Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Bingung.


__ADS_3

Setelah menemukan air mineral, Asta kembali ke ruangan tamu. Ia menaruh air mineral itu di atas meja. Lalu dirinya duduk di hadapan Demian dan Julia.


"Baiklah papa akan cerita, Bagaimana bisa mengajak Aska bermain?" ucap Damian dengan serius.


"Itulah yang membuat aku kaget pa. Diam-diam papa bertemu Aska tanpa sepengetahuanku. Sementara aku di Paris sangat merindukannya," ujar Christina yang menunduk sedih.


"Kamu jangan bersedih dahulu. Papa pasti memiliki alasannya kenapa?" seru Damian.


"Begitu juga dengan Aska. Kenapa kamu terpisah jauh dari kami? Kakek harap kamu tidak perlu marah soal ini. Kakek memiliki alasannya. Kakak sudah membicarakan semua ini dengan papamu itu," jelas Damian.


"Maksud kakek apa?" tanya Aska yang tidak paham.


"Semenjak kamu dilahirkan, hubungan kedua orang tuamu sudah tidak harmonis lagi. Tapi mereka saling mencintai satu sama lain hingga detik ini. Mereka bercerai karena harus mempertahankan kedaulatan Wicaksono. Yang di mana kedaulatan itu sedang gonjang-ganjing. Banyak yang mengatakan kalau kamu adalah anak haram. Yang mengatakan itu termasuk pengasuhmu yaitu Minah," jelas Damian.


"Aku Anak haram?" tanya apa yang tidak percaya.


"Ya... Kabar itu berhembus dengan kencang. Sehingga kedaulatan Wicaksono menjadi gonjang-ganjing. Tapi kakek sudah mengetahuinya semua. Kalau kamu adalah anaknya Christina. Selama gonjang-ganjing, ada salah satu pemegang saham yang bernama Benjamin. Ia terus memprovokasi keadaan. Hingga suatu hari Benjamin ingin merebut kekuasaan Wicaksono dari tangan papamu itu," tambah Damian.


Diam-diam Aska menyimak semuanya. Entah kenapa perasaan Aska langsung merasakan tidak enak sama sekali. Apakah hubungan Benjamin, Minah, kedua orang tuanya beserta nenek kakeknya?inilah yang membuat Aska bertanya-tanya. Kenapa pinjamin dan Minah ingin merusak kebahagiaan keluarganya itu?


"Jujur aku masih bingung kek," potong Aska.


"Lebih baik kamu dengerin dulu aja. Setelah Mama melahirkan kamu, seluruh media berada di dunia ini memberitakan kamu. Banyak sekali yang membuat berita kalau kamu adalah anak haram. Banyak investor-investor asing mencabut investasinya dari perusahaan Wicaksono. Ketika kakek mau konferensi pers, nenek tidak mengizinkannya. Karena hidup kami dalam bahaya. Yang lebih parahnya lagi, ayah ibumu dituding memiliki pasangan masing-masing. Berita itu semakin runyam. Di sisi lain Minah menawarkan diri untuk menyembunyikan kamu di Karawang Indonesia. Mau tidak mau kakek menurutinya. Bukannya disembunyikan Benjamin dan Minah ingin membunuhmu. Dan mereka berencana melakukannya setelah kamu dewasa. Paling tidak usiamu di atas dua puluh tahunan. Rencana itu kakek mendengarnya ketika usiamu menginjak lima tahun," imbuh Damian.

__ADS_1


"Aku dibunuh ketika udah dewasa. Kakek tahu rencana itu saat usiaku lima tahun. Aku tidak habis pikir, Kenapa mereka ingin membunuhku? Aku tidak bisa menemukan jawabannya sekarang," ucap Aska.


"Kamu tidak perlu mencari jawabannya sekarang. Kamu itu adalah sang ahli waris sesungguhnya pemegang Wicaksono grup," ujar Damian yang membuat Aska terngangah sempurna.


Aska tidak menyangka kalau dirinya adalah seorang sultan alias crazy rich. Namun dirinya masih bertanya dalam hati, sebenarnya ada apa sih dengan keluarganya itu? Kok main bunuh-bunuh saja.


"Apakah ada orang lain selain aku?" tanya Aska.


"Tidak ada," jawab Damian.


