
"Sebenarnya aku tidak ingin bilang kepada kalian. Karena bisa membuat atasan dan bawahan akan terjadi perpecahan. Tapi aku harus mengatakannya," jawab Romeo yang membuat Aska menganggukkan kepalanya.
"Sebenarnya ada yang kamu sembunyikan dari aku?" tanya Christina.
"Maaf nyonya.akhir-akhir ini ada rumor yang mengatakan kepala divisi dua bagian pemasaran sering sekali membolos kerja. hal ini terjadi lantaran tidak ada alasan dan penyebabnya di meja HRD. HRD pun menjadi pusing dan tidak bisa menangani kasus ini," jawab Romeo.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Jangan bilang kamu mencarinya hingga ke ujung dunia?" tanya Christina sambil menggelengkan kepalanya.
"Apakah itu benar Bu?" tanya Aska yang melihat Romeo.
"Kalau tidak ketemu juga saya akan mencarinya. Lalu membawanya ke ruangan HRD untuk diberi SP," jawab Romeo.
"Apakah HRD akan memberikan surat peringatan saja?" tanya Aska.
"Ya itu benar. Tapi kalau mereka membolos tanpa alasan yang jelas. Dengan terpaksa HRD akan mengeluarkan orang tersebut," jawab Romeo.
"Lebih baik begitu. Aku sangat menyetujuinya sekali. Atau begini saja setiap bonus yang didapatkan dipotong berapa persen untuk mengganti kerugian perusahaan," saran Aska.
"Itu tidak sesuai prosedur. Lebih baik kita memecatnya saja. Karena Ibu tidak butuh orang seperti itu. Dian orang kerja keras dia hanya enak-enakan saja," ucap Christina.
"Tapi, kalau mereka sakit bagaimana?" tanya Aska.
"Pakai surat izin dokter. Itu sebagai bukti orang itu benar-benar sakit. Jika tidak maka disebut absen. Yang penting ada alasan yang sangat jelas sekali," jawab Christina.
"Baiklah.Aku tidak akan mengubah sedikitpun peraturan di perusahaan. Lalu, siapakah yang Abang maksud orang itu?" Tanya Aska semakin penasaran dengan orang tersebut.
"Orang yang sedang berada di depan itu adalah kepala divisi pemasaran nomor dua di perusahaan kita," Romeo diam-diam sambil menunjuk ke arah pria tersebut.
"Bukannya itu Sony?" tanya Azka yang membuat Romeo terkejut.
"Apakah Tuan Muda mengenalnya?" tanya Romeo.
"Dia adalah teman saya ketika SMA. Tapi," jawab es teh yang tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini.
__ADS_1
"Tapi apa?" tanya Christina yang tahu ukurannya seperti terluka.
"Aku tidak bisa mengatakannya Bu. Ini adalah masalah pribadiku bersama dia," jawab Aska.
"Jika tuan muda tidak mengatakannya, maka aku bisa melacak masa lalu Tuhan dengan satu jari saja," Romeo diam-diam berani mengancam Aska.
"Ish... Abang ini. Sudah aku bilang. Aku tidak akan mengatakannya," kesal Aska yang membuat Romeo tertawa.
"Kapan-kapan kamu ceritakan saja kepada ibu. Aku takut abangmu ini suka membocorkan rahasia," pinta Christina.
Aska pun mengangguk paham lalu menatap Romeo. Ketika Romeo dipandangi Aska, Romeo segera membuang wajahnya ke bawah. Dengan penuh percaya dirinya Romeo berkata, "Tuan muda jangan pernah kamu memandangi wajah saya. Jika Tuan jatuh cinta pada saya, saya tidak bisa tanggung jawab."
Plakkkkkk!
Santai saja Christina terkejut dengan pukulan Aska ke Romeo. Kedua pria itu hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Sedangkan Christina menggelengkan kepalanya melihat Sang putra sangat aneh sekali.
"Jangan-jangan anakku memiliki sifat dominan dariku. Lalu sifat dominan Adrian tidak ada sama sekali. Hanya sifat tegasnya saja dan jiwanya selalu berubah-ubah yang tidak menentu. Sungguh Adrian sialan itu menjatuhkan sifat itu ke Putraku," kesal Christina.
Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Mereka menikmati makanan itu dengan santai.
"Apakah tadi siang semuanya berhasil?" tanya Benjamin dalam hati.
Benjamin menganggap ponsel itu dan menyapa seseorang berada di seberang sana, "Halo."
