
“Aku sudah membicarakan semua ini sama Christina. Dia lebih memilih untuk menurutiku. Dia juga tidak mau berkenalan lagi dengan Julia palsu. Entah kenapa dirinya baru sadar kalau Julia itu adalah Julia palsu? Selama ini hidupnya diikuti oleh bayang-bayang yang mengerikan. Aku nggak tahu jika itu terjadi hingga selamanya. Untungnya aku bisa menemukan foto aku dan kembali lagi ke pelukan Christina,” jelas Adrian.
“Jangankan Christina yang baru sadar sekarang. Papa mertuamu saja telat mengakuinya. Sekarang beliau tinggal di mansion terlebih dahulu. Coba contoh lambat aku akan mengatur pertemuan antara ibunda Christina yang asli dan Tuan Damian,” tambah Frank.
“Apakah kamu tidak mengundang Jamaludin ke sini? Terus Kamu sengaja mengundang para media dan buka semua kebusukan antara Jamaludin dan Julia. Aku ingin melihat reaksinya di depan paramedia? Soalnya aku merasa kalau Jamaludin di depan media itu orangnya ramah tamah dan dermawan,” Adrian memberikan pesan kepada Frank untuk menjebak Jamaludin.
“Sepertinya itu bagus sekali. Aku harus melakukannya. Jika tidak ini tidak akan menjadi berita seru dan mempermalukan Jamaludin di depan umum. Sekalian juga tentang tragedi pembunuhan satu keluarga yang sedang viral beberapa tahun terakhir. Sepertinya itu sangat seru sekali dan bisa membuat kepercayaan masyarakat kepada Jamaluddin menghilang perlahan,” jelas Frank yang membuat Adrian terkekeh.
“Ide kamu bagus juga. Sebaiknya aku akan meresmikan hotel baru,” jelas Adrian.
“Ah iya kamu benar. Beberapa tahun terakhir kamu kan yang membangun hotel di berbagai negara di Eropa. Sebaiknya kita resmikan dan undang Jamaludin beserta anak-anaknya. Aku akan memakai cara licik yaitu menjebaknya di acara mewah tersebut,” pinta Frank.
“Salah satu hotel sudah menjadi hak milik Aska. Aku sengaja memberikannya agar Aska diakui sebagai keluarga Agard. Biar setiap orang tidak memandangnya rendah,” ucap Adrian sambil mengusulkan permintaannya itu.
“Aku sudah memberikannya jabatan di perusahaan Agard. Tenang saja aku tidak akan pelit kepada keponakanku itu. Jika kamu mau masuk ke sana nggak apa-apa. Berhubung Kamu adalah seorang polisi. Maka aku menyerah untuk mengajakmu mengurus Agard Group. Lebih baik aku akan mengajak Azka untuk mengurus perusahaan tersebut. Apalagi Romeo dan Max akan bekerja lagi di sana. Maria akan tetap menjadi istrinya dan kemungkinan besar Aska tidak akan membiarkan Maria bekerja lagi. Aska sepertinya membiarkan Maria di rumah dan menemani Christina sambil membuat kue,” jelas Frank.
“Bukan ide yang buruk. Selama itu membuat Aska menjadi nyaman. Tapi kamu harus banyak-banyak memperingatkan dan memberitahukan betapa kejamnya dunia bisnis. Jujur aku tidak begitu paham dengan dunia bisnis. Soalnya basic ku bukan berada di bisnis melainkan militer,” ucap Adrian dengan jujur.
“Apakah kamu sudah mengajarkan ilmu bela diri dan ilmu memegang senjata?” tanya Frank.
“Aku sudah menggemblengnya habis-habisan. Soal ilmu bela diri dia sudah paham dengan teknik judo. Ditambah lagi dengan latihan menembak. Hampir setiap hari aku dan Luke menggemblengnya. Hampir semua senjata dia bisa memegangnya. Jika Jamaludin mulai menyerang melalui bawah tanah. Aska sudah tidak perlu kaget lagi. Lalu bagaimana dengan Maria dan Christina?” tanya Adrian balik.
“Mereka sudah paham caranya bertarung dan menembak. Tapi yang namanya perempuan beda lagi dengan laki-laki. Kalau istrimu itu orangnya suka panik dan gegabah menjalankan rencana. Kalau Maria aku lihat dia itu wanita yang cukup kuat. Berani melawan sesuatu walau itu bahaya. Itulah kenapa Aska sangat berjodoh sekali dengan Maria. Walau usianya berbeda jauh dari Maria,” jelas Frank.
