Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Drama Pagi Ini.


__ADS_3

"Apakah aku sedang bermimpi bertemu dengan ayahku malam ini?" tanya Aska.


"Tidak boy. Kamu memang bertemu dengan ayahmu sendiri," cewek Adrian sambil mengulas senyum.


Seketika Aska langsung memeluk Adrian. Aska teringat cerita Christina kalau sang papa memiliki tubuh besar dan otot kekar. Selain itu juga Christina mengatakan kalau sang ayah sangat tampan sekali.


Meskipun Aska tidak mengetahui, bagaimana wajah sang ayah? Aska langsung memeluknya. Ia tahu kalau dirinya memiliki ikatan batin yang kuat. Ikatan itulah yang membuat Aska terdorong untuk memeluknya.


Jujur Aska sangat bahagia sekali bisa bertemu sang ayah. Meskipun waktunya sangat dekat dengan jadwalnya besok untuk menyelidiki pabrik. Namun hal itu tidak menjadi masalah.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Adrian.


"Aku baik-baik saja," jawab Aska sambil melemparkan senyum hangatnya. "Bagaimana kabar ayah selanjutnya?"


"Ayah baik-baik saja. Ayah akan menetap di Indonesia bersama kalian. Setelah ini ayah akan menebus kesalahan dan menjagamu," jawab Adrian sambil memukul punggung Aska sebanyak dua kali.


"Benar apa yang dikatakan oleh ibu. Kalau ayah sangat tampan sekali," bisik Aska sambil memuji Adrian.


Aska melepaskan Adrian sambil menatap wajah sang ayah. Lalu Adrian tersenyum dan mengakui kalau dirinya sangat tampan. Kemudian Adrian mengajaknya duduk dan makan terlebih dahulu. Begitu juga dengan Romeo, Romeo juga bergabung dengan mereka.


Malam ini mereka melepaskan rindu sambil mengobrol. Namun Aska tidak menceritakan masa lalunya itu. Akan tetapi Adrian sudah mengetahuinya. Di sisi lain Adrian merasakan hidup Aska sangat menderita. Bagaimana bisa Aska hidup di luar dengan Minah yang penuh kekejaman.


"Kenapa ayah meninggalkan ibu?" tanya Aska.


"Suatu hari nanti ayah akan cerita, bagaimana kisah ayah dan ibu. Untuk sekarang ayah tidak bisa menceritakan. Ayah harap kamu tidak kecewa," jawab Adrian.


"Baiklah yah... Aska paham dengan masalah kalian," balas Aska yang tidak ingin bertanya lagi.


Aska tidak marah kepada Adrian. Justru Aska menunggu jawaban yang tepat dari Adrian. Jujur Aska masih sangat penasaran sekali. Namun rasa penasarannya itu akan dikubur terlebih dahulu. Mengingat malam ini Aska harus beristirahat.


"Sepertinya kamu sangat lelah sekali," ucap Adrian yang membaca wajah Aska lelah.


"Iya ayah. Semalam aku tidak tidur demi mencari jawaban atas penyelewengan surat perjanjian itu. Beberapa poin di surat perjanjian itu sengaja diubah," ujar Aska.


"Kalau begitu ayo kita pulang! Ayah akan memberikan kejutan untuk ibu," ajak Adrian.


"Apakah ayah yakin? Kalau Ibu mau menerima ayah," ledek Aska yang sebenarnya Christina masih mengharapkan Adrian.


"Yakinlah... Ayah tahu ibu masih mengharapkan ayah. Begitu juga dengan ayah masih mengharapkan ibu. Jadi kami saling mengharapkan dan ingin kembali di pelukan yang hangat itu," ujar Adrian.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke penthouse. Di dalam perjalanan mereka merasakan hati bahagia, terutama untuk Aska. Bagaimana tidak baru kemarin bertemu sang ibu, sekarang dirinya bertemu dengan sang ayah. Tuhan memang baik telah memberikan jawaban atas doa-doanya tersebut.


Sejak dirinya mengetahui kalau Minah bukan ibunya, Aska meminta Tuhan dipertemukan oleh kedua orang tuanya. Terkadang hatinya sangat sedih dan hampir saja drop. Untung saja Aska dikelilingi orang baik. Maka setiap langkahnya mereka selalu menolongnya. Jika tidak bertemu Romeo pas waktu itu, bagaimana jadinya? Kemungkinan besar Aska sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Sesampainya di penthouse Aska dan Adrian mencari keberadaan Christina. Namun Aska menemukan sosok wanita cantik di ruang tamu. Matanya membulat karena terkejut melihat Maria yang masih bekerja.


"Kamu masih kerja?" tanya Aska sambil mendekati Maria.

