
"Semuanya sudah tertebak dari apa yang kamu sembunyikan dariku," jawab Aska. "Masalahmu itu sudah terjadi di manapun. Nggak kamu aja yang memiliki masalah seperti itu. Gadis-gadis di desaku juga memiliki masalah yang sama. Rata-rata gadis itu ingin cepat menikah agar tidak mendapat predikat buruk di mata masyarakat. Akhirnya gadis-gadis itu mencari uang dengan susah payah dan menikah secara mewah. Jika semuanya sudah terjadi maka dianggap sebagai wanita modern. Itulah kenapa aku mengetahuinya semua," jawab Aska sambil menjelaskan keadaan desanya.
"Lalu bagaimana mereka?" tanya Christina.
"Beberapa dari mereka menanggung hutang yang banyak. Mereka ada yang menggadaikan tanah dan sawah milik orang tuanya," jawab Aska yang membuat Christina dan Romeo meringis.
"Lebih parah dari kamu Mar. Jika kamu seperti itu kemungkinan besar bisa jatuh miskin," ledek Romeo.
"Bersyukurlah kamu Mar. Karena kamu sudah memiliki uang saku sendiri," puji Christina.
"Langkah selanjutnya apa?" tanya Aska. "Kamu tidak akan mungkin membatalkan pernikahan itu? Ujung-ujungnya kedua orang tuamu akan malu menahan hinaan dari masyarakat."
"Aska benar. Nggak semuanya mereka paham apa yang terjadi. Ditambah lagi dengan wajah Haryadi mirip sekali orang bermuka dua. Maka Haryadi bisa memutar balikan fakta sesungguhnya," tambah Romeo.
"Itu sangat parah sekali menurutku. Sudah tidak mau mengakui kesalahan malahan berbuat merugikan orang lain," kesal Aska.
"Iya itu benar. Cepat atau lambat Hariyadi akan memainkan kata-katanya agar semua masyarakat simpati kepadanya. Padahal dia sudah menyakiti. Di sinilah Haryadi akan menjadi pria tersakiti," jelas Christina.
"Kalau begitu jalankan pernikahan itu. Aku yang akan menjadi mempelai pria. Agar kedua orang tuamu tidak malu dan tidak menjadi bulan-bulanan Haryadi!" titah Aska yang membuat Christina terkejut.
"Secepat itukah kamu mengambil keputusan?" tanya Christina.
"Cepat atau lambat aku akan menikah. Tapi untuk saat ini aku ingin menyelamatkan keluarga Maria. Kalau tidak mereka menahan malu. Aku rasa Haryadi sedang menyusun sesuatu agar nama baik Maria dan keluarganya akan jatuh," jelas Aska yang membuat Christina paham.
"Tidak perlu tuan muda. Kemungkinan aku akan membatalkan semuanya. Biarkanlah kami menahan malu karena ulahku sendiri," ucap Maria yang memohon Aska untuk tidak ikut campur.
"Kamu tahu nanti apa yang dilakukan oleh Haryadi? Haryadi itu tidak mencintai kamu. Melainkan ingin menghancurkan kamu. Dari wajahnya jelas sudah. Kalau Hariyadi itu memang menghancurkan wanita. Aku tahu pria itu memiliki korban banyak. Nggak kamu saja. Jika dikumpulkan semua orang akan tercengang," jelas Aska kepada Maria.
__ADS_1
"Yang dikatakan Aska itu benar Mar. Jika kamu bersikukuh untuk membatalkan pernikahan ini. Haryadi akan membuat statement statement yang bisa merendahkan keluarga kamu. Bisa jadi Hariadi menulis di sosmednya kalau kamu menyakitinya terlebih dahulu. Setelah itu dirinya akan memposting dari akun satu ke akun lainnya hingga viral. Nah saat viral itu banyak sekali orang-orang yang simpati kepadanya bukan ke kamu. Ujung-ujungnya kamu dihujat habis-habisan. Apakah kamu paham itu? Sekarang terimalah pinangan dari Putraku. Meskipun usianya masih dua puluh dua tahun aku yakin Putraku bisa menjadi dewasa. Di sisi lain kamu bisa merawatnya," pinta Christina yang membuat Maria bingung menjawabnya.
"Kalau kamu nggak mau ya sudah. Aku tidak akan memaksamu. Karena aku bukan tipe pria yang memaksa kehendaku sendiri. jika itu terjadi maka aku tidak bisa menolongmu lagi. Karena namaku bisa saja terseret menjadi orang ketiga dalam hubunganmu dan Haryadi. Aku tidak mau itu," tambah Aska yang mengerti akan ke depannya.