"Maaf tuan. Hari ini asisten Nyonya Christina membatalkan pertemuan perjanjian kerjasama," jawabnya.
"Kenapa?" tanya Benjamin.
"Saya tidak tahu tuan," jawabnya lagi.
"Kenapa kamu tidak bersikeras untuk bertemu? Harusnya kamu mengatakan pertemuan itu harus dilaksanakan hari ini juga. Kalau kamu tidak mau paksa. Panggil pengacara dan kamu bisa memutar balikan fakta. Lalu kamu tuduh barang-barang yang dibuat kerjasama itu ternyata ada sesuatu atau apalah terserah kamu.Aku ingin lihat Kristina hancur berkeping-keping sama sepertiku!" saran Benjamin sambil tertawa.
"Kalau begitu saya akan menghubungi pengacara terbaik di negeri ini. Saya akan mengerjakan perintah anda tuan," ucapnya.
__ADS_1
"Bagus itu. Oh iya.. Apakah kamu sudah menyelesaikan beberapa poin di surat perjanjian tersebut?" tanya Benjamin.
"Sudah tuan. Bagi Christina beberapa poin itu akan membuat Aska food jatuh. Bagi kita poin itu sangat menguntungkan. Bahkan dengan poin itu kita bisa mengeruk semua aset Christina punya. Tuan tenang saja tidak perlu khawatir dengan misi ini. Kalau perlu sang sekretaris itu saya suruh mengobrak-abrik semua divisi di sana. Anggap saja sekretaris itu adalah kaki tangan saya tuan," ucapnya.
"Itu ide sangat bagus sekali. Kalau begitu aku memberikan waktu 3 bulan ke depan. Jika belum ada waktu 3 bulan, aku akan memberikan kamu bonus besar. Lakukan misi ini dengan senyap dan jangan sampai semua orang tahu. Kalau ada yang tahu kemungkinan besar kepalamu yang menjadi gantinya!" ancam Benjamin.
"Baik Tuan," balasnya.
Sambungan terputus.
"Sebentar lagi kamu akan hancur Christina! Karena aku yang akan menjegal seluruh keinginanmu. Oh iya... Anakmu Aska adalah anak yang bodoh! Aku yakin aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk perusahaanmu," ucap Benjamin sambil tertawa terbahak-bahak.
Selesai makan mereka memutuskan untuk kembali ke kantor. Selama perjalanan menuju kantor Aska mulai menyelidiki surat perjanjian itu. Meskipun dirinya tidak sekolah tinggi. Namun Aska paham dengan surat perjanjian seperti itu. Ia akan berjanji untuk mencari siapa dalang pembuatan surat perjanjian itu.
"Ini sangat aneh sekali," ucap Aska.
"Untung saja tuan muda memeriksanya. Jika tidak Nyonya Christina akan rugi besar. Bukankah setiap bisnis selalu menguntungkan pihak pertama dan pihak kedua?" batin Romeo.
"Apa yang akan kamu lakukan sayang?" tanya Christina.
"Bolehkah aku meminta surat perjanjian selama setahun ke belakang? Aku akan memeriksanya satu persatu. Sepertinya aku merasakan ada yang tidak enak di sini," pinta Aska dengan serius.
"Baiklah tuan muda. Saya akan meminta bagian perpustakaan untuk menyiapkan surat perjanjian mulai hari ini sampai setahun belakang," sahut Romeo yang masih fokus mengendarai mobil.
"Abang," panggil Aska.
"Iya tuan," sahut Romeo.
"Bisakah nanti malam menemaniku memeriksa surat perjanjian itu?" tanya Aska.
"Apakah tuan tidak meminta bagian sekretaris memeriksanya?" tanya Romeo.
"Maaf aku tidak bisa mempercayai orang begitu saja. Apalagi orang yang belum aku kenal sepenuhnya. Jika kamu tidak ingin lembur malam ini. Biarkan aku saja yang lembur. Kamu berikan aku kopi hitam dan biskuit di meja kerja. Sudah itu aja," jawab Aska.
__ADS_1
"Sesederhana itukah Tuan mudaku meminta teman untuk dijadikan lembur? Biasanya kalau big boss sedang lembur pasti memintanya yang aneh-aneh. Ini hanya meminta kopi dan biskuit saja. Tenang tuan... Saya akan menemani anda malam ini. Bahkan hingga pagi pun saya sanggup," batin Romeo.
"Kalau begitu saya akan menemani tuan muda lembur sampai pagi," jawab Romeo yang tidak tega membiarkan Aska lembur sampai pagi.