__ADS_1


"Iya, pekerjaanku masih banyak. Harusnya tadi sore selesai jadi aku harus menyelesaikannya sekarang," jawab Maria sambil menata ulang kertas-kertas tersebut.


"Kalau begitu di mana Ibu?" tanya Aska lagi.


"Nyonya berada di dalam kamar. Nyonya sudah beristirahat karena lelah," jawab Maria yang tidak sengaja menatap pria paruh baya sedang berdiri tegap. "Dia siapa?"


Jujur Maria tidak tahu kalau pria itu adalah ayahnya Aska.selama ini Christina bercerita namun tidak pernah menunjukkan fotonya.


"Apakah kamu tidak tahu kalau pria itu adalah ayahku?" tanya Aska pada Maria.


Mata Maria membulat sempurna. Jujur Maria baru tahu dan pertama kali melihat suami sang atasannya itu. Lalu ia menatap wajah Aska sambil berkata, "Maaf... Aku tidak tahu."


Aska mengangguk paham kemudian meninggalkan Maria untuk mengantarkan Adrian. Sesampainya di depan kamar Christina, Aska memohon agar tidak membangunkan sang ibu. Adrian tersenyum lalu berbisik, "Aku tidak akan membangunkan ibumu. Tapi ayah akan membuat kejutan buat ibumu itu. Nanti kalau bangun, ibumu pasti melihat ayah yang sudah berada di sampingnya."


Aska melebarkan senyumnya sambil memberikan jempol dan berkata, "Baiklah... Aska setuju."


Setelah itu Adrian masuk ke dalam kamar Christina. Sementara Aska kembali lagi ke ruangan kamu dan mengantarkan Luke untuk istirahat. Akan tetapi Romeo menolaknya. Romeo mengajak Luke untuk beristirahat di unit apartemennya yang berada di bawah lantai ini. Mau tidak mau Aska menyetujuinya.


Melihat kepergian Romeo dan Luke, Aska menatap calon istrinya itu. Kemudian Aska menghempaskan bokongnya di hadapan Maria.


"Bagaimana kabar bapak?" tanya Aska yang sempat menanyakan kabar Pak Budi.


"Kabar bapak baik-baik saja. Sekarang masih dirawat di rumah sakit. Dokter belum bisa mengizinkan pulang ke rumah," jawab Maria yang wajahnya menunduk karena malu.


"Syukurlah kalau begitu. Kenapa kamu ada di sini? Bukankah kamu harus istirahat?" tanya Aska lagi.


"Kalau begitu tidurlah bersamaku," goda Aska yang beranjak berdiri.


"Sepertinya tuan muda salah makan ya?" tanya Maria yang malu-malu kucing.


"Sepertinya. Kalau begitu aku pergi tidur terlebih dahulu. Selamat malam," pamit Aska segera meninggalkan Maria.


Pagi yang cerah di kawasan Kota Jakarta. Pagi ini adalah pagi yang sangat membahagiakan. Adrian yang masih tertidur perlahan membuka matanya. Ia menatap wajah sang istri yang masih cantik itu. Adrian merasakan jantungnya berdetak kencang. Lalu dirinya masih menunggu sang istri bangun.


Selang berapa menit Christina terbangun dari tidurnya. Tidak sengaja wanita paruh baya itu pun terkejut karena ada tangan kekar berada di atas perutnya. Christina segera berteriak untuk memanggil Aska. Otomatis Aska yang masih berada di kamar terkejut.


Aska segera melompat menuju ke kamar Christina.pagi ini Aska belum menyadari kalau yang berada di dalam kamar bersama sang Ibu adalah ayahnya sendiri. Terpaksa Aska menendang kamar pintu Christina.


Brakkkk!


Saking kuatnya pintu yang ditendang Aska hampir saja terlepas. Aska masuk ke dalam dan melihat sang Ibu ketakutan. Matanya beralih ke pria yang berada di samping sang ibu. Dengan cepat Aska berkata, "Maafkan aku Bu. Aku harus pergi sekarang."


"Aska!" teriak Christina.


Aska tidak memperdulikan sang ibu dan berlalu pergi begitu saja. Kemudian Maria keluar dari kamar sambil menatap Aska. Belum sempat bicara Aska sudah membekapnya dan mengajaknya pergi. Maria menuruti apa kata Aska. Sedangkan Adrian masih mengerjai sang istri.


Pagi itu drama sudah dimulai. Bagaimana tidak orang yang pertama kali membuat drama adalah Adrian. Kenapa dirinya tidak memberitahukan terlebih dahulu? Malahan membuat Christina menjadi takut.