Terpaksa Maria menerima pinangan Aska. Maria juga sadar atas apa yang dikatakan oleh mereka. Jujur keluarga Maria adalah keluarga yang baik-baik. Tidak memiliki kasus atau masalah dengan orang lain.
Diam-diam Christina menjalin hubungan persahabatan dengan keluarga Maria. Christina juga sering membantu perekonomian keluarga mereka. Di sini Christina tidak akan membuat Maria dan keluarganya menjadi malu. Soal urusan cinta, biarkanlah cinta itu datang seperti air mengalir. Hati wanita paruh baya itu pun tenang ketika Aska memutuskan menikah meskipun usianya masih tergolong muda.
"Kalau begitu besok aku dan Aska akan ke rumahmu. Aku harap kamu tidak akan menolaknya," pinta Maria.
"Baik nyonya," balas Maria.
"Romeo," panggil Christina.
"Iya nyonya," sahut Romeo.
"Baik nyonya. Setelah lembur aku akan menyalakan bukti-bukti itu," ucap Romeo dengan patuh.
"Kalau begitu ayo kita lembur sekarang saja. Biar pekerjaan ini cepat selesai," ajak Aska yang membuat mereka bersemangat kembali.
Mereka akhirnya melakukan lembur untuk mengecek surat-surat perjanjian di lantai atas. Memang pekerjaan ini sangat sulit sekali dan membuang-buang waktu banyak. Namun Aska sangat penasaran sekali dengan surat-surat itu.
Lalu, mengapa Aska tidak mencarinya di cyber milik perusahaannya sendiri? Aska tidak percaya dengan cyber. Dirinya paham tentang ilmu seperti itu. Kemungkinan besar semua surat akan dibenarkan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam perpustakaan cyber. Bisa jadi beberapa poin-poin tersebut dibenarkan agar pihak perusahaan tidak curiga. Di sisi lain cara itu bisa membuat perusahaan bangkrut. Sebab poin-poin yang udah diubah oleh seseorang sudah jatuh di tangan klien mereka. Cepat atau lambat perusahaan sebesar itu bisa hancur berkeping-keping.
Maria dan Romeo tidak mengeluh soal pencarian surat-surat itu. Malahan kedua orang itu ingin membantu Christina agar perusahaan ini tidak selesai begitu saja. Mereka menganggap Christina itu wanita yang sangat baik dan seorang malaikat dengan wajah meneduhkan jiwa.
Selesai menemukan map-map berisi surat perjanjian itu, mereka memutuskan untuk kembali ke ruangan Aska. Mereka mulai mengecek satu persatu dan menemukan beberapa poin tadi sudah diubah. Kemungkinan besar Aska food terancam bahaya. Bisa jadi beberapa tahun ke depan perusahaan itu akan hancur.
__ADS_1
"Bagaimana menurutmu Abang?" tanya Aska.
"Ini sangat parah sekali. Seluruh map yang aku periksa itu banyak terjadi penyelewengan. Beberapa poin yang sudah di sana diganti. Jadi selama ini kita bisa dikatakan rugi besar. Kalau begini terus tamatlah riwayat kita," jawab Romeo yang mendapat anggukan Aska.
"Bagaimana denganmu Kak Maria?" tanya Aska kepada Maria
"Sama juga. Aku nggak tahu apa yang dikerjakan oleh Erna. Kok bisa-bisanya menjadi penghianat seperti ini?" keluh Maria.
"Berarti semuanya sama saja dong. Erna sudah melakukan penghianatan terhadap perusahaan ini. Mau tidak mau besok karirnya akan berakhir. Siapa manajer HRD di sini?" tanya Aska.
"Bapak Sugiono," jawab Maria yang membuat Aska terkejut.
"Apa?" tanya Aska yang seperti mengingat kakek Sugiono.
"Jangan-jangan kamu memikirkan tentang kakek Sugiono ya?" tanya Romeo yang membuat Aska bingung.
"Jujur aku akui kalau aku tidak mengenal nama itu," jawab Aska yang mengalihkan perhatian.
"Jawab saja. Nggak usah terlalu jujur pun juga nggak papa. Pasti kamu mengenalnya bukan," jawab Romeo yang membuat Maria menjalankan kepalanya.
"Makanya jam dua belas malam Romeo menjadi oleng. Lama-lama Romeo akan mengoceh hal-hal yang tidak berguna," sindir Maria.
"Apakah itu benar?" tanya Aska penasaran.
"Ya itu benar. Makanya Romeo sering sekali menjadi bahan tertawaan orang-orang di sini ketika lembur. Namun disisi lain kami mendapat hiburan tanpa harus mencari di TV," jawab Maria yang membuat Romeo menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"Ternyata pria kulkas ini bisa menjadi hangat," ujar Aska.
__ADS_1
"Lah, selama ini ke mana saja bro?" tanya Romeo.