Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Mengenang Kembali Kisah Cinta Christina dan Adrian.


__ADS_3

Paris Perancis.


“Ibu,” panggil Maria.


“Ada apa?” tanya Christina yang menatap wajah Maria.


“Apakah bang Aska baik-baik saja di sana?” tanya Maria. “Mengingat Italia banyak sekali mafia sering melakukan aksi brutalnya di jalanan.”


“Tenang saja. Aska baik-baik saja,” jawab Christina yang mengetahui sang menantunya ketakutan. “Kamu banyak berdoa agar Aska selamat dari mereka.”


Maria menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Meskipun tersenyum hati Maria masih saja tidak tenang. Jujur akhir-akhir ini di Italia terjadi bentrok beberapa mafia berada di jalanan. Kemudian Christina sambil duduk di sampingnya, “Kamu masih ingat enggak ayah mertuaku siapa?”


“Ayah Adrian,” jawab Christina.


“Beliau adalah seorang jendral bintang tiga di intuisi kepolisian Perancis. Namanya perlu diperhitungkan. Beliau sangat terkenal di dunia mafia Perancis maupun Eropa. Sepak terjangnya telah membuat Mafia hancur. Bahkan ayahmu sendiri menghukum mati mereka,” jelas Christina.


“Wah... keren banget ternyata ayah mertuaku itu,” ucap Maria sambil memuji kehebatan Adrian.


“Makanya itu. Jika si mafia yang didatangi ayahmu dan mengajak mereka bekerja sama enggak mau. Ayahmu akan membeberkan kejahatannya di publik Erpa,” Christina sengaja membeberkan siapa itu Adrian di mata Maria. Agar sang menantunya bisa tetap tenang.


“Kenapa Abang tidak cerita tentang ayah?” tanya Maria.


“Kemungkinan besar Aska belum mengetahuinya. Jika Aska mengetahuinya, Ibu pastikan Azka akan bahagia memiliki seorang ayah yang hebat,” jawab Christina. “Kemungkinan sekarang Aska sudah mengetahuinya. Karena mereka sudah sangat akrab sekali seperti keluarga lainnya.”


“Semoga saja Bang Aska baik-baik saja,” ucap Maria dengan tulus dan mendoakan sang suami baik-baik saja.


“Apakah kamu jatuh cinta pada Aska?” tanya Christina yang ingin tahu perasaan Maria sebenarnya.


“Aku benar-benar jatuh cinta Bu pada Abang. Tapi aku nggak tahu perasaan abang bagaimana terhadapku. Jujur aku takut menelan pil pahit kekecewaan lagi,” jawab Maria dengan jujur.


“Abangmu itu seperti ayahmu. Dia tidak pernah mengatakan cinta. Namun cintanya itu digantikan oleh perlakuan terhadap seorang wanita. Istilahnya anak dan bapak itu lebih ke praktek ketimbang teori,” ucap Christina yang mengetahui sifat anak dan suaminya sama saja.


“Ya juga sih Bu. Abang lebih ke praktek ketimbang teori. Semoga saja sifat Abang yang itu tidak pernah berubah sama sekali,” Maria mengharapkan Aska tidak pernah berubah sama sekali.


“Ibu akan menjamin kalau Aska tidak akan pernah berubah. Asalkan kamu jangan menyakitinya saja. Jadilah istri yang baik buat Aska,” pinta Christina.


Tak lama datang Frank bersama Romeo dan Max. Ketiga pria itu menghempaskan bokongnya di sofa panjang. Mereka melihat kedua wanita itu sedang gelisah. Kemudian Frank mengatakan sesuatu kepada mereka.


“Selangkah lagi, mereka sudah mendapatkan surat resmi ahli waris dari paman Lione. Cepat atau lambat mereka harus meresmikan ahli waris sesungguhnya untuk Wicaksono Group,” ucap Frank yang menaruh ponselnya di meja.

__ADS_1


“Apakah itu benar? Lalu bagaimana dengan Jamaludin?” tanya Christina.


“Nasib Jamaludin berada di tangan Adrian. Adrian sudah berkoordinasi dengan atasannya Untuk menumpas organisasi hitam milik Jamaludin. Jika Jamaludin menyerang, beberapa jenderal besar akan turun dan menghancurkan bisnis gelap Jamaludin,” jawab Frank yang sudah mengetahui taktik Adrian. “Kami bertiga akan masuk ke dalam barisan Adrian untuk membantu menghabisi organisasi hitam tersebut.”


“Lalu kami bagaimana?” tanya Maria.


“Kalian stand by saja di sini. Kalian dampingi Adrian dan Aska untuk meresmikan pemilik asli Wicaksono Group. Jadi kalian tidak perlu bergerak lebih jauh. Semuanya itu menunggu instruksi dari Adrian maupun Aska,” jawab Frank. “kalian juga harus berhati-hati dan jangan pernah lengah sedikitpun. Ilmu yang aku berikan, jangan pernah kau tinggalkan begitu saja. Intinya kalian jangan pernah panik. Kalau Jamaludin menyerang kalian, tetap tenang.”


“Apakah ada pengawal khusus buat mereka berdua?” tanya Romeo.


“Tidak ada. Aku akan menurunkan kekasihku untuk melindungi mereka. Jujur skillnya kekasihku bisa diandalkan untuk menjadi pasukan khusus. Tapi aku tidak pernah memasukkannya ke dalam pasukan khusus manapun,” jawab Frank yang mengetahui sifat asli Helen sang kekasih.


