
"Memang dia memiliki darah bule. Tapi cenderung ke Indonesia. Bapaknya orang Indonesia. Ibunya orang Belanda. Jadi wajar kalau Pak Broto itu memang memiliki darah Belanda," jelas Bu Siti.
"Oh begitu ya? Katanya bang Aska ke sini?" Tanya Mala.
"Itu benar. Abang gua akan ke sini untuk mengurusi dokumen-dokumen penting yang akan digunakan di kota Paris."
"Rasanya aku rindu sekali pada Abang."
"Apakah kamu mencintai Aska?"
"Aku tidak mencintainya Bu. Memang dulu aku mencintainya. Sekarang aku sadar. Kalau Bang Aska menganggapku sebagai adik kecilnya."
"Bagaimana perasaanmu sekarang?"
"Perasaanku biasa saja Bu. Memang awalnya hatiku sangat sakit sekali. Kenapa ini bisa terjadi padaku? tapi lama kelamaan Aku memikirkan tentang masa depanku. Sebab Abang Memang pantas bersama Kak Maria. Aku melihat Kak Maria itu orangnya yang sangat energik sekali. Nggak mudah putus asa dan tangguh. Kalau aku di sampingnya, aku pasti tidak bisa mengimbanginya. Soalnya yang aku tahu Bang Aska itu tidak ingin memiliki wanita cengeng untuk mendampinginya."
"Kamu benar. Jadi kamu kubur impianmu dalam-dalam kalau soal mencintai abangmu itu. Lagian juga aku tidak yakin kalau kamu bisa bersama dengannya. Sebab kamu harus menjadi wanita kuat dan berani menindas siapapun. Ditambah lagi abangmu itu suka wanita yang sangat pintar dan cerdik. Maafkanlah ibu yang telah membuka luka hatimu."
"Aku tidak marah. Sekarang hatiku sangat lega sekali. Mulai detik ini aku akan mencari pengganti Bang Aska."
Bu Siti tersenyum sambil memegang tangan Mala. Jujur saja saat ini Mala sangat bahagia sekali. Bagaimana tidak dirinya sudah melupakan semuanya? Memang untuk saat ini ia tidak memiliki beban apapun.
"Bu," panggil Mala.
"Ada apa?" Tanya Bu Siti.
"Terima kasih sudah menjadi ibu angkatku. Meskipun aku anaknya bandel, Tapi aku berusaha menjadi anak yang baik hati. Sampaikan salamku ini buat Pak Broto ya?"
"Emangnya kamu ngomong sendiri nggak bisa? Pak Broto itu orangnya tidak galak."
__ADS_1
"Bukan begitu Bu. Aku malu sekali Jika membicarakan masalah pribadi ke Pak Broto."
"Dia kan ayahmu. Kamu harus bercerita apapun tentang dirimu ke dia. Kamu nggak boleh diam saja. Nanti disangka Pak Broto nggak memperdulikan kamu."
"Hampir setiap hari Bu. Pak Broto sering memperhatikan aku. Tapi aku malu kalau berbicara tentang masalah wanita."
"Ya sudah deh tidak apa-apa. Lagian juga itulah hal yang wajar buat seorang perempuan kepada sang ayah. Sebentar lagi Ibu akan memperbarui pernikahan. Kamu akan aku angkat menjadi seorang anak. Tapi apakah kamu mau tinggal di Paris bersama kami?"
Mala menggelengkan kepalanya dengan cepat. Ia tidak mau tinggal di Paris. Karena dirinya sudah membaca beberapa cuaca yang berada di sana. Ia akhirnya menolak permintaan Bu Siti.
"Tidak apa-apa. Lebih baik kamu tinggal di sini saja. Banyak fasilitas yang telah kamu dapatkan. terus kamu sudah memiliki tugas yang tidak akan pernah begitu saja."
"Baik bu."
"Tetaplah semangat dan jangan sedih terus-terusan. Tak bagus buat dirimu dan juga Pak Ahmad."
"Kenapa Ibu membicarakan Pak Ahmad di sini?" Tanya Mala yang bergidik ngeri ketika berhubungan dengan Pak Ahmad.
