
"Helena. Dia adalah kekasih Paman Frank."
Jawab Romeo.
'Apaakah itu CEO sementara?"
Tanya Maria.
"Sementara atau selamanya. Itu tergantung dari permintaan Paman Frank dan Aska. Semuanya terserah mereka."
Jawab Romeo yang mengambil tab-nya.
"Selama pekerjaannya baik. Selama attitudenya baik. Kita bisa mengangkatnya menjadi CEO selama sepuluh tahun ke depan. Aku yakin Helena bisa membawa kemajuan perusahaan di masa depan."
Ucap Aska yang membuat Maria menganggukan kepalanya.
"Ya... itu benar."
Ujar Maria.
"Bukankah dia kekasih Paman Frank?"
"Sudah putus."
Jawab Romeo yang duduk di samping Romeo.
"Kenapa bisa putus?"
Tanya Maria yang ingin mengetahuinya.
"Karena Paman Frank orangnya tidak serius. Dia adalah seorang playboy sejati."
Jawab Romeo.
"Selalu saja begitu."
Ujar Maria yang kesal terhadap pria berstatus Playboy.
"Hmmp... kenapa Paman Frank adalah seorang playboy?"
Tanya Maria sambil menyiapkan buburnya ke dalam sendok.
"Karena Paman Frank sendiri tidak memiliki komitmen yang tinggi. Setiap pacaran tidak pernah serius."
"Semoga saja Helena tidak sakit hati?"
"Helena sudah mengetahui siapa Paman Frank. Dia sudah enggak kaget lagi. Satu fakta tentang Helena adalah dia juga wanita yang kurang serius."
"Ujar Romeo.
"Akan ada hati yang retak."
Sahut Maria.
"Tidak ada."
Balas Aska.
"Ya... pasti ada."
kata Maria yang menebak.
"Tidak ada. Yang namanya Helena adalah seorang wanita yang kuat. Dia tidak mudah untuk patah hati. Selain itu Helena adalah seorang wanita serius bekerja. Dia ingin memiliki karir yang cemerlang. Dia juga tidak bisa berkomitmen dengan serius."
__ADS_1
Ungkap Romeo sebuah fakta yang cukup membuat Maria tercengang.
Ya itulah sepasang kekasih yang hobinya tidak memiliki komitmen. Mereka sadar betul apa yang dilakukannya sekarang. Mereka seharusnya memiliki komitmen sangat kuat sekali.
Tidak. Itu tidak berlaku dengan namanya Helen dan Frank. Mereka berpikir kalau memiliki hubungan penting seperti itu tidaklah penting.
Romeo segera pergi meninggalkan mereka. Romeo memang sengaja membuka keburukan Frank. Agar Aska tahu siapa pamannya itu.
Apakah itu suatu unsur kesengajaan?
Memang benar. Itu adalah unsur kesengajaan. Bahkan itu adalah sebuah perintah dari Adrian. Jika suatu saat nanti bertemu dengannya dengan wanita yang berbeda, Aska dan Maria tidak akan pernah kaget melihatnya.
"Kok tiba-tiba saja Romeo membuka rahasia tentang paman sih?"
Tanya Maria yang bingung.
"Itu bukan rahasia lagi. Tapi itu kenyataannya."
Sahut Max yang berdiri di ambang pintu.
"Huaha... Ah... Lupakan itu."
Ucap Aska yang pusing dengan kelakuannya sang paman.
"Pantas saja. Hingga saat ini Paman adalah pria tua yang jomblo."
Kesal Aska.
"Enggak usah kesal. Percuma kamu kesal. Orangnya malah tidak pernah menyesal."
Ujar Max yang mendekati Aska.
"Huaha... Ini sangat menyedihkan sekali. Apakah kalian akan latihan fisik?"
"Ya... Kami akan latihan fisik."
Jawab Aska.
"Apakah aku boleh ikut?"
Tanya Maria yang membuat Aska menggelengkan kepalanya.
"Kenapa aku tidak boleh ikut?"
Tanya Maria yang membuat Aska menggelengkan kepalanya.
"Karena kamu sedang berbadan dua."
Jawab Max yang tersenyum lucu kepada Maria.
Selesai menyelesaikan sarapan, Romeo dan Max memutuskan untuk latihan fisik. Sebelum pergi, Aska mencium Maria terlebih dahulu.
Mereka pergi meninggalkan Maria yang masih di dapur. Lalu Romeo memanggil para pengawalnya untuk ikut latihan.
Namun sebelum latihan fisik, mereka melakukan pemanasan. Max sang pelatih memintanya untuk berkeliling rumah sebanyak dua puluh lima kali.
