Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Usulan Aska.


__ADS_3

"Aku mau pergi ke pusat perbelanjaan. Banyak barang-barang yang harus aku beli. Terutama bahan makanan. Rasanya tubuh ini sangat kaku dan tidak bisa ngapa-ngapain lagi. Setelah ini kamu membuka lowongan untuk kedudukan para pelayan di sini. Satu lagi jangan panggil aku Julia. Karena Aku sangat membenci nama itu," jelas wanita itu.


"Baik nyonya Stefani," balas Pita.


Setelah itu Nyonya Stefani dan Pita sang asisten pergi meninggalkan rumah. Mereka menuju ke pusat perbelanjaan untuk membeli bahan-bahan makanan. Sejujurnya Nyonya Stefani Selamat malam sekali Jika disuruh belanja. Namun mau apa lagi? Dirinya masih belum memiliki pelayan.


Aska yang sedang bersantai sambil menikmati kopi memiliki banyak pertanyaan. Sebenarnya di dalam keluarganya itu ada apa? Kenapa keluarganya sangat berantakan sekali. Bahkan ada seseorang yang ingin menghancurkan dirinya dan juga sang ibu. Aska harus mencari tahu siapa dalang dibalik ini semuanya. Ditambah lagi motif apa saat orang itu ingin membunuh keluarganya.


Beberapa saat kemudian datang Christina. Wanita paruh baya itu pun mendekatinya sambil bertanya, "Apakah kamu sedang sibuk Aska?"


"Aku tidak sibuk ibu. Aku hanya memikirkan siapa orang yang ingin menghancurkan keluarga kita. Ditambah lagi orang itu sepertinya memiliki misi khusus," jawab Aska secara blak-blakan.


"Yang kamu katakan benar. Semalam Ibu mengobrol dengan ayah tentang masalah ini. Untung kamu sekarang sudah besar. Jadi paham apa yang terjadi pada keluarga kita," jelas Christina.


Aska menata penampilan sang Ibu sempat terkejut. Lalu Aska berdiri dan mendekati sang ibu. Pria muda itu pun langsung bertanya, "Ibu mau kemana? Sore-sore begini sudah sangat rapi sekali. Apakah ibu ingin berkencan dengan ayah?"


"Ayahmu sangat br*ngs*k sekali.semalam kami sudah merencanakan waktu berkencan seperti anak muda. Ujung-ujungnya ayahmu itu membatalkan kencannya dan lebih memilih berjalan dengan Romeo," kesal Christina yang membuat Aska tertawa terbahak-bahak.


Melihat Sang putra tertawa, Christina hanya bisa memutar bola matanya dengan malas. Bisa-bisanya sang anak menertawakan dirinya ketika Adrian membatalkan kencannya itu. Dengan tangan mungilnya Christina memukul lengan Aska.


Pletakkkkk.

__ADS_1


Bukannya marah Aska malah tertawa dengan kencang. Jujur ini sangat lucu sekali. Sang Ibu gagal berkencan dan memasangnya seperti anak gadis yang baru mengenal cinta. Dengan terpaksa Christina meraih ponselnya dan menghubungi Maria.


Sehabis menghubungi Maria, Christina menatap wajah sang putra sambil menggelengkan kepalanya. Lalu sang putra memandang wajah Christina yang bertanya lagi, "Jika tidak jadi berkencan, Ibu mau kemana?"


"Ibu ingin healing sebentar. Tapi nggak punya teman. Maria sedang sibuk untuk mengecek souvenir pernikahan," jawab Christina.


"Bu," panggil Aska.


"Ada apa?" tanya Christina.


"Aku boleh usul."


"Usul apa?"


Sontak saja Christina terkejut dengan pengakuan Aska. Ia baru sadar kalau asistennya itu menderita finansial. Kemudian Christina mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Apa itu benar?"


"Iya Bu. Abang pernah mengatakannya kepadaku beberapa hari yang lalu. Jujur abang tidak menyangka, kalau Maria mengeluarkan uang banyak hanya karena Hariyadi. Untung saja kedua orang tuanya tidak mengerti masalah ini. Jika dibatalkan resepsi pernikahan itu tidak mungkin. Maria tidak mau membuat malu keluarganya. Aku ingin mengganti uang yang dimiliki Maria. Aku tidak mau gratis menikmati fasilitasnya itu. Apakah ibu sanggup membayarnya?" jelas Aska sambil bertanya.


