sedang berdiskusi tentang bisnis!" kesal Adrian yang membuat Aska terkekeh.


"Perasaan Tuan Adrian adalah seorang polisi pembasmi mafia. Tapi kenapa Tuan Adrian bisa mengenal bisnis?" tanya Romeo sambil menggarukkan kepalanya.


"Itu nggak penting buat kamu. Sekarang yang paling penting adalah carilah istri buat diri kamu sendiri. Aku nggak mau melihat kamu jomblo sendirian," jawab Adrian sambil memerintah Romeo untuk segera mencari seorang istri.


Aska mengajak Adrian masuk ke dalam kebun itu. Lalu Aska tersenyum mendengar perkataan Adrian. Bagaimana bisa Adrian menyuruh Romeo mencari seorang istri?


"Ternyata Ayah berani sekali menyuruh Abang Romeo menikah?" tanya Aska yang masuk ke dalam sambil diikuti oleh Adrian.


"Memangnya ayah tidak boleh menyuruhnya menikah? Kamu tahu kan kalau Romeo itu sudah memiliki cukup umur untuk menikah. Makanya ayah menyuruhnya menikah agar tidak jomblo sendirian," Jawab Adrian.


Tiba-tiba saja Frank datang sambil melihat Aska dan Adrian. Frank tersenyum bahagia sambil menyambut kedatangan orang-orang terkasihnya itu. Namun tak sengaja Frank mengintip ke depan pintu. Ia sedang mencari keberadaan Christina maupun Maria. Akan tetapi Frank tidak menemukannya sama sekali.


"Hello bro. Welcome to the jungle," sapa Frank dengan wajah slengean sambil memeluk Aska dengan erat sekali.

__ADS_1


Aska pun hanya bisa pasrah karena Frank. Aska memilih untuk diam agar tidak dianiaya oleh Frank. Tak lama Frank melepaskan Aska sambil bertanya, "Di mana istrimu? Apakah kamu tidak mengajak istrimu itu?"


__ADS_2