"Jika tidak ada, maka aku sendiri yang jadi. Tapi kenapa mereka kok saling bunuh membunuh sih? Padahal aku sendiri bukan seorang pembunuh," kesal Aska yang membuat Damian terkekeh.


"Ya itu benar. Kakek sendiri sudah melihatmu. Kalau kamu adalah orang baik," celetuk Damian.


"Bukan masalah itu kek. Kenapa mereka saling bunuh membunuh? Apakah ada yang salah dengan keluarga Kakek ini? Soalnya yang aku analisis dari tadi, ada dendam yang membara di hati Benjamin dan Minah?" tanya Aska.


"Jadi kakek tidak tahu kalau masalah ini menjadi besar?" tanya Aska.


"Tidak. Bahkan masalah ini menjadi teka-teki," jawab Damian.


Satu kata buat Aska adalah aneh. Mereka sengaja menyerang keluarga besarnya tanpa alasan.


"Ya udah dech kek. Nanti akan aku akan mencarinya jawaban sesungguhnya," ucap Aska.

__ADS_1


"Setelah Minah meminta Aska, aku selalu pergi ke Indonesia dua bulan sekali. Aku selalu melihat perkembanganmu. Masalah bekerja di kebun buah itu adalah ulah kakek. Soal gaji kamu sendiri itu juga ulah kakek. Tidak seharusnya kamu memiliki gaji sebanyak itu. Tapi kakek sengaja memberikanmu lebih. Sekarang kamu sudah paham masalahnya seperti apa? Kakak harap kamu tidak pernah marah kepada ibumu," jelas Damian.


"Iya kek," balas Aska.


Penjelasan sang kakek membuat Aska paham. Namun Aska harus mencari siapa pelaku utamanya. Tidak mungkin Benjamin dan Minah menyerangnya tanpa ada sebab dan alasan yang tepat. Di belakang itu semua pasti ada dalam yang sedang menggerakkannya. Lalu, siapakah dalang itu? Aska sendiri tidak tahu. Inilah yang membuat Aska menjadi tanda tanya besar.


Sementara di kebun, Pak Broto sudah mendengar Aska sudah berkumpul dengan Damian. Dirinya sangat bahagia dan mendoakan agar keluarga itu tidak terpisah lagi.


Begitu juga dengan Pak Ahmad. Pak Ahmad berharap masalah pelik ini selesai. Akan tetapi Pak Ahmad merasakan ada sesuatu yang ganjil. Tiba-tiba saja Pak Ahmad bertemu dengan Pak Broto. Namun mereka tidak membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan. Melainkan masalah demi masalah yang menghantam Tuan mudanya itu.


"Pak," panggil Pak Ahmad.


"Iya Pak, Ada apa?" tanya Pak Broto.


"Selama ini aku curiga. Ada sesuatu yang jenggel terhadap kasus ini. Beberapa hari terakhir sepertinya Minah adem ayem. Dan tidak ada terjadi pergolakan apapun. Inilah yang membuat aku menjadi bingung," jawab Pak Ahmad.


"Kok jadi bingung to Pak? Seharusnya bapak bahagia dong. Kalau tuan muda sudah berkumpul dengan keluarganya?" tanya Pak Broto.


"Bahagia sih bahagia Pak. Ada tapinya Pak. Semenjak kedatangan tuan besar tidak ada serangan lagi. Malahan mereka sedang adem ayem. Ada apa sebenarnya ini? Atau mereka membuat strategi untuk menyerang Tuan Aska," jawab Pak Ahmad yang hatinya tidak enak.


"Jangan curiga dulu. Biarkanlah mereka adem ayem terlebih dahulu. Lagian juga tuan muda sudah aman bersama Nyonya Christina. Oh iya pak... Tuan besar tidak ke sini ya?" Tanya Pak Broto.


"Sepertinya sih tidak. Tuan besar akan kembali lagi ke Paris. Semoga saja setelah Tuan besar kembali, tidak akan ada lagi penyerangan demi penyerangan untuk tuan muda. Biarkanlah Minah tidak membuat ula lagi," jawab Pak Ahmad.

__ADS_1


"Mungkin saja. Semoga mereka dijauhi dari segala marabahaya," ucap pak Broto dengan tulus.


"Tuan muda bersama Nyonya Christina akan ke sini. Mereka akan meninjau kebun dan memilih buah untuk dibawa pulang. Apakah bapak ada waktu sebentar?" tanya Pak Ahmad.


__ADS_2