__ADS_1
“Dari awal aku melihatnya, Maria itu memiliki hati laki-laki tapi casingnya perempuan. Jujur Maria itu memiliki otak cerdas. Dia juga bukan wanita yang suka menangis. Aku harap pernikahan mereka awet hingga selamanya. Jangan ada lagi kasus keluargaku menimpa kasus anakku lalu cucu-cucuku kelak. Sudah cukup aku saja yang merasakannya,” jawab Adrian.
Kembali lagi di hotel. Saat menikmati sunset, Aska mendapatkan sebuah pesan dari Andrew. Kepolisian akan menjemput Julia nanti malam. Sebab kejahatannya sudah diendus polisi beberapa tahun yang lalu. Aska sangat terkejut dan menatap Maria sambil berkata, “Julia akan masuk ke dalam penjara malam ini juga.”
“Ya... mau bagaimana lagi? Kita nggak bisa membela lagi Julia palsu. Kalau kita bela berarti pengkhianat,” ucap Maria yang menatap wajah Aska.
“Aku nggak mengerti apa yang telah terjadi saat ini. Akankah kita bisa keluar dari badai ini?”
“Semuanya pasti bisa. Kamu pasti kuat menghadapi kenyataan ini. Tetap semangat! Aku akan tetap berada di samping kamu,” ucap Maria dengan tulus.
“Terima kasih,” balas Aska. “Bolehkah aku berpesan sama kamu?”
“Apa itu?” tanya Maria yang menatap waktu senja memasuki malam hari.
“Kamu harus mengingatkan aku tentang caranya semangat,” balas Aska. “Maksud aku kamu yang memperingatkan aku.”
“Sudah senja. Sebentar lagi pelayan hotel akan mengirimkan makan malam,” sahut Aska yang membuat Maria tersenyum.
Tepat selesai berbicara ada yang mengetuk pintu. Aska langsung buru-buru masuk ke dalam dan menuju ke pintu. Ia membuka pintu lalu melihat beberapa pelayan yang sedang membawa malam. Ia menyuruhnya masuk ke dalam dan menatanya di meja.
Mereka segera masuk ke dalam dan menata makanan. Selesai menata makanan mereka pun berpamitan. Namun sebelum berpamitan, salah satu pengawal mendekatinya dan memberikan sebuah bingkisan kado.
“Maaf tuan,” ucap pelayan itu sambil membungkukkan tubuhnya.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Aska.
“Sang pemilik hotel memberikan hadiah untuk anda,” jawab pelayan itu.
“Oh... terima kasih,” ucap Aska dengan ramah sambil meraih hadiah tersebut.
“Sama-sama tuan,” balas pelayan itu sambil berpamitan. “Kalau begitu saya undur diri dulu ya.”
Aska menganggukan kepalanya sambil menyetujuinya.
Akhirnya para pelayan itu pergi meninggalkan Aska dan menutup pintu. Setelah mereka pergi Aska tidak lupa mengunci pintu.
“Apa ini?’ tanya Aska yang bingung dengan kadonya.
Tak lama datang Maria dan mendekatinya. Maria yang tidak sengaja melihat sang suami bingung dan bertanya, “Ada apa?”
“Pemilik hotel memberikan kepadaku sebuah hadiah. Aku enggak tahu apa isinya,” jawab Aska.
“Hmmpp.... mungkin ini sebagai bentuk apresiasi buat Abang. Mungkin saja Abang menjadi orang baik selama ini,” ucap Maria yang meyakinkan Aska.
“Bisa jadi ya... tapi aku enggak mengenal siapa pemilik hotel itu? Rasanya aku tidak pantas mendapatkan ini semuanya. Karena aku adalah orang biasa,” ujar Aska yang memberikan kado itu ke Maria.
“Frank Agard Junior. Setahuku nama itu sama persis terhadap nama paman Frank. Bahkan nama marganya juga sama,” celetuk Maria yang mengambil hadiah itu dari tangan Aska.
__ADS_1
Lalu Maria mengajaknya makan malam sambil berkata, “Nggak usah dipikirin. Waktunya makan malam.”
“Bagaimana aku tidak berpikir? Kalau sang pemilik itu adalah komplotan dari Jamaluddin,” tanya Aska kepada Maria.