Bagaimana kabar Pak Ahmad sekarang? Pak Broto ingin menyampaikan sesuatu kepada Pak Ahmad. Ia menceritakan kalau dirinya akan kembali ke Paris bersama istrinya. Pak Ahmad bingung harus bagaimana lagi? Sesuai dengan kesepakatan bersama kakek Damian dan juga Aska, akhirnya pak amat yang memegang keseluruhannya. Bisa dikatakan Pak Ahmad dulu mengambil sarjana pertanian di negara Prancis.
"Bagaimana menurut Pak Ahmad sendiri?" tanya Pak Broto yang selesai menjelaskan permintaannya itu.
"Tidak apa-apa. Tapi bapak mengatakan sekarang. Berita itu membuat saya terkejut," jawab Pak Ahmad.
"Sebenarnya aku sudah menyinggung ini ke kamu. Tapi kamunya juga yang nggak mengerti dan paham. Kalau begitu Pak Ahmad bisa memikirkannya kembali."
"Kalau masalah ini sih tidak membuatku keberatan. Tapi masalahnya aku butuh seseorang untuk tinggal bersama dan merawatku."
"Kalau itu tenang saja Pak. Nanti bapak akan mendapatkan jodoh dari Putri angkatku. Memang orangnya agak-agak nyeleneh. Aku harap bapak suka dan mau menerima dengan ikhlas sifat nyelenehnya itu."
__ADS_1
"Maksud bapak Mala? Kalau itu aku benar-benar mau menjadi calon suaminya. Yang jadi pertanyaannya adalah apakah Mala mau menikah denganku?"
"Itu terserah bapak. Kalau bapak sangat kencang mengejarnya dan membuatnya jatuh cinta. Pasti dia akan jatuh cinta kepada bapak. Tapi ingatlah Mala itu orangnya tidak bisa di kasar. Orangnya terlalu sangat lembut sekali dan membawa perasaan."
"Baiklah Pak. Aku akan semangat untuk mengejarnya."
"Nah gitu dong pak. Jangan pantang semangat untuk mendapatkan sesuatu. Lagian Mala adalah wanita yang sangat baik."
Pak Broto menyemangati Pak Ahmad untuk mengejar Mala. Akhirnya Pak Ahmad pun mau mengejar Mala hingga titik penghabisan. Karena dirinya sangat pantas sekali untuk menjadi sang pelindung. Ditambah lagi Pak Ahmad suka memecahkan masalah berat. Yang di mana sering sekali terjadi pada pekerjaan Mala. Namun saat ini Mala belum mengetahui siapa Pak Ahmad sebenarnya?
Bagaimana dengan kabar Romeo? Romeo sendiri masih melanglang buana untuk menjadi kaki tangan Aska. Selain itu juga Romeo diam-diam adalah seorang Playboy. Yang di mana dirinya tidak ingin menyakiti Mala. Maka dari itu Romeo memutuskan untuk mundur dan membersihkan Pak Ahmad untuk menjadi suami Mala.
Paris Prancis.
Di malam yang cerah, Aska dan Maria sudah bersiap-siap menuju ke bandara. Sebelum menuju ke bandara, Romeo dan Max sudah tiba di rumah utama. Tak lama kemudian Minah, Luke dan Fabian juga turut ikut bersama.
"Apakah ibu Minah akan ikut?" tanya Max kepada Aska.
"Ibu Minah sama paman Luke, ingin sekali berterima kasih kepada keluarga yang sudah merawat Fabian," jawab Aska yang membuat Romeo terkejut.
"Apakah kamu serius kalau ibu Minah adalah orang tua kandung Fabian?" tanya Romeo.
"Sebaiknya kamu lihat saja wajah dari Fabian. Matanya dan bibirnya sangat mirip sekali dengan ibu Minah. Namun wajahnya sangat mirip sekali dengan paman Luke," jawab Aska.
"Apakah mereka tidak melakukan tes DNA?" tanya Max.
"Tidak perlu. Mereka sudah memiliki ikatan batin yang kuat. Maka dari itu mereka tidak akan melakukan tes DNA," jawab Aska.
"Memang gila itu si Benjamin. Bisa-bisanya dia memisahkan anak dan ibu sekaligus dua orang," kesal Maria.
__ADS_1
"Aku baru tahu kalau orang itu memiliki hati batu. Bagaimana ya kalau dia dan istrinya merasakan hal yang sama?" tanya Romeo yang mengepalkan kedua tangannya itu.