
"Katanya ada kepentingan lainnya Tuan," jawab Cici.
Romeo tidak percaya dengan apa yang diomongkan oleh Cici. Dirinya segera menghubungi Cici tapi tidak ada jawaban apapun. Lalu Romeo memutuskan naik ke atas sambil menghela nafasnya secara kasar.
Beberapa saat kemudian Aska keluar dari lift lalu menatap wajah Romeo. Dirinya mendekati Romeo sambil bertanya, "Tadi ada perempuan yang menghubungiku. Katanya sih itu teman baikmu. Namanya Sheila Margaretha."
"Kenapa dia menghubungimu? Bukankah sheila tidak tahu nomormu itu?" tanya Romeo.
"Makanya itu aku sendiri juga tidak tahu. Selama menganalisis data ponselku berdering terus menerus. Aku tidak bisa konsen dan turun ke bawah," jawab Aska.
Beberapa saat kemudian ponsel Aska berbunyi. Pria muda itu segera mengangkat teleponnya dan melihat nomor yang tertera pada layarnya itu, "Sebentar."
Aska agak menjauh dari Romeo dan mengangkat ponselnya itu. Kemudian akan menyapa orang yang berada di seberang sana, "Halo."
"Maaf tuan muda. Bisakah saya bertemu dengan Romeo?" tanya orang yang berada di seberang sana.
"Kamu siapa?" tanya Aska balik.
"Aku yang tadi menelponmu. Namaku Sheila Margaretha ingin bertemu dengan Romeo," jawab Sheila nama orang yang berada di sebelah sana.
"Apakah kamu sudah bertemu dengan Romeo?" tanya Aska. "Karena aku sama Romeo berada di lobby sekarang."
"Maaf tuan, saya bersama seseorang tidak boleh masuk ke sini. Sebelum menghubungi Romeo kedua resepsionis milik perusahaan ini memberikan ultimatum kepada saya. Karena saya tidak memiliki kartu akses apapun maupun janji kepada Romeo maupun Nyonya Christina," jelas Sheila.
"Kamu ke sini lagi. Aku bantu masuk ke perusahaan," ucap Aska.
__ADS_1
"Tapi Tuan?" tanya Sheila.
"Tidak ada tapi-tapian. Perintahku adalah perintah mutlak yang harus dituruti!" tegas Aska.
"Baik Tuan," balas Sheila.
Lalu Aska mendekati Romeo dan bercerita tentang Sheila, kenapa Sheila tidak bisa masuk ke sini? Romeo udah terkejut atas cerita Aska. Makanya ia baru sadar ketika mengetahui wajah kedua resepsionisnya pucat.
"Memangnya ada ya peraturan yang tidak memperbolehkan tamu masuk ke dalam?" tanya Aska.
"Sebenarnya nggak ada. Tapi yang lebih enaknya adalah bikin janji terlebih dahulu dan menanyakan di mana kita berada. Akhir-akhir ini kita stay di kantor dan tidak kemana-mana," jawab Romeo.
"Apakah kita tidak mempunyai sop untuk penerimaan tamu?" tanya Aska lagi. "Seandainya yang datang adalah mertuaku bagaimana?"
"Kalau begitu suruh Bu Tanti dan Pak Budi menanyakan keberadaanmu terlebih dahulu. Yang namanya SOP sudah ada. Takutnya nanti kita ke mana mereka ke sini," jawab Romeo.
Di perusahaan ini Romeo sudah membuat peraturan, jika ada keluarganya yang ingin main ke sini diijinkan tanpa harus melalui izin. Mereka bisa masuk dan bertemu secara langsung. Christina memang sengaja membuat peraturan itu. Hal ini bisa membuat para pegawai memiliki semangat lebih.
Akan tetapi akhir-akhir ini tidak ada keluarga dari para karyawan kantor mengunjunginya. Romeo tidak memperhatikannya sama sekali. Karena dirinya sedang sibuk mengurusi kasus lain. Begitu juga dengan Christina, wanita paruh baya itu pun tidak mengecek akan hadirnya keluarga karyawan mereka.
"Sepertinya tidak ada anak kecil maupun wanita dewasa berkunjung ke sini. Mereka adalah mood booster bagi karyawan di sini. Aku tidak tahu Ada apa sebenarnya? Padahal dengan kedatangan mereka, mereka bisa membuat para karyawan menjadi semangat," ucap Romeo.
