
"Bagaimana caranya menengok adik bayimu itu?" Tanya Maria yang pura-pura polos dan tidak mengerti.
"Habiskan dulu makananmu. Setelah itu kamu harus ikut aku ke kamar hotel yang mewah penuh dengan kelopak mawar yang indah," jawab Aska yang membuat Maria jantungnya berdetak lebih kencang dari semula.
"Benarkah itu?" Tanya Maria.
"Itu benar," jawab Aska.
Maria sangat bersemangat sekali menghabiskan makanan itu. Ada yang melihat Maria yang bersemangat menghabiskan makanannya, mengulas senyumnya kembali. Untung saja malam ini calon anaknya tidak rewel sama sekali. Aska sangat bersyukur sekali karena calon anaknya tidak membuat Maria susah.
Selesai menghabiskan makanannya, Aska mengajak Maria keluar dari restoran tersebut. Pria bertubuh kekar itu menggandeng tangan Maria dan mengajaknya menuju ke lift. Sepanjang perjalanan Maria sangat terkagum sekali pada desain hotel itu. Lalu Maria bertanya, "Siapakah yang mendesain ornamen-ornamen itu di tembok?"
__ADS_1
"Ayah Adrian," jawab Aska yang membuat Maria sangat terkejut sekali.
Kedua bola mata Maria membola sempurna. Bagaimana bisa sang ayah mertuanya itu menggambar hiasan-hiasan di dinding hotel ini? Jujur, dirinya sangat kagum sekali melihat ornamen tersebut.
"Ayah orangnya sangat kreatif sekali. Meskipun dirinya adalah seorang aparat penegak hukum, Ayah tidak pernah mati akan ke kreativitasnya itu. Bahkan Ayah sangat sering sekali untuk dijadikan seorang desainer sama teman-temannya. Kamu pasti kaget tentang semuanya ini," jelas Aska yang keluar dari lift lalu mengajak Maria ke kamar.
"Ya kamu benar. Aku rasa ornamen-ornamen tersebut beda dari hotel-hotel lainnya," ujar Maria yang memuji kehebatan Ayah mertuanya itu.
"Nggak tahu juga deh. Aku hanya melihat hotel ini saja. Aku belum melihat ornamen-ornamen di hotel lainnya," sambung Aska yang mengeluarkan kartu pribadinya itu.
"Aku harap kamu menyukainya," ucap Aska yang diam-diam memberikan kejutan kepada Maria.
__ADS_1
"Ya aku sangat menyukainya," kata Maria dengan jujur dengan wajah bersemu merah.
"Kalau begitu aku mandi terlebih dahulu ya," pinta Aska yang segera meninggalkan Maria sendirian.
Maria tidak menjawab, namun melihat bayangan Aska telah masuk ke dalam toilet. Setelah itu Maria memutuskan untuk melihat pemandangan dari dalam jendela.
Entah kenapa sore ini dirinya mendapatkan reward bertubi-tubi. Mulai dari pengumuman kehamilan. Hingga membuat para pelayan menjadikannya seorang Ratu. Para ibu sangat protect kepada dirinya. Ditambah lagi Aska, sang suami sengaja mengajaknya ke restoran dengan suasana romantis.
Ada rasa syukur di dalam hatinya. Ternyata Maria baru sadar kalau Aska adalah jodohnya. Sebenarnya ia tidak berharap akan pernikahan ini lanjut hingga serius. Karena Maria sendiri sadar, kalau keluarganya yang memiliki ekonomi di bawah garis standar.
Namun keluarga Wicaksono tidak pernah mengolok-olokkan keluarga Maria. Bahkan mereka sengaja mengangkat derajat keluarganya menjadi lebih tinggi.
__ADS_1
Bu Tanti dan Pak Budi sangat berterima kasih kepada mereka. Kedua orang tua Maria, tidak pernah membayangkan kalau Sang Putri hidupnya sangat beruntung sekali.
Saat matanya melihat menara Eiffel, tangan Maria memegang perutnya yang masih datar itu. Jujur saja Aska memang sengaja mencari view yang bagus untuk istrinya. Ternyata Maria sangat menyukai view tersebut. Sembari menunggu Aska yang selesai mandi, Maria memutuskan duduk di tepi ranjang.