Ahli Waris Sesungguhnya

Ahli Waris Sesungguhnya
Kejujuran Minah.


__ADS_3

"Duduklah. Aku tidak mau kamu bicara sambil berdiri. Jangan memanggil aku sebagai tuan muda!" tegas Aska.


Minah terpaksa duduk di hadapan Aska. Ada rasa canggung di dalam hatinya. Dulu ia sangat kejam dan tidak bermoral sama sekali kepada Aska. Namun semuanya itu ada alasan tersembunyi untuk Aska.


"Maafkanlah Aku. Jika aku sangat jahat kepadamu. Aku yakin kamu sangat kecewa kepadaku," ucap Minah. "Tapi sebelumnya izinkanlah aku berbicara kepadamu."


"Bicaralah. Sebelum aku pulang ke Paris!" perintah Aska.


"Oke aku akan bicara kepadamu. Aku memang jahat kepadamu. Tapi aku harus melakukannya. Aku tahu kamu adalah ahli waris dari Wicaksono Group. Aku memang ditugaskan sebagai pengasuhmu oleh Benjamin. Ketika melihat senyummu saat bayi. Aku tidak tega membunuhmu. Aku membiarkan kamu hidup hingga sekarang ini," kata Minah.


"Kenapa kamu tidak membunuhku saat itu juga? Kamu tahu bayi yang belum lahir tidak merasakan apa-apa. Ketika ada yang membunuhnya," tanya Aska.


"Aku memang sengaja tidak membunuhmu. Sebab kamu memiliki potensi yang besar. Yang di mana Kamu adalah gabungan dari Nyonya Christina dan Tuan Adrian. Aku memang mengenal mereka. Tapi tidak begitu kenal dekat. Mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Jika gen digabungkan akan menjadi gen super. Dan semuanya itu terbukti ketika kamu bekerja di kebun Pak Broto," jawab Minah sambil menjelaskan kelebihan Aska.


"Seharusnya kamu membunuhku. Bukan menyuruh hidup selama ini," kesal Aska.


"Aku memang sengaja melakukannya demi membalaskan dendamku kepada Benjamin. Aku sebagai wanita merasa dipermainkan oleh Benjamin. Sebelum kelulusan sekolah Benjamin pernah menculikku dan memperk*saku hingga mengandung benihnya. Ketika aku meminta pertanggungjawaban. Dia menculik lagi dan mengurungku di ruangan bawah tanah. Memang statusku saat itu adalah seorang istri yang resmi. Benjamin tidak pernah mengakuiku sebagai istrinya. Yang lebih parahnya lagi, dia tidak pernah memerlukanku sama sekali. Hingga aku melahirkan putriku sendiri di ruangan itu tanpa seorang dokter. Untung saja putraku hidup. Dia sengaja memisahkan putraku itu dari pelukanku," jelas Minah.

__ADS_1


"Di mana putramu berada?" tanya Aska.


"Aku tidak tahu keberadaannya. Setelah keluar dari sini aku mencarinya. Semoga saja aku bisa menemukan putraku itu," jawab Minah. "Setelah aku berpisah denganmu. Aku disuruh menjagamu. Aku melihat kamu sebagai pria yang memiliki banyak bakat di masa depan. Hingga akhirnya aku tidak memutuskan untuk membunuhmu. Kamu tahu kenapa aku melakukan hal yang kasar buat hidupmu?"


"Aku tidak tahu itu. tapi hatiku sangat kecewa sekali kepadamu," jawab Aska.


"Aku sudah tahu itu. Aku memang sengaja melakukannya. Demi kamu bertahan hidup di alam liar. Jika aku sengaja menyayangimu dan memanjakanmu. Kamu tidak akan menjadi pria yang seperti ini. Itulah kenapa alasanku menggembleng mentalmu menjadi kuat. Di sisi lain aku memang sengaja mengambil uangmu. Bukan berarti aku menghabiskan uangmu hanya demi brondong. Selama berada di Karawang, Benjamin tidak memberikan aku uang sepeser pun. Aku bingung harus membayar semuanya. Mau tidak mau aku harus mengatur uangmu itu. Kalau soal brondong itu hanya akal-akalan ku saja. Aku pengen lihat apakah kamu marah atau tidak? Ternyata kamu sangat marah sekali. Setelah kamu memergoki aku, aku menyuruhnya pergi. Ketika kamu masuk ke dalam rumah Winda, aku sudah mengetahuinya. Di sinilah hidupku menjadi gelisah. Bagaimana jika Winda mengajakmu pergi? Di situlah ketakutanku semakin bertambah. Aku takut Benjamin akan datang dan membunuhku. Aku mulai mencari cara agar kamu kembali ke rumah. Tapi cara itu salah besar. Malahan Pak Broto memasukkan ku ke dalam penjara. Jujur hidupku semakin dunia dan ketakutan," jelas Minah sambil menahan sesak di dada.


