Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Semakin Rumit Saja.


__ADS_3

Pagi yang cerah di kota Jakarta. Ketiga pria tampan itu dan satu wanita cantik memasuki lobi sambil melihat pada karyawan sedang mengobrol. Mereka sengaja datang terlalu pagi hanya demi membahas satu karyawan.


Di ruangannya Christina, Aska, Adrian dan Romeo sedang duduk memutari meja. Romeo sudah memiliki banyak bukti untuk menjerat suami ke dalam penjara. Di saat berdiskusi Adrian menatap Romeo sambil bertanya, "Apakah kita memiliki pengacara yang handal untuk menangani kasus ini? Aku tidak ingin kasus ini lepas seperti Haryadi."


"Ada. Namanya Pak Yusuf," jawab Romeo.


"Ada lagi nggak kandidat yang kuat agar Sony tidak lepas dari sana? Jujur aku nggak yakin dengan pengacara kemungkinan besar Pak Yusuf bekerja sama dengan Benjamin di belakang kita," ucap Aska yang memprediksi kedepannya.


"Kami tidak memiliki tim pengacara lagi. Mereka sudah sangat hebat sekali ketika kasus-kasus itu bergulir di Aska," jelas Christina.


"Apakah ibu yakin dengan kasus-kasus yang selama ini sedang bergulir?" tanya Aska yang mencurigai Pak Yusuf dan tim pengacaranya itu.


"Maksud kamu apa?" tanya Christina balik.


"Maksud aku, Pak Yusuf itu mudah disuap oleh siapapun. Banyak sekali kasus-kasus yang kita rasakan selama ini semuanya belum selesai dan masih ngambang seperti angin. Aku sudah menyelidiki banyak kasus yang menjerat kita. Jujur kasus itu tidak ada yang selesai sama sekali. lalu kasus itu bergulir seenaknya saja hingga membuat kita rugi besar. Apakah ibu tidak tahu soal itu?" tanya Aska yang membuat Christina sangat terkejut sekali.


"Berarti selama ini?" tanya Romeo sambil menatap wajah Aska.


"Ya. Selama ini kasus-kasus yang dikerjakan oleh pak Yusuf bersama timnya itu gagal total. Aku sudah mengecek semuanya dan tidak ada yang selesai sama sekali. Sekarang yang jadi pertanyaannya adalah Apakah kita mau makai orang seperti itu? Jika orangnya melakukan kecurangan diam-diam," jelas Aska yang membuat Romeo terkejut.


"Aku akan mengirimkan beberapa bukti yang membuat kalian terkejut. Mau tidak mau kalian harus mengetahui tentang hal ini," ucap Aska sambil meraih ponselnya dan mencari beberapa file tentang Pak Yusuf dan timnya.

__ADS_1


Selesai mengirimkan file-file tersebut, Aska menunggu ekspresi dari wajah mereka. Memang akhir-akhir ini Aska mulai mengecek satu persatu para karyawannya di kantor. Mulai dari profesi kecil hingga profesi besar Aska mengeceknya perlahan. Kemudian pasca mulai mengkotak-kotakkan mereka dan memilih orang yang baik ataupun orang yang jahat di perusahaan itu. Namun Aska hanya menemukan dua puluh persen saja orang yang jujur bekerja di perusahaannya saja.


Sontak saja Azka terkejut ketika mengetahui banyak orang-orang kotor di dalam perusahaannya itu.dirinya yakin kalau sang Ibu tidak mengecek para karyawan satu-satu. Meskipun itu pekerjaannya HRD namun Aska turun tangan sambil mengetahui seluk beluk karyawan tersebut. Memang benar apa yang dikatakan petuah dari Pak Ahmad maupun Pak Broto. Kedua pria paruh baya itu pun sering mengingatkan Aska untuk tidak percaya kepada orang lain.


"Jujur saja, aku kalah cepat darimu. Kenapa aku tidak menyelidikinya terlebih dahulu? Aku memang bodoh soal ini terlalu percaya pada orang," ucap Romeo.


"Aku tidak menyalahkan kamu apalagi Maria. Aku tahu kalian sudah membantu ibuku mengurus perusahaan ini. Perusahaan ini tidak kecil melainkan besar sekali. Kalian kewalahan mengurusnya bukan. Jadi mau tidak mau aku harus merombak seluruh tatanan perusahaan ini. Jika dibiarkan terus-menerus perusahaan ini akan hancur berantakan seperti butiran debu," jelas Aska sambil memandang wajah Adrian. "Bagaimana menurut ayah tentang keputusanku ini?"


