Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Patah Hati.


__ADS_3

"Dengan berat hati aku mengajaknya," jawab Christina.


"Kalau aku melarangnya?" tanya Christina yang memandang wajah Adrian dengan sendu.


"Maafkan aku. Mau enggak mau Aska harus terjun ke bawah," jawab Adrian dengan berat hati.


"Yang dikatakan oleh Adrian benar. Papa tahu kalau Adrian tidak akan menyimpang. Tapi kita melihat gunanya mendirikan dunia bawah tanah adalah demi melindungi diri sendiri dan aset Wicaksono Group," ucap Damian yang membenarkan perkataan Adrian.


"Selain itu juga aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku tidak akan menjual persenjataan, obat-obatan terlarang maupun lainnya. Kamu tetap tenang saja ya sayang," hibur Adrian.


"Sebagai istri bagaimana bisa tenang? Kalau suaminya mengajak anaknya untuk ikut dunia bawah tanah?" tanya Christina. "Kesel pasti. Tapi mau bagaimana lagi."


"Kalau kamu mau ikut memantau kegiatan kami kenapa tidak? Aku tidak akan marah sama sekali. Istilahnya kamu ikut turun tangan agar kamu lega. Aku malah senang jika kamu ikut terlibat. Kamu juga adalah ahli waris," tambah Adrian yang menemukan sebuah kejanggalan.


Christina menganggukan kepalanya tanda setuju. Memang seharusnya dirinya terlibat dalam masalah ini. Agar hatinya lega apa yang dilakukan oleh suami dan anak-anaknya lega.


"Jangankan kamu. Papa juga mau ikutan dalam organisasi yang akan didirikan oleh Adrian," celetuk Damian.


"Baiklah kalau begitu," balas Christina.


Masih di rumah makan yang asri dan sejuk. Aska dan Romeo baru saja menghabiskan makanan yang dipesannya tadi. Mereka duduk sambil mengecek email masing-masing.


"Bang," panggil Aska.


"Ada apa?" tanya Romeo.


"Nanti malam aku ada pertemuaan dengan seseorang wanita. Wanita itu usianya sudah senja," jawab Aska.


Mata Romeo membulat sempurna. Romeo sungguh terkejut dengan pernyataan Aska. Ia bingung apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Kamu berkenalan sama wanita tua itu darimana?" tanya Romeo.


"dari telepon bang. Wanita itu menghubungiku. Tapi jujur orang itu sangat baik sekali. Ketika kami mengobrol wanita itu senangnya bukan main. Aku pun merasakan ada sesuatu di dalam hatiku. Seperti kami memiliki ikatan batin yang sangat kuat sekali," jelas Aska yang mendapat pesanan dari seseorang.


"Ikatan batin. Syukurlah.. orang itu ternyata tidak jahat," celetuk Romeo


"Kenapa bang?" tanya Aska.

__ADS_1


"Kamu tahu di dunia ini banyak sekali orang-orang jahat yang mengaku sebagai keluargamu. Dan itu sangat mengerikan bagiku," jawab Romeo.


"Aku paham soal itu bang. tapi aku merasa wanita itu bahagia ketika mendengar suaraku. Apa mungkin aku adalah seorang spesial baginya?" tanya Aska yang membuat Romeo yang bingung.


"Jangan-jangan kamu?" tanya Romeo yang mulai berpikiran yang aneh-aneh.


Pletakkkkk!


"Abang jangan berpikiran yang aneh-aneh!" kesal Aska.


"Aku tidak ingin berpikiran aneh-aneh. Aku hanya berpikiran sesuatu," jawab Romeo.


"Berpikiran apa?" tanya Aska mulai curiga.


"Jangan-jangan kamu adalah simpanan wanita itu," jawab Romeo yang membuat Aska mengerutkan keningnya.


"Abang ini ada-ada saja," kesal Aska. "Aku baru saja berkenalan dengannya siang tadi."


"Kenapa kamu enggak melacaknya?" tanya Romeo.


"Bang. Aku bisa membedakan mana orang jahat sama orang baik. Jika orang jahat maka aku diam-diam melacak keberadaannya. Jika orang itu baik aku tidak akan melacaknya," jawab Aska.


"Apakah Abang enggak bisa membedakan suara nenek-nenek sama wanita muda?" tanya Aska.


"Justru itu. Kamu harus melacaknya dimana keberadaannya. Jika wanita itu adalah wanita muda lalu suaranya itu dibuat nenek-nenek kan bisa," jawab Romeo.


"Memangnya ada ya bang orang seperti itu?' tanya Aska.