"Apakah peraturan itu diperbolehkan?" tanya Aska yang mengerutkan keningnya karena menurutnya ini sangat aneh sekali.
"Sesuai peraturan yang dibuat oleh Nyonya boleh. Mereka adalah penyemangat bagi karyawan. Ditambah lagi kita memiliki lima kucing yang menggemaskan sering berkeliling di berbagai divisi untuk menghilangkan stres bagi para karyawan. Aku mengadaptasi peraturan itu dari negara sakura sana. Biar mereka bekerja dengan tenang dan damai," jelas Romeo.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian di depan Cici dan Lia sedang cekcok dengan Sheila. Memang diketahui Sheila tidak memiliki akses pertemuan dengan Romeo. Semakin lama suara itu semakin kencang. Lalu kedua pria itu menuju ke sana dan melihat Cici membully Sheila.
Terpaksa mereka akhirnya turun tangan dan melerai Cici dan Sheila. Jujur Romeo sudah mengetahui watak Sheila yang sangat keras itu. Jadi Romeo memakluminya. Di sisi lain Romeo menilai Sheila adalah wanita lembut. Wanita itu hanya memiliki nada cukup kasar sekali.
"Hentikanlah semuanya! Kamu Cici jangan suka membully orang! Apakah di sini diajarkan untuk menerima orang dengan cara merendahkan seperti itu?" tanya Romeo dengan tatapan tajam.
Cici segera menunduk dan tidak berani menatap Romeo. Setelah itu cici mengangkat tangannya sambil berkata, "Bukankah orang yang masuk sini pakaiannya harus rapi dan sangat bagus sekali? Jujur wanita itu memakai baju yang tidak layak pakai."
"Dari mana kamu menilai seseorang dari pakaian yang dipakainya itu?" tanya Aska sambil memutari tubuh Sheila. "Sebenarnya di sini nenek ini tidak salah memakai pakaian seperti ini. Kenapa kamu menilainya seperti itu?"
Kemudian Kiki mengangkat kepalanya sambil menatap wajah Aska yang tampan itu. Dirinya tidak mengira kalau mantan kekasihnya sangat tampan sekali. Dalam hatinya Cici sangat menyesali perbuatannya itu karena telah meninggalkannya. Akan tetapi Romeo tahu arti tatapan Cici.
"Orang masih pakai pakaian kamu menghinanya habis-habisan. Pakaian ini adalah pakaian yang sangat santai sekali. setiap orang tidak harus memakai pakaian resmi jika sedang melakukan pekerjaannya. Contohnya saja orang memetik buah di kebun memakai kaos oblong dan celana pendek. Apakah mereka diwajibkan memakai pakaian resmi seperti ini? Tentu tidak kan. Anda harus healing lebih jauh untuk mengamati setiap orang dan cara berpakaian mereka. Apakah kamu paham?" tanya Aska dengan nada dingin tapi memperingatkan para resensionis tidak semena-mena menjadi orang.
"Terima kasih Tuan Muda," ucap Sheila dengan jujur.
"Sama-sama. Kalau begitu kita langsung ke atas aja," balas Aska sambil meninggalkan mereka.
Kemudian mereka mengikuti Aska dari belakang saat masuk lift. Lalu bagaimana dengan tanggapan Cici saat tahu wanita itu memanggil Azka memakai tuan muda?
Tentu, Cici sangat terkejut. Karena Aska berubah menjadi tuan muda. Namun dirinya menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Mana ada orang miskin berubah menjadi orang kaya seperti ini. Apalagi wanita gila itu memanggilnya memakai tuan muda. Palingan kek Aska menjadi kacung Romeo."
"Sudah gue bilangin jangan dilakuin. Siapa tahu cewek tadi itu suruhannya si bos," ucap Lia yang tidak terima dimarahi oleh Aska.
"Gue salah apa coba? Cewek itu memakai baju nggak rapi sama sekali. Ditambah lagi celananya yang buluk itu menambah kesan yang tidak sesuai dengan ciri orang masuk kantor," ejek Cici terhadap Sheila.
__ADS_1
"Tapi jangan kayak gitu. Gue nggak mau tersangkut dengan kasus seperti ini. Bagaimana kalau gue dipecat?" tanya Lia yang tidak ingin dipecat dari perusahaan ini.