Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Saran Dari Ibu.


__ADS_3

"Maksudmu?" tanya Aska sambil mengerutkan dahinya.


"Apakah acaranya sudah mulai?" tanya Romeo.


"Kami belum bicara apapun tentang masalah perusahaan," jawab Aska. "Kamu ke mana saja tadi?"


"Aku hanya di depan melihat anak tetangga sedang bertengkar. Hal itu sudah menjadi wajar di dalam pertemanan. Ditambah lagi mereka sangat lucu sekali ketika bertengkar," Romeo mengulas senyum sambil membayangkan memiliki anak-anak yang lucu.


"Makanya cari pacar sana. Jangan menjomblo terus," seru Christina yang membuat Romeo wajahnya memerah malu.


"Apa benar Bu? Kalau abangku ini nggak punya pacar?" tanya Aska.


"Ya begitulah abangmu itu. Setiap hari hidupnya berada di depan komputer. Kalau tidak hidupnya dipenuhi berkas-berkas kantor yang tidak ada guna itu," jawab Christina sambil mengulas senyum dan mengejek sang asistennya itu.


"Jangan begitu nyonya. Saya menjadi malu," ujar Romeo.


"Lain kali kau tidak punya kekasih bilang ya," ucap asa yang menawarkan seorang perempuan di desanya untuk dijadikan kekasih Romeo.


"Memangnya kenapa tuan muda?" tanya Romeo.


"Nanti aku perkenalkan pada seorang gadis yang wajahnya ayu sekali. Tapi sayang aku tidak menyukainya. Aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri," jawab Aska.


"Kalau boleh tahu siapakah gadis itu Tuan? Apakah gadis itu bisa membuat hatiku leleh seperti gunung es mencair?" tanya Romeo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Namanya Mala. Anak itu sangat cantik sekali Namun sayang dia korban pelecehan oleh pamannya sendiri. Aku tidak tahu kenapa masalah itu terjadi. Tapi untunglah saat itu malah masih bisa selamat dari pamannya itu," jelas Aska yang membuat Romeo terkejut.


"Kalau begitu kenalkanlah pada ibu. Ibu mau menjodohkannya dengan Romeo. Biar Romeo tidak menjadi jomblo seumur hidupnya," sahut Christina dengan semangat. "Ngomong-ngomong di mana Mala bekerja?''


"Tenang Bu... Mala bekerja di kebunnya Pak Broto. Dia menetap di messnya. Ia memiliki masalah keluarga yang pelik. Seluruh harta warisannya sudah dikuasai oleh pamannya sendiri. Hingga tidak bisa merasakan hasil kerja keras almarhum kedua orang tuanya. Jika suatu saat nanti aku kembali ke kampung. Aku ingin membantunya hingga masalahnya selesai. Gadis itu nasibnya sangat malang sekali. Sudah jatuh ketimpa tangga pula. Sudah diambil hartanya dan hampir dilecehkan. Untungnya saat itu aku berada di sana bersama Pak Broto. Jadi kami langsung sigap menolongnya," Aska menjelaskan masalah yang merundung Mala.


"Kejamnya sang paman. Kalau begitu perkenalkan aku pada Mala," pintar Romeo.

__ADS_1


"Apakah kamu yakin soal itu?" Tanya Aska.


"Ya... Ketimbang aku menjadi bahan kalian yang tiba-tiba saja membullyku karena tidak memiliki seorang kekasih," jawab Romeo dengan pasrah.


"Yang nggak gitu kali. Aku mau kamu menikah," suruh Christina.


"Okelah... Akan aku kabulkan permintaan nyonya besar. Kita kembali kepada pembahasan selanjutnya. Silakan tuan muda bicaralah terlebih dahulu," ucap Romeo yang mempersilahkan sang Tuan mudanya berbicara.


Jadi begini Aku tidak mau ibu terkejut mendengar semua ini. Aku harap Ibu kuat setelah mendengar apa yang aku jelaskan nanti. Sebelumnya aku minta maaf terlebih dahulu. Karena aku merasakan ada sesuatu dalam struktur organisasi perusahaan yang telah dibuat," jelas Aska yang pelan-pelan memberitahukan keadaan perusahaannya tersebut.


"Lalu?" Tanya Christina yang menunggu Aska berbicara.


"Jadi begini beberapa orang yang bekerja di tempat kita ternyata itu adalah penghianat. Mereka sengaja ingin menggulingkan kekuasaan ibu dan perusahaan. Aku belum menyelidikinya. Tapi aku butuh tim yang solid agar bisa bekerja sama dengan baik," jawab Aska yang meminta persetujuan dari sang ibu.