"Bukan orang sih. Tapi ada sebuah website yang dimana semua orang bisa mengubah suaranya sesuai dengan keinginannya. Kamu bisa kok mengubah suaramu sendiri dengan memakai anime," jelas Romeo.


"Oh... kalau itu aku percaya sama nenek itu bang. Aku tidak akan pernah melacaknya. Aku yakin orang itu salah orang baik bang," tambah Aska.


"Kamu jadi menemuinya?" tanya Romeo.


"Ya... jadilah. Kemungkinan besar aku akan mengajak Maria," jawab Aska.


"Kamu benar-benar wanita sejati," puji Romeo.

__ADS_1


"Bukankah sebuah hubungan dilandasi oleh sebuah kejujuran? Aku ingin semuanya terbuka dan jujur. Agar Maria paham dengan aku," jelas Aska.


"Kamu benar. Seharusnya begitu. Jangan biarkan wanita terbaikmu menjadi sedih dan kecewa karena ulah kita. Aku tahu Maria adalah wanita baik. Dia adalah wanita yang memiliki tipe yang setia," ucap Romeo.


"Aku harap pernikahanku akan selamanya bersama Maria," ujar Aska yang memiliki keinginan hanya dengan satu wanita saja.


"Amin... semoga impian kamu dikabulkan," sahut Romeo yang mendoakan Aska dengan tulus. "Ayo kita kembali ke kantor."


Karawang Indonesia.


"Mala," panggil Bu Siti.


"Ada apa Bu?" tanya Mala yang masih kecewa dengan kalimat Aska.


"Kemarilah," seru Bu Siti sambil melambaikan tangannya agar Mala mendekatinya.


Mala yang tidak sengaja melihat Bu Siti langsung mendekatinya. Kemudian gadis itu duduk di hadapan Bu Siti sambil bertanya, "Ada apa Bu?"


"Ibu ingin bertanya sesuatu sama kamu," jawab Bu Siti dengan senyum lembutnya sambil memandang wajah Mala yang masih sendu.


"Maafkan ibu jika harus mencampuri masalah pribadimu," ucap Bu Siti.


"Kalau aku ada salah, ibu berhak menegur saya. Karena ibu pasti sangat menyayangi Mala," sahut Mala sambil menunduk.


"Kamu benar. Begini... Ibu tahu kamu menyukai Aska sudah lama. Tapi Aska bukan tidak menyukaimu," kata Aska.


"Saya paham soal itu," balas Mala.


"Begini... Aska menganggap kamu sebagai adiknya. Karena Aska adalah anak tunggal. Aska tidak memiliki perasaan apa-apa ke kamu. Jadi ini mohon lupakanlah Aska. Ibu takut kamu akan sakit hati secara terus-terusan. Aska sekarang sudah menjatuhkan perasaannya ke Maria," jelas Bu Siti.


"Aku paham soal itu Bu. Tapi bagaimana caranya aku bisa melupakannya? karena Bang Aska orangnya sangat baik sekali dan lucu," tanya Mala.


"Pokoknya kamu jangan sampai merusak rumah tangga orang sayang. Biarkan Aska berbahagia dengan kurang pilihannya sendiri. Cinta itu enggak bisa dipaksakan. Intinya kamu jangan sampai merusak rumah tangga Aska. Hanya itu pesan ibu," jawab Bu Siti.


Mala menganggukan kepalanya sambil tersenyum getir. Sungguh dirinya sangat kecewa. Pria yang selama ini dikagumi ternyata memilih orang lain. Ditambah lagi Maka pernah mengklaim Aska adalah cinta pertamanya. Ini sungguh menyakitkan baginya.


Setelah melakukan percakapan dengan Bu Siti, Mala berjalan keluar dari ruangan tempat dimana ia bekerja. Hatinya sungguh hancur berkeping-keping. Ia tidak bisa membayangkan harus kehilangan seseorang yang sangat dicintainya,

__ADS_1


Mala berjalan menuju ke mess untuk menenangkan dirinya. Tanpa disadari olehnya, ada sebuah mobil pengangkut buah berada di belakangnya. Untung saja sang sopir itu membunyikan klakson. Saat mendengar klakson Mala terkejut. Dengan cepat Mala mencoba minggir dan membiarkan mobil itu lewat.


Mala langsung membuang nafasnya dengan pelan. Untung saja dirinya tidak tertabrak dengan mobil itu. Andaikan saja dirinya tertabrak, kemungkinan besar ia tidak dapat melihat Aska lagi.


__ADS_2