"Jujur... Ibu baru tahu. Ibu tahu gaji pokok Maria. Kalau dia mengorbankan pernikahan mewah itu bisa dikatakan Maria mengumpulkan uang selama tiga tahun bekerja. Ini tidak masuk akal. Ditambah lagi Hariadi adalah pengangguran tingkat dewa. Hampir seluruh hidupnya dibiayai oleh Maria. Inilah yang membuat ibu kecewa dengan tindakan Maria ke Hariyadi. Jika kamu ingin membayarnya, silakan saja. Ibu akan mengeluarkan uang itu untuk biaya pernikahanmu. Ibu juga tidak mau menikmati pesta mewahnya Maria tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Rencananya uang itu mau dibuat membeli sawah di desa untuk kedua orang tuanya. Pak Budi dan bu Tanti tidak mungkin mengajar lagi. Karena usia yang tidak memungkinkan itu, makanya Maria banting tulang mencari uang," Christina menjelaskan siapa itu Maria sebenarnya.


"Nanti aku rundingkan sama Maria Bagaimana enaknya. Apakah ibu mengajak Maria saat healing?" tanya Aska.

__ADS_1


"Ya Ibu mengajaknya. Ibu nggak mau sendirian di sana. Ditambah lagi ada Sheila yang memiliki nilai plus untuk memeriahkan acara Ibu," jawab Christina.


"Ketimbang aku di rumah sendirian seperti ini. Malas bermain game online. Tidur juga malas... ya sudah aku ikut ibu untuk mengobrol masalah ini. Kalau begitu aku pamit berganti baju terlebih dahulu," pamit Aska lalu meninggalkan Christina.


Maria yang masih di rumah kasihan melihat sang Ibu sedang menyulam. Dirinya sangat bersalah sekali kepada sang ibu. Kenapa dari dulu Maria tidak menuruti perkataan sang ibu? Agar tidak menikah dengan Haryadi.


Akan tetapi Maria tidak jadi menikah dengannya. Namun uang yang dimilikinya sudah ludes untuk membayar pernikahan itu. Maria sudah berjanji beberapa tahun yang lalu ingin memberikan sawah untuk mereka. Akan tetapi ia tertipu dengan Haryadi.


"Aku nggak tahu apalagi. Uang tabunganku sudah habis. Selama kerja sama Nyonya Christina, uang yang aku terima sangat menjanjikan dan bisa membuat beli sawah. Tapi aku memang bodoh. Kenapa aku percaya dengan pria itu? Dua bulan lagi adalah perayaan ulang tahunpernikahan yang ke tiga puluh. Sungguh Aku sangat bingung sekali," batin Maria.


"Kamu nggak jadi berangkat?" tanya Bu Tanti.


"Nunggu Sheila Bu," jawab Maria.


"Memangnya Sheila bekerja lagi di tempatnya Nyonya Christina?" tanya Bu Tanti.


"Iya. Sheila sekarang menjadi pengawalku. Ibu tahu kan aku menikah dengan ahli waris. Kemana-mana aku harus bersama para pengawal. Karena di luar sana banyak musuh yang mengintaiku. Aku nggak mau merepotkan tuan muda bersama Nyonya Christina. Mereka sangat baik sekali sama aku," jawab Maria.


"Semoga saja kamu tidak silau dengan hartanya. Mereka adalah orang yang sangat baik sekali. Terutama Nyonya Christina peduli dengan keluarga kita. Ibu harap kamu berbahagia selalu dengan tuan muda Aska," ucap Bu Tanti dengan tersenyum tulus sambil mendoakan Sang Putri bahagia.


"Aku belum mengenal tuan muda Aska. Aku juga tidak tahu bagaimana sifat tuan muda itu. Jujur telah kenal Haryadi, aku menjadi trauma," ujar Maria yang masih takut menjalin hubungan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Tuan muda Aska orangnya sangat baik sekali. Bahkan tuan muda memiliki jiwa penolong. Setiap kali ada orang kesusahan tuan muda selalu menolongnya terlebih dahulu. Meskipun tuan muda sering mendapat makian dari orang sekitarnya," beber Bu Tanti yang mengerti sifat Aska. "Tuan muda juga orangnya jarang sekali menyusahkan orang lain. Tuan muda termasuk pria yang mandiri. Berbanggalah kamu memiliki suami yang mandiri seperti bapakmu itu."


__ADS_2