"Kalau kamu ingin mencari anggota masuk ke dalam tim MU itu sangat sulit sekali. Pertama kamu harus membuat kriteria yang diinginkan. Kedua kamu harus mengujinya terlebih dahulu agar dapat dipercaya. Tiga kamu harus membuat surat perjanjian hitam di atas putih. Jika salah satu anggota timmu ada yang berkhianat, kamu bisa menuntutnya. Yang terakhir harus bekerja di lapangan tanpa jeda sedikitpun," jelas Christina dengan serius.


"Berarti mereka tidak beristirahat sama sekali ya Bu?" tanya Aska.


"Baiklah Bu," balas Aska.


"Sepertinya saran yang diberikan oleh nyonya sering dipakai dalam pasukan khusus kepolisian maupun army?" tanya Romeo.


"Memang... Pak Adrian kan seorang polisi. Jadinya aku sedikit tahu tentang penyelidikan sunyi senyap. Dahulu sebelum menikah aku sering ikut Pak Adrian menyelidiki beberapa kasus penting," jawab Christina dengan jujur.


"Baiklah. Nanti aku minta tolong pada Mas Roni atau Mbak Winda," sahut Romeo.


"Terserah kamu saja," balas Christina.


"Rencana tuan mudah pertama apa ya?" tanya Romeo.


"Malam ini kita akan pergi ke pabrik. Aku ingin lihat bagaimana kerjanya si Jontor itu. Jujur aku sangat penasaran sekali sama si Jontor itu," jawab Aska.

__ADS_1


"Baiklah... Tapi jangan malam ini. Si jontor selalu ditugaskan menjaga gudang di pagi hari. Kemungkinan besar malam ini yang menjaga adalah Wahyu," sahut Romeo.


"Apakah Wahyu jujur dalam menjaga gudang tersebut?" tanya Aska yang ingin tahu tentang Wahyu.


"Menurut informasi Wahyu itu sangat jujur sekali. Tapi dirinya sering terancam oleh Jontor. Beberapa kali Wahyu ingin mengungkapkan tentang Jontor, dia selalu diadu domba sama pihak HRD. Ini sudah keterlaluan sekali. Aku sering menangani kasus ini. Tapi aku merasa kok ada yang aneh dari mereka," jawab Romeo yang akhir-akhir ini menemukan kejanggalan di dalam kubu HRD.


Aska terdiam dan tidak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Dirinya harus mencari jawaban itu sendiri. Mau tidak mau Aska turun ke bawah untuk bisa menyelidiki mereka.


"Sebenarnya ada apa sih? Kok ibu merasakan kalian aneh," tanya Aska.


"Sepertinya Ibu tidak tahu masalah pabrik. Apakah ibu tidak turun ke bawah dan menyelidikinya secara langsung?" ucap Aska dalam hati.


"Apakah ibu tidak tahu kasus ini? Kasus di mana yang berhubungan dengan pengiriman barang ke Amerika. Kita tidak bisa menyelidikinya ke sana dulu. Kita harus menyelidikinya untuk bagian produksi dan gudang. Jika kita ke sana kalau sini belum diselidiki maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang sempurna," jelas Aska yang membuat Christina mengangguk sempurna.


"Ibu mohon jangan sekarang. Karena malam ini kamu harus istirahat terlebih dahulu. Soalnya semalam kamu tidak beristirahat. Ibu takut kamu jatuh sakit," pinta Christina. "Begitu juga dengan kamu Romeo. Malam ini juga kamu harus istirahat terlebih dahulu. Aku nggak mau kamu mengeluarkan alasan yang tidak penting."


Dengan terpaksa mereka berdua menuruti keinginan Christina untuk beristirahat. Karena kasus ini akan melibatkan berbagai pihak. Namun Christina khawatir tentang keberadaan Aska. Cepat atau lambat mereka akan menemukan Aska.


"Tapi nak, kamu harus berhati-hati menghadapi kasus ini. Sepertinya kasus ini berkaitan denganmu. Ibu merasakan feeling yang kuat soal itu," sahut Christina yang memperingatkan Aska. "Bagaimana dengan menurutmu?"


"Aku masih bingung dengan soal ini," jawab Romeo yang tidak paham dengan kasus ini.


Aska dan Romeo terdiam dan saling memandang. Kenapa mereka memiliki satu pertanyaan yang menurutnya sangat aneh. Lalu apakah hubungannya dengan kasus ini dan Aska?


"Kita harus menyelidikinya lebih dalam lagi. Kalau begitu kita mulai acara penyelidikan besok pagi," jelas Aska.


"Apakah kalian tidak mengajakku?" tanya Roni yang berdiri di ambang pintu.


"Dan apakah kalian tidak mengajakku juga?" tanya Winda yang baru saja datang.


"Kemarilah kalian!" seru Aska.

__ADS_1


Sepasang suami istri itu akhirnya mendekati mereka. Winda dan Roni duduk membaur menjadi satu. Kemudian Aska menggelengkan kepalanya sambil memberikan perintah, "Bisakah kalian menjaga ibuku!"


__ADS_2