"Itu sangat bagus sekali. Ayah juga memiliki pendapat sepertimu. Sebaiknya kamu tanyakan saja pada sang pemilik aslinya itu," tunjuk Adrian ke arah Christina.


"Bagaimana Bu menurutku?" tanya Aska sambil memandang wajah Christina.


"Itu terserah kamu. Kamu mau mengubah semuanya silakan. Karena perusahaan itu sudah aku serahkan padamu. Aku ingin kamu berkembang untuk mengurus perusahaan ini. Cepat atau lambat kamu bisa melakukannya. Yang buruk singkirkanlah. Yang baik pertahankanlah. Ibu harap kamu mengerti dengan kalimat tadi," jawab Christina sambil memberikan nasehat terbaik untuk putranya itu.


"Itu terserah kamu saja. Lebih baik kita bicarakan ini lebih mendalam. Aku ingin Tuan Adrian terlibat masalah ini begitu juga dengan Maria. Soalnya masalah ini sangat sulit dipecahkan," jawab Romeo.


"Bukan sulit untuk dipecahkan. Tapi kita dikelilingi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas rusaknya sedikit demi sedikit perusahaan ini," Aska membetulkan pendapat Romeo.


"Bagaimana pengacara yang aku minta?" tanya Adrian.


"Kita tidak memiliki pengacara lagi. Kita harus mengambil pengacara dari luar," jawab Christina.

__ADS_1


"Tenanglah nyonya. Aku memiliki kenalan. Namanya Pak Mahmud. Pak Mahmud ini adalah pengacara yang bagus di Indonesia. Kita bisa memakainya dengan harga nego. Setahuku Pak Mahmud memiliki musuh yang bernama Pak Yusuf," sahut Romeo.


"Pak Mahmud yang sering berada di TV itu?" tanya Aska.


"Ya itu benar. Setiap kasus apapun Pak Mahmud selalu memenangkannya. Tapi sekarang karirnya hancur oleh seseorang. Dengar-dengar yang menghancurkannya adalah seorang pengacara juga. Sampai saat ini pengacara itu masih sangat misteri. Aku harap Pak Mahmud bisa membantu kita," jawab Romeo yang membuat Aska paham.


"Kalau begitu panggillah. Kita bisa nego untuk kasus ini. Jika Pak Mahmud sukses bisa dipastikan nilainya akan bertambah dari yang kita nego kan tadi. Tapi sebelumnya aku harus mengetahui siapa Pak Mahmud sebenarnya? Aku nggak mau Pak Mahmud berhubungan dengan Benjamin atau siapapun itu," jelas Aska.


"Aku paham itu. Nanti aku akan memberikan semua identitas tentang Pak Mahmud itu siapa?" ucap Romeo.


"Apakah kalian sudah selesai untuk negosiasi?" tanya Adrian yang menaruh pulpen dan kertas di meja.


"Aku sudah selesai semuanya. Aku ingin mengadakan rapat sama anak-anak divisi pemasaran dari satu hingga enam. Aku ingin memancing Sony," jawab Aska.


"Kenapa kamu ingin memancingnya?" Tanya Christina.


"Karena aku ingin tahu bagaimana dedikasi Sony terhadap perusahaan? Dan aku akan memberitahukan pada anak-anak yang lainnya kalau melakukan korupsi akan berakibat fatal pada nasib buruk mereka. Aku ingin semua perusahaan di luar maupun di dalam memblokir nama Sony untuk bekerja di perusahaan manapun. Ini sudah cukup bagi aku," jelas Aska.


"Apakah kamu serius melakukannya?" tanya Adrian yang menatap Aska agak ragu.


"Ya... Aku memang sengaja melakukannya," jawab Aska dengan tegas.

__ADS_1


"Kalau begitu lakukanlah. Gertak semua para divisi pemasaran agar mereka tidak mengikuti jejak langkah Sony!" perintah Adrian.


"Itu beres. Kita sekarang tidak boleh lembek kepada mereka. Kalau kita seperti ini terus, mereka bisa menginjak-injak kita. Apalagi orang-orang yang bekerjasama dengan kita adalah anak buah Benjamin. Selamat pagi dan selamat bekerja," balas Aska sambil meninggalkan mereka untuk menuju ke ruangannya sendiri.


__ADS_2