Mereka akhirnya mengelilingi rumah itu sebanyak dua puluh lima kali. Setiap kali putaran bisa dikatakan jaraknya sepuluh meter.
Latihan kali ini bisa dikatakan sangat ringan. Karena tempatnya terlalu sangat kecil sekali. Jika dibandingkan dengan markas milik Blue Dragon.
Setiap orang yang melintasi depan rumah Maria berhenti sejenak. Mereka sengaja melihat Aska dan para pengawalnya sedang latihan pemanasan.
Mereka terkagum dengan wajah Aska, Romeo dan Max. Bisa dikatakan mereka memiliki wajah yang sangat tampan sekali.
__ADS_1
Tiba-tiba saja Maria keluar dan melihat sang suami sedang berlari. Wanita itu langsung berteriak menyemangatinya dan memanggilnya Kim Soo Hyun.
Dari segi wajah agak mirip sedikit. Tapi sayangnya Aska tidak memiliki mata sipit. Aska memiliki mata tajam seperti elang. Namun jarang sekali Aska memakainya. Karena Aska adalah pria ramah dan murah senyum.
Ketika para wanita yang berhenti melihat mereka pemanasan, mereka terkejut karena teriakan Maria. Mereka menatap wajah Maria sambil bertanya, siapakah wanita itu? Pagi-pagi sudah heboh. Ada artis Korea. Ada artis Korea. Wuih... Sangat tampan sekali. Aku mau menjadi pacarnya. Aku mau membawanya pulang ke rumah untuk dijadikan seorang kekasih.
Itulah sebagian wanita yang sangat penasaran sekali dengan Aska. Selesai pemanasan mereka berbaris dan membuka bajunya.
Tercetak jelas tubuh sixpack mereka. Tubuhnya juga sangat kekar dan atletis. Seluruh wanita di sana berteriak karena kagum.
"Aku padamu!"
Teriak mereka dengan serempak.
Maria mendengar mereka lalu tersenyum manis. Maria tidak marah sama sekali. Maria juga tidak melabrak mereka lalu membiarkannya.
Aska dan lainnya melakukan gerakan dasar karate yang dikombinasikan dengan jurus-jurus lainnya. Yang dimana jurus itu bisa dikatakan jurus rahasia milik Blue Dragon. Lalu dilanjutkan dengan teknik penyerangan.
Maria yang melihat Aska berlatih mengelus perutnya. Ia mengajak bicara dengan calon anaknya. Ia juga menceritakan bagaimana hebatnya sang ayah.
Meskipun sedang latihan, Aska paham apa yang dilakukan oleh Maria. Aska bangga terhadap sang istri yang telah menceritakan dirinya ke sang calon anak.
Selama dua jam, mereka selesai latihan. Aska lalu mendekati Maria dengan bercucuran keringat. Ia langsung memeluk Maria sambil berkata, "Terima kasih."
"Kenapa kamu berterima kasih kepadaku?"
Tanya Maria.
"Karena kamu sudah menceritakan sifat asliku ke anakku."
Jawab Aska sambil mencium Maria di depan umum.
"Sama-sama. Calon anak-anakmu harus tahu siapa ayahnya. Semoga mereka bahagia dengan apa yang didengarnya."
Ucap Maria sambil tersenyum.
Seluruh wanita yang melihat Aska langsung patah hati. Mereka baru menyadari kalau Aska sudah memiliki istri. Bahkan secara terang-terangan, Aska memakai cincin pernikahan di jari manisnya. Cincin itu tidak pernah dilepas sama sekali semenjak menikah. Bahkan cincin yang berada di jari manisnya sengaja dibuat sebagai profilnya di sosial medianya.
"Bersiaplah. Paman Frank akan datang sejam kemudian."
Ucap Aska yang mendapatkan info dari Romeo.
"Kita akan pulang sekarang?"
Tanya Maria.
"Iya."
Jawab Aska yang meminta Maria bersiap.
"Baiklah."
Balas Maria yang melepaskan Aska dan masuk ke dalam rumah.
Selang sejam, Mereka sudah sampai ke apartemen. Setelah itu Maria langsung mencari bukti-bukti yang berhubungan dengan perusahaan. Memang sedari dulu Maria sudah mengantongi beberapa kejahatan yang dilakukan oleh para petinggi perusahaan. Namun belum sempat diserahkan ke suaminya. Maria malah ikut pergi ke Singapura.
"Bang."
Panggil Maria.
"Ada apa?"
Tanya Aska yang selesai mandi.
__ADS_1