__ADS_1


Kemudian pria paruh baya itu pun memeluk Christina. Ia segera membisikkan sesuatu agar Christina tidak menjadi takut. Setelah berbisik Christina membalikkan badannya dan menatap wajah Adrian. Tiba-tiba saja Christina langsung memeluk tubuh kekar Adrian.


Sementara itu Aska mengintip Adrian dan Christina. Pria muda itu mengulas senyumnya sambil berkata dalam hati, "Ternyata cinta mereka sangat abadi sekali. Meskipun terpisah lama tapi mereka masih saling mencintai. Aku ingin pernikahanku seperti mereka."


"Tuan muda," bisik Maria.


Aska mengalihkan perhatiannya ke arah Maria. Ia melihat calon istrinya itu sambil bertanya, ''Ada apa Maria?"


"Tuan Mau sarapan apa? Nanti aku siapkan. Itung-itung mau belajar menjadi istri yang baik buat tuan muda," jawab Maria sambil malu-malu.


"Terserah kamu saja. Nanti aku makan. Oh iya... aku pergi mandi dulu ya. Jika ada Mario suruh tunggu," perintah Aska.


"Siap tuan muda," jawab Maria.


Aska dan Maria meninggalkan tempat itu. Mereka langsung mengerjakan tugas masing-masing. Di sini Maria sering sekali memasak. Untungnya Christina membebaskan Maria untuk memasak. Malah Christina menyuruhnya untuk belajar memasak. Suatu Hari nanti Maria akan menjadi seorang istri. Di sinilah Maria dan Christina semakin akrab dan saling berbagi resep masakan.


Satu jam berlalu, Aska sudah turun ke bawah. Dirinya tidak memperdulikan drama antara kedua orang tuanya itu. Baru saja turun Romeo sudah menghampirinya. Romeo memberikan sebuah paper bag yang berisi tiga macam pakaian. Aska mengerutkan keningnya lalu bertanya, "Apa ini?"


"Itu adalah tiga macam pakaian. Pakaian itu yang sering dipakai untuk para karyawan. Yang biru muda sering dipakai oleh staf, biru tua dipakai oleh karyawan pabrik. Sedangkan warna hijau dipakai office boy atau office girl. Tuan mau pilih yang mana untuk penyamaran kali ini," tanya Romeo sambil menjelaskan tiga fungsi pakaian tersebut.


"Kemungkinan besar menjadi office boy," jawab Aska dengan serius.


"Saya saranin kalau menyamar tuan muda menjadi karyawan saja. Kalau office boy itu tuan muda sering disuruh ke sana kemari. Soalnya tuan muda tidak bisa mendapatkan momen yang tepat," saran Maria yang baru saja datang menghampiri Aska.


"Apa benar begitu?" tanya Aska.


"Ya itu benar tuan. Soalnya saya sudah mengalami hal itu. Setelah melakukan penyamaran aku mendapatkan jawaban yang akurat atas kasus itu," jawab Maria dengan cerdas.


"Kalau begitu baiklah. Aku akan menuruti kemauan kamu," tegas Aska. "Lalu, kamu mau jadi apa?"


"Kalau begitu saya akan menjadi office boy. Kemungkinan saya bertugas di sekitaran gudang," jawab Romeo.


"Kalau begitu baiklah. Aku sangat menyetujuinya," balas Aska.


"Sebelum pergi lebih baik kalian makan terlebih dahulu. Ada yang harus aku bicarakan. Ini sangat penting sekali buatku," ucap Maria.


"Baiklah," sahut Romeo.


Kemudian mereka pergi ke dapur. Di sana mereka akan mendiskusikan sesuatu. Kemungkinan besar mereka akan membahas tentang penyamaran kali ini. Meskipun Maria adalah seorang perempuan. Tapi Maria sering memiliki ide-ide yang dituangkan untuk mereka.


Ketika sudah berkumpul Maria memberikan ponselnya yang berisi Jontor bertemu dengan seseorang. Ponsel itu diberikan ke Aska sambil berkata, "Sebelum ke sini aku mampir di langganan nasi goreng. Tidak sengaja aku melihat jontor dan beberapa orang yang memakai baju serba hitam. Diam-diam aku mendekatinya dan mendengarkan percakapan mereka."


Aska menghembuskan nafas secara kasar dan mengusap wajahnya. Firasat Aska, Jontor bertemu dengan orang yang mengajaknya kerjasama yang ingin menghancurkan perusahaan sang ibu. Lalu Aska memperhatikan gerak-gerik mereka.


Terdengar jelas kalau mereka sedang membuat strategi untuk menggagalkan produk yang akan dikirimnya pada minggu depan. Rasanya Aska ingin marah dan memaki mereka. Namun Aska masih menahannya agar tidak terjadi keributan.


"Mereka siapa?" tanya Romeo kepada Maria.

__ADS_1


__ADS_2