Aska mulai paham dengan cerita Minah. Ia mulai mencerna apa yang dikatakan oleh Minah. Kecewa pasti. Namun ada benarnya juga. Selama ini dirinya tidak menyangka, kalau Minah menyuruhnya bertahan hidup dengan liar. Dan sifat keras kepalanya itu sudah membentuk sendiri. Ketegasannya, kerja kerasnya, kecerdasannya. Itu berkat Minah semua.


"Bagaimana dengan panci yang kamu lempar ketika aku masih tertidur?" tanya Aska lagi.


"Ya aku sudah paham. Terima kasih. Diam-diam kamu telah membimbingku tanpa banyak bicara. Maafkan Aku jika tidak mengerti apa yang telah kau lakukan. Sekarang aku melepaskanmu. Kamu boleh kembali ke orang tuamu. Sebagai gantinya aku akan mencari putramu hingga ketemu," jawab Aska yang luluh terhadap Minah.


Memang benar apa yang dikatakan oleh Minah. Jika dirinya ingin membunuh Aska. Maka ketika masih bayi, ia akan membunuhnya. Akan tetapi ia bertekad untuk melindunginya dari Benjamin.


"Lalu bagaimana dengan bapak Iwan?" tanya Aska lagi.

__ADS_1


"Dia memang sangat baik kepadamu. Tapi kebaikannya ada maksud tersembunyi. Diam-diam dia merencanakan sesuatu untuk menghabisimu. Soal surat itu bukan dia yang menulis. Tapi aku yang menulis. Sebelum kematiannya aku mengancam dia untuk mengatakan, dia harus menunjukkan surat itu kepadamu. Kamu tahu kematiannya. Aku sengaja memberikan racun setiap hari. Hingga melemahkan kondisi tubuhnya itu. Jika dia masih hidup, dia akan membunuhmu. Jadi jelas apa yang aku sampaikan ini," tambah Minah.


"Terima kasih," balas Aska.


"Jangan berterima kasih kepadaku. Aku memang sengaja melakukannya bukan untuk mendapatkan terima kasih. Aku memang ingin menebus kesalahanku. memang cara itu sangat kasar namun aku harus melakukannya. Sekarang kamu telah kembali ke keluargamu. Terserah kalau kamu mau marah. Marah saja. Aku tidak khawatir lagi. Jika kamu ingin membunuhku. Maka bunuhlah aku. Aku ikhlas mendapatkan semuanya," ucap Minah sambil menahan air matanya.


Semuanya sudah jelas. Selama ini yang sudah dirahasiakan oleh Minah ternyata jelas. Syukurlah... Aska tidak memiliki dendam apapun kepada Minah. Aska menilai kalau Minah itu adalah korban dari Benjamin. Rencana awal akan dilaksanakan segera yaitu menjebak Benjamin. Aska menatap Minah lalu berkata, "Tenanglah... Sekarang kamu bisa hidup dengan tenang. Aku akan melaksanakan rencana awal."


"Rencana awal apa maksudmu?" tanya Minah.


"Rencana yang di mana untuk membunuh Benjamin. Aku harap kamu tidak marah kepadaku," jawab Aska.


"Aku tidak marah sama sekali. Aku menyerahkan Benjamin kepadamu. Aku sekarang sudah memiliki hidup baru," jelas Minah yang sengaja memberikan Benjamin kepadanya.


"Carilah kekasih sana. Menikahlah dan hiduplah bahagia," ucap Aska yang mendoakan Minah agar bahagia.


Minah pun tersenyum bahagia. Minah mendapatkan maaf dari Aska. Ia sekarang akan hidup dengan damai. Setelah ini Minah akan menagih janji kepada Luke. Ia meminta Luke untuk mengantarkannya ke Turku. Ia ingin sekali bertemu dengan orang tuanya.

__ADS_1


Setelah pertemuan itu Aska dan Minah berpisah. Mereka sudah tidak memiliki dendam apapun. Aska langsung mengajak Adrian ke kamar. Di sana Aska bertanya, "Apakah aku salah memaafkan Minah?"


__ADS_2