“Syukurlah kalau begitu. Kita bisa tenang untuk menghadapi saat-saat genting melawan Jamaludin,” ucap Max dengan tulus.


“Apakah kalian tidak mengunjungi Julia?” tanya Frank yang tersenyum iblis.


“Apakah nenek masih hidup?” tanya Maria balik.


“Dia berada di rumah sakit. Dia tidak memiliki kaki sama sekali. Tapi aku melarangmu untuk bertemu dengannya. Karena yang berada di rumah sakit itu adalah nenek palsu. Dia adalah mata-mata dari Jamaludin. Dia juga telah menghancurkan hidup ibu mertuamu itu,” jawab Frank yang mengetahui Christina mendapatkan bahaya.


“Maksud kamu apa?” tanya Christina sambil melihat wajah prank yang tidak meyakinkan itu.


“Iya aku masih ingin mengingatnya,” jawab Christina yang mulai serius dengan Frank.


“Pasti kamu ingat sesuatu di dalam hidupmu itu,” ucap Frank sambil membuka kenangan pahit Christina ketika ada acara prom night.


Seketika Christina mulai menundukkan kepalanya dan meneteskan air mata. Ia mulai mengingat kejadian demi kejadian masa lalu kelam itu. Maria yang melihat sang Ibu menangis langsung mengambil tisu. Kemudian Maria memberikan tisu itu kepada Christina.


“Memangnya ada apa paman? Kok aku jadi penasaran?” tanya Maria.


Christina menghapus air matanya itu dan berkata, “Ini adalah aibku. Aku diperk*sa oleh ayahnya Aska.”


Maria terkejut dengan pernyataan Christina. Tiba-tiba saja Maria merasakan ada yang janggal. Kemudian Romeo dan Max memutuskan untuk keluar dari sana. Kedua pria itu tidak ingin mencampuri urusan keluarga Wicaksono.


“Kalian mau ke mana?” tanya Frank yang melihat kedua pria itu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


“Malam ini ada latihan menembak bersama para pengawal,” seru Romeo.


Maria mengusap wajahnya berkali-kali. Ia masih bingung dengan pernyataan Christina. Bagaimana bisa Christina diperk*sa oleh Adrian?

__ADS_1


“Aku tidak paham apa yang dikatakan oleh ibu?” tanya Maria.


“Pada malam prom night. Ada temanku yang memberikan minuman. Lalu aku meminumnya. Tanpa disadari tubuhku merasa panas dan bergetar hebat. Aku mencoba keluar dari ruangan itu. Aku memesan hotel untuk meredakan panas di tubuhku. Lalu aku memang bodoh saat itu. Aku masuk ke dalam kamar yang sudah ada orangnya. Aku mencoba membuka bajuku. Setelah itu ada seorang pria keluar dari toilet setelah membersihkan tubuhnya. Aku langsung menyerangnya secara membabi buta. Hingga akhirnya aku melepaskan mahkota yang telah aku jaga selama bertahun-tahun. Pagi aku terbangun dan melihat pria itu masih tertidur lelap. Aku tidak bisa kabur dari kamar itu. Sebab pria itu sangat licik sekali. Tanganku diborgol di atas nakas,” jelas Christina yang membuat Maria bertanya-tanya.


Frank tertawa ketika Christina bercerita seperti itu. Ia masih mengingat momen-momen yang di mana Adrian bercerita. Cerita Kristina dan Adrian sama persis. Lalu Christina dengan kesalnya menatap wajah Frank seperti silet yang sangat tajam sekali.


“Kamu tahu pria kurang ajar itu adalah Adrian adikku sendiri. Untung saja adikku mau bertanggung jawab,” tambah Frank yang membuat Maria paham.


“Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya. Siapa yang nyuruh temanku itu memberikan minuman yang ada obat perangsangnya?” tanya Christina.


“Dia adalah ibumu yang palsu. Dia sengaja menghancurkanmu demi menguasai papamu. Jika kamu sudah hancur seperti itu. Julia bahagia dan bisa menguasai papa Damian.”


“Jahat sekali dia. Aku tidak mengerti apa yang dilakukan oleh ibu palsu itu,” ungkap Maria yang kesal terhadap Julia.


“Itulah kenapa aku mengetahui seluk beluk keluarga Wicaksono secara mendalam. Karena aku sudah memasukkan beberapa mata-mataku ke dalam rumahmu itu. Bahkan Julia sendiri yang melakukannya dan pergi ke sekolahmu untuk membayar seseorang, demi melancarkan aksi menghancurkanmu,” imbuh Frank.


“Oh jadi itu... Kisah cinta antara Ibu dan ayah?” tanya Maria yang tersenyum manis.


Jujur saja Christina masih sangat kesal terhadap kejadian itu. Namun dibalik kejadian itu Christina dilindungi oleh Adrian sepenuhnya. Bahkan Adrian menembak Christina untuk dijadikan kekasih. Diam-diam Christina melemparkan senyum kepada Maria.


“Itu benar. Setelah kejadian itu Ibu dilindungi oleh ayahmu sampai menikah. Bahkan ayahmu sendiri yang mengutus seseorang untuk menjadi pengawal,” jawab Christina yang tersenyum bahagia.


“Gara-gara kamu. Adrian yang dingin seperti balok es itu akhirnya mencair. Diam-diam Adrian mencintaimu dengan tulus,” ucap Frank.


“Apakah itu benar paman? Kalau ayah mertuaku itu sangat dingin sekali seperti balok es,” tanya Maria yang membuat Christina tertawa.


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2